Richard Branson: Pendiri Virgin Group Yang Dulunya Penderita Diseleksia

[Sumber]

#Biografi, Richard Charles Nicholas Branson


###Pekerjaan

Founder of Virgin Group, Investor, Enterpreneur

###Afiliasi lainnya

  • AirAsia X Co.,Ltd
  • Marussia F1 V Festival
  • Bales Worldwide Ltd
  • Kasbah Tamadot

###Tempat dan Tanggal Lahir

Blackheath, London, Inggris, 18 Juli 1950

###Kewarganegaraan

Inggris

###Pendidikan
• Scaitcliffe School‎
• Stowe School

###Total Kekayaan
US$ 5 Billion Dollar - 67 Trilliun Rupiah (2016)

###Peringkat berdasarkan Forbes

  • Peringkat 286 Billionaires (2016)
  • Peringkat 8 di Inggris (2016)

##Riwayat Hidup


Richard Branson lahir pada tanggal 18 Juli 1950 di Blackhealth, Inggris. Ia merupakan anak sulung dari 3 bersaudara Branson. Ayahnya, Edward James Branson, adalah seorang pengacara di Inggris. Sementara ibunya, Eve Branson adalah seorang pramugari. Richard memilki dua adik perempuan. Sejak kecil, Richard mengalami gangguan disleksia, yaitu kondisi di mana seorang anak mengalami ketidakmampuan belajar terutama dalam aktivitas membaca dan menulis. Gangguan tersebut merupakan batu hambatan bagi Richard dalam bersekolah, berbuah pada nilainya yang cukup buruk. Ia bahkan hampir dikeluarkan dari sekolah khusus laki-laki Scaitcliffe. Kemudian Richard pindah ke Stowe School, ketika menginjak umur 16, ia dikeluarkan dari sekolah.

Namun hal tersebut tak membuat pria berkebangsaan Inggris ini patah semangat. Setelah dikeluarkan dari sekolah, Richard Branson membuat usaha majalah yang berhasil menghantarkannya hingga menjadi sukses sampai detik ini.

Branson menikahi Kristen Tomassi pada tahun 1972, memiliki seorang putri bernama Holly. Lalu Richard menceraikannya pada tahun 1979. Ia pun menikah lagi pada tahun 1989 dengan Joan Templeman dan memiliki seorang putra bernama Sam.

Richard pernah mengutarakan dalam wawancara dengan Piers Morgan, bahwa ia dan Joan sesungguhnya memiliki seprang putri bernama Clare Sarah. Namun putrinya tersebut meninggal ketika baru berusia empat hari.

Di tahun 1998, Richard Branson merilis otobiografinya yang berjudul Losing My Virginity, buku ini menjadi best-seller internasional. Pada tahun 2013, Branson menjadi presiden dari komunitas Old Stoic Society of Stowe School. Kegemilangan hidup Branson tidak berhenti di situ kendati umurnya yang telah mencapai setengah abad lebih. Branson memegang beberapa rekor dunia dalam olahraga, ia adalah seorang kitesufer (sejenis peselancar) yang handal.

##Riwayat Karir


Setelah dikeluarkan dari sekolahnya pada umur 16 tahun, Branson memulai sebuah majalah tentang budaya remaja yang berjudul "Studen"t. Mulai dari publikasinya dijalankan oleh siswa, untuk siswa. Diluncurkan pada tahun 1966, Student dijual senilai $8000 di iklan edisi pertama. Student disebarkan sebanyak 50.000 eksemplar secara gratis, Branson menutupi biaya itu dengan iklan.

Di tahun 1969, Richard tinggal di komune London, dikelilingi oleh musik-musik dan narkoba. Hal ini berlangsung ketika Richard memiliki ide untuk memulai sebuah perusahaan mail-order—yang dinamakan Virgin—untuk membantu mendanai majalahnya. Perusahaannya cukup sederhana, namun cukup mampu memperluas usaha bisnisnya, yaitu menambahkan toko rekaman di Oxford Street, London. Dengan kesuksesan toko rekaman itu, Richard berhasil mendirikan studio rekaman pada tahun 1972 di Oxfordshire, Inggris.

Pada tahun 1973, artis pertama di bawah Virgin Records, Mike Oldfield, merekam single “Tubular Bells” dengan bantuan tim Branson. Lagu Mike meroket secara cepat di Inggris. Memanfaatkan momentum keberhasilan Oldfield, Branson kemudian menandatangani kelmpok musik lainnya yang berkeinginan untuk menjadi artis di bawah Virgin Record. Artis-artis seperti Culture Club, Rolling Stones, dan Genesis membantu menaikkan pamor Virgin Music menjadi salah satu dari enam perusahaan rekaman terkenal di dunia.

