Mengapa Paraplou menghilang dari dunia e-commerce?

Paraplou merupakan penyedia produk premium fashion dan merupakan website e-commerce pertama yang menjembatani fashion global dengan fashion lokal di Indonesia dengan situsnya paraplou.com. Paraplou menyeleksi brand berdasarkan garis rancang yang unik. Adapun brand premiumnya diantara lain Cameo dan Sass & Bide yang merupakan brand dari Australia, Greyhound dan Playhound yang berasal dari Thailand, dan masih banyak lagi. Tak hanya menyediakan berbagai macam transaksi, jangkauan kurir yang luas pun turut disediakan. Namun, Oktober 2015 lalu Paraplou resmi menutup layanannya.


Referensi

Menghilangnya paraplou.com dari peredaran e-commerce pada bidang fashion diindonesia dikarena sudah menutup usahanya diindonesia. “Pasar e-commerce untuk produk branding tengah bertumbuh, sementara ekonomi global tengah bergolak. Kami terpaksa menutup layanan karena kondisi pemodalan,” begitulah kutipan yang diungkapkan managemen perusahan dalam pengumumannya. Meskipun pasar e-commerce yang tengah tumbuh akan tetapi disisi lain dengan keadaan ekonomi dunia yang sedang mengalami gejolak . Tentu hal tersebut sangat mengganggu dan berdampak kepada paraplou.com pada ekonomi dalam perusahaan sehingga membuat tidak banyak investor yang mau menanamkan modalnya kepada paraplou.com

Ya, karena salah satu penyebab mereka tutup juga kurangnya minat dari golongan menengah keatas karena brand yang mereka jual rata-rata overprice. Selain harga, produk yang mereka jual juga kurang dikenali di Indonesia, tetapi terkenal di pasar aslinya.

sebenarnya paraplou.com awalnya adalah perusahaan fashion e-commerce yang terhitung cukup sukses di Indonesia. Ya, dari beberapa faktor dapat disimpulkan bahwa penyebab nya adalah harga produk yang relative mahal. Hal ini juga mempengaruhi kepada faktor dana dan modal. Padahal di tahun 2015 sebenarnya prapalou permodalan lagi sebesar US$1,5 juta dari Majuven, namun karena kerasnya persaingan membuat perusahaan layanan ini menyerah dan menutup perusahaannya

Dimuat dalam [techinasia]
(https://id.techinasia.com/20-startup-gagal-asia-2015)

Paraplou yang merupakan salah satu e-commerce Indonesia yang lebih dulu didirikan ini harus tutup atau gulung tikar. Perusahaan ini menampilkan ucapan perpisahan di halaman utama web mereka dengan memberikan beberapa alasan yaitu:

  • Pasar yang belum terbentuk.

  • Kondisi keuangan yang tak menentu.

  • Sulitnya mendapatkan pendanaan merupakan alasan utama mereka tutup.

Situs yang termasuk ke dalam anak perusahaan Paraplou Group ini dipimpin oleh dua mantan CEO Rocket Internet yang pernah bekerja di Lazada Indonesia.

Sebenarnya, untuk konsepan dari Paraplou sudah baik. Tetapi mungkin dari pasar Indonesia nya sendiri yang belum siap untuk menjual barang-barang premium secara online. Dari segi ekonomi pun, belum meratanya tingkat ekonomi setiap masyarakat membuat barang premium kurang laku di Indonesia.