Menahan Emosi: Baik atau Buruk?

Emosi merupakan respon pribadi terhadap apa yang telah terjadi pada diri sendiri. Emosi berguna sebagai penyampai pesan terhadap apa yang sebenarnya telah terjadi pada kita, dengan harapan kita dapat memberikan feedback yang sesuai terkiat hal itu. Namun, beberapa orang ada yang suka menahan emosi mereka.

Menurut Youdics apakah hal ini baik atau buruk untuk dilakukan? mengapa demikian?

Rasa kesal dan marah adalah hal yang wajar terjadi. Walau begitu, ternyata perasaan marah yang terus kamu tahan akan menyebabkan banyak gangguan. Salah satu hal yang terpengaruh ketika kamu menahan marah adalah gangguan terhadap kesehatan mental seseorang.

Kesehatan mental dapat terganggu karena selalu menahan rasa frustasi, sakit hati, hingga kecewa. Memang, kemarahan yang timbul dapat diolah menjadi sesuatu yang berbahaya atau bermanfaat. Bagaimana rasa marah dapat mengganggu kesehatan mental?

Beberapa orang akan mengekspresikan kemarahan dengan cara yang berbeda. Orang tersebut mungkin akan mulai melukai diri sendiri atau orang lain yang berada di sekitarnya. Kemarahan juga dapat menjadi pertanda seseorang mengalami hal yang sedih, depresi, hingga gangguan kesehatan mental lainnya.

Banyak orang yang mengekspresikan kemarahannya dengan cara yang tidak sewajarnya sehingga dapat menyebabkan bahaya, seperti:

  • Emosi yang meledak-ledak: Kemarahan tersebut menyebabkan kamu mengalami pelecehan fisik atau kekerasan. Kamu harus menghindari interaksi terlalu banyak dengan orang lain untuk menghindari emosi terpancing.
  • Represi Kemarahan: Beberapa orang menganggap apabila rasa marah adalah emosi yang tidak pantas diperlihatkan sehingga harus menahannya. Dengan menahan amarah, kamu mengubah perasaan tersebut menjadi depresi dan rasa cemas.

Cara untuk Mengelola Kemarahan

  1. Ketika sudah mulai marah, coba untuk bernapas dalam-dalam lalu bicara pada diri sendiri sesuatu yang positif sehingga pikiran untuk marah dapat diredam. Tarik napas dalam-dalam sambil menenangkan diri sendiri.
  2. Mengekspresikan kemarahan yang kamu rasakan lebih baik dibanding harus menahannya. Kemarahan harus diekspresikan dengan cara yang tepat. Ledakan kemarahan umumnya menyebabkan masalah yang lebih besar dengan orang lain.
1 Like

Menahan emosi ada dampak bahayanya bagi tubuh. Jadi bisa dibilang menahan emosi ini dikategorikan buruk. Karena energi akibat dari emosi merupakan energi yang tidak sehat bagi tubuh. Energi dari emosi yang ditekan bisa menjadi penyebab dari tumor, pengerasan arteri, kaku sendi, serta melemahkan tulang, sehingga hal ini dapat berkembang menjadi kanker, melemahkan sistem kekebalan tubuh, dan membuat tubuh rentan terhadap penyakit.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Psychosomatic Research ini menemukan bahwa memendam emosi dapat meningkatkan risiko kematian karena penyakit jantung dan juga kanker. Penelitian ini juga turut membuktikan penelitian sebelumnya yang menghubungkan antara emosi negatif, seperti marah, cemas, dan depresi, dengan pengembangan dari penyakit jantung (Kubzansky dan Kawachi, 2000).