Tidak mengenal kata puas, Branson memperluas jangkauan kewirausahaannya lagi. Namun kali ini Richard menyertakan perusahaan travel Voyager Group pada 1980, Virgin Atlantic pada 1984, dan seri dari Virgin Megastores. Tetapi, kesuksesan Branson tampaknya tidak dapat diprediksi. Virgin tiba-tiba berusaha sangat keras untuk tetap dapat menstabilkan finansialnya. Pada akhirnya, perusahaan ini dijual seharga $1 miliar.

Richard Branson sangat terpukul dengan kerugiannya, bahkan ia diketahui menangis setelah kontrak ditandatangani. Namun ia tetap mendeterminasi untuk bertahan di bisnis musik. Pada 1993, ia mendirikan Virgin Radio, dan beberapa tahun kemudian, ia mendirikan perusahaan rekaman keduanya, V2. Didirikan pada 1996, V2 sekarang terdiri dari artis seperti Powder Finger dan Tom Jones.

Virgin Group milik Branson sekarang memegang lebih dari 200 perusahaan di lebih dari 30 negara, termasuk Inggris, Amerika Serikat, Australia, Kanada, Asia, Eropa, dan Afrika Selatan. Richard Branson kini memperluas bisnisnya dengan menyertakan perusahaan kereta, perusahaan telepon seluler, dan perusahaan pariwisata luar angkasa, Virgin Galactic.

Branson juga dikenal karena prestasi olahraganya, terutama saat memecahkan rekor Atlantic di Virgin Atlantic Challenger II di tahun 1986, dan masih banyak rekor lain lagi. Ia mendapatkan penghargaan pada tahun 1999 karena kontribusinya dalam bidang wirausaha. Di tahun 2009, ia masuk dalam Forbes sebagai milioner terkaya ke-261.

###Fakta-fakta


  1. Ibunya tahu bahwa ia akan sukses.
  2. Ayahnya adalah seorang perwira polisi menengah yang memiliki pangkat.
  3. Richard Branson masuk 10 besar orang terkaya di Inggris.
  4. Sebagai seorang philanthropist, Richard Branson diberi penghargaan oleh PBB.
  5. Richard Branson hobi mengoleksi mobil elegan.
  6. Ia memiliki pulau sendiri, bernama Necker Island.
  7. Bagi Richard Branson, keluarga selalu menjadi yang utama di antara apa pun.
  8. Dia mengenal betul Nelson Mandela. Mereka berdua adalah teman baik.
  9. Buku favoritnya ialah “Swallows and Amazons” yang ditulis oleh Arthur Ransome.
  10. Richard branson sangat menggemari serial Star Trek.
  11. Richard pernah membintangi beberapa film sebagai kameo, seperti “Entourage”, “Friends”, dan “Superman Returns”.
  12. Ia pernah dikritik karena mengungkapkan pernyataan bahwa wirausahawan Inggris terlalu belajar berlebihan.
  13. Selain itu, ia juga pernah mengungkapkan statemen bahwa seharusnya pengguna narkoba direhabilitasi dengan baik bukan dipenjara.
  14. Dia memiliki peliharaan yaitu kura-kura.
  15. Karena Richard adalah tipikal yang sulit untuk ingin mencari tahu, ibunya pernah meninggalkannya di sebuah kota dengan instruksi untuk mencari rumahnya kembali.
  16. Banyak televisi yang menciptakan karakter sindiran berdasarkan Branson.
  17. Salah satu hobinya adalah bermain catur.

###Quotes


You don’t learn to walk by following rules. You learn by doing, and by falling over.Richard Branson

Business opportunities are like buses, there’s always another one coming.Richard Branson

Do not be embarrassed by your failures, learn from them and start again.Richard Branson

A business has to be involving, it has to be fun, and it has to exercise your creative instincts.Richard Branson

A good leader doesn’t get stuck behind a desk.Richard Branson

My general attitude to life is to enjoy every minute of every day. I never do anything with a feeling of, ‘Oh God, I’ve got to do this today.’Richard Branson


