Pengertian dan pengolahan Nikel

Nikel

Nikel adalah unsur kimia metalik dalam tabel periodik yang memiliki simbol Ni dan nomor atom 28. Nikel mempunyai sifat tahan karat Dalam keadaan murni. Nikel bersifat lembek. tetapi jika dipadukan dengan besi. krom. dan logam Iainnya. Dapat membentuk baja tahan karat yang keras. Perpaduan nikel , krom dan besi menghasilkan baja tahan karat (stainless steer) yang banyak diaplikasikan pada peralatan dapur (sendok. dan peralatan memasak), ornamen-ornamen rumah dan gedung, serta komponen industry.

Pengolahan bijih nikel laterit menjadi nikel diterapkan oleh PT Vale Indonesia untuk pabrik pengolahan di Sorowako. Bahan yang sebagian besar berupa bijih nikel saprolit dan sebagian kecil limonit (ditambahkan untuk menjaga kadar besi)semua bahan disiapkan oleh bagian penambangan untuk diolah di pabrik peleburan. Bahan utama pengolahan pabrik secara umum bisa dibagi menjadi dua kategori yaitu Blok Barat (west block) dan Blok Timur (east block). Masing-masing blok mempunyal karakteristik yang relatif berbeda dan komposisi kimia dan fisik batuan. Bahan dan kedua blok dicampur dengan proporsi tertentu agar memenuhi spesifikasi.

nikel

Secara umum, alur proses ekstraksi nikel hampir mirip dengan feronikel, yaitu menggunakan teknologi RK-EF. Peralatan utama pabrik peleburan adalah tanur pengering, tanur reduksi, tanur listrik, dan tanur konversi. Bedanya, pada produk nikel ditam bahkan sulfur setelah proses kalsinasi, yaitu di ujung pengeluaran tanur putar kalsinasi. Sulfur mengikat logam Ni dan Fe yang sudah tereduksi dalam kalsin menjadi senyawa sulfida. Sulfur yang ditambahkan dapat berupa sulfur cair ataupun dalam bentuk bubuk yang bereaksi dengan ion logam.

Proses peleburan kalsin dilakukan dalam tanur listrik dengan umpan bertemperatur tinggi. Hasil dan proses tersebut adalah matte cair, terak cair, dan off-gas. Crude matte tersebut biasanya mengandung nikel 26%, besi 63%, karbon monoksida 0,8%, dan sulfur 10% dengan temperatur matte cairnya 1400°c. Selanutnya, matte dioksidasi dengan udara dalam converter untuk menghasilkan nikel dengan kandungan nikel yang tinggi. Prosesnya dengan mengubah besi sulfida menjadi besi oksida dan silika fluks sebagai slag mengikat besi oksida. Produk akhir dan proses converting berupa nikel dengan kandungan nikel 78%, sulfur 20%, besi 1%, dan karbon monoksida 1% (Crundwell et al., 2011).

Proses pengolahan nikel ini memiliki keuntungan, yaitu menghasilkan perolehan nikel yang tinggi dan efisiensi energi yang lebih baik. Konsumsi energi pada proses ini masih cukup tinggi karena melibatkan proses pengeringan, kalsinasi, dan peleburan pada temperatur tinggi. Keekonomian proses sangat bergantung pada ketersediaan sumber energi yang murah. Salah satu contoh, PT Vale Indonesia di Sorowako, Sulawesi Selatan memiliki bîaya yang Iebih rendah dibandingkan PT Aritam karena adanya power plant yang
murah, yakni melalui Pembangkit Listrik Tenaga Air (PITA) (Gambar3.11).
nikel 2

Referensi : Irwandy Arif, Nikel Indonesia . 2018. Jakarta. Gremedia
Lia pooh,Nikel Matte,https://liathespaniard.wordpress.com/2011/12/20/nikel- matte/ Di akses tanggal 29-8-2020 pukul 07:30 WIB.

Izin Menambahkan materi Nikel ini mengenai karakteristik dari nikel. Karakteristik yang dimiliki nikel yaitu :

  1. Nikel adalah logam yang keras, berwarna putih keperakan, yang lunak dan ulet.

  2. Logam nikel dapat untuk memoles atau melapisi dengan hasil yang sangat bagus dan tahan akan kepudaran di udara.

  3. Nikel bersifat feromagnetik dan merupakan konduktor panas dan listrik yang sangat baik.

  4. Sebagian besar senyawa nikel berwarna biru atau hijau.

Nikel merupakan logam keras, ulet, bisa ditempa, dan berwarna putih keperakan.

Nikel merupakan konduktor panas dan listrik yang cukup baik. Senyawa nikel umumnya bersifat bivalen, meskipun terdapat pula tingkat valensi lainnya.

Unsur ini juga membentuk sejumlah senyawa kompleks. Sebagian besar senyawa nikel berwarna biru atau hijau.

Nikel larut perlahan dalam asam encer namun, seperti besi, menjadi pasif ketika dipaparkan dengan asam nitrat.

Kebanyakan nikel di bumi tidak dapat diakses karena berada dalam inti bumi cairr. Nikel diketahui menyumbang 10% komposisi inti bumi.

Jumlah total nikel yang terlarut dalam laut berada pada kisaran 8 miliar ton.

Bahan organik memiliki kemampuan menyerap logam ini sehingga menjelaskan mengapa batubara dan minyak bumi memiliki kandungan nikel cukup besar.

Kandungan nikel dalam tanah bisa serendah 0,2 ppm atau setinggi 450 ppm di beberapa jenis tanah liat, dengan rata-rata kandungan sekitar 20 ppm.

Nikel terdapat pada sebagian kacang-kacangan yeng menjadi komponen penting beberapa enzim.

Makanan lain yang kaya nikel adalah teh yang memiliki 7,6 mg nikel/kg daun teh kering.

Nikel bersenyawa dengan sulfur dalam mineral millerite dan dengan arsenik dalam mineral niccolite.

Kebanyakan bijih nikel diekstrak dari besi-nikel sulfida, seperti dari pentlandit.

Penggunaan utama nikel adalah sebagai bahan pembuat logam paduan. Logam paduan nikel memiliki karakteristik kuat, tahan panas, serta tahan karat.

Sekitar 65 nikel digunakan untuk membuat stainless steel, yang umumnya memiliki komposisi sebagian besar besi, 18 kromium, dan 8 % nikel.

12 dari semua nikel digunakan sebagai elemen paduan super. Sisa 23 antara lain digunakan sebagai paduan baja, baterai isi ulang, katalis dan bahan kimia lainnya, mata uang logam, produk pengecoran, dan plating.

Nikel mudah dibentuk dan bisa ditarik menjadi kawat. Logam ini tahan korosi bahkan pada suhu tinggi sehingga banyak digunakan pada turbin gas dan mesin roket.

Monel adalah paduan nikel dan tembaga yang tidak hanya keras tapi bisa menahan korosi oleh air laut, sehingga ideal digunakan sebagai baling-baling kapal dan fasilitas desalinasi.

Sumber: https://www.amazine.co/28267/nikel-ni-fakta-sifat-kegunaan-efek-kesehatannya/