© Dictio 2017 - 2019, Inc. All Rights Reserved. Terms of Use | About Us | Privacy Policy


Jenis risiko apa saja yang ada didalam dunia bisnis ?

Tidak ada keberhasilan tanpa keberanian mengambil risiko, begitu juga didalam dunia bisnis. Apa saja jenis-jenis resiko yang mungkin ditemui??

Dilansir dari akuntansimedia.com , terdapat macam-macam jenis resiko yang bisa timbul dalam dunia bisnis, yaitu :

Risiko Reputasi

Reputasi merupakan hal yang sangat penting bagi suatu perusahaan. Ketika suatu reputasi jatuh, maka kehancuran suatu perusahaan sudah melanda didepan mata. Contoh: Adanya suatu kasus penemuan di sebuah restoran X yang mana ada indikasi penggunaan zat tertentu yang dilarang. Jika restoran X memiliki cabang yang banyak, maka “kecacatan di restoran X” biasanya digeneralisir oleh masyarakat. Hal ini akan merusak nama baik semua restoran cabang X.

Hal yang bisa dilakukan manajemen puncak untuk pemulihan risiko reputasi:

  • Mengakui bahaya

  • Mengevaluasi dampak dari risiko

  • Mengalokasikan sumber daya yang luas untuk pengendalian kerusakan

  • Mencoba mengambil kembali reputasi perusahaan dan kepercayaan klien dengan berbagai strategi

  • Melakukan prosedur pembatasan kerusakan lebih lanjut dimasa mendatang

Risiko Pasar

Risiko pasar biasanya berkaitan dengan perubahan harga pasar yang bisa merugikan suatu perusahaan. Misalkan adanya penurunan harga saham yang berakibat penurunan nilai pasar saham perusahaan tersebut. Hal ini akan merugikan perusahaan karena harga saham bergerak pada arah yang tidak menguntungkan.

Risiko Kredit

Risiko ini sering terjadi pada perusahaan yang melakukan skema penjualan secara kredit. Risiko ini juga bisa menimpa perusahaan yang bergerak dalam bidang lembaga keuangan. Risiko ini merupakan bahaya kuno yang dikarenakan ketidakmampuan untuk mengekstrak perjanjian (pinjam meminjam) dalam mitra bisnis. Perusahaan harus bisa melakukan manajemen utang dengan baik. Termasuk harus mengetahui tingkat kesehatan perusahaan yang akan menjadi mitra bisnisnya. Sehingga nantinya bisa diidentifikasi apakah perusahaan tersebut memiliki kemampuan untuk membayar utangnya.

Risiko Operasional

Risiko yang terjadi karena kurang berfungsinya suatu proses internal, kesalahan manusia, kegagalan sistem atau adanya problem eksternal. Risiko ini akan menimbulkan kerugian yang dapat berdampak akan hilangnya potensi keuntungan.

Beberapa contoh di atas adalah jenis risiko yang mungkin Anda temui, namun pada kenyataannya masih terdapat banyak risiko lainnya. Lalu pertanyaannya, siapakah yang harus bertanggungjawab terhadap risiko-risiko yang ada? Apakah setiap risiko yang terjadi merupakan tanggung jawab manajemen paling atas di perusahaan?

Perusahaan besar memiliki fungsi yang disebut Chief Risk Officer (CRO) yang mengelola manajemen risiko perusahaan. Dalam bidang keuangan perusahaan besar biasanya ada pula seorang Chief Financial Officer (CFO) yang mengelola risiko keuangan. Pada skala menengah terdapat juga risk manager. Pada skala kecil biasanya tidak ada pejabat resmi yang mengelolan. Risiko ini biasanya dikelola oleh pegawai yang bertugas menangani akuntansi dan pembukuan perusahaan.

  1. Risiko murni (pure risk)
    Risiko murni dapat dikelompokan pada 3 (tiga) tipe risiko yaitu,

    • Risiko Asset Fisik
      Merupakan risiko yang berkibat timbulnya kerugian pada aset fisik suatu perusahaan/ organisasi.

    • Risiko Karyawan
      Merupakan risiko karena apa yang dialami oleh karyawan yang bekerja di perusahaan/ organisasi tersebut.

    • Risiko Legal
      Merupakan risko dalam bidang kontrak yang mengecewakan atau kontrak tidak berjalan sesuai dengan rencana.

  2. Risiko Spekulatif (Spekulative risk)
    Risiko Spekulatif ini dapat dikategorikan kepada 4 (empat) risiko yaitu:

    • Risiko Pasar
      Merupakan risiko yang terjadi dari pergerakan harga di pasar. Contoh: harga saham mengalami penurunan sehingga menimbulkan kerugian.

    • Risiko Kredit
      Merupakan risiko yang terjadi karena mitra pengimbang (counter party) gagal memenuhi kewajibannya kepada perusahaan. Contoh: timbulnya kredit macet, presentase piutang meningkat.

    • Risiko Likuiditas
      Merupakan risiko karena ketidakmampuan memenuhi kebutuhan kas. Contoh: kepemilikan kas menurun, sehingga tidak mampu membayar hutang secara tepat waktu menyebabkan perusahaan harus menjual aset yang dimilikinya.

    • Risiko Operasional Merupakan risiko yang disebabkan pada kegiatan operasional yang tidak berjalan dengan lancar.