Mengapa Xiaomi dapat membuat smartphone flagship dengan harga lebih murah dibandingkan kompetitornya?


Xiaomi merupakan perusahaan elektronik swasta yang berkantor pusat di Beijing. Xiaomi sendiri merupakan salah vendor smartphone yang tengah naik daun karena keberhasilannya menciptakan smartphone flagship dengan harga ramah dikantong disaat kompetitornya menciptakan smarphone flagship tetapi dengan harga lebih mahal. Keadaan tersebut menimbulkan berbagai reaksi dari masyarakat maupun kompetitor Xiaomi. Kerap disebut perusak harga pasar tidak menurunkan pasar Xiaomi sendiri, bahkan kini lebih gencar memunculkan inovasi baru. Lalu, mengapa Xiaomi mampu membuat smartphone flagship tetapi memiliki harga lebih murah dibanding kompetitornya?

Xiaomi merupakan salah satu produk China. Harga murah dengan fitur dan spesifikasi mumpuni yang ditawarkan membuat Xiaomi dilirik banyak pelanggan. Tetapi tidak jarang masyarakat yang ragu untuk membeli smartphone flagship Xiaomi yang memiliki harga dibawah kompetitornya. Hal tersebut karena masih adanya spekulasi yang berkembang di masyarakat bahwa produk China jadi tidak tahan lama sehingga harga murah dengan kata lain kualitas buruk. Tetapi pada kenyataanya kualitas xiaomi dapat melebihi eskpetasi, bahkan cenderung cukup memuaskan dan mampu merambah pasar yang cukup luas. Menurut gadgetzone.co.in yang membahas mengenai fenomena Xiaomi yang berhasil merambah dan memiliki banyak pelanggan di India, terdapat beberapa alasan mengapa Xiaomi dapat memiliki harga yang relatif rendah yaitu :

  • No Monetary Advertisement-Direct Online Sale
    Dalam hal ini Xiaomi mengambil keputusan tidak menghabiskan uang untuk keperluan iklan. Xiaomi yang memaksimalkan penggunaan sosial media dan penyebarluasan menggunakan cara dari mulut kemulut oleh Xiaomi Fan Group berhasil melakukan promosi dengan menghemat biaya. Kemudian keputusan Xiaomi untuk menjual langsung produk secara online melalui Flipkart, Amazon, dan Snapdeal serta melalui toko offline seperti The Mobile Store dan Airtel Store daripada menggunakan pengecer dapat menghemat biaya.

  • Flash Sales
    Walaupun memperoleh kritik dari pengguna Xiaomi tetapi kebijakan flash sales yang merupakan cara penjualan dengan memberikan penawaran terbatas, menghasilkan jumlah produk tetap kemudian langsung menjual dapat menghindari biaya penyimpanan dan pemeliharaan inventaris.

  • Expansion Outside Local Boundaries
    Xiaomi terus meluaskan pasarnya, tidak hanya China tetapi merambah Asia Tenggara, India, Brasil, Rusia, dan Meksiko.

  • Offering Low Prices-Inviting More Sales
    Xiaomi memilih menjual dengan jumlah banyak, dengan prinsip bahwa sedikit jika banyak maka akan menghasilkan keuntungan yang besar pula.

  • Its Partners
    Xiaomi yang bekerja sama dan menjadi perusahaan mitra perusahaan Qualcomm dapat memperoleh harga prosesor yang lebih murah dengan kualitas yang baik, dalam hal ini Xiaomi sukses menjaga biaya produksi.

Selain beberapa penyebab Xiaomi memiliki harga lebih rendah daripada kompetitornya yang telah dijabarkan diatas, Xiaomi yang ingin terus meningkatkan pendapatan tetapi barang yang dijual tetap murah juga melakukan penjualan perangkat lunak. Dalam hal ini Xiaomi menjual tema yang dapat mengubah tampilan pengguna.

