Membaca lewat buku atau gawai?

Tren teknologi saat ini membawa kebiasaan manusia dari dunia realitas menuju dunia digital, termasuk bagaimana cara manusia membaca. Beberapa perusahaan seperti Amazon telah mengeluarkan gawai pembaca buku seperti Kindle atau ada juga Sony dengan PRS-T2 nya.

Namun, adakah dampak terhadap pemahaman kita dari kedua cara membaca yang berbeda ini?

Tren teknologi saat ini membawa kebiasaan manusia dari dunia realitas menuju dunia digital, termasuk bagaimana cara manusia membaca. Beberapa perusahaan seperti Amazon telah mengeluarkan gawai pembaca buku seperti Kindle atau ada juga Sony dengan PRS-T2 nya.

Namun, adakah dampak terhadap pemahaman kita dari kedua cara membaca yang berbeda ini?
Sains menujukkan bahwa kita akan dapat lebih mengingat isi tulisan saat membaca dengan buku daripada dengan gawai semacam Kindle. Riset yang dilakukan oleh tim dari Norway’s Stavanger University menguak hal ini setelah melakukan percobaan pada 50 orang, dengan memberikan cerita pendek kepada mereka. Dengan 25 orang membaca buku dan 25 yang lain membaca kindle. Yang kemudian diuji ingatannya dengan karakter, setting, dan objek pada cerita.

Ternyata, mereka yang membaca dengan gawai lebih buruk dalam mengingat daripada dengan mereka yang membaca kertas. Kinerja rekonstruksi cerita oleh peserta yang membaca dengan kertas mampu lebih baik menceritakan ulang isi cerita.

Menurut Anne Mangen, ketua tim peneliti tersebut, hal ini terjadi karena pengalaman yang diberikan oleh gawai dengan kertas sangat berbeda. Ketika kita membaca buku, kita merasakan pengalaman memindah halaman dengan jari kita dan menggenggam buku dengan tangan yang lain, pengalaman yang tidak didapatkan di gawai. Pengalaman itu bekerja pada 2 sensor, penglihatan dan sentuhan, yang membuat ingatan terhadap proges cerita lebih terasa dan diingat. Berbeda dari gawai yang hanya merangsang satu sensor saja, yaitu penglihatan.

Sumber: