Jesse levinson : CTO Xoox.inc

Pekerjaan
Mendirikan perusahaan Zoox bersama Tim Kentley Klay

Afiliasi lainnya
Stanford University
Stanford Artificial Intelligence Laboratory
Stanford Autonumous Driving Team
Facebook
Linkedln

Kewarganegaraan
Amerika Serikat

Pendidikan terakhir
Stanford University, Amerika Serikat

Riwayat Hidup

Tim Kentley-Klay co-founder dari Zoox.inc bertemu dengan Jesse Levinson pada tahun 2007. Zoox itu sendiri adalah sebuah perusahaan yang bergerak dalam bidang robo-taxi atau self-driving taxi(taxi yang dapat berjalan sendiri). Perusahaan ini adalah hasil dari pemikiran desainer dari Australia, Tim Kentley-Klay dan Jesse Levinson, seorang insinyur yang bekerja di Universitas Stanford bersama Sebastian Thrun, direktur pertama dari Google’s Self-driving Car Program.

Dengan sebuah desain tentang Self-driving Taxi, Tim mengunjungi banyak universitas dan juga kantor google. Dia berbagi ide tentang desainnya kepada Anthony Levandowski, seorang insinyur untuk Google’s self-driving Car. tapi karena keterbukaan nya inilah yang mungkin sekrang dia sesali. Dengan Zoox hanya sebatas model, Google mulai berkembang dengan konsep yang hampir sama. Maka dari itu Tim harus bergerak cepat. Dia harus menemukan seorang insinyur yang tepat untuk projeknya ini. Tim menaruh perhatian pada seorang insinyur bernama Jesse Levinson, yang telah bekerja selama kurang lebih satu dekade di Autonomous Cars di Universitas Stanford. Profesor dari Levinson, Sebastian Thrun mengatakan, “Jesse adalah salah satu murid tercerdas yang saya punya di dalam 20 tahun saya mengajar”. tetapi untuk mengamankan Levinson akan menjadi mustahil tanpa memberikan ia dana untuk melakukan sesuatu.

Setelah perjuangan yang panjang, Zoox mengkonfirmasi penunjukan Levinson sebagai Chief Technology Officer pada November 2014.Setelah itu segala sesuatu bergerak dengan cepat. Zoox menerima hak paten dari Stanford untuk software kendaraan otonom, lalu menandatangani kontrak sewa untuk stasiun pemdam kebakaran bekas di dalam kampus departemen energi Stanford Linear Accelerator Center, di Menlo Park. perusahaan berpindah seminggu kemudian.

Sampai saat ini zoox telah berhasil menghasilkan 240 juta dolar, termasuk 200 juta dolar musim panas ini, dan 1 juta dolar stelahnya.

FAKTA FAKTA

  • Levinson membantu menulis algoritma navigasi untuk Junior, sebuah Passat Volkswagen otonom yang mengambil tempat kedua di tahun 2007 di DARPA Urban Challenge
  • Meletakkan dasar untuk mobil self-driving Google.
  • Menciptakan tembakan Combo pemadam kebakaran dan prototipe kayu

REFERENSI

  1. http://www.nytimes.com/2013/01/12/science/drivers-with-hands-full-get-a-backup-thecar.html?pagewanted=all&_r=0
  2. https://www.crunchbase.com/person/person/jesse-levinson-ph-d
  3. https://techcrunch.com/2016/06/30/zoox-raises-200-million-at-1-billion-valuation-for-its-self-driving-cars/
  4. http://www.wsj.com/articles/startup-zooxs-valuation-soars-to-1-55-billion-1478514602

Jesse Levinson

image

Jesse Levinson adalah seorang co-founder dan chief technology officer di perusahaan bernama Zoox. Ia adalah seorang insinyur yang bekerja di Stanford University dengan Sebastian Thrun, direktur pertama dari program Google’s self-driving car. Visi Jesse dan Tim Kentley-Kley, co-founder Zoox, adalah taksi elektrik yang ramping, modern, dengan pintu gull-wing, dimana empat penumpang saling berhadapan.

