Percaya atau Tidak dengan Cinta Pada Pandangan Pertama?

love 1st sight

Dalam kehidupan kita, pastinya tidak terlepas dari cinta. Datangnya cinta disebut dari berbagai alasan dan situasi. Ada yang dimulai dari teman lalu jadi cinta, ada yang mengulang cinta alias mantan jadi balikan, ada yang baru bertemu dan mencoba saling mengenal ternyata beberapa bulan setelahnya datanglah perasaan cinta. Ada fenomena unik yang sering kita dengar bahkan banyak orang rasakan, yaitu Cinta Pada Pandangan Pertama atau love at the first sight. Dari Wikipedia, Cinta pada pandangan pertama adalah sebuah ungkapan untuk menggambarkan ketertarikan romantis tiba-tiba dengan orang asing atau orang yang baru pertama kali ditemui.

Nah Youdics percaya ga sih adanya cinta pandangan pertama? Menurutmu apa yang membuat hadirnya cinta walaupun baru bertemu? Sharing Yuk!

1 Like

Saya percaya, tetapi mungkin tidak langsung jatuh cinta dengan begitu saja. Karena mencintai butuh proses baik waktu, saling mengenal karakter satu sama lain, menyesuaikan kesukaan dan apa yang tidak disukai, bahkan kita sendiri harus mengerti untuk apa sebenarnya kita jatuh cinta kepada seseorang tersebut. Sebab umumnya pandangan pertama akan memberikan kesan kagum kepada seseorang, ketika kita melihat seseorang yang belum pernah kita jumpai pertama kalinya dengan memberikan kesan pertama kali.

1 Like

Kalau Saya sendiri sih jujur kurang percaya dengan embel-embel love and the first sight. Mengapa demikian, ya karena perasaan cinta itu tidak bisa datang secara tiba-tiba. Mungkin, kalau dibilang langsung tertarik kepada lawan jenis pada pandangan pertama itu masih mungkin dan bisa terjadi. Bisa jadi, apa yang orang pikirkan mengenai cinta pada pandangan pertama hannyalah karena mereka suka akan fisik dan perilaku seseorang pada pandangan pertama. Jadi, daripada cinta, seseorang ini lebih ke mendapat kesan yang baik dari lawan jenis sehingga dia merasa tertarik.

1 Like

Well…jika ditanya mengenai apakah saya percaya dengan cinta pada pandangan pertama atau tidak, tentu jawaban saya adalah saya mempercayainya. Perasaan dan emosi manusia itu sangatlah unik ketika menyangkut hubungan dengan orang lain. setiap harinya, mungkin kita melihat banyak sekali orang ketika kita berada di luar seperti saat kita hendak berangkat kuliah atau kerja. setiap orang yang kita lihat itu memiliki keunikan dan karateristik masing - masing serta saya pun juga suka mengamati orang - orang yang ada di sekitar saya. Tetapi tidak jarang, ketika kita memperhatikan orang - orang di sekitar kita, ada yang sangat menarik perhatian kita.

Nah istilah yang lebih tepat untuk menggambarkan cinta pada pandangan pertama itu adalah ketertarikan terhadap seseorang yang terjadi secara tiba - tiba mengingat perasaan cinta tidak datang dengan tiba - tiba. Kita boleh jadi tidak tahu apa yang membuat kita tertarik kepada orang tersebut dan boleh jadi kita pun juga tidak mengetahui alasan mengapa kita bisa tertarik kepada orang tersebut. Yang kita tahu adalah kita memiliki perasaan tertarik tadi. Ketertarikan tadi bisa mendorong kita untuk melangkah ke langkan selanjutnya, yakni berkenalan. jika semuanya berjalan sesuai dengan rencana, maka perkenalan akan berlanjut kepada fase semakin dekat, dan kemudian berlanjut lagi ke fase afeksi atau tumbuhnya rasa menyukai dari kedua belah pihak dan pada akhirnya akan berakhir pada cinta.

Well, saya pun pernah mengalami hal ini sebelumnya, tepatnya ketika masa SMA dulu. saya sering melihat gadis yang umurnya sebaya dengan saya ini pulang dengan bus yang satu trayek dengan saya. saya entah kenapa merasa tertarik dengan dia dan mengajaknya berkenalan setelah beberapa lama melihat dia dari kejauhan. semua berjalan dengan baik, but yeah, things aren’t going to well after that since she already has a boyfriend in that time.

1 Like

Kalau naksir mungkin masih masuk akal kali, ya. Tapi kalau cinta? Hmmm… nggak tahu, deh. Kalau aku sendiri cukup gampang ilfeel sama orang, baik orang baru atau orang yang sudah kenal lama. Rasanya nggak mungkin aku bisa “cinta” orang pada pandangan pertama, karena pasti kalau sudah ilfeel, bakal malas. Nah, kalau cinta kok malas? Logikanya gitu, sih. Bedanya ilfeel sama orang baru atau orang lama adalah kalau ke orang baru, ke-ilfeel-annya bakal lebih susah untuk ditolerir, sedangkan kalau ke orang lama lebih, “Ya sudah, bodoh amat.”

Jadi, jawabanku adalah aku tidak percaya cinta pada pandangan pertama, alias “cinta fisik”. Naksir mungkin, cinta jelas tidak mungkin.

1 Like