Kalian Lebih Suka Membaca Novel, Novella, atau Cerpen?

image

Tentunya hampir setiap orang umumnya suka membaca sesuatu entah itu bacaan ringan ataupun bacaan yang menguras isi otak. Salah satu dari sekian banyaknya bacaan yang ada di dunia, tiga yang paling disukai dan diketahui secara luas oleh orang - orang adalah Novel, Novella, dan Cerita Pendek. Ada banyak sekali judul novel, novella, dan cerita pendek yang sangat populer di dunia. Berbicara mengenai ketiganya, baik novel, novella, dan cerita pendek memiliki karakteristiknya masing - masing. Penjelasannya adalah sebagai berikut :

Novel merupakan fiksi dengan jumlah count words terbanyak yang berkisar di antara 55.000 - 300.000 kata atau bisa lebih. Seperti umumnya cerpen dan novella, novel menghadirkan tokoh - yokoh yang berkonflik dan berusaha mencapai tujuan serta mengatasi rintangan entah itu berhasil atau gagal dengan akhirnya mencapai sebuah resolusi atau konklusi. Karakter dalam novel sendiri cenderung pengembangan karakter ketimbang di cerita pendek serta memiliki ruang tersendiri untuk sub-plot dan menyertakan karakter - karakter minor untuk menambah kedalaman cerita.

Novella merupakan fiksi dengan jumlah count wourds yang tidak sebanyak novel dengan rata - rata di antara 30.000 - 50.000 kata. Novella sendiri pada awalnya kurang mendapat perhatian dari industri sastra dikarenakan jumlah halaman yang pendek yang kurang memikat penerbit. Tetapi seiring dengan perkembangan zaman terutama dengan munculnya e-reader, novella mengalami lonjakan popularitas. Novella dinilai sebagai sebuah medium yang tepat untuk menceritakan cerita yang lebih berlapis dan kompleks, tetapi tidak membutuhkan karakter yang lebih besar atau ruang lingkup epik dari sebuah novel.

Cerita Pendek seperti namanya memiliki count words yang tidak banyak dengan rentang sekitar 1.500 - 30.000 kata. Cerpen sendiri memiliki fokus yang terbatas dibandingkan novel atau novella serta biasanya plot dari cerpen terikat pada satu rantai peristiwa tertentu. Cerpen sendiri biasanya juga di ceritakan dari sudut pandang protagonis serta bahasa yang digunakan seringkali simbolis karena penulis cerpen menginginkan setiap kata memilki makna.

Nah, youdics sekalian lebih suka membaca yang mana di antara novel, novella, dan cerpen serta apa alasannya ?

Lalu sertakan juga satu atau dua judul dari novel, novella, atau cerpen yang kalian sukai.

Referensi :
Swanson, T., R. (2017, July 21). What Is the Difference Between Novels, Novellas & Short Stories?. Pen and Pad Retrieved from What Is the Difference Between Novels, Novellas & Short Stories? | Pen and the Pad

1 Like

Aku hanya pernah membaca novel dan cerpen, diantara keduanya aku lebih suka novel karena menurutku pembahasan dan perkembangan ceritanya jauh lebih menarik ketimbang cerpen. Mungkin hal ini juga disebabkan oleh jumlah katanya karena jumlah kata pada cerpen tidak bisa sebanyak novel. Biasanya aku membaca novel bergenre fantasi dan komedi, tapi baru-baru ini aku sedang tertarik dengan novel-novel klasik karena menyajikan banyak nilai-nilai kehidupan dan sejarah yang masih relevan hingga sekarang. Saat ini aku sedang membaca novel klasik Inggris “Jane Eyre”. Mungkin kedepannya aku akan mencoba membaca novella juga.

Aku sendiri pernah membaca ketiga jenis karya sastra tersebut. Semuanya bagus-bagus saja, namun sepertinya aku lebih prefer membaca cerpen.

Menurutku novel itu rasanya terlalu panjang untuk dibaca. Walaupun menyajikan detail cerita, penjelasan karakter dan setting keseluruhan yang lebih kaya, resolusi dalam novel itu lebih lama dicapai ketimbang pada cerpen. Membaca cerpen lebih cepat selesainya, seperti yang dikatakan oleh Edgar Allan Poe bahwa cerpen yang baik adalah yang bisa dibaca dalam sekali duduk.

Sejak aku kecil aku berpikir “kok bisa ya orang kuat membaca buku tebal yang isinya tulisan doang? ngga ada gambarnya pula”. Aku biasanya mengantuk kalau harus baca tulisan sampai beratus-ratus halaman.

Untuk novella, sebenarnya ini yang cukup pas. Cukup untuk menggambarkan cerita dengan detail tapi juga tidak terlalu panjang. Tapi tetap cerpen lebih baik karena lebih ringkas.

