Mengapa Gaji Guru di Indonesia Sangat Rendah?

Berbicara tentang guru, kita selalu mengingat istilah klasik yang mungkin sudah akrab di telinga kita yaitu "Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa". Namun apa yang terjadi apabila istikah itu berlaku secara harfiah. Tentu itu bukan hal baik. Guru sendiri memegang peranan penting dalam pembangunan sebuah bangsa. Mengapa? Ada sebuah teori dalam ilmu ekonomi yang bernama *Vicious Cycle of Poverty*. Teori tersebut menceritakan bahwasanya kemiskinan memiliki lingkaran setannya sendiri yang tanpa ujung sampai ke generasi setelahnya.


Gambar 1. Vicious Cycle Of Poverty

Melalui gambar di atas dapat dilihat bahwa Pendapatan yang rendah menyebabkan kelaparan, kemiskinan baik dalam segi kesehatan atau kondisi hidup. Karena miskin akan menyebabkan tingkat pendidikan yang bisa diperoleh juga rendah. Karena pendidikan yang rendah,otomatis skill yang dapat diperoleh, gelar pendidikan, serta kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan juga rendah. Hal ini pula selanjutnya akan menyebabkan pendapatan yang rendah dan terus menerus siklus ini tidak akan berakhir. Lalu apa langkah terbaik untuk menyelesaikan ini? Tentu saja dengan pendidikan yang baik. Dan salah satu aktor yang paling berperan penting dari hal ini adalah Guru itu sendiri tentunya yang mampu mencerdaskan kehidupan bangsa.

Namun guru sendiri di Negara ini tidak terlalu dihargai sayangnya. Banyak orang yang masih menganggap profesi guru bukan sebagai hal yang hebat seperti menjadi Dokter atau Insinyur. Pendapatan yang diperoleh guru juga tidak terlalu banyak jika dibandingkan dengan profesi lain. Bahkan lebih rendah dari GDP Per Kapita Indonesia. Hal ini dapat dilihat dari gambar di bawah.

image
Gambar 2. Perbandingan GDP dan Pendapatan Guru di Negara Asia Pasifik (+France & US)

Seperti yang terlihat pada gambar di atas, Negara Indonesia (ID) hanya memberikan gajinya kepada guru sebesar 99% dari GDP per Kapita. Artinya, rata-rata pendapatan guru di Indonesia masih dibawah dari pendapatan rata-rata penduduk di Indonesia. Jika dibandingkan dengan negara lain pula gaji guru kita sangat rendah. Oleh karena itu, menurut Youdics apakah guru di Indonesia layak digaji seperti itu dengan kualitas yang mereka tawarkan? dan Mengapa gaji guru kita hanya sebesar itu padahal mereka berperan penting dalam kemajuan bangsa?

Referensi:

Where are teachers paid the most & the least compared to other professions in Asia?, Lifestyle News - AsiaOne
Getting to Equal: How Educating Every Girl Can Help Break the Cycle of Poverty

2 Likes

Menurutku, gaji guru sama dengan gaji PNS lainnya. tapi, masih banyak guru di Indonesia yang tidak dianggap oleh pemerintah seperti guru honorer maupun guru lainnya yang bukan PNS, ini yang selalu disorot kebanyakan orang dimana mereka mendapatkan penghasilan yang dibawah rata-rata bahkan ada yang puluhan ribu perbulannya dan mereka tidak mendapatkan perhatian dari pemerintah karena tidak memiliki NIP. Guru yang berpenghasilan tinggi adalah PNS sesuai dengan golongan yang dimilikinya, jika guru tersebut adalah guru sertifikasi maka penghasilannya tinggi diatas rata-rata. banyak di sekitaran rumahku guru-guru memiliki kendaraan yang berkelas dan tas bermerk. itulah mengapa banyak orang yang berlomba-lomba mengikuti seleksi CPNS karena mendapatkan penghasilan yang sesuai dengan pekerjaannya. jika dibandingkan dengan negara lain, ya nilai mata uang kita juga rendah sehingga tidak bisa di jadikan patokan.
Jika dibandingkan dengan profesi lainnya yang lebih tinggi seperti dokter ya tingkat risiko yang dilakukan oleh suatu profesi berbeda, dokter memiliki risiko yang sangat tinggi karena bersangkutan dengan nyawa seseorang dan juga pendidikan yang dikenyam sangatlah lama.
menyangkut isu guru tidak dihargai menurutku itu tergantung dari pola ajar yang diberikan oleh guru kepada muridnya. banyak yang menganggap guru bukan hal yang hebat itu karena cara ajar guru yang tidak sesuai dengan ekspektasi murid. banyak guru yang hanya duduk santai di kelas dan suruh muridnya baca atau belajar mandiri. bahkan di sekolah ku dulu, guru yang tidur dikelas :slight_smile: dan ini balik lagi ke diri masing-masing. perlakukan lah orang sebagai mana kamu ingin diperlakukan.