Xiaomi mampu mematahkan pemikiran “Low Price = Low Quality” smartphone dengan prosesor Snapdragon processors yang mana masuk kedalam salah satu prosesor terbaik untuk smartphone, material dalam dan luar yang menyusun kerangka Xiaomi dengan kualitas tinggi, kualitas dengan performa memuaskan dan berkualitas, dan memiliki MIUI yang merupakan highly customizable android based os. Xiaomi yang bergerak menjadi salah satu produk yang dapat merambah berbagai kalangan dapat dikatakan berani mengambil risiko dalam menentukan keputusan menjual produk berkualitas dengan harga murah, tetapi berkat manajemen yang terperencana dan terkelola dengan baik Xiaomi mampu memenuhi keinginan mayoritas pelanggan yaitu murah dan berkualitas. Xiaomi memiliki produk dengan harga rendah bukan karena menurunkan kualitas melainkan melakukan penghematan dalam biaya produksi, distribusi dan pemasaran. Fakta bahwa China merupakan negara dengan tenaga kerja yang murah menjadi salah satu penyebab Xiaomi mampu menghemat biaya produksinya.

Menurut Country Manager Xiaomi Indonesia, Steve Shi perusahaan selalu berupaya fokus dan dapat berteman dengan konsumen.Sehingga dapat dikatakan bahwa Xiaomi mampu memproduksi smartphone flagship dengan harga dibawah kompetitornya adalah karena manajemen perusahaan yang terkodinis, penghematan biaya produksi, dan hasil dari manajemen hubungan pelanggan yang baik. “Drops make an Ocean” merupakan pepatah yang pantas disematkan kepada Xiaomi, sedikit harga yang ditawarkan berbanding terbalik dengan produk yang dapat dijual menyebabkan keuntungan dan pendapatan yang diperoleh Xiaomi terus meningkat.

Referensi

http://tekno.kompas.com/read/2018/02/14/15583627/redmi-5-dijuluki-perusak-harga-pasar-apa-kata-bos-xiaomi-indonesia

http://www.gadgetzone.co.in/5-reasons-why-xiaomi-smartphones-are-so-cheap/

https://www.pcworld.com/article/2156320/why-are-xiaomi-phones-so-cheap.html

http://www.digicular.com/2016/06/reasons-to-buy-xiaomi-smartphone.html

Xiaomi merupakan vendor smartphone China yang menjual gadget dengan harga terjangkau namun kualitas yang tidak kalah saing dengan kompetitor lainnya. Menjual gadget berkualitas tinggi dengan harga yang terjangkau membuat Xiaomi berada di puncak pangsa pasar. Xiaomi menyebut dirinya menjual gadget sekelas iPhone dengan harga hampir sepertiga dari harga produk Apple. Untuk tetap mempertahankan harganya yang terjangkau, Xiaomi ternyata memiliki strategi pemasarannya sendiri.

Memotong Biaya Marketing
Xiaomi memotong biaya produksinya dengan cara tidak mengiklankan produknya secara tradisional. Berbeda dengan vendor lain yang memasarkan produknya pada toko-toko retail, Xiaomi memasarkan produknya melalui media online. Xiaomi juga mengelola toko _online_nya sendiri. Tidak hanya itu, Xiaomi memanfaatkan penggunanya sebagai brand _ambassador_nya sendiri. Marketing word-of-mouth dari para pengguna Xiaomi mampu memasarkan produknya hingga menguasai pasar di beberapa negara. Tentu saja banyak biaya yang seharusnya dikeluarkan Xiaomi untuk memasarkan produknya melalui iklan dapat diminimalkan sehingga harga produksinya yang dikeluarkan Xiaomi lebih murah yang berbanding lurus dengan harga jualnya.

