© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Manfaat dibalik tidur menghadap kanan

tidur

Nabi Muhammad SAW mengajarkan kita untuk tidur dengan posisi miring atau menghadap ke kanan. Dalam sebuah hadis riwayat Bukhari dan Muslim, Nabi mengajarkan agar kita berbaring atau tidur di atas rusuk sebelah kanan, yang berarti posisi miring ke kanan. Rupanya, kini ilmuwan berhasil mengungkap rahasia di balik anjuran tidur dalam posisi berbaring miring ke kanan.

1 Like

Dengan tidur dalam posisi menghadap ke kanan, menurut ilmuwan akan memberikan manfaat untuk tubuh, salah satunya kesehatan jantung dan pencernaan. Dr. Zafir al-Attar, seorang peneliti dari Australia, menjelaskan, pada saat manusia tidur dalam posisi miring ke kanan ini, jantung hanya akan terbebani oleh paru-paru kiri yang berukuran kecil. Posisi ini juga menempatkan hati pada posisi yang stabil.

Penelitian menunjukkan saat manusia tidur dengan menyamping ke kanan, makanan akan mampu dicerna oleh usus dalam waktu 2,5 hingga 4,5 jam. Akan tetapi, dalam posisi tidur yang lain, makanan akan selesai dicerna setelah 5 hingga 8 jam.

Pencernaan lancar, tentu saja akan memperlancar buang air besar. Bila tubuh miring ke sebelah kanan, maka proses pengisian usus besar sebelum anus akan lebih cepat penuh. Hal ini dapat merangsang gerak usus besar diikuti relaksasi dari otot anus sehingga merangsang keinginan untuk buang air besar.

Selain itu, dengan tidur menghadap ke kanan, lambung juga dapat beristirahat. Dalam tubuh manusia, lambung berbentuk tabung yang memiliki lubang menuju usus di bagian kanan bawah. Jika tidur dengan posisi ke kiri, maka proses pencernaan yang bersifat asam akan terganggu. Selain itu, tidur miring ke kiri dapat menyebabkan cairan usus yang bersifat basa, masuk kembali ke lambung.

Dijelaskan pula bila seseorang tidur menyamping ke kiri, maka ini tidak baik untuk kesehatan, terutama organ jantung. Posisi tidur semacam ini, maka paru-paru sebelah kanan, yang berukuran besar akan menekan ke arah paru-paru. Ini berpengaruh terhadap kinerja jantung, khususnya mereka yang berusia lanjut.

Setelah mengetahui banyak manfaat yang akan didapatkan ketika tidur dengan posisi miring ke kanan, maka alangkah lebih baik jika kita mengikuti sunah Rasulullah. Selain tidur menjadi lebih nyenyak, kesehatan badan pun terus terjaga dengan baik.

Sumber : http://jadiberita.com/103217/penjelasan-ilmiah-anjuran-islam-tidur-menghadap-kanan.html

2 Likes

Tidur merupakan kebutuhan yang penting bagi seluruh makhluk hidup termasuk manusia.Manusia selama hidupnya harus ada waktu-waktu istirahat berupa tidur. Tidur sehat adalah dambaan setiap orang, dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia. Nabi Muhammad Saw telah memberikan anjuran untuk tidur dengan berbaring ke sebelah kanan, karena posisi tersebut dapat mewujudkan kenyamanan pada tubuh dan jiwa.

Tidur termasuk salah satu nikmat dan rahmat yang diberikan Allah Swt. ke pada hamba-Nya. Dalam hal ini Allah Swt. berfirman: “ Dan diantara tanda-tanda kebesaran-Nya adalah Allah Swt. menjadikan tidur kalian disiang hari dan dimalam hari.” (Qs. ar-Rum: 23) dengan demikian maka firman Allah Swt: ”… dan kami jadikan tidurmu untuk istirahat…” (Qs. An-Naba’: 9) merupakan indikasi terhadap nikmat terbesar diantara nikmat-nikmat yang diberikan Allah Swt. kepada hamba-Nya. Tidak diragukan lagi bahwa alam tidur yang dirasakan selama ini adalah alam yang sangat menakjubkan dan penuh dengan misteri, karena manusia terbiasa menghadapinya, maka hilanglah rasa takjub tersebut.Sehingga tidak lagi menarik perhatian dan mengejutkannya.