1 Like

Seperti yang kita tahu bahwa di Indonesia gaji guru honorer terlebih khusus sangat rendah sekali, hal ini berbanding terbalik dengan gaji guru yang sudah PNS dan bersertifikasi. Memang gaji guru honorer sangat rendah hingga sangat terlihat sekali kesenjangannya, bahkan dengan beban kerja yang sama atau bahkan lebih mereka masih digaji kurang layak. Jika melihat penjelasan dari pemerintah, mereka berdalih karena guru honorer tidak terikat di instansi manapun dan hanya digaji oleh kepala sekolah saja. Memang benar bahwa guru honorer diangakat oleh kepala sekolah, tetapi seharusnya dari pemerintah daerah khusunya bisa membuat anggaran khusus guru honorer.

1 Like

Menurut Argumentasi Saya Terkait " Mengapa Gaji Guru di Indonesia Sangat Rendah?.

1. TERMAKAN STEREOTIPE.

  • Guru sering mendapat stereotipe pahlawan tanpa tanda jasa. Mitologisasi ini sudah menjadi ideologi di benak banyak guru, sehingga mereka selalu malu-malu untuk meminta gaji pantas demi menghidupi keluarga mereka. Mereka merasa guru pantas dibayar murah karena di benak mereka guru adalah profesi yang menuntut keikhlasan tanpa syarat. Akhirnya mereka diam saja dibayar jauh di bawah UMR. Padahal, faktanya, mereka menggerutu di belakang, apalagi di medsos. Akhirnya, yang terjadi, banyak guru mengerjakan proyek-proyek sambilan yang tidak terkait dengan akademik. Dampaknya, kemampuan mereka sebagai guru jauh di bawah standard karena tidak pernah memiliki kesempatan memperbaiki kualitas diri; seperti mengajar tanpa metodologi, kemampuan menguasai pelajaran yang minimal, tak sempat memeriksa PR siswa, kelelahan di kelas, dan sejumlah fakta lain yang banyak kita lihat.

2. PROFESI TERAKHIR.

  • Bagi banyak orang, guru ternyata profesi buangan karena mereka tidak sanggup bekerja di tempat lain. “Saya tidak punya keahlian lain, bisanya cuma ngajar,” ungkap seorang guru di daerah. Pernyataan di atas sangat mencekam, bagi kita yang peduli dengan kualitas pendidikan. Bagaimana mungkin orang tanpa keahlian apa-apa lalu menjadi guru. Maka, wajar jika anak didik hasil kebanyakan sekolah di Indonesia lulus tanpa membawa kemahiran apa-apa. Mereka hanya sekadar tahu, tanpa keahlian apa pun. Itu pun masih bersyukur jika pengetahuan mereka tentang sebuah hal tidak tersesat. Karena guru adalah profesi pilihan terakhir, akibatnya mereka seolah menerima segala konsekwensi, termasuk gaji rendah. Jadinya, mereka sendiri secara profesional merasa pantas dibayar rendah, meskipun tahu bayaran tersebut tak cukup. Hati mereka menjadi pengecut untuk sekadar buka suara atau demonstrasi meminta upah layak karena takut dipecat; pemecatan adalah mimpi buruk bagi setiap orang yang tak memiliki keahlian apa-apa untuk pekerjaan lain. Guru sebagai profesi terakhir bagi banyak orang juga tampak dari demonstrasi menuntut status PNS. Pola demosntrasi ini aneh, mengapa orang menuntut majikan (dalam hal ini negara) untuk menjadikannnya karyawan. Seharusnya yang dituntut adalah upah yang layak, bukan status. Ini semakin jelas bahwa yang sebagian guru inginkan sebenarnya hanya status yang aman—PNS adalah pekerjaan paling aman dari pemecatan, membuktikan rendahnya skill mereka.

REFERENSI

Departemen Pendidikan Nasional. (2003).Undang - Undang Republik IndonesiaNomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Jakarta:Depdiknas.

Fakhiroh, Z. M. (2018). Hubungan pendapatan dengan kualitas kinerja guru dalampembelajaran di SMK Diponegoro 1 Purwokerto.Skripsi.IAIN Purwokerto.

1 Like