Normalkah seseorang memiliki alter ego?

Alter ego adalah sebuah identitas atau karakter yang merupakan bentukan dari seseorang dalam dirinya secara sadar. Karakter tersebut sering kali merupakan gambaran ideal tentang dirinya yang tidak bisa ia realisasikan.

Daripada hanya mengidam-idamkannya, ia lalu ‘menghidupkan’ karakter tersebut ke dalam dunia nyata. Tak sedikit yang menggunakan alter ego ciptaannya untuk membantunya lebih berani menghadapi dunia.

Beberapa orang lain juga mengatakan memiliki karakter buatan ini juga sebuah cara untuk menyembunyikan sisi yang ingin mereka sembunyikan dari orang lain. Namun, memiliki karakter lain ini tidak sama dengan memiliki kepribadian ganda.

Menurut kalian normalkah seseorang memiliki alter ego? Apakah kalian juga memilikinya? Perlukah kita menciptakan alter ego kita sendiri? Menurut kalian gimana? Yuk diskusi bersama!

Summary

Apa Itu Alter Ego? Apa Bedanya dengan Kepribadian Ganda? • Hello Sehat

menurutku memiliki alter ego itu normal-normal saja asal masih diambang batas, penyebab alter ego diciptakan biasanya karena ia kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal. Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak jarang alter ego dijadikan sebagai pegangan dan motivasi. Honestly, aku punya alter ego dan tujuan aku buat menciptakan karakter tersebut adalah untuk mengembangkan diri. Untuk masalah perlu tidaknya kita menciptakan alter ego itu balik ke masing-masing individu, tiap orang kan memiliki tujuan berbeda-beda, tapi sih menurutku gak ada salahnya kita menciptakan alter ego asal karakter tersebut tidak mendominasi diri kita

1 Like

jujur aku baru kali ini mengetahui istilah alter ego tersebut. melihat penjelasan dari kakaknya @Risma_Eva_Dinar mungkin secara tidak sadar aku juga memiliki alter ego tersebut. bagiku itu normal normal saja, karen memang benar ada beberapa sisi dalam diri sendiri yang mungkin sulit untuk di realisasikan kepada real life dan ingin agar sisi tersebut hanya diri kita sendiri saja yang tahu. tapi bagiku semisal alter ego tersebut mulai memberikan dampak negatif khususnya pada batin diri sendiri lebih baik diubah tapi jika alter ego tersebut memberikan dampak yang lebih baik yaa tidak apa apa asal jangan kita hidup dalam dunia karakter tersebut sehingga melupakan karakter asli diri sendiri.

1 Like

Sebenarnya, setiap orang berpotensi memiliki alter ego. Namun pada beberapa kondisi, Anda mungkin tak sadar telah memilikinya, karena pemahaman mengenai fenomena ini memang masih berbeda-beda, seperti:

  • Seseorang yang memiliki alter ego dalam bentuk suara dalam kepalanya. Ia sering mengajak suara dalam kepalanya untuk berdiskusi saat ia berhadapan dengan keputusan yang sulit, dan ia merasa tak bisa membuat keputusan sendiri.
  • Seseorang yang menggunakan alter egonya untuk tujuan tertentu, seperti Beyonce yang mengeluarkan Sasha Fierce hanya pada saat ia butuh mengeluarkan karakter pemberani. Sementara itu, ia sendiri merasa bahwa karakter asli dari seorang Beyonce Knowles adalah karakter yang pemalu. Alhasil, ia sering menggunakan karakter buatan tersebut saat sedang menyanyi di atas panggung.
  • Lalu, ada pula orang yang mengeluarkan karakter lain hanya pada saat-saat ia sedang merasa kesepian dan butuh lawan bicara.

Memiliki alter ego kadang-kadang bisa bermanfaat, asalkan tidak berlebihan. Ini memberi orang itu rasa kelengkapan pada diri sendiri saat melakukan suatu pekerjaan tanpa harus memikirkan batasan yang dimiliki. Meski demikian, pemilik alter ego harus benar-benar memegang kontrol. Pasalnya, memiliki alter ego yang tak terkontrol juga dapat menghasilkan efek negatif. Namun, bahayanya jika alter ego lebih sempurna dari diri yang sebenarnya, maka itu bisa mengakibatkan kepercayaan diri seseorang pudar. Kadang-kadang juga terlihat bahwa jika alter ego mendominasi, maka hal itu dapat mencegah seseorang menjalani kehidupan normal. Saat kamu berada di sisi lain dan mengetahui bahwa seseorang menderita masalah alter ego, maka penting untuk terus mengawasi orang tersebut. Catat situasi ketika orang tersebut adalah dirinya yang normal dan ketika orang tersebut bertindak sebagai alter ego. Jika alter ego tampak mendominasi orang tersebut, maka lebih baik kamu menjaga situasi seperti itu agar tidak memengaruhi kehidupan sehat orang tersebut. Kemudian sangat penting bagi kamu yang berbicara dengan penderita alter ego tentang tujuan dan ambisinya, ini dapat membantu mengetahui keinginan yang tersembunyi dan dapat membantu orang tersebut keluar dari dunia alter ego.

