Mengapa seorang manajer produk harus memahami Business Case dengan baik dan benar?

Ketika mempertimbangkan pengembangan produk baru atau perluasan produk yang ada, sebuah Business Case merupakan tools yang sangat diperlukan oleh manajer produk. Lalu, mengapa manajer produk harus memahami Business Case dengan baik dan benar?

Business Case adalah salah satu instrumen paling bermanfaat yang dapat dimiliki oleh perusahaan. Tujuan Business Case yaitu sebagai sarana pertimbangan yang memungkinkan manajer produk mengatakan ya untuk investasi yang baik dan tidak terhadap investasi yang buruk. Saat mempertimbangkan konsep produk, diperlukan sebuah Business Case yang sederhana.

Hal-hal yang dapat dipertimbangkan, antara lain:

  • Apa yang sedang terjadi di pasar?
  • Mengapa investasi itu penting?
  • Apa keuntungan strategis yang didapatkan oleh perusahaan?

Selain itu, Business Case juga mempunyai kompleksitas sehingga tidak mudah untuk mengambil keputusan begitu saja. Hal-hal yang perlu dipertimbangkan, antara lain:

  • Business need and/or strategic fit
  • Market analysis
  • Product description
  • Project proposal
  • Assumptions, forecasts, and financial analysis
  • Operations and implementation
  • Risk analysis and contingency plans
  • Recommendations

Masalah yang paling umum adalah banyak manajer produk yang tidak menggunakan Business Case. Perusahaan sering mengasumsikan apa yang pelanggan inginkan tanpa benar-benar melakukan validasi. Penggunaan Business Case harus dapat mencakup informasi dari validasi yang telah dilakukan, apa yang sedang terjadi pasar, dan masalah apa yang dapat dipecahkan. Business Case juga berisi tentang kaitan antara investasi dengan produk, bagaimana strategi tersebut mendukung strategi perusahaan, dan membantu mencapai tujuan organisasi. Jika manajer produk tidak menggunakan Business Case, keterkaitan dan tujuannya sering tidak jelas bahkan tidak ada.

Oleh sebab itu, seorang manajer produk perlu menggunakan dan memahami Business Case dengan baik dan benar. Digunakan dengan baik maksudnya sebuah Business Case dapat memiliki perspektif yang berbeda dalam menangani kegagalan. Digunakan dengan benar maksudnya sebuah Business Case dapat mewujudkan pembelajaran dan perencanaan penting yang berasal dari pendekatan Design Thinking dan pendekatan serupa untuk pengembangan produk.

http://innovationexcellence.com/blog/2015/12/14/how-smart-product-managers-use-a-business-case/
http://www.productmanagementschool.com/w1/Product_Management_During_Business_Case_Phase