© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Kemanakah Roh Manusia Setelah Kematian?

roh

Terdapat riwayat dari Rasulullah sallallahu alaihi wa sallam bahwa mayat ketika meninggal, maka ruhnya akan dikembalikan lagi kepadanya waktu di kuburnya.

Kemanakah rohnya pergi?

Nasib manusia setelah kematian adalah sebuah masalah yang senantiasa menyita pikiran manusia dan memotivasinya untuk mencari tahu serta menemukan jawaban yang memuaskan dan argumentatif atas persoalan ini. Di antara sejumlah elaborasi dan penafsiran tentang kematian dan perpindahan ruh kita berhadapan dengan sebuah penafsiran yang terkenal sebagai teori reinkarnasi.

Dalam teori reinkarnasi ini yang mengemuka adalah terputusnya hubungan ruh dari badan dan terikatnya ruh dalam bentuk manusia lainnya atau hewan atau makhluk lainnya. Keyakinan semacam ini semenjak masa lalu tersebar semenjak masa lalu pada sebagian belahan dunia. Sebagian filosof India dan Yunani meyakini bahwa ruh manusia setelah keluar dari bentuk pertamanya akan masuk pada bentuk lainnya yang sesuai dengan perilaku dan perangai orang tersebut. Pandangan ini memiliki pendukung dan proponen di pelbagai belahan dunia. Dalam dunia Islam, sebagian filosof dan teolog serta pelbagai aliran lainnya mengikut teori ini. Pada wilayah-wilayah terbatas dunia Arab khususnya Suriah dan Libanon Daruzi (firkah cabang Ismailiyah) dalam amal perbuatannya meyakini teori reinkarnasi.

Reinkarnasi memiliki tipologi common dengan firkah-firkah Ghulat sepanjang sejarah. Para pemimpin firkah-firkah ekstrem ini melalui pandangan terhadap reinkarnasi yang dianut mereka memperkenalkan diri mereka sebagai imam, nabi dan bahkan Tuhan kepada para pengikutnya.

Orang-orang yang meyakini konsep reinkarnasi terbagai menjadi lima bagian:

  1. Nasukhiyah yang meyakini bahwa manusia setelah kematian maka ruhnya akan mengikut sebuah badan, apabila ia merupakan manusia budiman maka ruhnya akan mengikut badan orang-orang budiman dan apabila ruhnya adalah ruh jahat maka ruhnya akan mengikut badan orang-orang jahat dan ahli maksiat.

  2. Masukhiyyah yang meyakini bahwa ruh manusia setelah kematian apabila ruhnya berasal dari orang-orang budiman maka ruhnya akan mengikut hewan-hewan baik seperti Bulbul, Merpati dan lain sebagainya. Namun apabila ruhnya jahat maka ruhnya akan mengikut pada hewan-hewan buruk seperti anjing, babi dan semisalnya.

  3. Fasukhiyyah yang berpandangan bahwa ruh manusia setelah kematian akan berpindah pada tumbuh-tumbuhan yang baik seperti bunga-bunga, buah-buah atau tumbuhan-tumbuhan pahit dan busuk seperti timun pahit dan semisalnya berdasarkan kebaikan dan keburukan yang dilakukan.

  4. Rasukhiyyah yang meyakini bahwa ruh manusia setelah kematian mengikut jamaat dan jiwa-jiwa baik. Ruh baik dalam keyakinan ini mengikut batu-batuan yang berharga seperti batu-batu permata. Adapun jiwa-jiwa buruk akan mengikut batu-batuan yang buruk.

  5. Tanasukh adalah orang-orang yang meyakini bahwa ruh manusia pada mulanya mengikut jamadat kemudian tumbuh-tumbuhan dan setelah itu hewan dan kemudian manusia.

Referensi

https://islamqa.info/id/200530

Setelah mati, manusia memasuki alam barzah atau alam kubur. Alam kubur merupakan tempat penantian arwah orang-orang yang sudah meninggal sebelum dibangkitkan kembali oleh Tuhan dalam bentuk baru. Di situ, roh menunggu alam baru yang dimulai dengan Kiamat.

