Kenali Kesalahan Webvan pada Online Grocery Store

Salah satu perusahaan yang bergerak di bidang kebutuhan barang pokok (grocery) online adalah Webvan, dan mungkin bisa juga dikatakan ialah perusahaan inilah yang memulai perdagangan barang rumah tangga secara online. Perusahaan yang bertempat di Caifornia, US, ditemukan pada tahun 1996 dan meraih 375 juta dolar pada November 1999. Namun pada July 2001, Webvan menutup bisnisnya, dikarenakan merugi pada tiap tahunnya. Berbagai sumber, baik buku, artikel, jurnal telah banyak menganalisis sebab-sebab jatuhnya Webvan, salah satunya adalah artikel dari techcrunch, Webvan banyak membuat kesalahan dari mahalnya barang yang dijual, membuat infrastruktur yang terlalu kompleks. Meskipun telah banyak menuai keuntungan, namun Webvan terus berfokus pada warehouse, yang mana terus meningkatkan perkembangan pada gudangnya dengan menggunakan bantuan robot, menguras pendapatannya dengan menempatkan orang-orang terbaik hanya untuk pengelolaan gudangnya, dengan algoritma-algoritma yang rumit hingga terciptalah robot untuk membantu dalam masalah pergudangan.

Untuk segi desain website, mungkin dikarenakan telah cukup lama dan belum banyak layanan online, cukup banyak yang puas dan mendapat cukup banyak rate, yaitu rata-rata sekitar 4/5, meskipun tampilan website cukup biasa dengan gambar konten yang flat dan kurang menarik, sehingga seharusnya diperbaiki. Pelayanan yang diberikan juga cukup memuaskan, meskipun beberapa sumber menyatakan bahwa Webvan sering terlambat dalam mengantarkan barang dagangannya.

Saya setuju dengan cara Webvan dalam berinovasi, inovasi webvan dalam penjualan barang pada saat itu merupakan hal yang sangat mengesankan. Inovasi tersebut juga sangat membantu masyarakat dalam memennuhi kebutuhan sehari-hari. Tetapi, menurut saya, kesalahan yang mendasar terdapat pada investasi teknologi dan pengembangan infrastruktur yang terlalu berlebihan, yaitu dengan meningkatkan perkembangan menggunakan robot, menempatkan orang-orang ahli untuk mengelola gudang. Inovasi tersebut tentunya membutuhkan biaya yang sangat besar, yang tentunya dapat menekan biaya penjualan barang untuk mendapatkan kembali keuntungan setelah terkurasnya pendapatan untuk mengeluarkan inovasi tersebut. Dengan mahalnya harga barang, tentunya konsumen akan berpikir ulang untuk berbelanja di Webvan. Dengan sedikitnya barang yang dikirimkan, juga merupakan alasan Webvan mengalami kerugian. Kerugian tersebut terjadi karena tidak efisien nya pengiriman barang, untuk mengantar satu barang atau beberapa item saja diperlukan biaya transportasi yang cukup besar jika pengiriman barang dalam satu waktu hanya dilakukan untuk satu konsumen saja.Namun, jika pesanan barang dari banyak konsumen dikirim dalam waktu bersamaan, maka akan terjadi keterlambatan saat pengiriman barang.

http://knowledge.wharton.upenn.edu/article/what-webvan-could-have-learned-from-tesco/

Kesalahan webvan memang terletak pada pengembangan infrastruktur yang terlalu berlebihan dikarenakan saat itu Webvan cukup pesat dan menghasilkan banyak uang akan tetapi melakukan pengembangan yang terlalu cepat, dan dia juga belum benar-benar mengetahui calon konsumennya sehingga dia mematok harga yang cukup tinggi dikarenakan biaya infrastruktur dan itu adalah hal yang membuat para konsumen tidak lagi berbelanja online di Webvan. Memang beberapa hal dapat menyebabkan kesuksesan suatu produk seperti yang tertulis pada artikel ini yaitu Eksekusi sangat penting. Ide juga sangat berpengaruh. Tapi, mungkin waktu bahkan lebih penting lagi. Dan cara terbaik untuk memilih waktu yang tepat adalah dengan melihat apakah konsumen benar-benar siap untuk produk Anda. Jadi kita harus melihat produk kita dari segi design maupun harga dan cara melayani mereka (pada webvan misalnya yang seharusnya juga fokus terhadap pengiriman barangnya) yang kita tawarkan pada konsumen, itu beberapa hal yang dapat mempengaruhi kesuksessan produk kita.