Jumlah Terbatas
Dalam memproduksi barangnya, Xiaomi memiliki strategi tertentu. Xiaomi memproduksi barang secara bertahap, tidak sekali produksi dalam jumlah banyak. Hal ini tentu saja dapat meminimalisir kemungkinan inventory cost. Kenyataannya, ketika Xiaomi meluncurkan Mi 3, produksi pertama sejumlah 100.000 unit terjual dalam waktu kurang dari dua menit. Kemudian, pengguna yang ingin membeli produk tersebut harus menunggu selama kurang lebih tujuh hari untuk dapat membelinya.

Tidak Mengambil Keuntungan dari Penjualan Smartphone
Mantan eksekutif Google yang sekarang menjabat sebagai VP Global Xiaomi, Hugo Barra, mengatakan bahwa bisa saja Xiaomi menjual 10 miliar smartphone tetapi pihak Xiaomi sendiri tidak akan menghasilkan keuntungan sepeser pun dari penjualan smartphone tersebut. Pendapatan utama Xiaomi didapatkan dari perangkat lunak dan layanan. Xiaomi juga mulai berfokus pada produk-produk lain seperti smarthome.

Referensi

https://www.pcworld.com/article/2156320/why-are-xiaomi-phones-so-cheap.html
https://www.quora.com/Why-are-Xiaomi-phones-so-cheap-with-a-good-hardware
https://techcrunch.com/2016/11/25/xiaomi-admits-it-doesnt-make-money-on-smartphone-hardware-sales/

Xiaomi adalah vendor smartphone asal negeri Tirai Bambu yang sangat terkenal dengan kemampuannya dalam menjual gadget dengan harga miring dibandingkan dengan produk sejenis produk dengan kualitas lebih baik dari kompetitornya. Hal ini yang mendorong khususnya konsumen Indonesia untuk cenderung dalam memilih produk Xiaomi dibandingkan dengan produk lainnya. Lalu, bagaimana rahasia Xiaomi dalam menajalankan konsep bisnisnya. Berikut merupakan 5 alasan utama Xiaomi mampu menjual gadget mereka dengan harga murah :

  1. Minimnya Promosi yang Dilakukan
    Kita kadang atau bahkan tidak pernah melihat bagaiman Xiaomi mempromosikan produk mereka pada media-media yang ada di Indonesia. Bahak Lei Jun CEO Xiaomi mengatakan bahwa perusahaan mereka pada 5 tahun awal mereka tidak mengeluarkan biaya promosi sama sekali.

  2. Kerjasam Strategis
    Kenapa smartphone Xiaomi yang dibekali chipset Snapdragon yang sama dengan smartphone lain harganya bisa lebih murah? Karena ternyata, ada kerjasama strategis antara Xiaomi dan Qualcomm. Kerjasama ini memungkinkan Xiaomi mendapatkan harga prosesor yang jauh lebih murah.

  3. Flash Sale
    Strategi ini sangat mendukung dalam memotong biaya penyimpanan gudang. Sebab, produk dapat dijual dengan cepat dengan adanya flash sale. Falsh Sale sendiri berarti bahwa Xiaomi melakukan potongan harga dan produk terbatas pada waktu tertentu sehingga, konsumen akan cenderung untuk membeli produk secepat mungkin.

  4. Orientasi Penjualan
    Produk lain seperti Apple lebih mengarahkan tujuan penjualan mereka untuk mendapatkan keuntungan sebanyak-banyaknya. Berbeda dengan Xiaomi yang lebih dalam tujuan untuk menguasai market share sehingga fokus dalam penjualan adalah bagaimana pasar dapat mendapatkan produk mereka dengan terjangkau.

  5. Kemampuan Membaca Pasar
    Xiomi lebih memrioritaskan penjualan produk mereka dalam 1 segmentasi pasar dibanding dengan melakukan expansi produk.

