Pernahkah anda mendengar entrepreneur yang bernama Travis Kalanick?

CNBC

##Biografi

###Pekerjaan

Cofounder and CEO, Uber Technologies Inc.

###Tempat dan Tanggal Lahir

Los Angeles, California, Amerika, 6 Agustus 1976

###Kewarganegaraan

American

###Pendidikan

Drop Out, University of California, Los Angeles

###Total Kekayaan

US$6.3 Billion Dollar - 81,9 Trilliun Rupiah (2016)

###Peringkat berdasarkan Forbes

  • 35 Richest In Tech (2016)
  • 188 Richest In The World (2016)
  • 70 Richest In US (2016)
  • 4 America’s Richest Entrepreneurs Under 40 (2015)

##Riwayat Hidup


Apakah Anda pernah mendengar entrepreneur Travis Kalanick?
Mungkin anda merasa asing dengan nama Travis Kalanick, tetapi Anda pasti tahu UBER kan? Nah berikut ini kisah sukses Travis Kalanick pendiri UBER.

Masa Kecil Travis Kalanick

Travis Cordell Kalanick lahir pada 6 Agustus 1976 di Los Angeles, California. Beliau adalah seorang entrepreneur America dibidang internet. Beliau pernah menjadi beberapa pendiri perusahaan internet, seperti Red Swoosh (P2P file sharing) dan saat ini Beliau mendirikan perusahaan sharing transportasi bernama Uber.

Setelah lulus dari SMA Granada Hills High School, Travis melanjutkan kuliah di University of California, Los Angeles. Travis Kalanick mengambil jurusan teknik komputer. Pada saat kuliah, Beliau bergabung dengan the Theta Xi Fraternity. Setelah lulus kuliah Beliau mulai mendirikan perusahaan internet, mulai dari Scour (1998) hingga UBER (2009). Bagaimana kisahnya?

##Riwayat Karir


Sebagai seorang entrepreneur, langkah yang dijalani Travis Kalanick tidak semulus yang kita bayangkan. Sebelum sukses di UBER, Beliau pernah memiliki beberapa perusahaan internet. Sayangnya perusahaan-perusahan tersebut tutup karena masalah dengan peraturan.

Scour

Pada tahun 1998, Travis Kalanick bersama beberapa dengan Dan Rodrigues, keluar dari universitas UCLA, dan mendirikan Scour, Inc. Scour adalah mesin pencari mulitemedia dan layanan peer to peer untuk berbagi file. Pada tahun 2000, perusahaan the Motion Picture Association of America, the Recording Industry Association of America (RIAA) dan the National Music Publishers Association (NMPA) mengajukan tuntutan hukum kepada Scour. Tuntutan tersebut berkaitan dengan pelanggaran hak cipta karya seni Pada September 2000, Scour mengajukan bankrupt sebagai jalan untuk melindungi diri dari tuntutan hukum.

Red Swoosh

Pada tahun 2001, Travis Kalanick bersama tim Scour memulai perusahaan baru bernama Red Swoosh. Masih mengusung tema yang sama, Red Swoosh adalah perusahaan peer-to-peer file sharin. Red Swoosh mampu mengefisiensikan bandwidth untuk melakukan transfer file-file berukuran besar. Pada tahun 2007, Akamai Technologies mengakuisi Red Swoosh dengan harga $19 juta.

Uber

Uber didirikan oleh Garrett Camp (pendiri StumbleUpon) dan Travis Kalanick pada tahun 2009. Perusahaan ini pertama kali mendapat pendanaan seed sebesar $200.000. Pada tahun yang sama UBER mendapat pendanaan tambahan sebesar $1,25 juta.

Dana tersebut digunakan untuk mengembangkan aplikasi UBER dan merilis versi beta pada tahun 2010. Pada tahun 2011 layanan mobile UBER resmi dirilis di San Francisco. Pada awalnya CEO UBER diduduki oleh Ryan Graves, dan pada tahun yang sama Kalanick menggantikan perannya. Graves berpindah posisi menjadi COO atau direktur operasional. Pada akhir tahun 2011, UBER mendapat pendanaan tambahan sebesar $44,5 juta dan merubah nama awalnya UberCab menjadi UBER.

Seperti yang kita ketahui UBER adalah aplikasi mobile yang menghubungkan antara pengemudi mobil dengan calon penumpang. Saat ini UBER beroperasi di lebih 60 negara di dunia dan lebih dari 300 kota. Salah satunya adalah Indonesia dan kota-kota besar di Indonesia.

UBER Amerika juga menghadapi banyak kontroversi, khususnya di kota Washington DC, Chicago, Toronto, dan New York City. Penyebabnya kontroversi tersebut adalah perusahaan-perusahaan taksi tradisional merasa disaingi dengan keberadaan UBER.
Dan saat ini pun seperti yang anda ketahui, UBER tidak hanya menggunakan transportasi mobil saja, UBER sudah mengembangkan usahanya dengan menyediakan uber motor. Tidak hanya itu, sekarang ada pula untuk kelas VIP. Mereka menamai nya dengan UberBlack.

