Jelaskan manfaat dari cost benefit analysis dalam sebuah business case!

Untuk membuat business case yang baik terdapat template yang terdiri dari 8 langkah yang salah satunya adalah cost benefit analysis. Cost benefit analysis sangatlah penting dalam proses ini, tapi apakah manfaat sebenarnya dari cost benefit analysis ini ?

Analisis biaya-manfaat, atau lebih dikenal dengan singkatan bahasa Inggris CBA (cost-benefit analysis), adalah pendekatan sistematis untuk mempertimbangkan kelemahan (biaya) dan kekuatan (manfaat) terhadap pilihan yang ada. Jadi disini cost-benefit analysis memiliki fungsi sebagai patokan pengambilan keputusan dalam hal biaya dan manfaat dari business case. Semua pendekatan terhadap analisis manfaat biaya ini mencoba memprediksi dampak finansial dan konsekuensi bisnis lainnya dari suatu tindakan. Semua pendekatan ini memiliki persyaratan struktural dan prosedural yang sama untuk membangun kasus bisnis yang kuat dan sukses.

Dalam cost-benefit analysis ada juga beberapa batasan yang harus perhatikan, misalnya Untuk proyek yang melibatkan belanja modal kecil sampai menengah dan pendek untuk menengah dalam hal waktu penyelesaian, analisis biaya-manfaat yang mendalam mungkin cukup memadai untuk membuat keputusan rasional yang terinformasi dengan baik. Untuk proyek yang sangat besar dengan jangka waktu jangka panjang, analisis biaya-manfaat biasanya gagal untuk secara efektif mempertimbangkan masalah keuangan penting seperti inflasi, suku bunga, arus kas yang bervariasi dan nilai uang sekarang. Metode analisis penganggaran modal alternatif termasuk net present value (NPV) atau internal rate of return (IRR) lebih tepat untuk situasi ini.

Melihat pada proses implementasinya, Analisis biaya manfaat (CBA) memiliki manfaat dalam penentuan program, antara lain sebagai berikut :

  • Penggunaan sumber - sumber ekonomi secara efisien. Jika efisiensi terjamin, pencapaian kesejahteraan masyarakat dari kebijakan publik yang diimplementasikan lebih maksimal

  • Analisis biaya manfaat dalam pengitungan biaya maupun manfaat diukur dengan mata uang sebagai unit nilai, sehingga memudahkan efisiensi

  • Sangat kompatibel dengan penghitungan biaya manfaat kebijakan / proyek dalam skala besar atau makro khususnya yang mempengaruhi kinerja pembangunan daerah secara keseluruhan

Referensi :
https://web.utk.edu/~nolt/courses/costbene.html
http://www.dummies.com/business/business-strategy/how-to-write-a-costbenefit-analysis-for-a-business-case/

Secara umum, CBA atau Cost Benefit Analysis adalah pengecekan terhadap semua biaya yang diperlukan terkait dengan produksi dan konsumsi suatu output proyek, terlepas dari siapa yang menanggung biaya. Biaya ini kemudian ditimbang untuk dibandingkan dengan benefit yang diharapkan dari hasil suatu output proyek.

Aspek kunci dari CBA adalah pertimbangan waktu, dimana biaya dibayar dan dimana manfaat diperoleh. Semua investasi yang diperlukan dan manfaat yang diharapkan ditransformasikan menjadi nilai moneter dalam bentuk Net Present Value (NPV) yang diharapkan. Mata uang tidak memiliki nilai ekonomi yang sama pada titik waktu yang berbeda. Untuk membuat perbandingan antara cash flows yang berbeda dalam berbagai titik di masa depan, perlu dilakukan potongan nilai semua arus masuk dan arus keluar yang diharapkan hingga saat ini.

CBA merupakan penilaian netral. “Netral” dalam arti bahwa kriteria yang digunakan untuk memutuskan bersifat objektif dan tidak ada atau batasan ruang untuk subjektivitas. Analisis Cost Benefit akan membantu sebuah business case dalam:

  • Mengidentifikasi semua biaya dan manfaatnya.
  • Menghitung nilai ekonomis dari sebuah proyek.
  • Membuat proyeksi cash flow.
  • Memilih pilihan terbaik.
  • Mengklasifikasikan cost dan benefit sesuai urutan kepentingan.
  • Menentukan faktor kritis dari keberhasilan.

Namun sebuah Business Case lebih dari sekedar analisis keuangan. Diperlukan CBA sebagai input, tetapi juga mencakup argumen kuantitatif dan kualitatif yang lebih luas dari kinerja dan aktivitas transversal (seperti keselamatan, keamanan, lingkungan, kinerja manusia, kesesuaian strategis, dll.), Serta aspek seperti rencana pembiayaan, skenario untuk deployment, dll yang merupakan kunci untuk menentukan nilai dari sebuah proyek.

Dengan mendetailkan semua kemungkinan akibat, cost dan juga benefit, maka akan membentuk business case yang baik untuk menyediakan manajemen senior dengan semua informasi yang dibutuhkan untuk membuat sebuah keputusan mengenai apakah sebuah proyek tertentu harus didanai.

Referensi:
https://www.eurocontrol.int/articles/cost-benefit-analysis-or-business-case

Secara umum, CBA (Cost Benefit Analysis) adalah pemeriksaan terhadap semua biaya yang diperlukan terkait dengan produksi dan konsumsi suatu kebutuhan. Biaya ini kemudian ditimbang terhadap manfaat yang diharapkan akibat perwujudan output.

Aspek kunci dari CBA adalah pertimbangan waktu antara biaya yang dibayar dan manfaat yang diperoleh. Semua investasi yang diperlukan dan manfaat yang diharapkan ditransformasikan menjadi nilai uang dalam bentuk Net Present Value (NPV). Untuk membuat perbandingan antara arus kas yang berbeda dalam berbagai titik di masa depan, maka diperlukan memotong semua nilai arus masuk dan arus keluar yang diharapkan sampai saat ini.

CBA adalah penilaian netral dalam beberapa pilihan yang tepat. Dalam arti bahwa kriteria yang digunakan untuk memutuskan yaitu bersifat objektif dan tidak ada atau ruang terbatas untuk subjektivitas. Analisis Manfaat Biaya akan membantu untuk :

  • Identifikasi semua biaya dan manfaatnya.
  • Hitung nilai ekonomis proyek.
  • Membuatproyeksi arus kas.
  • Pilih pilihan terbaik.
  • Klasifikasikan biaya dan manfaat sesuai urutan kepentingan.
  • Tentukan faktor kritis dari kesuksesan

Sumber : https://www.eurocontrol.int/articles/cost-benefit-analysis-or-business-case