Beberapa cerpen Edgar Allan Poe adalah cerpen kesukaanku, seperti The Murders in the Rue Morgue dan The Tell-Tale Heart. Seri cerpen Sherlock Holmes karya Arthur Conan Doyle juga menarik karena mengajak kita untuk ikut berpikir deduktif seperti detektif.

Referensi

Poe, E. A. (1846). The Philosophy of Composition. PDF. Diambil dari http://www.lem.seed.pr.gov.br/arquivos/File/livrosliteraturaingles/filosofiadacomposicao.pdf

Saya sudah banyak membaca berbagai cerita entah itu cerpen, novel, atau bahkan mungkin juga novella. Saya menyukai semuanya. Untuk cerpen biasanya saya lebih suka cerpen tentang anak-anak, seperti yang ada di majalah Bobo. Sedangkan untuk novel dan novella hampir berbagai jenis genre saya membaca, namun memang lebih sering membaca genre romance. Novel dan novella yang saya suka itu ada Satria November, Alaska, Hujan, Artha, dan masih banyak lagi lainnya. Jika saya tulis semua nanti tidak cukup hehe

Lebih tertarik dengan novel, meskipun saya paham betul semua jenis buku mempunyai karakter dan kelebihan masing-masing, sejauh ini novel masih menjadi buku favorit saya.

Aku pribadi lebih senang membaca cerpen dibandiing novel karena aku mudah bosan ketika membaca sesuaut berlama-lama, cerpen memiliki jumlah kata yang lebih sedikit namun pengemasan alur cerita dan konflik sering kali tidak kalah menarik apabila dibandingkan dengan novel. Ada satu cerpen yang sampai sekarang masih menjadi favoritku yaitu cerpen yang ditulis oleh Ali Akbar Navis yang berjudul Tamu Yang Datang Dihari Lebaran. Cerpen tersebut penuh dengan kritik sosial mengenai masalah yang sebenarnya tidak jarang terjadi pada masa sekarang.

Saya lebih tertarik dengan novel karena novel memiliki alur cerita yang lebih kompleks. Alur yang kompleks tersebut bosa membuat saya penasaran dengan apa yang akan terjadi. Tetapi, jika sedang ingin membaca sesuatu yang tidak terlalu kompleks, saya senang membaca cerpen.

Dari saya sendiri lebih suka membaca novel, karena perkembangan ceritanya jauh lebih panjang runtut dan menarik dibandingkan cerpen. Untuk erpen biasanya saya lebih suka membaca cerpen anak-anak yang biasanya ada di majalah-majalah.

Untuk novel biasanya saya membaca dengan berbagai genre, dari romantis, sci-fi, thriller, dll. Saya juga suka membaca novel-novel klasik Inggris seperti novel milik Jane Austen, dll.

Saya lebih suka novel, meskipun memiliki alur cerita yang sangat panjang dan beberapa permasalahan yang kadang terlalu complicated Saya tetap akan memilih novel. Saya pernah membaca cerpen dan cerpen ini cukup menarik hanya untuk bacaan di kala kita memiliki waktu yang relatif sedikit. Untuk bacaan ketika waktu luang Saya akan lebih memilih novel.

Saya lebih suka ke novel. Novel terdapat beberapa macam yaitu misteri, horor, romantis, inspiratif, dan lain sebagainya. Tapi, saya lebih suka novel yang romantis dan inspiratif seperti Dilan dan Laskar Pelangi. Dengan membaca salah satu novel inspiratif yaitu Laskar Pelangi dapat memberikan hal positif. Hal positif tersebut dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari yaitu terus semangat untuk belajar meskipun keterbatasan fasilitas, saling membantu, menghormati guru, dan lain sebagainya. Maka, untuk para Youdics aku rekomendasikan baca novel Laskar Pelangi atau menonton filmnya. Karena ceritanya sangat seru dan inspiratif sekali. Dengan membaca novel dapat memberikan beberapa manfaat yaitu pikiran menjadi terbuka, memperkaya tata bahasa, kreatif, dan lain sebagainya. Apalagi di Indonesia tercatat kurangnya literasi membaca. Sehingga, untuk para youdics wajib membaca buku apapun minimal 1 (satu) kali dalam sehari, karena dengan literasi dapat meningkatkan wawasan dan pengetahuan menjadi luas.

