Orang baik masih ada kog

Memasuki jaman yang serba canggih, informasi cepat untuk di dapatkan.Berita baik dan buruk berganti setiap menit, ada yang berdasarkan fakta namun ada juga yang berdasarkan kemauan si penulis (hoax). Hampir setiap hari ada berita tentang kasus pembunuhan, pencurian dan tindakan asusila. Ternyata hal ini disebakan karena otak kita memiliki kecenderungan untuk memperhatikan hal-hal yang buruk dari pada yang baik, sering disebut Negativity Bias. Manusia lebih cepat merespon berita buruk karena hal tersebut bisa mengancam keselamatan kita. Selain itu berita buruk muncul karena ada kepentingan dari pihak tertentu.
Pertanyaannya, apakah masih ada orang baik?. Kalimat ini mungkin sering diajukan oleh beberapa orang. Mari kita lihat faktanya, menurut laporan CAF (charities aid foundation) tahun 2018 tentang Word Giving Index Negara Indonesia menjadi rangking satu di dunia sebagai Negara yang rakyatnya sering berbuat baik dengan skor 59%. Indeks ini diukur berdasarkan 3 kategori yaitu membantu orang asing, mendonasikan uang dan menjadi relawan. Menurut laporan ini, Indonesia juga menjadi Negara rangking satu dengan jumlah partisipasi relawann terbanyak .
Laporan tersebut sesuai dengan ajaran Islam yang memerintahkan kita untuk berbuat baik. Ayat tersebut terdapat dalam QS An-nissa :36 “Dan sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, kari kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sungguh, Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri”.
Semua orang pasti ingin menjadi baik, lalu bagaimana agar bisa menjadi muslim yang baik?. Mempelajari ilmu hati dapat membuat kita menjadi muslim yang baik (ahklak mulia). Alquran mengistilahkan hati dengan kata qalb. Alquran menyematkan beberapa sifat pada qalb sehingga membentuk macam macam hati. Sifat –sifat yang diberikan oleh alquran pada qalb manusia diantaranya: al qulub al gulf (hati yang terkunci mati) dan al qalb as salim (hati yang bersih/ damai)
Al qulub al gulf dalam firman Allah disebutkan dalam QS Al Baqarah : 88 “Dan mereka berkata, “hati kami tertutup “ tidak! Allah telah melaknat mereka itu karena keingkaran mereka, tetapi sedikit sekali mereka beriman”. Menurut M. Quraish Shihab (2002) hati yang tertutup itu ialah hati yang merasa sudah penuh berisi berbagai informasi dan ilmu pengetahuan sehingga tidak ada ruangan lagi untuk mengakomodasi wahyu Tuhan.
Al qalb as salim adalah hati yang bebas dari penyakit kufur dan maksiat. Sebagai seorang muslim memiliki Al qalb as salim merupakan suatu cita-cita yang harus di capai dan semoga kita terhindar dari al qulub al gulf. Ada 3 cara yang bisa kita lakukan agar meraih cita cita tersebut : mengikhlaskan semua amal, mengharap kasih saying Allah dan takut terhadap siksa Allah.
Cara yang pertama adalah mengikhlaskan semua amal, menurut Buya Hamka iklas berarti bersih, tidak ada campuran, ibarat emas murni tidak ada bercampur perak berapa persen pun. Pekerjaan yang bersih terhadap sesuatu bernama ikhlas. Tempat ikhlas iu di hati, missal : menolong fakir dan miskin karena Allah bukan karena semata mengharap pujian dan sanjungan manusia. Ikhlas tidak tidak dapat di pisahkan dari siddiq (benar) tulus, lurus dan benar niat dan sengaja. Orang yang mulutnya mengaku benar namun hatinya dusta, dia termasuk golongan pendusta.
Mengharap kasih sayang Allah karena meyakini bahwa segala kebaikan hanya datang dari Allah maka qolbun salim terbebas dari harapan dan ketergantungan selain Allah. Seperti halnya nabi Yakub AS yang mampu mengendalikan diri dengan menyerahkan semua persoalannya (kesusahan dan kesedihan ) hanya kepada Allah meskipun kehilangan salah satu anggota keuarga yang sangat di kasihi (Nabi Yusuf AS). Sebagai manusia wajar bila bersedih namun Beliau tidak beputus asa dari Rahmat Allah.
Takut terhadap siksa Allah, menurut Buya Hamka orang yang takut mati karena takut di siksa di akhirat akibat dosa- dosanya, pada hakikatnya bukan takut mati tapi takut kena siksa. Maka obatnya adalah dengan menyingkirkan dosa dan menjauhi jalan yang membawa kepada dosa, jika terlanjur melakukan maka tobat nasuha (berjanji untuk tidak mengulangi ). Pekerjaan jahat yang menimbulkan dosa terbit dari budi pekerti yang rendah,
semoga kita di jauhkan dari budi pekerti rendah dan mampu mencapai cita-cita memiliki qalbun salim sehingga memperbanyak orang baik di Indonesia. Seandainya belum ada orang yang berbuat baik untukmu, jadilah orang baik itu dan milikilah mata lebah yang diseluas mata memandang hanya melihat bunga serta mampu menghasilkan madu yang bermanfaat bagi umat manusia.
Sumber


https://www.cafonline.org/about-us/publications/2018-publications/caf-world-giving-index-2018



https://www.google.com/url?sa=t&source=web&rct=j&url=http://digilib.uinsby.ac.id/8791/7/Bab4.pdf&ved=2ahUKEwjH1cPavanpAhVr_XMBHQhrDvwQFjAAegQIBBAC&usg=AOvVaw31-LvIDAINny1oPEG01T0N

Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an.
FENOMENA KEJIWAAN MANUSIA
Dalam Perspektif Al-Qur’an dan Sains.2016. DIPA Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur’an : jakarta