Refrensi

http://tekno.kompas.com/read/2017/12/31/11590037/mengapa-ponsel-kelas-atas-xiaomi-bisa-dijual-murah

http://tekno.kompas.com/read/2017/09/27/15371307/ceo-xiaomi-ungkap-rahasia-cara-jual-smartphone-murah

http://tekno.kompas.com/read/2016/10/25/06540317/matinya.ponsel.murah.china

https://jalantikus.com/gadgets/alasan-smartphone-xiaomi-murah/

  1. Pemasaran Secara Online
    Xiaomi melakukan pendekatan pemasaran yang kekinian, yakni lewat media online. Handphone Xiaomi umumnya populer di ranah maya. Xiaomi tidak melakukan promosi di media konvensional. Tentu saja promosi di media konvensional membutuhkan biaya tinggi. Karena itulah Xiaomi lebih memilih melakukan penjualan secara online. Tengok saja perbedaan harga Xiaomi yang dibeli secara online dan yang dibeli dari counter handphone. Perbedaannya bisa sampai 200.000. Karena pada saat ini orang rata-rata belanja online, wajar jika jumlah transaksi penjualan Xiaomi via online lebih banyak dibandingkan offline.

  2. Promosi Media Sosial
    Xiaomi belajar cara promosi murah dari sebuah film garapan sutradara Taiwan. Xiaomi melakukan foto bersama yang dibubuhi promosi produk Xiaomi pada bagian atas. Foto tersebut kemudian tayang di Weibo, media sosial asal Tiongkok. Foto tersebut kemudian viral yang menimbulkan efek kepopuleran brand Xiaomi. Strategi yang sama diterapkan Xiaomi ketika masuk Indonesia. Karena di Indonesia, Facebook dan Twitter memiliki jumlah pengguna yang banyak, maka promosi pun dilakukan di kedua media sosial tersebut. Ketika Instagram mullai populer, Xiaomi juga menjadi lebih dekat dengan penggunanya melalui media sosial kekinian ini. Denga mempromosikan diri dan banyak dibicarakan di media sosial, Xiaomi menjadi bahan perbincangan banyak orang. Tak aneh jika kemudian orang yang kenal Xiaomi lebih dulu adalah mereka yang aktif di media sosial. Dengan promosi di media sosial, tentu saja Xiaomi bisa menekan biaya untuk keperluan promosi.

  3. Kerjasama Strategis dengan Qualcomm
    semua handphone pintar besutan Xiaomi dibekali dengan SoC Snapdragon. Ternyata penggunaan SoC Snapdragon ini ada alasannya. Xiaomi ternyata menjalin kerjasama yang strategis dengan pembuat SoC Snapdragon, Qualcomm. Berkat kerjasama ini, Xiaomi bisa mendapatkan SoC Snapdragon yang lebih murah. Kabarnya, Xiaomi adalah pembeli SoC Snapdragon terbesar. Tampaknya Xiaomi memang menjanjikan penjualan ponsel yang besar kepada Qualcomm. Karena alasan inilah harga ponsel Xiaomi bisa lebih murah.

  4. Keuntungan Sedikit, Penjualan Banyak
    Xiaomi dan Apple sama-sama terkenal dan sama-sama memiliki fan garis keras. Tapi jalan yang ditempuh Xiaomi dan Apple berbeda. Apple menjual produk-produknya dengan harga tinggi karena mereka memang mencari keuntungan besar dengan mengedepankan nilai jual yang lebih dari pesaing. Sementara Xiaomi justru menjual produknya dengan harga murah. Target pasar Xiaomi yang menyasar menengah ke bawah jadi alasan tersendiri. Bisa dibilang target pasar menengah ke bawah inilah marketshare Xiaomi. Dengan target pasar yang sudah jelas, Xiaomi mampu mendapat keuntungan yang sedikit. Tapi keuntungan yang sedikit ini tidak membuat rugi karena Xiaomi mampu menjual handphone besutan mereka dengan jumlah yang banyak.

