© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Mengapa Ada Hewan yang Beraktivitas Hanya di Malam Hari?

Mengapa kelelawar dan burung hantu hanya beraktivitas di malam hari? Kemana mereka pergi saat siang?

Aktivitas di malam hari yang dilakukan tentu saja berkaitan dengan keperluan untuk bertahan hidup. Mencari mangsa, berkembang biak, dan lainnya. Tapi mengapa mereka tak melakukannya saat siang saja?

Untuk diketahui, hewan yang beraktivitas di malam hari dinamakan dengan hewan nokturnal (nocturnal). Hewan nokturnal ini meliputi burung hantu, kelelawar, kucing hutan, babi hutan, beberapa jenis ular, rakun, serigala abu-abu, dan hewan lainnya.

Banyak pendapat mengenai hal ini. Karena sebagian besar binatang tersebut telah menjalani gaya hidup nokturnal sejak dahulu kala. Namun penjelasan yang paling masuk akal buat kita, adalah jika semua makhluk hidup melakukan aktivitas pada siang hari, maka bumi akan lebih sesak.

Makanya beberapa jenis hewan memilih untuk beraktivitas di malam hari. Untuk mendapatkan ruang yang lebih lega.

Yang lebih pasti, tentu saja ini berkaitan dengan predator. Beberapa jenis hewan yang termasuk serangga dan hewan melata memilih keluar pada malam hari karena mereka menghindari predator.

Tapi tetap saja pada akhirnya para predator mengikuti mereka beraktivitas di malam hari, seperti burung hantu dan serigala. Terlepas dari hal tersebut, malam hari yang gelap memberikan perlindungan yang lebih. Lebih mudah bersembunyi dan meloloskan diri.

Beberapa hewan memilih malam hari adalah karena mereka memang menghindari sinar matahari yang panas dan bisa merusak jaringan tubuh mereka.

Hewan-hewan nokturnal tersebut beradaptasi dengan lingkungan malam yang gelap. Sehingga indera mereka juga menjadi lebih terlatih.

Ular bisa merasakan panas tubuh mangsanya, burung hantu dan kucing memiliki penglihatan yang sangat tajam di malam hari. Dan kelelawar memiliki sensor gelombang yang sangat luar biasa, membuat mereka tak bisa menabrak walapun terbang sangat cepat di kegelapan.

Sumber:

Menurut waktu beraktivitasnya, hewan dapat dibedakan menjadi :

  1. Hewan diurnal
  2. Hewan krepuskular
  3. Hewan nokturnal

Hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari. Pada hewan, “Nokturnalitas” adalah kata yang menggambarkan perilaku mereka untuk makhluk-makhluk ini yang aktif selama waktu malam dan tidur siang hari. Hewan ini memiliki indera penciuman atau berbau dan pendengaran yang tinggi. Beberapa hanya dapat melakukan tugas-tugas mereka di malam hari, seperti kelelawar. Banyak hewan nokturnal biasanya memiliki mata yang lebih besar dari kepala dan tubuh mereka. Nokturnalisi (perilaku nokturnal) yang dilakukan hewan mempunyai tujuan sebagai adaptasi untuk menghindari dan meningkatkan predasi atau proses mangsa memangsa.

Hewan nokturnal adalah hewan yang tidur pada siang hari, dan aktif pada malam hari. Menurut waktu beraktivitas, hewan dapat dibedakan menjadi hewan diurnal, hewan matutinal, hewan krepuskular, hewan nokturnal, dan hewan metaturnal. Hewan diurnal (aktif disaat siang hari). Hewan matutinal (aktif disaat fajar menjelang pagi). Hewan krepuskular (aktif disaat senja menjelang malam). Hewan nokturnal (aktif disaat malam). Sedangkan hewan metaturnal (aktif disebagian malam juga sebagian siang). “Nokturnal” adalah istilah yang digunakan yang berasal
dari kata Latin “nocturnus” yang berarti “milik malam.” Ini adalah kata yang menggambarkan organisme yang aktif di malam hari, seperti hewan dan tumbuhan.

Pada hewan, “Nokturnalitas” adalah kata yang menggambarkan perilaku mereka untuk makhluk-makhluk ini yang aktif selama waktu malam dan tidur siang hari. Hewan ini memiliki indera penciuman atau berbau dan pendengaran yang tinggi. Beberapa hanya dapat melakukan tugas-tugas mereka di malam hari, seperti kelelawar. Banyak hewan nokturnal biasanya memiliki mata yang lebih besar dari kepala dan tubuh mereka. Nokturnalisi (perilaku nokturnal) yang dilakukan hewan mempunyai tujuan sebagai adaptasi untuk menghindari dan meningkatkan predasi atau proses mangsa memangsa. Dengan menjadi hewan nokturnal
sebagian binatang berusaha menghindari diri dari para pemangsa (predator). Selain itu bagi sebagian jenis hewan lainnya, bermanfaat untuk meningkatkan kemampuan dalam memburu mangsa. Karena hewan nokturnal mencari mangsa di saat malam hari, mereka tidak perlu bersaing dengan banyak hewan lain, karena tidak banyak yang mencari mangsa di saat malam hari. Selain itu hewan menjadi nokturnal sebagai adaptasi terhadap cuaca siang yang panas. Dengan menjadi binatang malam, seekor spesies berusaha mengurangi pengapan cairan tubuh. Ini biasa terjadi di daerah gurun.

Hewan nokturnal biasanya mengembangkan kemampuan pendengaran dan penciuman, serta mempunyai adaptasi khusus pada mata untuk dapat melakukan aktivitas pada kondisi yang minim cahaya. Hewan nokturnal menggunakan indera mereka yang tajam untuk bertahan hidup dan mencari mangsa. Tetapi beberapa hewan nokturnal punya kemampuan khusus, seperti kemampuan ekolokasi milik kelelawar. Selain kelelawar, beberapa hewan nokturnal lain juga punya ciri khusus yang dapat membantu mereka bertahan hidup. Contohnya burung hantu, dan kucing. Burung hantu punya lapisan bulu yang unik pada pinggir sayap mereka, bulu unik itu dapat meredam suara ketika burung hantu menyambar mangsanya. Kucing memiliki rambut tebal dan alas kaki yang empuk, untuk membantu kucing mengintai mangsanya. Beberapa binatang seperti kucing memiliki mata yang dapat beradaptasi pada
kondisi minim cahaya maupun kondisi terang. Beberapa jenis kelelawar hanya dapat beraktifitas di malam hari. Banyak hewan nokturnal seperti tarsius dan burung hantu memiliki mata yang relatif besar dibandingkan ukuran tubuh mereka untuk mengkompensasi tingkat cahaya yang minim pada malam hari. Di kebun binatang, hewan nokturnal ditempatkan pada
kandang khusus kedap cahaya untuk mengalihkan siklus tidur mereka agar tetap aktif selama waktu berkunjung.