Inspiratips : Teruntuk kamu yang sedang putus asa

Banyak hal telah dicoba untuk meraih apa yang kamu inginkan sedari belia, tapi nyatanya banyak usahamu yang berujung sia-sia. Kecewa, malu, marah pasti pernah kamu rasakan ketika bertemu dengan kegagalan. Karena di luar sana, banyak pula orang yang jatuh terpuruk dan sulit bangkit. Namun tak sedikit pula yang beranjak dari kegagalan. Ketika kamu gagal hendaknya kamu tetap gunakan akal sehat untuk tetap melanjutkan hidup. Karena masih banyak yang mestinya kamu pikirkan selain mengurusi ambisi-ambisi masa kecilmu.

  1. Jaga kondisi mentalmu, tetap berpikiran positif. Ingat, kegagalan itu kesuksesan yang tertunda

Ketika jatuh, kamu harus selalu ingat cara untuk bangkit. Meski klise, ungkapan ini sangat penting untuk diperhatikan karena kandungan kebaikan di dalamnya. Kebanyakan orang yang gagal, mereka sulit bangkit dari keterpurukan karena mereka terlanjur pesimis terhadap diri dan duniannya. Pikiran mereka sudah penuh dengan kekalutan.

Nah sebelum kamu mengalami hal tersebut, ada baiknya kamu selalu belajar untuk berpikiran positif. Supaya ketika tiba waktunya nanti gagal, kamu tidak kaget dan mudah bangkit. Ingat anjuran orang tua zaman dulu yang akan relevan sepanjang zaman, bahwa “kegagalan adalah mimpi yang tertunda“.

  1. Tak perlu sedih berlarut-larut, perhatikan kesehatan jasmani. Kalau kamu sakit bagaimana bisa lanjut meraih mimpi

Ketika kesehatan mental terganggu biasanya mereka jadi suka menyendiri, murung, dan tak ingin bertemu dengan siapa-siapa. Mereka juga sering kali tidak doyan makan, kurang tidur, dan makin gemar melamun. Ini adalah fase yang berbahaya dari kondisi terpuruk. Ketika kamu dalam fase ini kamu mestinya ingat bahwa kamu mesti segera bangkit dari kondisi yang mengerikan ini.

  1. Jangan kapok untuk memulai kembali. Pelajari kesalahan yang lalu untuk dibenahi lagi

Ketika kamu sudah mulai move on dari keterpurukanmu, janganlah kapok untuk melanjutkan usaha meraih mimpimu yang dulu. Meskipun gagal, hendaknya kamu coba lagi. Jangan takut gagal. Pelajari penyebab yang membuatmu gagal kemarin. Benarkan prosesnya, lalu ulangi agar impian masa kecilmu lekas tercapai. Dan jangan lupa Bismillah.

  1. Perbaiki hubungan dengan keluargamu, karena bagaimana pun ketika kamu jatuh mereka lah orang pertama yang peduli kepadamu

Daripada kamu buang energi sibuk meratapi nasibmu. Mending gunakan energimu untuk perbaiki hubungan dengan keluargamu yang sudah mulai renggang semenjak kamu merantau. Bagaimanapun keluarga adalah orang pertama yang peduli denganmu, seberapa pun terpuruknya kondisimu.

Mereka adalah orang yang menerimamu apa adaya. Selain itu, kepada keluarga juga kamu bisa melepas kepenatan di kepalamu, segala yang menjadi uneg-uneg dalam kondisimu sekarang. Mereka telah hidup denganmu selama bertahun-tahun, pastilah mengenalimu dengan baik.

Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya, seberat apapun ujian atau masalah yang sedang kita hadapi, jika kita sabar dan ikhlas menerima ujian tersebut pasti Allah membukakan jalan untuk menyelesaikan masalah tersebut. Jadi janganlah berputus asa setiap ada masalah karena hanya orang-orang yang sesat dari jalan Allah lah orang yang berputus asa. Hadapi setiap masalah dengan penuh kepercayaan akan ada cara untuk menyelesaikannya.

Kita hidup di dunia yang penuh dengan keputusasaan. Musuh menyerang dengan semangat putus asa. Definisi putus asa dalam kamus adalah hilangnya atau tidak adanya harapan, kekecewaan, keputusasaan, kesedihan, depresi, kesengsaraan, kekalahan, pesimisme, dan bahkan perasaan ingin bunuh diri.

Ada 10 langkah untuk melawan keputusasaan dan mendapatkan kebahagiaan lagi:


  1. Bernafas
    Maksudnya disini adalah bahwa meskipun kita memiliki banyak sekali list to do tetapi jangan lupa untuk beristirahat sejenak jika lelah, kemudian melanjutkan lagi. Jangan sampai ketika lelah datang, justru kamu banyak diam dan bahkan menghindar. Relax sejenak untuk mendapatkan semangat lagi. Putus asa adalah kata yang harus ditaklukkan. Mulai aja dulu untuk berubah menjadi lebi baik.

  2. Ingat ini: semua hal harus berlalu
    Itu adalah hukum dasar kehidupan. Waktu yang baik, waktu yang buruk, tidak ada yang tetap sama. Berbagai nasib buruk tidak bisa berlangsung selamanya. Air pasang akan kembali; selalu begitu. Itu adalah hukum kehidupan. Sampai saat itu, teruslah bernafas.

    Jangan berlarut-larut dalam masala, dalam keputusasaan. Cepat atau lambat semuanya akan terjadi, tinggal bagaimana kamu mengatasinya apakah akan menunda-nunda atau terus saja bergerak dengan konsekuensi yang ada, mampu mengambil resiko.

