Mengapa aluminium dijadikan sebagai bahan untuk peralatan dapur?

Aluminium merupakan logam kelas atas (IIIA) yang pada mulanya berharga sangat mahal dikarenakan sulitnya pengolahan untuk mendapatkan biji aluminium. Bahkan pada waktu itu harganya bisa mencapai harga emas dan perak. Dan pada tahun 1886 Charles Martin Hall dari Amerika Serikat dan Heroult dari Perancis menemukan metode pemisahan biji aluminium dari kandungan logam lainnya. Saat itulah karena adanya produksi biji aluminium secara besar-besaran maka harga aluminium mulai turun.

Saat ini aluminium banyak di aplikasikan ke berbagai barang. Karena sifatnya yang kuat tetapi ringan maka aluminium menyaingi platina dan magnesium. Tetapi harga aluminium lebih murah sehingga penggunaan bahan aluminium untuk berbagai barang lebih banyak di bandingkan magnesium, platina dan tembaga dalam kerajinan tembaga. Bahkan saat ini frame sepeda yang terbuat dari besi kalah pamor dengan frame sepeda yang terbuat dari unsur aluminium.

Berikut Keunggulan Aluminium Dari Logam Lainnya:

  1. Penghantar Panas dan listrik Yang Baik
    Aluminium merupakan unsur logam penghantar listrik dan panas terbaik setelah tembaga. Akan tetapi karena tembaga harganya lebih mahal maka penggunaan barang-barang yang memerlukan hantaran listrik atau panas cenderung menggunakan bahan aluminium. Kita bisa melihat bahwa peralatan masak ataupun listrik rata-rata menggunakan bahan dasar aluminium.

  2. Memiliki Warna Yang Tidak Cepat Berubah
    Alumunium memiliki warna yang cerah dan meskipun dalam jangka waktu lama warna tidak lekas pudar atau berkarat. Aluminium sebenarnya cepat sekali bereaksi dengan oksigen di udara dan membentuk aluminium oksida. Justru aluninium oksida inilah yang akan melindungi lapisan dalam aluminium dari reaksi yang berlanjut. Sehingga seolah-olah aluminium tahan dari pengaruh luar secara kimia.

Karena warnanya yang mengkilap dan menarik, maka barang yang berasal dari aluminium biasanya tidak akan di cat. Bahkan serbuk aluminium dijadikan bahan campuran cat agar dapat menghasilkan warna metalik. Maka tak jarang jika kita melihat barang yang berbahan dasar aluminium terkesan berwarna mengkilap. Tak terkecuali furnitur logam yang berbahan dasar aluminium.

  1. Tidak Bereaksi Dengan Bahan Kimia Pada Makanan
    Inilah rahasianya mengapa banyak makanan dengan kemasan lauminium foil. Dan banyak alat masak yang terbuat dari aluminium. Karena logam ini tidak akan bereaksi dengan bahan kimia pada makanan maka kita akan merasa aman ketika memasak apapun dengan alat masak aluminium. Sehingga kelebihan wajan cor aluminium lebih banyak daripada wajan dari bahan lain untuk urusan masak memasak.
    Selain bahan aluminium, banyak juga alat masak yang berbahan logam lain seperti besi, tembaga dan logam lainnya. Dan karena itulah kita mungkin perlu mengetahui tips perawatan peralatan memasak berbahan logam agar peralatan masak yang kita miliki lebih awet.

Sumber:

Daur Ulang Alumunium

Secara teori 100% aluminium bisa didaur ulang tanpa kehilangan beratnya. Namun dalam praktik, proses daur-ulang menyebabkan susutnya berat yang signifikan. Daur ulang melibatkan proses pencairan aluminium, sebuah proses yang membutuhkan hanya 5% dari energi yang digunakan untuk memproduksi aluminium dari bijih. Dalam proses ini aluminium mengalami kehilangan berat hingga 15% dari berat bahan baku. Hilangnya berat disebabkan terjadinya oksidasi oleh udara selama berlangsungnya proses pelelehan, menjadi oksida aluminium (Al2O3). Persentase penurunan berat juga disebabkan jenis aluminium yang di daur ulang. Aluminium plat tipis memiliki tingkat risiko kehilangan berat yang jauh lebih besar dibanding aluminium yang lebih plat tebal.

Meskipun aluminium hasil daur ulang memiliki kadar yang lebih rendah dibanding aluminium hasil produksi, tetapi Aluminium hasil daur ulang masih mempertahankan sifat fisik yang sama dengan aluminium hasil pabrikasi. Hasil aluminium daur ulang disebut dengan istilah aluminium sekunder. Aluminium sekunder diproduksi dalam berbagai format dan digunakan di 80% dari suntikan paduan. Penggunaan lain yang penting adalah ekstrusi.

Sampah putih yang merupakan limbah dari produksi aluminium primer dan dari daur ulang sekunder masih mengandung sejumlah aluminium yang dapat diekstraksi industri. Proses ini menghasilkan billet aluminium, bersama-sama dengan bahan limbah yang sangat kompleks. Limbah proses aluminium sangat sulit dikelola. Limbah yang terkena air akan melepaskan campuran gas (termasuk, antara lain, hidrogen, asetilena, dan amonia), yang secara spontan menyatu saat kontak dengan udara; kontak limbah dengan udara lembap akan melepaskan gas amonia. Meskipun adanya kesulitan-kesulitan ini, limbah sisa pemrosesan aluminium bisa digunakan sebagai pengisi dalam aspal, beton, dan sebagai bahan baku pembuatan bata tahan api.

Sumber : https://id.wikipedia.org/wiki/Aluminium

berdasarkan pemaparan diatas, adakah tipe atau jenis aluminium yang umumnya digunakan untuk peralatan dapur?

Aluminium yang digunakan dalam peralatan dapur sejatinya merupakan jenis Aluminium paduan. Untuk keperluan tersebut,

-Aluminium 5052 biasa menjadi pilihan. Bahan ini memadukan Aluminium dengan magnesium dan kromium .
-Alumunium foil
-Alumunium alloy

Jika alat dapur sudah terlalu sering dipakai biasanya kan lengket ya kak. Itu dikarenakan aluminiumnya sudah mulai menipis/bagaimana? makasih