ini juga menjadi salah satu keslahan webvan dalam proses pengembangannya ,

“Webvan committed the cardinal sin of retail, which is to expand into a new territory before we had demonstrated success in the first market. In fact, we were busy demonstrating failure in the Bay Area market while we expanded into other regions.” – Mike Moritz, former Webvan board member and partner at Sequoia Capital.

menurut sebuar Artikel Di beberapa titik setiap startup yang sukses harus mulai scaling up dan memperluas bisnis mereka. Tetapi harus dilakukan ketika sebuah model bisnis yang pertama terbukti berhasil.Nah Webvan melakukan kesalahan yang besar yaitu memperluas wilayah sebelum wilayah pertama berhasil. biaya yang di keluarkan untuk juga sangat banyak ,dan pengeluaran tidak sebanding dengan pemasukan.

Menurut saya dibalik kegagalan Webvan, terdapat pelajaran yang penting untuk perusahaan-perusahaan lain. Berdasarkan artikel yang saya baca, CEO Amazon, Jeff Bezos menemukan suatu inovasi, yaitu grocery delivery service, AmazonFresh. Dapat dikatakan Amazon Fresh merupakan Online grocery store versi Amazon.
Bezos mengambil 4 pelajaran dari kesalahan Webvan :
1.Hire those in charge of the failed strategy
JIka kamu ingin memasuki sebuah bisnis baru, tidak ada salahnya untuk memperkerjakan seseorang yang telah sukses pada bisnis nya untuk menjalankan operasi pada perusahaan. Tetapi Bezos melakukan hal yang sebaliknya, ia memperkerjakan para eksekutif yang bertanggung jawab atas kesalahan dari strategi Webvan.Ternyata memperkerjakan seseorang yang pernah gagal adalah sesuatu yang menjanjikan untuk sebuah kesuksesan dimasa depan. Hal ini karena, Bezos telah memikirkan kesalahan apa yang terjadi, dan dari kesalahan yang para executives lakukan, mereka dapat membuktikan bahwa ia dapat menerapkan pelajaran yang ia dapat untuk menghidupkan kembali reputasi nya.

2.Acquire thechnology invented by the failed executive
Mountz adalah seseorang yang berperan penting pada webvan, ia adalah seorang mahasiswa yang belajar di MIT, ia adalah seseorang yang mendirikan Perusahaan Robotik Kiva Systems. Mountz jugalah yang mempunyai ide dan mengembangkan teknologi pada webvan, yaitu Kiva. Kiva menjadi bagian dari kunci strategi AmazonFresh. Bezos terkesima dengan kecanggihan Kiva, yang merupakan robot yang daapt mengambil rak gudang yang berisi barang yang di orger konsumen dan mengirimnya ke bagian operator. Kiva juga dapat mengambil item dari rak, men scan barcode, dan menempatkannya pada kardus dengan label pengiriman.

3.Focus on attractive microsegments
Micro-segments adalah elemen penting dari strategi AmazonDirect. Gary Dahl, wakil presiden dari bagian distribusi pada Webvan, menyampaikan pada Reuters bahwa ia mempelajari tentang pentingnya segmentasi pasar berdasarkan pentingnya waktu perjalanan antar delivery stops (tempat pemberhentian pengiriman). Terjadi perbedaan antara jarak tempat pemberhentian disuatu kota dengan kota lain. Dari pembelajaran tersebut AmazonFresh dan FreshDirect hanya mengirimkan barang pada area yang populasi nya padat.

4.Fix the business model before expanding
salah satu poin menarik dari kasus Wbvan adalah Obsesi Perusahaan untuk menjadi perusahaan terbesar dan tercepat. Obsesi tersebut dikatakan oleh CEO nya, George Shaheen, seperti menjalankan perusahaan Webvan untuk membangun roket ke Mars.

Mike Moritz, anggota dari member dan partner’ Webvan, mengatakan pada Reuters bahwa terjadi kesalahan utama pada bagian retail, yaitu memperluas usaha ke area baru. Pada kasusnya di beberapa wilayah, sebelum mereka telah mendemonstrasikan kesuksesan nya di pasar pertama. Pada kenyataannya, mereka justru mendemonstrasikan kegagalan pada bay area market ketika memperluas usaha ke daerah lain.