  3. Cari cahaya di ujung terowongan
    Kamu mungkin tidak melihatnya hari ini, kamu mungkin tidak melihatnya besok. Tetapi jika kamu tetap pada langkah satu dan dua, kamu akhirnya akan melihat secercah itu suatu hari. Saya berjanji kepadamu. Gelap tidak selamanya gelap, pasti ada ruang dimana cahaya itu ada. Teruslah mencari dan menemukan bahagia diujungnya.

  4. "Poco a poco"
    Itu adalah pepatah yang ada di Spanyol. Mereka menggunakannya sepanjang waktu dengan artii “sedikit demi sedikit.” Kamu mungkin ingin mimpi buruk ini berakhir hari ini, tetapi tidak berhasil seperti itu. Duka, krisis keuangan, perceraian; ini adalah hal-hal yang kamu jalani selangkah demi selangkah. Ketika kamu akhirnya melihat cahaya, menujulah ke arahnya dan mulai berjalan, selangkah demi selangkah. Semua tujuan tidak ada yang bisa dicapai dengan instan. Jika langkah pertama saja tidak kamu mulai, bagaimana kamu bisa mencapai tujuan tersebut?

  5. Bersikaplah gentle terhadap diri sendiri
    Jika kamu pernah bermain Snakes and Ladders sebagai anak-anak, kamu akan tahu betapa frustrasinya untuk naik setengah papan kemudian datang meluncur kembali. Nah ini akan menjadi seperti itu. Kamu akan berpikir kamu hampir keluar dari itu; kamu merasa sedikit lebih baik, atau kamu memutuskan karier kamu dan kamu berpikir yang terburuk telah terjadi dan kemudian kamu menemukan diri kamu kembali. Tidak apa-apa, begitulah cara kerjanya. Kembali ke langkah 1 dan bernapas.

  6. Jangan berpikir bahwa waktu menyembuhkan semua luka
    Karena tidak. Orang-orang mengatakan ini kepada kamu, dan mereka ingin itu benar, tetapi sebenarnya tidak. Sudah sepuluh tahun sekarang sejak saya kehilangan segalanya ‒ Maksud saya segalanya ‒ dan beberapa hari masih menyakitkan. Duka adalah nuklir, ia memiliki umur simpan ribuan tahun. Percaya bahwa itu akan hilang secara ajaib suatu hari hanya akan membuat kamu terperosok di masa lalu. Yang kamu inginkan adalah agar rasa sakitnya mereda sehingga kamu dapat memulai lagi ‒ itu bukan garis akhir, tetapi untuk sekarang ini adalah pos awal kamu.

    Agar keputusasaan segera berakhir jangan bergantung pada ‘biarla waktu yang menjawabnya’. Dengan kamu diam dan menunggu jawaban itu, itu hanya akan mengulur-ulur penyelesaian yang harusnya bisa diselesaikan dengan segera. Ciptakan strategi-strategi baru dan jangan pernah takut salah langkah. Salah, coba lagi. Begitu seterusnya.

  7. Tangguh dengan diri sendiri
    Biarkan diri kamu berduka; jika kamu kehilangan seseorang yang kamu cintai, maka jangan menahan air mata. Jika kamu melakukan kesalahan yang merugikan bisnis kamu, rumah kamu, peternakan ‒ baiklah, manjakan diri kamu, pukuli diri sendiri. Tetapi cepat atau lambat kamu harus berhenti. Kamu akan tahu kapan waktunya. Tetapi ketika hari itu tiba, kamu harus mengangkat mata dan mendisiplinkan diri untuk tidak terus melihat ke belakang.Boleh berekspresi semaumu untuk meluapkan rasa tersebut. Tapi harus diingat bahwa ‘berlebihan tidak baik’.

  8. Jangan membuat keputusan besar
    Terkadang tergoda untuk memahami pelampung pertama yang dilemparkan seseorang kepada kita: investasi baru yang akan memperbaiki kerugian kita atau kekasih baru untuk menyembuhkan rasa sakit kita. Kami sangat ingin ini berakhir. Tetapi berhati-hatilah saat membuat keputusan besar.
    Pernah dengar ‘high risk high return kan?’ nha ini bisa untuk pertimbangan saat kamu akan membuat keputusan dengan menyesuaiakan bagaimana keadaan dirimu juga. Apakah cocok dengan ‘high risk high return’ ini ataukah tidak.

  9. Jangan mengharapkan hal yang sama lagi
    Ketika air pasang kembali, apa pun yang tertulis di pasir sebelum hilang. Terimalah bahwa apa yang kamu alami adalah peristiwa yang mengubah hidup. Kehidupan baru kamu mungkin tidak seperti yang lama. Kenakan bekas luka dan lanjutkan ke kehidupan baru itu, apa pun itu. Tulis hal baru di pasir. Jangan pernah berekspektasi bahwa kejadian masa lalu bisa diulang. Ingat waktu terus berjalan, dan perjalanan baru selalu ada. Be present and enjoy your journey.

  10. Ingatlah untuk menyukai apa yang ada/ tersisa
    Ini adalah langkah terpenting. Jika kamu dapat melakukan semua hal ini dan tidak merusak, maka yang tersisa adalah orang yang luar biasa. Apa yang terjadi pada kamu bukanlah hal yang baik, tetapi kamu telah berjalan melalui api dan keluar dari sisi lain. Itu membuat kamu menjadi orang yang benar-benar luar biasa. Jangan pernah lupakan itu.

    Saat keputusasaan itu datang, ingatlah bahwa sudah sejauh ini kamu melangkah. Refleksi diri perlu untuk menghargai perjuangan yang telah diperjuangkan, untuk mengevaluasi kesalahan apa yang tidak boleh diulang lagi.

Referensi :