Mengapa perlu adanya koordinasi dalam manajemen organisasi ?

Koordinasi merupakan salah salah satu fungsi manajemen yang memegang peranan penting dan setara dengan fungsi-fungsi manajemen lainnya, kesuksesan dari koordinasi bisa menjamin keberhasilan pelaksanaan pekerjaan atau pencapaian tujuan sebuah organisasi. Perlukah pemahaman koordinasi yang baik dalam memanajemen organisasi?

Pemahaman yang baik atas koordinasi memungkinkan kita mampu dapat merencanakan dan melaksanakan koordinasi dengan baik. Kesuksesan koordinasi akan menciptakan keharmonisan dan keselarasan seluruh kegiatan untuk mencapai tujuan yang diharapkan, sebagai salah satu fungsi manajemen koordinasi merupakan fungsi pengikat, penyeimbang dan penyelaras semua aktifitas dan usaha, maka dapat disimpulkan bahwa setiap fungsi manajemen pasti memerlukan fungsi koordinasi. Kebutuhan akan koordinasi tidak dapat dihindarkan karena setiap organisasi pasti mempunyai unit-unit atau satuan-satuan organisasi yang mempunyai fungsi berbeda-beda tetapi mempunyai hubungan yang saling ketergantungan.

Terciptanya koordinasi yang baik antar unit atau departemen dapat meminimalisir terjadinya kesalahan dan konflik sehingga proses kegiatan dapat berjalan dengan efektif.
Itu lah pentingnya koordinasi dalam sebuah organisasi untuk memanajemen dan mengusahakan terjadinya keselarasan dan keseimbangan antara pekerjaan yang dilakukan oleh seseorang dengan yang lainnya di dalam organisasi tersebut.

Jika dalam organisasi harus terdapat the principle of coordination (asas koordinasi), maka di dalam koordinasi sendiri harus memiliki sens of cooperation yaitu perasaan untuk bekerjasama. Mustahil dalam sebuah organisasi dapat tercipta koordinasi yang baik, jika orang-orang yang ada di dalamnya tidak memiliki rasa untuk saling bekerja sama antara bagian yang satu dan lainnya.

Jika rasa saling bekerja sama antar bagian dalam organisasi sudah terintegrasi dengan baik maka tujuan dari berdirinya organisasi akan tercapai dengan efisien. Karena terhindar dari ketimpangan informasi dan kesimpangsiuran kewenangan antara bagian satu dan bagian lainnya.

Referensi :