Di alam kubur, arwah orang-orang yang telah meninggal dunia menunggu datangnya hari kiamat, hari di mana semua ruh akan dibangkitkan dan dikumpulkan di Padang Mahsyar, untuk selanjutnya di hisab. Dari hisab inilah akan diketahui apakah seseorang masuk surga atau neraka. Surga dan neraka adalah alam akhirat, alam akhirat manusia.

Di alam kubur manusia menunggu untuk dibangkitkan pada hari kiamat. Waktu penantian ini bisa berlangsung jutaan tahun bahkan milyaran tahun. Al-Qur’an menyebutkan bahwa orang yang sudah meninggal dunia akan menemui suatu perbatasan antara dunia dan akhirat, antara kematian dan kebangkitan di kemudian hari, masa itu disebut alam barzah. Allah SWT menjelaskan dalam al-Qur’an:

Artinya: “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: "Ya Tuhanku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan. Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan”. (Q.S. Al-Mu’minuun: 99-100)

Setelah mati, manusia akan menuju kehidupan alam kubur. Inilah tempat manusia menanti datangnya kiamat dan hari kebangkitan. Didalam kubur, keturunan, pangkat martabat dan kekayaan seseorang tidaklah berarti. Setiap orang akan diperlakukan berdasarkan amal perbuatan selama di dunia. Ketika masuk ke dalam kubur, segala hal yang duniawi ditinggalkan.

Di dalam kubur juga akan diperihatkan tempat yang kelak dihuni seseorang setelah dia dibangkitkan. Jika orang itu membawa amal saleh. Dia akan melihat tempatnya di surga. Sedangkan yang dibawanya adalah dosa dan amal buruk, dia akan melihat tempatnya di neraka.

Rasulullah, dalam hadis yang disampaikan Abdullah bin Umar, bersabda:

“Ketika salah seorang dari kalian meninggal, akan diperlihatkan tempatnya pada pagi dan sore hari. Apabila dia termsuk penghun surga, akan diperlihatkan kepadanya surga. Dan apabila dia termasuk penghuni neraka, akan diperlihatkan kepadanya neraka. Bersamaan dengan itu ada suara yang berseru, ‘inilah tempatmu kembali di hari kiamat’.”

Dengan demikian, sewaktu didalam kubur, manusia sudah mengetahui ke mana dia akan di temapatkan penempatan ini didasrkan pada amalnya saat hidup di dunia.

Di kemukakan dalam sebuah hadis, setiap hari kubur berseru kepada manusia:

“Akulah rumah kesendirian dan kesedihan. Akulah rumah tempat kalajengking da ular. Dan apa yang akan kalian bawa ketika mengunjungiku?”

Allah meneguhkan hati kaum mukmin sewaktu menghadapi tiga masa:

  • Saat melihat malaikat maut.

  • Saat menghadapi pertanyaan malaikat Munkar dan Nakir.

  • Saat menghadapi hisab di hari kimat.

Dan Allah juga meneguhkan hati kaum mukmin ketika mereka melihat malaikat maut dalam tiga perkara, yaitu:

  • Terpelihara dari kekafiran, dan mendapat taufik dan sikap istiqamah dalam bertauhid, sehingga sewaktu ruh mereka dicabut, mereka tetap dalam rengkuhan Islam.

  • Mendapat ucapan selamat dari malaikat lantaran mereka mendapat rahmat Allah.

  • Melihat tempat mereka di surga, sehingga kubur menjadi salah satu kebun surga.

Kubur, berkat kekuasaan Allah, berbiicara mengingatkan umat manusia mengenai apa yang eharusnya mereka lakukan sewaktu menghuni dunia. Meski, pada akhirnya, seruan kubur itu tak dapat lagi berpengaruh apa-apa, lantaran manusia yang sudah meninggal tak akan mungkin kembali kedunia.

Dengan demikian, di alam barzah hanya kita sendiri yang akan mempertanggung jawabkan segala perbuatan kita selama di dunia. Tidak ada satu pun yang bisa membantu kita, hanya amal berbuatan kita yang bisa menolong kita. Setelah itu kita juga akan bertemu dengan malaikat di dalam kubur yang akan megintrogasi kita. Dengan demikian, pembahasan selanjutnya penulis akan membahas tentang malaikat kubur.