Tidur sehat adalah dambaan setiap orang. Dengan tidur yang sehat maka akan memberikan dampak jangka panjang pada kesejahteraan fisik dan psikis manusia. Yang banyak diterima oleh kita mengenai tidur delapan jam sehari sebagai tidur sehat ternyata dipatahkan oleh penelitian Daniel F.Kripke, seorang profesor ahli psikiatri dari Universitas California.

Hasil penelitiannya selama sekitar enam tahun di Amerika Serikat dan Jepang menyimpulkan bahwa tidur selama delapan jam sehari memiliki resiko kematian lebih cepat dibandingkan selama 6-7 jam sehari. Penelitian tersebut melibatkan responden berusia 30-120 tahun (Hidayatullah, 2010).

Menurut Zhafir al-Aththar, saat seseorang tidur telungkup, beberapa saat kemudian ia akan merasa sesak napas, karena dadanya sulit berkontraksi saat bernapas. Posisi tengkurap juga dapat menyebabkan pembengkokan tulang belakang leher, selain itu posisi ini juga akan meletihkan jantung dan otak (Thayyarah, 2013).

Abu Hurairah meriwayatkan bahwa Rasulallah Saw.melihat seorang laki-laki tidur tengkurap, maka beliau bersabda:

َلﺎَﻗ َة َﺮْﯾ َﺮُھ ﻲِ ﺑَ أ ْﻦَﻋو ٍَﺮْﻤَﻋﺔَﻤَﻠَﺳِﻦْﺑﻮُﺑَِﺪﱠﻤأﺎ َ ﺤُﻣﻨَﺛﱠﺪَﺣْﻦَﻋ ِﻢﯿ ِﺣ ﱠﺮﻟا ُﺪْﺒَﻋ َو َنﺎَﻤْﯿَﻨَﻠُﺳﺛﱠﺪَﺣُﻦْﺑ ُةَﺪْﺒَﻋ ﺎ

ﱠ ا ﺎَﮭﱡﺒﻻِﺤُﯾٌﺔَ ﻌ ْﺠَﺿ ِهِﺬَھ ﱠنِ إ َلﺎَﻘَﻓ ِﮫِﻨ ْﻄَﺑ ﻰَ ﻠَﻋ ﺎً ﻌ ِﺠَﻄْﻀُﻣُلﻮُﺳًﻼُﺟَرىََرأَرﻢﱠ ﻠَﺳ َو ِﮫ

Artinya: Abu Kuraib menceritakan kepada kami, Abdah bin Sulaiman, dan Abdurrahim menceritakan kepada kami, dari Muhammad bin Amr, Abu Salamah menceritakan kepada kami, dari Abu Hurairah, ia berkata, "Rasulallah SAW.melihat ada seseorang tidur dengan tengkurap (bertumpu) pada perutnya. Beliau bersabda,'Tidur seperti ini (tengkurap) tidak disukai oleh Allah '. (HR. al-Tirmidzi)

Ibnu Qoyyim, seorang intelektual Islam berkata: “Barangsiapa yang memperhatikan pola tidur RasulallahSaw.niscaya ia akan memahami pola tidur yang benar dan paling bermanfaat untuk badan dan organ tubuh” (Hidayatullah, 2010).

Tidur Nabi Rasulallah Saw. adalah tidur yang paling baik dan bermanfaat bagi tubuh dan kekuatannya, begitu pula bangun beliau, Rasulallah Saw. tidur pada awal malam sekitar jam 9 malam dan bangun sekitar jam 2 pagi dini hari (kurang lebih 5 jam tidur). Setelah bangun beliau bersiwak, wudu, dan mendirikan shalat tahajud hingga waktu shalat subuh, kemudian beliau beristirahat sejenak hingga waktu terbitnya matahari. Yang demikian ini tentu akan mendatangkan kebaikan hati dan badan, di dunia dan di akhirat (Al-Jauziyah, 2000).