Summary
1 Like

Belum ada studi atau penelitian yang menyebutkan bahwa menahan emosi akan membuat kamu seketika mengidap penyakit berbahaya. Hanya saja, menahan amarah akan menurunkan sistem imun tubuh menurut sebuah studi. Akibatnya, ada penyakit-penyakit yang mungkin muncul, seperti:

  • Tekanan darah tinggi
  • Penyakit kardiovaskular
  • Masalah pada saluran pencernaan
  • Perubahan nafsu makan
  • Otot tegang
  • Gangguan tidur hingga kelelahan

Jika semakin lama memendam amarah, bukan tidak mungkin penyakit kronis akan mengintai kamu.

Summary

https://www.sehatq.com/artikel/hati-hati-menahan-amarah-ternyata-berdampak-buruk-bagi-kesehatan

1 Like

Sebagai makhluk hidup kita memiliki kecerdasan untuk merasakan. Emosi merupakan reaksi penilaian negatif atau positif yang kompleks dari saraf terhadap sebuah rangsangan yang kemudian muncul dari luar dan dalam. Emosi atau reaksi tersebut terdiri dari 6 emosi dasar yaitu marah, sedih, senang, terkejut, jijik, dan takut. Emosi ini juga merupakan suatu hal yang wajar untuk ada disetiap orang. Adanya emosi dapat membuat kita leluasa dalam menyampaikan ekspresi atau persepsi yang ada didalam pikiran menjadi suatu tindakan.

Bagi sebagian orang mungkin terbiasa untuk memendam emosinya. Memendam emosi merupakan suatu keadaan ketika kita menghindari atau tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat. Menurutku dengan memendam emosi ini dapat berdampak buruk baik terhadap kondisi fisik, mental, maupun hubungannya dengan orang lain.

Dari referensi yang aku baca terdapat beberapa tips untuk dapat mengungkapkan emosi dengan cara yang tepat dan sehat, yaitu:

  • Renungkan dan tanyakan pada diri sendiri, perasaan apa yang sedang dirasakan sebagai bentuk bahwa kita memahami diri kita sendiri
  • Ungkapkan perasaan tersebut, jika mengalami kesulitan cobalah untuk menggunakan suatu media seperti mendengarkan lagu
  • Latih diri kita untuk mengungkapkan perasaan kita seperti “aku merasa sedih” atau “aku merasa kecewa”
  • Cerita pada keluarga atau teman yang bis akita percayai
Referensi

Peran Emosi Positif Dan Emosi Negatif – Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Purwokerto
Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Memendam Emosi - Alodokter

Saat ini emosi memiliki peran yang sangat penting dalam proses berinteraksi dan pengembangan diri. Kebanyakan orang abai akan adanya emosi di dirinya maupun diri orang lain, hal ini akan mengakibatkan menurunnya kecerdasan manusia secara emosional. Padahal, emosi menjadi salah satu aspek yang memiliki pengaruh besar atas sikap manusia selama ini. Hal itu dibarengi dengan dua aspek yang lain, yaitu adanya daya pikir (kognitif) dan psikomotorik (konatif). Pengetahuan yang mendalam tentang emosi sendiri menjadi salah satu cara untuk meningkatkan dan mengembangkan kematangan emosi di diri. Seseorang cenderung memiliki sifat negatif terhadap emosi dan tidak mengetahui emosi apa yang sedang dia rasakan, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman mengenai aspek emosi ini.

Biasanya sering kita jumpai seorang anak akan dididik dan dibiasakan untuk tidak boleh menangis tentang sesuatu, dididik untuk tidak terlalu memakai perasaan, hingga akhirnya anak akan berpikir tentang memiliki perasaan, merupakan suatu hal yang negatif dan hal tersebut harus dihindari. Hal ini akan menyebabkan anak akan tumbuh menjadi orang yang rasional dan akan sulit baginya untuk mengerti perasaan yang sedang dialami oleh orang lain, dan menuntut agar orang lain sepertinya, tidak menggunakan emosi.