[details= Referensi]* https://en.wikipedia.org/wiki/Richard_Branson

Richard Charles Nicholas Branson atau yang lebih dikenal dengan nama Richard Branson ini adalah seorang pemuda yang lahir pada tanggal 18 Juli 1950 di Kota Surrey, Inggris. Dia terlahir oleh seorang ibu yang bernama Eve Branson dengan profesi sebagai pramugari, dan ayahnya yang bernama Edward James Branson dengan profesi sebagai barista. Richard Branson yang menderita disleksia atau sebuah gangguan dalam perkembangan baca-tulis yang umumnya terjadi pada anak menginjak usia 7 hingga 8 tahun, yang biasanya ditandai dengan kesulitan belajar membaca dengan lancar dan kesulitan dalam memahami sesuatu. Karena gangguan ini, Richard Branson hampir gagal di sekolah laki-laki Scaitcliffe yang dia ikuti sampai umur 13 tahun. Setelah itu dia dipindahkan ke sekolah asrama Stowe di Buckinghamshire, Inggris.

Walaupun dengan segala kesengsaraan dan penderitaan, dia terus berusaha. Dia dikeluarkan dari sekolahnya pada umur 16 tahun dan akhirnya dia memutuskan untuk mengeluarkan sebuah majalah yang bernama “Student”. Majalah edisi pertama ini dipublikasikan oleh murid pada tahun 1966 yang terjual sekitar $8000 untuk murid. 50.000 kopi telah disebarkan secara gratis untuk pengeluaran pertama, yang semua biayanya ditutupi oleh iklan yang dicari oleh Richard Branson.

Di tahun 1969, Richard Branson tinggal di London. Lingkungan tempat tinggalnya saat itu dipenuhi dengan isu-isu narkoba. Pada saat inilah Richard Branson memutuskan untuk memulai perusahaan surat kabar yang bernama “Virgin” untuk membantu mendanai usaha majalahnya. Perusahaan ini bergerak secara sederhana, tetapi karena langkah inilah dia mampu untuk memperluas usahanya, seperti membuka studio rekaman di London.

Artis pertama yang dimiliki oleh Virgin Records yaitu, Mike Oldfield dengan single yang berjudul “Tubular Bells” dengan bantuan dari tim yang dibentuk oleh Branson. Lagu dari Mike Oldfield ini dapat bertahan dalam 247 minggu di tangga lagu Inggris, dan karena kesuksesan lagu ini juga, Virgin Records mulai menandatangani kontrak dengan banyak sekali band dan artis ternama seperti “the Rolling Stones”, “Genesis”, dan banyak lagi. Dari sinilah Virgin Group mulai mengembangkan usahanya ke banyak bidang seperti perusahaan telepon genggam, kereta api, dan yang paling baru sekarang adalah “Virgin Galactic”, yaitu perusahaan jasa penyedia perjalanan ke luar angkasa.

Dari sini banyak sekali yang bisa kita pelajari dari Richard Branson mulai dari sifatnya hingga kisah perjalanan Richard Branson dari awal hingga sukses sampai seperti sekarang ini. Hal yang paling mencolok dari Richard Branson adalah sifatnya yang pantang menyerah. Walaupun saat kecil dia sempat dikeluarkan dari sekolahnya beberapa kali, karena gangguan yang dideritanya yaitu disleksia, tetapi dia tidak pernah menyerah karena keadaan tersebut. Dia terus belajar dan berusaha dengan banyak cara serta terus memperhatikan kondisi sekitarnya, sehingga dia dapat merubah sebuah kelemahan menjadi keuntungan.

“I believe in benevolent dictatorship, provided I am the dictator” adalah salah satu kata – kata bijak dari Richard Branson yang berarti “Saya percaya kepada kediktatoran yang baik hati, asalkan saya adalah diktatornya”.

Richard Branson adalah seorang pengusaha sukses yang menderita disleksia atau gangguan belajar yang membuat orang susah menerima hal baru terutama untuk membaca dan menulis. Richard harus keluar dari sekolah pada umur 16 tahun akibat penyakit disleksia yang dideritanya. Tetapi hal itu tidak membuat Richard putus asa, justru dari dia keluar dari sekolah menjadi pendorong baginya untuk berusaha lebih agar menjadi sukses. Meskipun Richard harus berhenti dari sekolah, ibunya tidak pernah menyalahkan anaknya karena ia tahu bahwa Richard akan sukses kedepannya.

