© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa telinga sering sakit saat naik Pesawat?

telinga sering sakit saat naik pesawat

Mengapa telinga sering sakit saat naik pesawat?

Di dalam lubang telinga kita ada sebuah pipa saluran yang bernama Eustachius (Eustachian). Eustachius menghubungkan telinga bagian tengah dengan tenggorokan bagian atas dan rongga hidung. Jadi jangan heran, ternyata hidung, telinga dan tenggorokan kita sebenarnya saling terhubung, lewat saluran Eustachius ini. Itu juga mengapa ada dokter spesialis THT, alias telinga, hidung, dan tenggorokan.

Kembali ke masalah sakit telinga. Jadi sakit di telinga muncul ketika kita melewati perbedaan tekanan udara dengan sangat cepat. Artinya, kita berpindah ketinggian secara cepat. Kebanyakan kasus sakit telinga terjadi saat pesawat sedang proses mendarat (landing), namun ada juga kasus ketika pesawat saat lepas landas (take off).

Seharusya, ketika terjadi perubahan tekanan, udara akan menekan ke dalam telinga. Namun berkat saluran Eustachius, tekanan tersebut bisa disebar secara merata ke tenggorokan dan hidung. Masalah terjadi bila saluran tersebut buntu. Biasanya karena lendir.

Maka tekanan yang masuk ke telinga akan menekan gendang telinga dan tidak bisa tersalurkan. Akibatnya telinga menjadi sakit dan terkadang agak-agak tuli. Namun kejadian ini umumnya tak berlangsung lama. Setelah pesawat mendarat, sistem tubuh kita akan menyesuaikan diri kembali.

Apa yang harus dilakukan agar telinga kita aman saat pesawat hendak mendarat?

  1. Kunyah permen karet. Gerakan mengunyah bisa membuat saluran Eustachius tetap terbuka dan mengusir lendir yang menghambat.

  2. Jika tidak sangat penting, sebaiknya hindari naik pesawat ketika kamu sedang terkena flu. Sebab lendir akan lebih mudah menutup saluran Eustachius dan membuat sakit telinga makin parah.

  3. Ketika telinga mulai sakit coba langkah ini: Tutup hidungmu dan tarik napas melalui mulut. Kemudian mulailah menggerakkan otot mulut seperti hendak menghembuskan napas, tapi tutup mulutmu rapat-rapat. Hembus terus pelan-pelan udara yang ada. Udara yang terperangkap akan mencoba membuka saluran Eustachius yang tertutup. Tapi ingat, tindakan ini bisa jadi berbahaya, jadi jangan dilakukan terlalu lama. Cukup 2 hingga 3 detik saja.

Sumber: