Mengapa startup Foodpanda tidak berhasil mempertahankan eksistensinya, terutama di negara Indonesia?

Foodpanda Group adalah pasar pengiriman global mobile makanan yang bermarkas di Berlin, Jerman, beroperasi di 22 negara dan teritori. Layanan ini memungkinkan pengguna untuk memilih dari restoran lokal dan menempatkan pesanan melalui aplikasi mobile serta website. Perusahaan telah bermitra dengan lebih dari 27,095 Restoran di 193 kota dan bekerja dengan lebih dari 15,733 delivery riders. Perusahaan diambil alih oleh Delivery Hero pada awal Desember 2016.

Editor in Chief Tech in Asia Indonesia, Pradipta Nugrahanto mengatakan bahwa tantangan untuk startup secara umum ada dua kemungkikan, yaitu tak kunjung meraih keuntungan (profit) atau tidak mengalami perluasan (scaling). Berdasarkan beberapa sumber, hal-hal yang membuat Foodpanda tidak berhasil mempertahankan eksitensinya di Indonesia adalah sebagai berikut :

  1. Persaingan yang dihadapi Foodpanda. Foodpanda tidak dapat menyediakan pilihan layanan yang fleksibel seperti Go-Jek yang dapat menjangkau ke beragam restoran.

  2. Pelayanan yang diberikan oleh Foodpanda hanya untuk mitra dan melayani pengantaran jarak dekat untuk menjaga kualitas. Dengan pelayanan tersebut Foodpanda gagal bersaing dengan armada lain yang memberikan pelayanan lebih.

  3. Foodpanda fokus menawarkan layanan pengiriman tercepat untuk restoran berkualitas tinggi yang telah terkurasi, dengan harga yang terjangkau. Menurut CEO Foodpanda Ralf Wezel, di Indonesia tidak memiliki momentum seperti itu, sehingga peluang berhasilnya kecil .

  4. Kemacetan dan Infrastruktur. Foodpanda mengakatan bahwa kemacetan yang padat di Jakarta dan kurangnya infrastruktur menambah beban kompleksitas

References

https://techcrunch.com/2016/08/19/foodpanda-is-selling-its-indonesia-business-and-rethinking-the-rest-of-southeast-asia/

http://industri.bisnis.com/read/20161005/12/589681/sulit-bersaing-food-panda-indonesia-tutup

https://bisnis.tempo.co/read/1038973/belajar-dari-kegagalan-startup-yang-layu-sebelum-berkembang

https://id.techinasia.com/foodpanda-tutup-layanan-di-indonesia-fokus-ke-5-negara-asia-lain

https://dailysocial.id/post/foodpanda-indonesia-resmi-tutup-layanan

Semenjak Managing Director FoodPanda Indonesia, Victor Delannoy menandatangani surat pemberhentian layanan di Indonesia pada tanggal 3 Oktober 2016, alasan utama gagalnya aplikasi pengantar makanan online ini adalah karena kalah bersaing dengan competitor lokal yaitu Go-Food dan Grab Food. Berdasarkan artikel dari Maxmanroe.com, FoodPanda hanya menguasai 4% Pangsa pasar untuk jasa pengiriman makanan di Indonesia, 87% dikuasai Go-Jek dan 7% oleh Grab Food. Mengapa FoodPanda mendapatkan pangsa pasar terkecil di Indonesia?

  1. Cakupan layanan yang ditawarkan hanya pemesanan dan pengantar makanan saja, dibandingkan dengan go-jek dan grab yang merupakan all-in-one application tentu saja masyarakat lebih memilih aplikasi yang lebih mudah digunakan dengan banyak fitur didalamnya tanpa berganti aplikasi.

  2. Layanan pemesanan dan pengantaran FoodPanda hanya melayani beberapa restoran yang terdaftar dan bekerja sama dengan FoodPanda. Sedangkan gojek dan grab mampu memanfaatkan situasinya sebagai produk dalam negeri untuk memberikan banyak alternative kepada konsumen, mulai dari makanan kaki lima hingga restoran kelas atas.

  3. Kurangnya inovasi yang diberikan FoodPanda, tidak mempunyai ciri khas khusus yang membuat FoodPanda dikenal masyarakat Indonesia.

