Mengapa ada banyak bahasa pemrograman?

Ketika kita ditanya tentang apa bahasa pemrograman yang anda ketahui, akan ada yang menjawab Java, PHP, C, C++, C#, Python, Ruby, Algol dan sebagainya.

Pertanyaan saya adalah Mengapa ada banyak sekali bahasa pemrograman?

Bahasa Pemrograman adalah bahasa penghubung kita sebagai manusia dan sebuah komputer. Komputer yang hanya mengenali 0 dan 1 akan bisa berfungsi sebagai pemudah manusia jika kita sebagai programmer membuat bahasa yang menjembatani, dari sinilah muncul bahasa pemrograman yang kian hari kian bertambah. “Tetapi mengapa bahasa pemrograman sangat banyak? apakah hal tersebut bukannya semakin mempersulit manusia nantinya?” Jawabannya singkatnya adalah kita memang tidak memperlukan bahasa pemrograman sebanyak ini, tapi kita tetap menginginkannya.

Sumber: https://crossbrowsertesting.com/blog/wp-content/uploads/2017/04/Programming-Language-Infographic.png

Pada dasarnya semua bahasa pemrograman bagian intinya adalah sama yaitu menerjemahkan bahasa manusia menjadi bahasa komputer. Tetapi, perbedaannya berbeda pada luarnya, yaitu pada bagian dimana manusia berinteraksi : sintaks, interface, dll. Hal - hal tersebutlah yang membuat bahasa pemrograman memiliki variasi yang sangat banyak dan unik.

Faktor - faktor yang menyebabkan mengapa ada banyak bahasa pemrograman adalah:

  1. Perbedaan fungsi
    Seperti halnya benda - benda dalam kehidupan sehari - hari, misalnya kendaraan beroda, ada mobil yang digunakan untuk perjalanan jarak jauh, sepeda untuk perjalanan jarak pendek/olahraga , traktor untuk bertani, dll. Bahasa Pemrogaman juga memiliki fungsi yang aslinya sama namun akan lebih efisien jika dilakukan sesuai kebutuhan misalnya Ruby dan JavaScript untuk pembuatan web, Java dan C++ biasanya digunakan untuk masalah keuangan karena keamanannya, dan Python dan R untuk analisis statistika

  2. Preferensi yang berbeda
    Diatas perbedaan fungsi, setiap orang tentu memiliki preferensi atau kecenderungan terhadap hal yang berbeda - beda. Ada orang yang suka yang fleksibel sehingga menggunakan Ruby, tetapi ada juga orang yang suka kepastian dan keketatan aturan sehingga menggunakan Java

  3. Lingkungan pemrograman
    Jika anda bekerja pada suatu kantor yang bergerak di bidang IT ataupun anda bekerja freelance secara individu, tentu anda akan menggunakan bahasa pemrogaman yang dipakai oleh teman sekantor anda atau bahasa pemrograman yang cocok digunakan secara individu jika anda bekerja sendiri.

Bahasa pemrograman yang beragam juga akan mendukung adanya perbedaan kreativitas dan menciptakan berbagai macam program yang beragam pula. Dengan adanya banyak program yang unik dan menarik itu, tentu akan muncul juga perusahaan yang unik yang akan tetap menjaga keberagaman bahasa pemrograman.

Sumber: https://svbtleusercontent.com/muafui36fghnhw.jpg

Sumber:

  1. https://stackoverflow.blog/2015/07/29/why-are-there-so-many-programming-languages/


Bahasa pemrograman berkembang dan membaik seiring waktu, manusia mengambil ide dari bahasa yang berbeda dan menggabungkannya ke dalam bahasa baru. Beberapa fitur diperbaiki (mekanisme sistem, jenis sistem), ada pula yang ditambahkan (pengumpulan sampah, penanganan pengecualian), beberapa dihapus (pernyataan goto, manipulasi pointer tingkat rendah).

Pemrogram mulai menggunakan bahasa dengan cara tertentu yang tidak didukung oleh konstruksi bahasa. Perancang bahasa mengidentifikasi pola penggunaan seperti itu dan mengenalkan konstruksi abstraksi / bahasa baru untuk mendukung pola penggunaan semacam itu. Tidak ada prosedur dalam bahasa assembly, tidak ada kelas di C, tidak ada penanganan pengecualian di (awal) C ++, tidak ada cara aman untuk memuat modul baru dalam bahasa awal (di Java).

Faktor mengapa ada banyak bahasa pemrograman adalah :

  1. Abstraksi
    Bahasa tingkat tinggi bertujuan untuk memiliki potongan yang dapat digunakan kembali.Bahasa baru dapat memiliki tingkat abstraksi tambahan.Misalnya, C ++ memperkenalkan lebih banyak dukungan untuk pemrograman berorientasi obyek dan pemrograman generik dibanding C. Awalnya, C adalah subset dari C ++, namun mereka semakin menyimpang dari waktu ke waktu.

  2. Infrastruktur Baru
    Kekuatan sebuah komputer dipengaruhi dengan teknologi pada masa sekarang. Ini berarti tingkat abstraksi baru untuk membantu menangani perangkat keras. Misalnya, bahasa assembly baru untuk menangani perpindahan dari prosesor 16 bit ke 32 bit, node.js, yang merupakan kerangka kerja skala untuk menangani banyak koneksi web bersamaan, dan untuk komputasi ilmiah, kita harus berurusan dengan koneksi ke database dan HPC.