Pelajaran Bisnis dari Travis Kalanick

Banyak sekali pelajaran bisnis yang dapat kita ambil dari sosok Travis, antara lain sikap pantang menyerah. Beliau pernah mendirikan perusahaan seperti Scour. Walaupun berakhir bankrupt. Kalanick sebagai seorang pengusaha juga memiliki pandangan jauh ke depan. Travis Kalanick adalah orang yang memulai usaha sharing economic khususnya dibidang transportasi. Dengan sharing economic di transportasi, pemilik mobil mampu mendapat pemasukan tambahan dengan menjadi supir taxi.

2 Likes

Yang menarik adalah bagaimana Travis Kalanick menggambarkan dirinya sebagai “i was a failure pioneer”

Kegagalan merupakan pelajaran yang paling berharga, selama kita sudah berusaha dengan kemampuan terbaik kita.

Travis Kalanick sudah membuat produk dan mendapatkan pembiayaan dari investor ketika di bangku kuliah.

Travis Kalanick memiliki usaha ketika berusia 18 tahun

Quote yang menarik dari Kalanick adalah,

Kami gagal karena kami naif. Banyak kegagalan disebabkan karena kenaifan, tetapi banyak juga kesuksesan disebabkan karena kenaifan

Dari video ini banyak hal yang bisa kita pelajari dari kisah Travis Kalanick


Beberapa quote yang menarik dari Travis Kalanick

Sumber gambar : azquotes.com

Sumber gambar : innevation.com

Sumber gambar : layerpoint.com

Sumber gambar : shannonwu.com

Sumber gambar : slideshare.net

Sumber gambar : pravsworld.com

Salut untuk orang orang yang menganggap dirinya failure, namun masih tetap berusaha.

Kebanyakan manusia ketika sudah gagal dalam melakukan apapun mereka akan segera menyerah.
bukan karena mereka kehabisan dana, namun karena mereka merasa sudah bangkrut dan kehilangan banyak uang mereka.
Seandainya saja mereka masih mau untuk melakukan beberapa inovasi seperti yang dilakukan Travis Kalanick, mungkin nasib mereka hampir menyerupai beliau.

1 Like

Masa awal ia menjalani bisnisnya bersama kolega yang ia temui di universitas, Travis dan teman-temannya memutuskan untuk berhenti melanjutikan pendidikan di uni dan pergi menjalankan projeknya yang tidak berakhir menyenengkan.

Setelah menghadapi beberapa kegagalan yang ia terima, pada umur 30 ia dihadapkan dalam situasi mid life crisis dimana mereka menempatkan dirinya di titik paling rendah sepanjang hidupnya. Terinspirasi dari film yang di arahkan oleh Woody Allen, ia tersadar bahwa pria berumur 70 tahun masih dapat berkontribusi besar, di titik ini ia tersadar ia masih punya waktu yang cukup panjang dan akan memulainya lagi.

Kisah awal kesuksesan yang di ukirnya berasal saat ia sedang menunggu taxi pada malam di musim salju di Paris bersama temannya, Garret Camp, yang juga berakhir sebagai co-founder Uber bersama dengan Travis.

quote :

sumber gambar : MotivateMe.in

Kalanick memiliki nama lengkap Travis Cordell Kalanick , ia tumbuh sebagai anak yang memiliki hobi di bidang komputer. Sejak usia belia kalanick bahkan telah mempelajari pengodean di bangku sekolah menengah . ia kuiah di universitas of california los angles (UCLA) mimilih jurusan Teknis Komputer . tapi ia memilih untuk DO pada 1998 . alasanya fokus pada proyek usaha rintisan atau startup .

Saat usahanya mulai melonjak , kalanick dan rekanya di scour menghadapi masalah berupa pelanggaran hak cipta . Scour kemudian bangkrut di tahun 2000 .
Lalu ia membantu perusahaan untuk bangkit . hasilnya , ia menyelamatakan scour dengan dana investasi dari red swoosh , sebuah perusahaan yang sama sama di di bidang file sharing .
Karier di uber saat itu hanya memperkerjkan 3 orang saja . lalu perusahaan itu berubah menjadi pelopor , menjadi perusahaan terbesar di bidang itu .

Hal yang menginspiras saya terhadap Travis Kalanick adalah ia ulet , ia mempunyai cara cara cerdas untuk mengisi hal hal yang membuatnya down , contohnya saat dia mengalami kebangkrutan , dan menurutku cerdas untuk berinovasi .

Keahlianya dan minat jaringan komputer , sistem terdistribusi , komputasi grid , keamanan internasional , inovasi , kewiraausahaan sosial , berita international , literatur klasik .