Jadi, bisa disimpulkan bahwa memiliki alter ego tak sama dengan mengalami gangguan mental. Orang yang sehat mentalnya mungkin saja mengalami fenomena ini. Terlebih, menurut Health Guidance, memiliki alter ego bisa memberikan manfaat tersendiri bagi sebagian individu. Hanya saja pada beberapa kasus, memiliki karakter lain bisa berakhir membahayakan diri sendiri maupun mungkin orang-orang sekitar. Jadi, memiliki karakter buatan ini boleh-boleh saja, selama masih berada dalam kendali dan tidak mengganggu Anda dalam kehidupan sehari-hari.

Summary

Alter Ego Definition. from http://www.healthguidance.org/entry/11252/1/Alter-Ego-Definition.html.

The ‘Batman Effect’: How having an alter ego empowers you? from The 'Batman Effect': How having an alter ego empowers you | U-M LSA Department of Psychology)

1 Like

Alter ego adalah karakter yang dibuat oleh pemiliknya dalam keadaan sadar. Karakter tersebut sebenarnya tidak 100 persen berbeda dari karakter asli yang dimilikinya. Keduanya memiliki minat yang sama, hanya saja yang alter ego lebih ideal.

Ketika seseorang menciptakan alter ego, ia mulai memimpikan hal-hal yang ingin dicapai.

Penyebab alter ego diciptakan biasanya karena ia kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal. Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak jarang alter ego dijadikan sebagai pegangan dan motivasi.

Karakter idealnya merupakan “senjata” untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan yang tadinya tidak terjamah. Kata “ego” sering dikaitkan dengan hal-hal negatif. Padahal, alter ego sendiri tidak pasti kepribadian yang buruk.

Tidak semua karakter alter ego itu lebih jahat atau lebih buruk. Ada yang justru lebih baik. Karena seperti yang sempat disinggung tadi, alter ego ini karakter yang lebih ideal.

1 Like

Jujur banget baru sekarang ini tau alter ego dan ternyata berbeda dengan kepribadian ganda. Setelah baca penjelasan dari @, mungikin selama ini alter ego lebih banyak dikaitkan dengan gangguan kepribadian. Menurut artikel yang aku baca, alter ego itu mungkin saja bisa terjadi dan bisa dikatakan sebagai hal yang wajar, namun tetap tergantung dengan bagaimana menyikapinya. Dan kebanyak mungkin akan menjadikan alter ego ini sebagai hal yang bisa memotivasi atau sebagai solusi untuk melakukan sesuatu secara maksimal. Alter ego tidak selamanya dikaitkan dengan hal yang buruk, justru alter ego juga dapat memberikan dampak yang baik untuk kita sendiri, seperti lebih berani untuk mencapai sebuah keinginan dengan kegiatan yang baik. Dan jika alter ego ini dilakukan dengan tidak baik atau berlebihan, dampak yang kita bisa rasakan mungkin seperti tidak nyaman, agresif, takut, dan itu akan memberikan kerugian untuk diri sendiri.

sumber : Normalkah Orang yang Punya Alter Ego?

1 Like

MENURUT OPINI SAYA TERKAIT " NORMALKAH MEMILIKI ALTER EGO? "

gambar

Alter ego adalah karakter yang dibuat oleh pemiliknya dalam keadaan sadar. Karakter tersebut sebenarnya tidak 100 persen berbeda dari karakter asli yang dimilikinya. Keduanya memiliki minat yang sama, hanya saja yang alter ego lebih ideal.

Ketika seseorang menciptakan alter ego , ia mulai memimpikan hal-hal yang ingin dicapai.

Penyebab alter ego diciptakan biasanya karena ia kurang mampu atau tidak memiliki kesempatan untuk melakukan sesuatu yang diinginkan secara maksimal.

Dengan menciptakan karakternya sendiri yang lebih ideal, orang tersebut membayangkan hidup di kondisi yang lebih baik. Tak jarang alter ego dijadikan sebagai pegangan dan motivasi.

Karakter idealnya merupakan “senjata” untuk mengembangkan diri dan mencapai tujuan yang tadinya tidak terjamah.

Menurut Ikhsan Bella Persada, M.Psi., Psikolog , orang yang memiliki alter ego bukan berarti mengalami gangguan kepribadian, khususnya kepribadian ganda disosiatif.

Kalau merasa memiliki alter ego , penting untuk tidak membiarkannya mendominasi kehidupan pribadi Anda. Hal ini dapat mengubah kondisi yang tadinya normal menjadi tidak normal.

Psikolog Ikhsan menyarankan, “Ketika Anda merasa bentuk karakter tersebut malah menciptakan rasa tidak nyaman dan merugikan misalnya agresif, Anda bisa meminta bantuan psikolog atau psikiater.”

Saat Anda jadi tidak menyadari dan menyangkal perbuatan yang telah dilakukan saat menjadi alter ego , hal itu juga sudah menjadi tanda ada yang tidak beres.
Jangan sampai alter ego menjadi senjata makan tuan. Biarkan karakter tersebut keluar di saat-saat tertentu saja.

REFERENSI

Burns, R. B. 1993.Konsep diri teori, pengukuran, perkembangan, dan perilaku. Jakarta: Arcan

1 Like