Sumber
  1. https://www.maxmanroe.com/kemunduran-aplikasi-foodpanda-dan-pelajaran-yang-bisa-diambil.html
  2. https://www.dealstreetasia.com/stories/food-delivery-startup-foodpanda-officially-exits-indonesia-54645/
  3. http://techwireasia.com/2016/08/indonesia-food-platforms-foodpanda-openrice/

image image

Foodpanda merupakan perusahaan start-up yang mengakui bahwa kondisi pasar lokal yang sangat kompetitif berperan penting dalam keputusannya untuk “menarik diri” dari pasar Asia Tenggara, terutama di Indonesia. Di Indonesia, Foodpanda menghadapi persaingan yang sangat ketat dari Go-Jek sebab mereka juga menyediakan layanan serupa melalui Go-Food. Start-up lain Grab juga mulai masuk dalam lini bisnis ini. layanan Go-Food merupakan lini bisnis yang disebut paling menguntungkan bagi Go-Jek.

Dalam sebuah rilisnya pada awal bulan ini, Go-Jek mengklaim bahwa Go-Food merupakan layanan pengiriman makanan on-demand terbesar kedua di dunia di luar Cina dengan lebih dari 15 juta makanan telah diantarkan sejak awal kemunculannya. Kita bahas dari sisi Pemberi layanan mungkin Foodpanda juga mungkin masih kurang. Contohnya, Foodpanda mengharuskan besaran minimum nilai pemesanan dalam layanannya. Sebagai contoh, seseorang harus mengeluarkan minimal nominal Rp50.000 untuk dapat melakukan pemesanan. Apabila nominalnya kurang dari angka tersebut, maka secara otomatis nominalnya akan dinaikkan hingga menyentuh batas minimum, sedangkan pada gojek tidak ada batasan nominal untuk melakukan pemesanan.

Foodpanda juga masih kurang untuk dalam hal pilihan, pilihan yang disediakan Foodpanda masih sangat terbatas. Hanya restoran yang bermitra dengan Foodpanda sajalah yang dapat di pesan makanannya. sedangkan untuk pesaingnya Foodpanda seperti Go-Jek, restoran yang tidak bermitra pun dapat dipesan makanan sehingga customer dapat memesan makanan yang lebih beragam.

Referensi : https://tirto.id/belajar-dari-kegagalan-foodpanda-di-indonesia-bDwh

Per Selasa (4/10/2016), layanan jasa antar makanan berbasis web dan aplikasi, Foodpanda tak lagi menerima pesanan dan mengantar makanan di Indonesia. Layanan jasa pesan antar makanan yang hadir di Indonesia sejak Mei 2013 itu resmi menutup layanannya pada Senin (3/10/2016) malam pukul 22.00 WIB. Dikutip KompasTekno dari Daily Social, semua perjanjian kerja sama yang telah dijalin dengan mitra bisnis Foodpanda, akan dihentikan saat itu juga.

Pengumuman penghentian operasi Foodpanda disebarkan melalui e-mail yang ditandatangani oleh Managing Director Foodpanda Indonesia, Victor Delannoy. Dalam surat kepada seluruh mitra Foodpanda tersebut, Victor menjelaskan penutupan layanannya berupa penutupan situs dan aplikasi mobile, pemutusan kerja sama dengan semua mitra restoran, dan penutusan perjanjian dengan semua mitra pemasaran. Penelusuran KompasTekno per Selasa (4/10/2016) siang ini, situs dan aplikasi Foodpanda Indonesia masih bisa diakses, tetapi saat hendak melakukan pemesanan, muncul pemberitahuan bahwa Foodpanda telah berhenti beroperasi di Indonesia.

“Dear customer, foodpanda is no longer available in Indonesia. We would like to thank you again for your support and your loyalty. With love, foodpanda team!” demikian tulis Foodpanda.

Layanan jasa antar makanan Foodpanda walau hadir lebih dahulu di Indonesia tapi tidak bisa bersaing dengan layanan serupa yang lebih baru, seperti yang diberikan oleh Go-Jek, Grab, dan sebentar lagi Uber.

Menurut CEO Foodpanda, Ralf Wenzel, Asia Tenggara, khususnya Indonesia, tampaknya bukan menjadi pasar yang pas untuk Foodpanda. Pasalnya, sejak bisnis berdiri, sangat sulit menemui potensi pemasukan bisnis. Foodpanda sebelumnya juga telah menutup layanannya di Vietnam tahun lalu. Akibat kalah bersaing itu, muncul wacana untuk menjual Foodpanda Indonesia pada Agustus lalu. Nilai Foodpanda Indonesia saat itu dipatok dengan nilai mencengangkan hingga 1 juta dollar AS (sekitar Rp 12,9 triliun). Foodpanda yang pendanaannya didukung oleh Rocket Internet, kini mengalihkan perhatiannya ke pasar Eropa Timur dan Timur Tengah yang memberikan traksi dan keuntungan bagi perusahaan.

Sumber: http://tekno.kompas.com/read/2016/10/04/15430047/foodpanda.berhenti.beroperasi.di.indonesia