Quote : my politics are , im a trustbuster . very focused and yeah . im pro effenciency . i want the most economis activity at the lowest price possible. It’s good for everybody . it’s not red or blue

Sumber


Travis Kalanick adalah seorang co-founder sekaligus CEO sebuah startup transportasi dunia yaitu Uber. Uber pada tahun 2015 mencatatkan namanya sebagai startup paling berharga di dunia dengan nilai 51 milyar Dollar Amerika Serikat. Kesuksesan Uber menjadi startup kenamaan dunia tidak serta merta didapatkan dengan mudahnya. Travis Kalanick dan rekan-rekannya tentu saja bekerja keras bertahun-tahun demi mengembangkan aplikasi taxi sederhana menjadi aplikasi yang hampir ada di setiap smartphone orang-orang. Travis sendiri memulai karir dalam dunia teknologi. Dia dan dua sahabatnya, Vince Busam dan Michael Todd, yang sama-sama dikeluarkan dari University of California memulai sebuah projek sederhana yang luar biasa. Mereka bekerja untuk mengembangkan sebuah mesin pencari peer-to-peer bernama Scour. Scour memungkinkan pengggunanya mendownload file dari hard drive peer. Pada 1998, ia memutuskan keluar dari kuliahnya sebagi seorang computer engineer dan memilih menjadi pegawai penuh dan memberikan waktu penuhnya pada perusahaan. Selama empat tahun bekerja di Red Swoosh, ia ternyata bekerja tanpa bayaran sama sekali. Kalanick berkata bahwa ia memakan banyak sekali ramen selama tahun-tahun tanpa gaji tersebut. Dia kemudian sampai menggunakan sebuah kaos kaki bertuliskan, “ Darah, Keringat dan Ramen”. Bekerja dengan sepenuh hati tanpa mengharapkan imbalan adalah suatu perilaku terpuji yang perlu kita contoh. Namun pada akhirnya, Kalanick mengumumkan Scour telah bangkrut. Ini adalah kegagalan pertama dari seorang Kalanick.

Namun, Kalanick tidak menyerah begitu saja dengan kegagalan yang ia alami. Sifat pantang menyerah dan ingin terus mencoba inilah yang saya kagumi dari beliau. Ia bersama para pendiri Scour kemudian mendirikan startup layanan berbagi file yang lain dan bernama Red Swoosh. Beberapa tahun kemudian, IRS (badan pajak AS) menemukan fakta bahwa Red Swoosh tidak membayarkan pajak dari gaji karyawan Kalanick. Hal ini berbuntut pada perusahaan yang harus membayar denda. Sampai pada akhirnya, tahun 2007 Red Swoosh terjual dengan nilai 15 juta Dolllar Amerika Serikat.

Setahun setelah Red Swoosh terjual, yaitu pada tahun 2008, Travis Kalanick mengklaim bahwa ia mempunyai ide untuk membangun uber saat dia tidak bisa mendapatkan taksi ketika ia sedang mengikuti sebuah konfernsi teknologi disana. Bisa kita lihat, bahwa setiap ide ebat bahkan dimulai dari suatu yang sederhana seperti kasus yang di alami Kalanick. Kemudian akhirnya Kalanick bersama Garret Camp pada tahun 2010, merilis resmi Uber di San Fransisco pada bulan Mei dan menjadi CEO pada bulan Desember. Nah, setelah kegagalan dan usaha kerasnya di Scour dan Red Swoosh akhirnya ia berhasil menjadi CEO Uber. Gaya kepemimpinan yang begitu agresif yang ditunjukkan oleh Kalanick, membuat perusahaan mengatasi ancaman tentang peraturan keabasahan isin usaha termasuk para pemilik taxi tradisional yang mempertanyakan legalitas usaha Uber di berbagai tempat. Gaya efiesiensi sumber daya yang dimiliki Kalanick membuat ide Camp tentang Uber harus memiliki kendaraan sendiri perlahan mulai pudar. Masalah perizinan dan keabsahan usaha merupakan ancaman nyata Uber diawal manuvernya, tapi Kalanick dapat mengatasi itu semua.

Setahun kemudian, Uber berhasil mengembangkan cakupan usahanya di New York dan juga Paris dengan taglinenya “ Everyone’s Private Driver”. Inovasi terus ia lakukan demi meningkatkan kenyaman para pengguna di seluruh penjuru dunia. Sampai akhirnya pada tahun 2015, Uber mecatatka dirinya menjadi startup paling berharga di dunia dengan nilai sebesar 51 milyar Dollar Amerika Serikat. Kesuksesan akhirnya menemui Kalanick di Uber ini.Namun, beragam isu dan skandal akhirnya membuat Uber makin terpuruk pada tahun 2017 ini. Dan akhirnya 2017 pun menjadi tahun terakhir Kalanick menjabat sebagai CEO perusahaan. Ia memilih mengundurkan diri dari Uber. Namun, ia berkata bahwa langkah yang ia ambil tersebut merupakan bagian dari usahanya untuk terus berkembang. Nah, dari yang telah kita ketahui, sifat pantang menyerah yang dimiliki kalanick sangatlah perlu dicontoh. Beragam kegagalan menghampiri, namun bila gagal dan memutuskan berhenti adalah opsi yang dipilih, dia tidak akan bisa sesukses ini.

Quote

" I don’t believe that you can make decisions on anything without having all of the details."
-Travis Kalanick-