Mengapa seseorang sering tersesat?

tersesat

Tersesat ternyata cukup sulit untuk dihindari, meski kita sudah mengikuti arahan dari teman yang rumahnya akan kita tuju, tetap saja nama-nama jalan yang hampir sama selalu memusingkan kita.

Ternyata ada beberapa faktor dalam otak kita yang membuat tersesat bukan hal yang tidak normal.

Kemampuan otak dalam hal navigasi berada pada satu sisi yang sama dengan bagian otak yang bertanggung jawab untuk menyimpan memori. Hippocampus dan entorhinal contex adalah komponen yang bertanggung jawab akan hal tersebut. Namun berbeda dengan ketika kita mengingat memori, dalam mengingat arah jalan, sel yang menyimpan memori arah akan bisa lebih teraktivasi ketika kita berada di jalan tersebut. Sehingga setiap kita melewati sebuah jalan, dalam beberapa kali saja akan ada ‘peta’ dalam otak kita.

Otak kita, tepatnya bagian hippocampus, akan memuat sel yang dapat memberi impuls secara langsung ketika kita memasuki daerah yang familiar. Dengan sistematika ini, para ilmuwan menyamakan kinerja otak kita dengan sistem GPS.

Nah, terjadinya tersesat ini ternyata disebabkan oleh sinyal lemah di entorhinal cortex dalam otak seseorang, di mana hal ini akan menyebabkan seseorang tersebut mempunyai kesulitan yang lebih dalam hal navigasi di lingkungan baru.

Hal tersebut bukan hal yang tidak normal, karena setiap orang terlahir dengan kemampuan berbeda terhadap hal tersebut. Ini makin terbukti dengan bagaimana pasien Alzheimer mempunyai gejala awal mudah tersesat, dikarenakan entorhinal cortex dan hippocampus adalah bagian dari otak yang fungsinya lebih dulu merosot ketika terserang penyakit tersebut.

References

https://www.kaskus.co.id/thread/58ac900e98e31bde2c8b4568/8-pertanyaan-sederhana-yang-kita-tak-tau-jawabannya-tapi-sains-tau/