Bahasa bukan hanya tentang sintaks. Sebaliknya, ini berarti mempelajari idiom spesifik bahasa itu, dan memanfaatkan kekuatan uniknya untuk memecahkan masalah kita. Dan dengan mengetahui berbagai bahasa, kita bisa lebih menentukan bahasa mana yang menawarkan fitur yang tepat untuk memecahkan masalah dengan cara yang ekspresif, mudah dipelihara, dan elegan.

Sumber :

http://mikheyevlab.github.io/Computing-Fall-2015/2015/12/03/why-are-there-so-many-programming-languages/

Sebelumnya mari kita samakan presepsi apa itu bahasa pemrograman. Programming language atau bahasa pemrograman adalah bahasa komputer atau bahasa mesin yang berisi perintah atau instruksi untuk pengoprasian komputer. Bahasa pemrograman ini sendiri merupakan suatu kumpulan dari peraturan-peraturan sintaks dan semantik yang digunakan dan dipakai untuk mengartikan program-program dalam komputer.

Jika berbicara mengapa ada banyak bahasa pemrograman tentu alasan utamanya karena di dunia ini juga banyak bahasa untuk berkomunikasi, dan juga bahasa memiliki fungsinya tersendiri. Misalnya bahasa formal, bahasa isyarat, dan masih banyak lagi. Dalam pengembangannya, bahasa pemrograman pasti memiliki kekurangan dan kelebihannya masing-masing sehingga ada saja kelompok yang ingin menyempurnakan bahasa tersebut. Pada akhirnya inilah yang menyebabkan ada banyaknya bahasa pemrograman.

Bahasa pemrograman digunakan sesuai dengan fungsinya, anggap saja kita mempunyai sepatu yang beraneka ragam. Tentu kita akan memakainya sesuai kebutuhan, jika kita ingin berlari maka kita akan memakai sepatu running dan tidak mungkin kita berlari menggunakan sepatu berhak.

Awalnya bahasa pemrograman hanyalah bahasa mesin yang mengerti angka 1 dan 0. Manusia kemudian berpikir untuk mengembangkan teknologi, agar teknologi itu dapat berfungsi maka diciptakanlah bahasa pemrograman sehingga komputer menjadi mengerti apa yang diinginkan oleh manusia dan mengerjakan apa yang diinstruksikan.

Bahasa pemrograman dibedakan atas tipenya, fungsinya, atau orientasinya. Misalnya bahasa pemrograman untuk membuat web, mobile apps, database. Atau bahasa pemrograman berorientasi objek dan bahasa pemrograman terstruktur. Berikut adalah tingkatan dari bahasa pemrograman itu sendiri :

  1. Bahasa pemrograman tingkat rendah
    Bahasa pemrograman tingkat rendah biasa disebut Assembly yang biasa digunakan untuk memberi instruksi serta perintah kepada komputer dengan menggunakan kode-kode. Misalnya kode SUB, CMP, JMP, MOV, dsb. Dikatan tingkat rendah karena sintaks yang digunakan masih jauh dari bahasa manusia.

  2. Bahasa pemrograman tingkat menengah
    Bahasa ini merupaka gabungan bahasa tingkat rendah dengan instruksi atau perintah bahasa manusia. Biasanya berupa simbolik seperti tanda sama dengan, tanda seru, titik, koma,dsb.
    Disebut bahasa tingkat menengah karena perpaduan bahasa komputer dan bahasa manusia. Contoh dari bahasa pemrograman ini adalah bahasa C.

  3. Bahasa pemrograman tingakt tinggi
    Dikatakan bahasa tingkat tinggi karena struktur bahasanya mirip dengan bahasa manusia, seperti if, else, while, do, end, break, dsb. Tetapi agar komputer mengetahui bahasa manusia maka dibutuhkan interpreter dan compiler. Hampir semua bahasa pemrograman yang dipakai sekarang ini adalah bahasa tingkat tinggi kecuali Assembly dan C.

Menjadi sebuah sesuatu yang unik karena bahasa pemrograman tingkat tinggi menggunakan bahasa inggris sebagai sintaksnya. Hal ini disebabkan karena bahasa pemrograman banyak diciptakan oleh orang-orang dengan bahsa pengantar inggris dan bahasa inggris merupakan bahasa internasional sehingga diharapkan semua orang dapat mengerti dan dapat menggunakan bahasa pemrogrman yang mereka buat.

Jadi kesimpulan yang bisa diambil adalah bahasa pemograman menjadi sangat banyak karena tuntutan teknologi yang semakin canggih maka bahasa yang digunakan harus semakin manusiawi. Selain itu, banyaknya bahasa pemrograman dipengaruhi oleh penggunaan bahasa pemograman itu sendiri. Manusia selalu berusaha untuk memperbaiki bahasa pemrograman yang ada hingga akhirnya nanti komputer bisa mengerti secara langsung apa yang manusia inginkan.

Sumber :
https://medium.com/@jennymandl/why-are-all-programming-languages-in-english-12b1312bada4
https://www.fastcompany.com/3031443/why-does-the-world-need-more-programming-languages