Kenapa kulit menjadi berkerut setelah berenang atau bermain air?

Berenang

Biasanya, kulit yang ada di jari-jari kita akan berkerut sehabis berenang, mandi atau bermain air. Kenapa bisa begitu?

Sistem saraf simpatik bertugas mengatur detak jantung dan tekanan darah pada tubuh. Saraf ini juga berperan saat kita berada di air. Saraf ini membuat tubuh kita bisa beradaptasi dengan air. Caranya dengan menyempitkan pembuluh darah di jari tangan dan kaki. Dengan begitu, aliran darah ke jari tangan dan kaki berkurang. Saat itu, kulit-kulit kita membentuk lipatan seperti keriput.

Kerutan ini adalah cara yang dilakukan tubuh untuk bertahan di air. Kaki kita juga semakin mudah berjalan di air.

Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1935 menunjukkan fakta yang berbeda dimana beberapa pakar kesehatan melakukan penelitian pada mereka yang mengalami kerusakan saraf. Secara mengejutkan, pasien kerusakan saraf ini sama sekali tidak mengalami masalah kulit keriput meskipun mereka telah berenang dalam waktu yang sangat lama. Melihat adanya fakta ini, pakar kesehatan lebih meyakini teori dimana kulit keriput ini akan muncul karena reaksi alami dari saraf.

Yang menarik adalah, beberapa pakar biologi meyakini jika kulit yang menjadi keriput sendiri adalah sebuah proses evolusi tubuh manusia yang memungkinkan kulit pada tangan atau kaki untuk lebih baik dalam menempel permukaan lantai atau dinding kolam sehingga kita tidak akan mudah tepeleset atau terjatuh. Selain itu, jika kita memerlukan suatu barang layaknya botol minuman, maka tangan kita pun tidak akan kesulitan mengambil barang tersebut meskipun permukaannya licin. Satu hal yang pasti, jika kulit kita masih mengalami keriput karena berenang terlalu lama, maka kita pun bisa dipastikan masih memiliki kesehatan saraf yang baik.

Sumber : http://doktersehat.com/mengapa-kulit-jari-menjadi-keriput-saat-berenang/