Pada awal tahun 2013, Kentley-Klay berhubungan dengan Anthony Levandowsky, seorang insinyur Google yang secara diam-diam memulai program self-driving car. Levandowsky mengundang Kentley-Klay ke Mountain View pada bulan Juni. Dalam wawancara dengan Driving the Nation di Los Angeles Auto Show, Ia sendiri bilang bahwa ia “membocorkan” desainnya tentang Zoox, sehingga Levandowski mendapatkan info-info penting.

Kentley-Klay menyesal mengenai “keterbukannya” pada saat itu. Kurang dari setahun kemudian, Zoox sudah ketinggalan, karena Google sudah meresmikan. Disaat Zoox sudah ketinggalan dengan Google, Kentley-Klay tertarik dengan kemampuan Jesse Levinson, yang sudah bekerja pada mobil otonom di Stanford University selama kurang lebih sepuluh tahun.

image

Zoox telah menyimpan harapan untuk meluncurkan taksi otonomnya pada tahun 2020 yang akan memenuhi aturan National Highway Traffic Safety Administration level 4, level tertinggi penyetiran secara automatis. Di wawancara sebelumnya, Kentley-Klay sudah merencanakan membuang setir atau pedal rem, yang mobil automatis level 3 punya.


JESSE LEVINSON; CO-FOUNDER DAN CTO ZOOX, INC.


i
kiri: Tim Kentley-Klay, kanan: Jesse Levinson

Apa itu Zoox?


Zoox adalah perusahaan robotik Menlo Park, CA yang didirikan oleh Tim Kentley-Klay dan Dr. Jesse Levinson untuk menciptakan mobilitas otonom. Beroperasi di antara bidang desain, ilmu komputer, dan teknik elektro-mekanik, Zoox adalah tim multidisiplin yang berkerja untuk membayangkan dan mewujudkan pengalaman mobilitas lanjutan yang akan mendukung kebutuhan mobilitas perkotaan untuk orang dan lingkungan di masa depan.

Bagaimana semua itu dimulai dari pandangan Levinson?


Awalnya Jesse Levinson menghabiskan banyak waktu di Stanford, sebenarnya Ia daftar dan kuliah di Stanford karena pada saat itu, secara spesifik, Stanford mulai bekerja / mengerjakan mobil yang bisa menyetir sendiri. Dan pada saat itu tampak baginya bahwa dari semua penerapan ilmu komputer dan mobil yang dapat bernavigasi sendiri, memiliki potensial untuk mempengaruhi masyarakat dalam berbagai macam cara positif secara Ekonomi, Lingkungan, dan Sosial. Levinson menganggap bahwa hal tersebut dapat menyenangkan untuk dikerjakan.

Kemudian, Levinson memulai mengerjakan proyeknya dengan Sebastian Thrun(direktur pertama dari program Google’s self-driving car) tepat pada waktunya untuk mulai mengerjakan DARPA Urban Challenge, di tahun 2007. Saat itu pula merupakan kali pertama mereka mendapatkan semacam interaksi aktual antara kendaraan otonom dan benda dinamis lainnya di dunia.

“Saya mendapat kesempatan untuk bekerja dalam tim kecil dan menjadi bagian dari proyek itu. Dan saya agak tinggal di dunia akademis sebentar, bukannya pergi ke Google atau salah satu perusahaan mobil. “ ujar Levinson.

“Meskipun saya benar-benar menginginkan—mobil yang dapat bernavigasi sendiri—nya menjadi produk, saya saat itu tidak begitu yakin bahwa perusahaan mobil melihat masa depan.” Sambung Levinson.

Ia sempat ragu bagaimana teknologi ini akan dapat sesungguhnya berada di pasaran, tetapi Ia berkata pada dirinya untuk tetap melakukan penelitian di bidang tersebut.

Pada tahun 2015, Levinson bertemu Tim Kentley-Kley yang datang dengan ide-ide untuk bagaimana dapat benar-benar datang dengan sebuah platform baru, sebuah model bisnis baru. Awalnya reaksi Levinson berkata bahwa ide-ide tersebut agak sedikit gila, tetapi kemudian Ia dan Tim menghabiskan satu jam membicarakan hal tersebut dan pikirannya pun berubah, Ia justru menganggap bahwa ide-ide tersebut sangat luar biasa. Kemudian mereka menghabiskan beberapa bulan untuk saling mengenal satu sama lain sebelum akhirnya memulai proyeknya sekitar tiga tahun lalu.