Cara Tidur Rasulullah Saw

Untuk mendapatkan tidur yang sehat dan nyaman, maka dianjurkan untuk meneladani bagaimana cara tidur Nabi Muhammad Saw. tidur Nabi Muhammad Saw. tidur yang sangat baik bagi kesehatan, setiap posisi dan waktu yang beliau pilih untuk tidur sangat bermanfaat bagi kesehatan bahkan jauh sebelum ilmu kedokteran berkembang seperti sekarang. Berikut ini merupakan cara tidur Nabi Muhammad Saw.

Tempat tidur Nabi Muhammad Saw: Terkadang Nabi Muhammad Saw. tidur di atas kasur, kulit yang sudah disamak, tikar, tanah, dipan, dan terkadang di atas kain hitam (Al-Jauziyah, 2000).

Waktu tidur Nabi Muhammad SawRasulallah Saw biasa tidur pada awal malam dan bangun pada akhir malam, tapi terkadang juga tidak tidur pada awal malam karena melayani kemaslahatan orang-orang muslim. Mata beliau tidur tapi hati beliau tidak tidur. Imam al-Ghazali berkata: “Ketahuilah bahwa waktu malam dan siang berjumlah dua puluh empat jam. Janganlah tidurmu melebih delapan jam, hal itu sudah cukup banyak.Sekirannya anda hidup enam puluh tahun, maka dua puluh tahun atau sepertiga dari usiamu telah anda hilangkan.”

Manfaat dan Hikmah Tidur

Menurut Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah, manfaat tidur itu ada dua macam: Untuk ketenangan anggota tubuh dan mengistirahatkannya. Mengistirahatkan otak khususnya serebal korteks yakni bagian otak yang terpenting atau fungsi mental tertinggi, yang digunakan untuk mengigat, memvisualisasikan, membayangkan, menilai, serta memberi argumentasi.

Pada waktu tidur tubuh dapat membuang semua zat limbah dari otot, memperbaiki sel, menyimpan atau mengembalikan energi, memperkuat sistem kekebalan tubuh, atau mengembalikan kemampuan yang hilang dalam satu hari. Ketika tidak mendapatkan tidur yang cukup, badan tidak dapat bekerja dengan tidak normal. Misalnya menurunya kadar hormon dan fungsi sistem kekebalan tubuh.

Berbaring ke Kanan Ditinjau dari Segi Medis

Pada umumnya umat muslimmenggunakan organ tubuh bagian kanan sebagai anggota tubuh yang dominan dalam beraktifitas seperti makan, memegang, dan lainnya. Mengenai tidur Nabi Muhammad Saw.juga menganjurkan untuk memulai dengan berbaring ke sebelah kanan, kemudian beliau berbalik bertumpu sedikit pada sisi kiri. Dengan posisi tersebut proses pencernaan lebih cepat karena condongnya lambung di atas hati. Kemudian beliau kembali tidur bertumpu pada sisi kanan lagi, agar makanan segera larut dari lambung (Hidayatullah, 2010).

Selain bermanfaat bagi pencernaan, ada beberapa manfaat lain yang dapat diambil dari posisi tidur miring ke kanan, sebagai berikut: Dengan tidur pada posisi sebelah kanan, maka otak bagian kiri yang pusat jaringan saraf segala aktifitas organ tubuh bagian kanan akan terhindar dari bahaya yang timbul akibat sirkulasi yang melambat saat tidur atau diam.

Jantung sebagai pusat pompa darah ke seluruh tubuh, terkait efek tiga posisi tidur yakni posisi terlentang, tubuh miring ke kiri, dan miring ke kanan terhadap jantung dengan menggunakan alat pengukur sepektrum jantung didapatkan hasil bahwa aktifitas jantung terbaik didapatkan pada saat subjek penelitian tidur dengan posisi miring ke sebelah kanan (Amna dan Hendri Okarisman, 2015).

Tidur dengan posisi miring ke kanan juga akan meningkatkan pengosongan kandungan empedu pancreas (Hasan, 2013).

2 Likes