Hal-hal apa yang harus diperhatikan dalam pengembangan MOV?

Dalam bussines case, MOV digunakan sebagai alternative untuk mendapatkan nilai baru dari sebuah investasi. Pembuatan MOV tentu saja terdapat beberapa hal yang harus diperhatikan. Apa sajakah hal-hal tesebut ?

Untuk mendapatkan nilai yang nyata bagi sebuah proyek organisasi harus menyelaraskan dan mendukung tujuan dan strategi organisasi. Dalam buku Jack Marchewka: Information Technology Project Management: Providing Measurable Organizational Value (2003), menyajikan konsep MOV sebagai langkah pertama dalam kasus bisnis dan kebutuhan dikaitkan dengan strategi dan tujuan organisasi. Sesuai namanya, pengembangan MOV harus:

  • Dapat diukur : pengukuran akan memberikan fokus untuk proyek, tidak hanya dalam hal tindakannya, tetapi bagaimana keberhasilan akan diukur selama proyek berjalan dan pada akhir proyek setelah diterapkan dan bekerja.

  • Memberikan nilai bagi organisasi : sumber daya dan waktu tidak boleh dihabiskan untuk proyek apapun kecuali jika dapat memastikan bahwa nilai tersebut akan diberikan

  • Dapat disepakati : MOV harus menetapkan harapan bagi pemangku kepentingan. Meskipun tidak mudah untuk menyetujui tujuan saat awal dalam suatu proses.

  • Dapat diverifikasi : pada akhir proyek, MOV harus digunakan untuk menentukan apakah proyek itu sukses.

Sumber : https://www.pmi.org/learning/library/measuring-organizational-value-new-economy-7444

Measurable Organizational Value atau MOV adalah istilah yang diciptakan oleh Jack Marchewka sebagai alat alternatif untuk konsep Return on Investment atau ROI yang lebih populer yang telah menjadi kata kunci dalam industri ini selama sepuluh tahun terakhir dan telah ada lebih dari itu. Marchewka mendefinisikan nilai organisasi terukur sebagai “keseluruhan tujuan dan ukuran keberhasilan proyek.”

Marchewka selanjutnya memecah istilah MOV dan mengatakan bahwa secara implisit mencakup hal-hal berikut: dapat diukur, memberi nilai bagi organisasi, disepakati dan dapat diverifikasi.

  1. Dapat Diukur
    Gagasan di balik pengukuran adalah bahwa tidak ada keputusan proyek yang harus dibuat tanpa mempertimbangkan bagaimana dampaknya terhadap proyek MOV. Jika fitur baru sedang dipertimbangkan, misalnya, maka fitur itu harus dibandingkan dengan MOV. Jika fitur tidak akan meningkatkan MOV maka seharusnya tidak disertakan. Konsep yang relatif mudah, namun pada dasarnya menyatakan bahwa hanya nilai terukur yang harus dipertimbangkan. Ini tidak selalu intuitif.

  2. Memberi Nilai Bagi Organisasi
    Manajemen Proyek oleh MOV harus memberi nilai bagi organisasi. Ini adalah fondasi dari konsep MOV dan analog dengan konsep ROI. ROI, bagaimanapun adalah pengukuran perbedaan antara pengeluaran dan nilai harapan bagi organisasi. MOV tampaknya tidak mempertimbangkan biaya penyediaan sendiri dan hanya tampilan dan nilai bisnis yang terukur setelah penyelesaian proyek sementara ROI memperhitungkan biaya penyediaan MOV serta memiliki potensi untuk mempertimbangkan nilai organisasi yang tidak terukur yang mungkin menjadi motor penggerak.

  3. Disepakati
    Sebuah proyek MOV harus disepakati. Persyaratan ini mencakup pemangku kepentingan bisnis dan pemangku kepentingan teknologi, seperti analis dan pengembang, menyetujui MOV sebelum sebuah proyek dimulai sebagai pengukuran keberhasilan proyek selanjutnya. Ini adalah tugas yang sulit karena berada dalam satu kelompok pemangku kepentingan untuk membuat MOV yang tinggi, sementara demi pemangku kepentingan teknologi membuatnya rendah.

  4. Diverifikasi
    Verifikasi MOV adalah kunci. Karena proyek MOV dapat diukur berdasarkan definisinya maka harus dapat diverifikasi. Setelah proyek selesai, MOV harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek berhasil atau tidak. Sebuah proyek TI akan memberikan nilai negatif di depan dan akan meningkat nilainya dari waktu ke waktu dan kemudian, pada akhirnya, penurunan nilainya sampai diganti. True MOV tidak akan bisa diverifikasi sampai akhir masa pakainya.

Referensi :
http://www.sheepguardingllama.com/2008/01/overview-of-measureable-organizational-value-mov/

Measurable Organizational Value atau yang disingkat dengan MOV adalah istilah yang diperkenalkan oleh Jack Marchewka sebagai alternatif tools untuk melakukan Evaluasi terhadap nilai dari investasi yang dikenal selama ini dengan sebutan ROI. Marchewka mendefinisikan MOV ini sebagai tujuan keseluruhan proyek dan sebagai ukuran kesuksesan. Jadi MOV secara implisit menyatakan sebuah proyek harus dapat diukur, memberikan nilai bagi organisasi, sudah disepakati dan dapat diverifikasi

Verifiability dari MOV merupakan kunci kesuksesan. Dari awal, sebuah proyek MOV harus terukur kemudian harus terverifikasi. Maksudnya, setelah sebuah proyek MOV selesai harus diverifikasi untuk menentukan apakah proyek tersebut berhasil atau tidak.

Dalam melakukan perkembangan MOV, rangkum MOV dalam pernyataan yang jelas dan ringkas atau dalam bentuk tabel. Area dari dampak, nilai, metrik, dan time frame harus sudah disepakati, MOV harus diringkas sehingga dapat dikomunikasikan dengan jelas kepada seluruh stakeholder proyek.

MOV dapat diringkas dalam sebuah pernyataan dengan melengkapi pernyataan: Proyek ini akan berhasil jika …

Di sisi lain, format tabel mungkin lebih sesuai untuk meringkas MOV jika memiliki komponen pertumbuhan selama dua atau lebih periode waktu. Perlu diingat bahwa MOV harus memberi tahu semua orang tentang apa yang akan dicapai proyek ini, bukan bagaimana hal itu akan tercapai. MOV harus fokus pada organisasi, bukan teknologi yang akan digunakan untuk membangun atau mendukung sistem informasi.

Referensi: http://higheredbcs.wiley.com/legacy/college/marchewka/0470371935/husky/Assignments/Assignment_2/assignment_2.html