  5. Flash Sale dan Hungry Marketing
    Meskipun Xiaomi mampu mencatatkan penjualan yang banyak, tapi cara mereka berjualan dengan pelanggannya menerapkan metode flash sale. Metode ini flash sale ini adalah metode penjualan dengan cara cepat. Terbukti Xiaomi selalu berhasil menjual habis saat menggelar flash sale produk terbaru mereka. Flash Sale ini umumnya dilakukan secara online dengan menggandeng e-Commerce ternama seperti Lazada, JD.ID, dan Shopee. Strategi flash sale ini dalam dunia pemasaran disebut sebagai hungry marketing. Artinya, pembatasan jumlah produk saat flash sale bertujuan agar pasar tetap penasaran dengan handphone Xiaomi. Dan strategi ini cukup bisa menekan biaya promosi karena dilakukan tidak tiap hari.

  6. Pandai Melihat Peluang di Pasar
    Xiaomi termasuk vendor yang pintar dalam melihat peluang di pasar smartphone. Mereka mampu membaca pasar dengan baik. Contohnya ketika banyak vendor besar bereksnpansi ke negara lain, Xiaomi fokus pada negara yang memang banyak peminat terhadap produknya, seperti Indonesia dan India. Tidak aneh, jika Xiaomi terus “menggempur” Indonesia dengan produk-produknya. Xiaomi juga pandai melihat apa yang diinginkan pasar. Contohnya pendekatan mereka dengan Mi A1 sebagai ponsel Xiaomi yang khusus ditujukan untuk mereka yang ingin memakai handphone Xiaomi tapi tidak menggunakan tampilan MIUI. Xiaomi juga membuat pabrik di Indonesia karena kebutuhan pasar yang begitu tinggi. Hadirnya pabrik di Indonesia juga jadi alasan kenapa hp Xiaomi bisa murah.

  7. Berrmitra dengan Banyak Perusahaan
    banyak perusahaan di Indonesia yang menjalin kerjasama dengan Xiaomi. Contohnya Erafone yang memang sering “bergandengan tangan” dengan Xiaomi. Perusahaan lain yang juga bekerjasama adalah perusahaan telekomunikasi Indosat. Kerjasama ini menghasilkan bundle smartphone yang dibanderol murah seperti Redmi 5A. Indosat melakukan subsidi kepada produk Redmi 5A dengan cara mencicil produk tersebut asalkan berlangganan kartu pascabayar Indosat. Sistem subsidi ini jelas jadi alasan juga kenapa ponsel Xiaomi bisa murah.

  8. Toko Fisik Milik Sendir
    Xiaomi tentu juga perlu menjual secara konvensional alias tidak mengandalkan online. Karena itulah, Xiaomi mendirikan toko fisik milik sendiri yang dinamakan Mi Store. Kehadiran Mi Store ini tent memangkas biaya distributor dan biaya reseller yang efeknya mampu membuat harga hp Xiaomi tetap murah dan stabil.

  9. Paket Penjualan Minus Headset
    Buat mereka yang sudah membeli handphone pintar dari Xiaomi pasti tahu kalau dalam paket penjualan, Xiaomi tidak menyertakan headset. Tidak seperti vendor lain memang yang sering menyematkan headset ke dalam paket penjualan. Xiaomi lebih memilih tak menyertakan headset dan membiarkan pembeli memilih headset yang mereka ingin pilih. Ketiadaan headset ini juga jadi alasan kenapa harga hp Xiaomi bisa ditekan.

  10. Fokus 2 Varian Produk
    Vendor lain paling tidak memiliki minimal 3 seri yang ditujukan unuk kelas yang berbeda Xiaomi tidak melakukan itu. Mereka hanya menghadirkan dua varian: Redmi yang ditujukan untuk menengah ke bawah dan seri Mi yang ditujukan untuk menengah ke atas. Dengan hanya menghadirkan dua varian, Xiaomi dapat fokus dalam memproduksi ponsel mereka meskipun kemudian bagian R&D atau litbang mereka tidak terlalu berkembang.