Zoox dikatakan akan membangun teknologi yang bisa bersaing dengan mobil yang dapat menyetir sendiri milik Google dan Cruise Automation, yang baru saja diakuisisi oleh GM.

Zoox tampil di pameran mobil LA pada tahun 2013. Kemudian issue tentang desain mobilnya muncul ke permukaan, yaitu tanpa kaca depan, untuk lebih menekankan otonomi mobilnya.

Beberapa sumber mengatakan bahwa Zoox lebih dari sekedar mobil yang dapat menyetir dirinya sendiri tetapi bahwa setiap aspek dari mobilnya telah diciptakan kembali (dibuat baru, lain dari mobil-mobil biasa).

“'It just didn’t seem like they quite knew what was the product going to be, right? And I didn’t know either. So, I was sort of like, ‘Well I’ll just keep working on this research.’”

—Jesse Levinson

sources

http://ecorner.stanford.edu/videos/5307/Self-Driving-Cars-for-Everyone-Entire-Talk
https://techcrunch.com/2016/06/30/zoox-raises-200-million-at-1-billion-valuation-for-its-self-driving-cars/

Jesse Levinson, seorang insinyur yang bekerja di Universitas Stanford bersama Sebastian Thrun, direktur pertama dari Google’s Self-driving Car Program. Dengan sebuah desain tentang Self-driving Taxi, Tim mengunjungi banyak universitas dan juga kantor google. Dia berbagi ide tentang desainnya kepada Anthony Levandowski, seorang insinyur untuk Google’s self-driving Car. tapi karena keterbukaan nya inilah yang mungkin sekrang dia sesali. Dengan Zoox hanya sebatas model, Google mulai berkembang dengan konsep yang hampir sama. Maka dari itu Tim harus bergerak cepat.

Setelah perjuangan yang panjang, Zoox mengkonfirmasi penunjukan Levinson sebagai Chief Technology Officer pada November 2014.Setelah itu segala sesuatu bergerak dengan cepat. Zoox menerima hak paten dari Stanford untuk software kendaraan otonom, lalu menandatangani kontrak sewa untuk stasiun pemdam kebakaran bekas di dalam kampus departemen energi Stanford Linear Accelerator Center, di Menlo Park. perusahaan berpindah seminggu kemudian.

Sampai saat ini zoox telah berhasil menghasilkan 240 juta dolar, termasuk 200 juta dolar musim panas ini, dan 1 juta dolar stelahnya.

Startup berbasis Palo Alto yang didirikan oleh Tim Kentley-Klay dan Jesse Levinson, telah dengan sengaja diam mengenai apa yang mereka kerjakan mungkin karena alasan persaingan, namun tim Zoox telah mengerjakan kendaraan otonom selama beberapa tahun sekarang.

Zoox dikatakan membangun teknologi yang bisa bersaing dengan mobil self-driving milik Google dan Otomasi Pelayaran, yang baru saja diakuisisi oleh GM. Zoox tampil di pameran mobil LA pada tahun 2013. Kemudian rendering desain “Boz” ini muncul, tanpa kaca depan, untuk menekankan otonomi mobil.
Sumber mengatakan bahwa Zoox lebih dari sekedar mobil yang hanya mengarahkan dirinya sendiri, namun setiap aspek mobil telah ditemukan kembali. Mereka berpikir bahwa mereka memiliki teknologi berpemilik yang bisa membantu mereka bersaing dengan Tesla.

Seiring kemajuan teknologi dengan mobil penggerak sendiri, telah ada pembicaraan bahwa layanan seperti Uber akan otomatis otomatis. Investasi signifikan telah dituangkan ke dalam startup otomotif, dan pembuat mobil tradisional, yang telah lamban berinovasi, cenderung terus melakukan akuisisi di tempat itu.

Source :
Artikel yg berada di dictio