Untuk diketahui, Richard Branson mempunyai perusahaan yang bernama Virgin Group yang membawahi lebih dari 200 perusahaan termasuk Virgin Air dan perusahaan antariksa yaitu Virgin Galatic . Kesuksesan nya membuat Virgin Group dimulai dari majalah student yang terjual sebanyak 50.000 salinan dengan pendapatan 8000 USD, setelah penerbitan majalah perdana nya ia lalu membentuk sebuah surat kabar yang bernama Virgin, hal itu terinspirasi dari isu-isu narkoba di sekitar tempat tinggal barunya di London, pada saat itu pula ia mencari perusahaan yang mau membantu mendanai usaha surat kabar nya tersebut. Tak lama, ia lalu membuat sebuah perusahaan rekaman yang membuat lagu dari rumah rekaman tersebut bertahan di tangga lagu nomer 1 selama 247 minggu dan membuat Virgin Record kebanjiran kontrak mulai dari Rolling Stones dan Genesis.

Tidak puas dengan usaha rekaman dan surat kabar, Richard membuat Travel Voyager, Virgin Atlantic, dan Virgin Megastores. Tetapi tampaknya tidak semua perusahaan ciptaan Richard Branson ini berjalan mulus, ia sempat menjual salah satu perusahaan nya seharga 1 miliyar USD agar finansial nya tetap stabil. Richard tak putus asa, dia tetap teguh dengan menjalankan bisnis musik nya, dan kini hasilnya ia telah memegang lebih dari 200 perusahaan di lebih dari 30 negara di dunia.

Kini dengan kekayaan sebesar 5 juta USD atau setara dengan 66 miliyar rupiah, ia bahkan bisa membeli sebuah pulau yang bernama “Necker Island”, selain itu Richard juga hobi mengoleksi mobil-mobil elegan.

Richard Branson

Richard Branson merupakan seorang pengusaha sukses yang bergerak dibidang majalah. Perjalanan hidup menuju kesuksesan Richard sangat mengsinspirasi. Richard pada saat kecil merupakan sesorang yang mengidap diseleksia atau ketidakmampuan seseorang untuk belajar membaca dan menulis. Nilainya sangat buruk disekolah, bahkan pada saat umurnya menginjak angka 16, ia dikeluarkan dari sekolah. Dan perjalanannhya setelah inilah yang menginspirasi. Ia tidak patah semangat, ia memulai sebuah usaha didunia majalah dengan tema budaya remaja. Usahanya dimulai dengan promosi majalahnya dari siswa ke siswa. Usaha awalnya terbilang sukses. Usahanya dilanjutkan dengan membuka rekaman bernama virgin dengan tujuan awal membiayai usaha majalahnya. Usaha ini menuai kesuksesan dengan dukungan dari lingkungannya. Usaha rekamannya berjalan sukses dalam beberapa tahun setelah hasil rekaman album para artis yang bekerja sama dengan virgin group laku keras dipasaran. Kenaikan pesat ini menjadi hal yang tak terduga dan virgin mengalami kerugian Karena kualahan dalam hal tersebut. Akhirnya virgin group dijual. Namun Richard tidak menyerah, ia kembali memulai usahanya dibidang rekaman bernama Virgin Radio dan berubah menjadi V2. Dan perusahaan ini menjadi perusahaan besar hingga sekarang.

Hal yang menginspirasi saya dari seorang Richard Branson adalah sifatnya yang pantang menyerah dan pintar membaca situasi dalam membuka usaha. Saat ini banyak pemuda-pemuda yang mudah menyerah dalam menekuni sebuah usaha dan Richard dapat menjadi teladan yang baik.

Skill yang dimiliki Richard menurut saya kemampuannya menganalisis masalah yang terjadi didunia bisnis dan juga komitmennya dalam berusaha. Ini terlihat di suatu artikel di World Economic Forum yang membahas tentang ulasannya di Davos tentang harga minyak dunia yang turun dan juga melambatnya ekonomi cina yang berpengaruh pada dunia. Menurut saya ia melatih kemampuannya dengan cara terjun dalam dunia bisnis dan terus menganalisis masalah yang ada serta beardiskusi dalam menyelesaikan sebuah masalah. Mengidentifikasi masalah dan menemukan pemecahannya merupakan skill yang sulit untuk dikuasai tanpa latihan terus-menerus.

Quote: “ You don’t learn to walk by following rules. You learn by doing, and by falling over”
Yang berarti anda tidak belajar dengan mengikuti cara dan aturan yang ada. Anda mempelajari sesuatu dengan melakukannya dan terjatuh kembali. Jadi praktik membuat skill anda menjadi nyata.

Sumber:

  1. Dictio (Richard Branson: Pendiri Virgin Group Yang Dulunya Penderita Diseleksia)

  2. WEF (https://www.weforum.org/agenda/2016/01/my-view-of-the-economy-from-davos)