Pada hakikatnya emosi ini merupakan gambaran dari perasaan manusia saat menghadapi berbagai situasi dan kondisi yang berbeda. Hal itu wajar, karena emosi ini merupakan reaksi alamiah manusia terhadap berbagai kondisi yang nyata, maka sejatinya tidak ada emosi yang baik ataupun emosi yang buruk. Timbul rasa takut akan hal yang akan terjadi, rasa khawatir, rasa cemas, serta adanya rasa marah atas perubahan yang akan datang. Kadang orang-orang tidak mengubah pola perilakunya hanya karena rasa-rasa tersebut, sehingga kurang berani untuk menapaki jalur-jalur menuju jenjang kesuksesan. Kondisi ini sekaligus membuat penjelasan mengenai mengapa seseorang hanya pasrah dengan keadaan, karena dia takut untuk melangkah, hingga akhirnya menjadi orang yang gagal. Jadi, emosi tidak hanya melulu soal marah-marah saja dan sudah sepatutnya untuk diungkapkan. Sehingga, menurutku tidak perlu untuk selalu ditahan-tahan. Kalau ingin marah tentunya harus melatih kesabaran agar bisa menahan amarahnya.

Referensi

Pengertian Emosi, Macam-Macam Emosi, & Emosi Positif Negatif

Banyak orang tidak menyadari bahaya memendam emosi dan memilih untuk menutupinya. Padahal, emosi yang dipendam bisa berpengaruh negatif terhadap kondisi fisik maupun mental, serta tidak jarang memberikan dampak buruk pada hubungan dengan orang lain.

Memendam emosi adalah suatu kondisi ketika pikiran kita sedang menghindari, tidak mengakui, atau tidak dapat mengekspresikan emosi dengan cara yang tepat, baik secara disadari ataupun tidak disadari. Beberapa emosi yang seringkali dipendam antara lain adalah kemarahan, frustrasi, kesedihan, ketakutan, dan kekecewaan.

Kebiasaan memendam emosi tidak akan membuat emosi itu hilang, justru malah akan membuat emosi tersebut tinggal di tubuh kita. Alih-alih membuat lega, memendam emosi justru akan membuat kita merasa lebih terbebani.

Kebiasaan memendam emosi tidak akan membuat emosi itu hilang, justru malah akan membuat emosi tersebut tinggal di tubuh kita dan efeknya akan menjadi tidak baik. Jadi, tidak heran jika memendam emosi yang seharusnya disampaikan bisa berdampak negatif pada diri kita. Berikut ini adalah beberapa bahaya memendam emosi yang perlu diwaspadai:

  1. Melemahkan sistem kekebalan tubuh
    Memendam emosi memang tidak akan langsung menyebabkan suatu penyakit. Namun, kondisi ini dapat melemahkan sitem kekebalan tubuh, sehingga membuat kita lebih mudah terserang berbagai jenis penyakit, mulai dari penyakit ringan seperti pilek, hingga penyakit kronis seperti kanker.
  2. Mengakibatkan kecemasan berlebih
    Emosi yang dipendam terus-menerus juga bisa menyebabkan gangguan cemas. Gangguan cemas berkepanjangan mengakibatkan otak memproduksi hormon stres secara berkala. Hal ini pada akhirnya bisa berdampak negatif pada kesehatan fisik, seperti sakit kepala, mual, muntah, hingga kesulitan bernapas.
  3. Mengakibatkan depresi
    Emosi negatif yang tidak tersalurkan dengan baik juga dapat mengakibatkan depresi. Jika sudah sampai pada tahap ini, emosi negatif akan berubah menjadi perasaan hampa, putus asa, bahkan perasaan ingin mengakhiri hidup.
  4. Menyebabkan berbagai penyakit kronis
    Produksi hormon stres yang tinggi akibat memendam emosi juga bisa meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Jika terjadi dalam jangka panjang, hal ini dapat menyebabkan Anda berisiko lebih tinggi untuk menderita berbagai penyakit kronis, seperti stroke dan gagal jantung.
Summary

Jangan Anggap Sepele, Ini Bahaya Memendam Emosi - Alodokter

1 Like