Referensi

Nisa, Intana, Ratih. 2020. Bisa Ubah Perilaku, Ini Sederet Manfaat Membaca Novel. Diakses pada tanggal 20 September 2021 pada link https://www.google.co.id/amp/s/www.solopos.com/bisa-ubah-perilaku-ini-sederet-manfaat-membaca-novel-1099474/amp

Saya sendiri lebih menyukai cerita pendek dengan tema horror. Cerita pendek menurut saya lebih cepat menyelesaikan membacanya jika dibandingkan dengan kedua jenis tulisan yang lain, sehingga saya lebih cepat pindah ke tema cerpen yang lain. Saya merupakan orang yang lebih cepat bosan dengan satu judul secara terus menerus. Tema horror yang saya suka adalah yang berasal dari cerita asli atau based on true story karena ceritanya sendiri adalah nyata dialami oleh penulis maupun narasumber lainnya serta sangat relate dengan kehidupan sehari-hari masing-masing.

Saya pribadi lebih suka dengan cerita pendek terutama yang bergenre horor. Entah mengapa cerita pendek seperti lebih nagih untuk diselesaikan.

Saya pribadi lebih suka membaca novel. Alasannya cukup simpel, saya suka cerita yang lebih kompleks dan saya tipe orang yang jika sudah menemukan satu cerita yang saya suka, saya akan selalu membacanya dan tidak ingin cerita tersebut berakhir begitu saja, makanya saya lebih suka novel karena ceritanya yang cukup panjang dan alurnya yang rumit.

Jujur aku lebih senang membaca novel. Banyak sekali hal yang didapatkan dari membaca novel. Tidak hanya mengajarkanku untuk menulis dengan baik, tetapi juga mendapatkan ilmu untuk berani melihat dari sudut pandang yang berbeda. AKu sudah menyukai membaca novel sejak SMA. Novel yang aku baca pun beragam mulai dari genre romatins hingga fiksi, entah itu dalam bahasa inggris maupun bahasa indonesia.

Saya semua suka tapi yang paling saya suka yaitu novel karena menurut saya isi nya lebih menarik dan penjelasan alur cerita cukup jelas jadi ketika membaca tidak bingung. Banyak genre yang saya sukai tapi lebih suka genre romance.

Ah, Jane Eyre. Karya Charlotte Bronte. Mungkin kamu juga bisa jajal novel karya saudarinya Emily Bronte yang judulnya " Wurthering Heights " sama juga novel karya Jane Austen yang judulnya " Pride and Prejudice ". nilai - nilai sosial dan feminisme-nya dapet banget kalo baca novel - novel tersebut.

1 Like

Sebenarnya aku bisa dan mau membaca jenis apa pun itu, karena at the end of the day yang terpenting adalah jalan ceritanya. Tapi memang dari awal belajar untuk rutin membaca, aku sudah terbiasa dengan novel. Mungkin karena novel lebih kompleks, jadi aku lebih suka karena bisa puas gitu. Novel pun aku sudah terbiasa dengan yang penulisnya asing, tapi tidak menutup kemungkinan aku juga baca yang dari dalam negeri karena kembali lagi itu tergantung cerita. Terus kalau diminta menyebutkan judul yang disuka, jujur bingung banget! Rasanya tidak mungkin memilih satu atau dua judul dari banyaknya novel yang sudah aku baca, tapi mungkin aku bisa pilih genre yang paling banyak aku punya, yaitu romance dan fantasy.

Aku lebih suka membaca cerpen dibandingkan dengan membaca novel atau novella. Karena cerpen biasanya disajikan dengan ringan dan dapat dibaca dalam waktu yang sangat singkat saja. Walaupun cerpen memiliki jumlah kata yang tidak sebanyak dengan novel dan novella, cerita yang disajikan tidak kalah seru dan konflik yang diberikan cukup menarik perhatian.

Salah satu penulis cerpen dan menjadi Sastrawan terkenal di Indonesia yang paling aku sukai yaitu Putu Wijaya. Beliau sudah banyak menulis cerpen hingga ribuan judul. Salah satu judul cerpen yang aku sukai tentang “Keadilan”. Cerpen tersebut menceritakan tentang tokoh utama yang suka membeli es namun penjual es tersebut menghina tokoh utama sehingga membuat konflik diantara keduanya. Pada konflik tersebut juga dirasakan adanya ketidakadilan karena sebelumnya tokoh utama menolong penjual es akan tetapi penjual es malah mengejeknya karena belum membayar es dan gelas yang telah dipakai.

Lebih menyukai novel dan cerpen karena alur cerita dalam novella biasa kurang memuaskan dan ending yang menggantung, kita seakan disuruh membuat ending versi kita masing-masing bagi pembacanya. Untuk novel saya menyukai novel romance dan cerpen anak-anak tidak menyukai bahasa yang sangat puitis dan satrawan.

2021-09-24T05:14:00Z
KK Sosmed Podcast - Elisabeth Maranatha