Fetish, Apakah Bisa Disembuhkan?

Akhir-akhir ini kasus penyimpangan seksual semakin bervariasi dan semakin sering dijumpai. Pada 2020 sempat viral kasus fetish jarik, yang dilakukan oleh salah satu mahasiswa. Kasus terbaru terkait penyimpangan seksual terjadi di Malang, Jawa Timur, yaitu kasus fetish mukena. Diduga pelaku sampai menyamar menjadi wanita demi mendapatkan foto-foto dari korbannya(Wicaksana, 2021).

Menurut Youdics apakah yang menyebabkan seseorang mengalami kelainan seksual fetish? Apakah fetish bisa disembuhkan?

Referensi :
Wicaksana, Y. S. W. (2021). Fetish Mukena Di Malang Viral, Nyamar Jadi Wanita Demi Jaring Korban. Kabarmalang.com. diakses 25 Agustus 2021 dari Fetish Mukena Di Malang Viral, Nyamar Jadi Wanita Demi Jaring Korban

Kelainan seksual merupakan kondisi saat seseorang terangsang dengan membayangkan atau terlibat pada hubungan seksual yang aneh dan dilakukan secara berulang. Gangguan ini bisa menjadi penyimpangan seksual jika penderita membahayakan kondisi fisik atau psikologis orang lain. Penyebab fetish hingga saat ini belum diketahui secara pasti. Namun, beberapa ahli teori beranggapan bahwa fetish berkembang dari pengalaman anak-anak, di mana suatu objek dikaitkan dengan bentuk gairah atau kepuasan seksual yang sangat kuat.

Menurut Penelitian, Fetish bukan sebuah penyakit, maka dari itu fetish tidak dapat disembuhka. Namun, fetish dapat dikontrol, tentunya dengan cara-cara tertentu.

1 Like

Fetish akhir-akhir ini menjadi pembicaraan di masyarakat semenjak munculnya kasus Gilang, seorang mahasiswa yang diduga melakukan pelecehan seksual. Fetish merupakan sebuah penyimpangan seksual yang bisa membuat orang tersebut mengagumi suatu objek secara berlebihan. Fetish bisa dimiliki oleh seseorang yang tertarik dengan benda-benda non seksual. Misalnya bagaimana seseorang merasa bergairah saat melihat guling, stocking, atau melihat sepatu berhak tinggi. Fetish disebut sebagai sesuatu yang wajar, mengingat hal ini adalah variasi dalam aktivitas seksual.

Apakah fetish bisa disembuhkan? Dalam istilah kesehatan mental , fetish tidak menimbulkan penderitaan atau gangguan fungsi, dan fetish juga bukanlah penyakit yang bisa disembuhkan. Terkait dengan kasus fetish jarik yang dilakukan oleh Gilang, hal itu menyebabkan kerugian bagi korban sebab tidak ada persetujuan dan adanya pemaksaan dari si pelaku.

Karena tidak bisa disembuhkan, keberadaan fetish pada diri seseorang dapat dikontrol dan dilatih orang tersebut bisa menyampaikan atau mengekspresikan hasratnya dengan cara yang bisa diterima. Misalnya dengan meminta izin terlebih dahulu, dilakukan dengan relasi yang baik seperti pasangan yang memang rela atau bersedia, meminta tanpa memaksa, dan tidak membuat orang lain merasa terintimidasi.

Cara melatihnya memang cukup kompleks dan berkelanjutan, tidak bisa instan. Mereka harus direhabilitasi psikoseksual, diberikan bukan hanya konseling tetapi harus ada terapinya, harus ada edukasinya, sehingga dia tidak melakukan lagi. Jika fetish dipenuhi dengan cara yang tidak baik, maka hal itu bisa menjadi perbuatan kriminal dan termasuk pelecehan seksual.

1 Like

Menurut saya, tidak ada penyakit atau ketidak sesuaian sesuatu, baik yang bersifat fisik ataupun non fisik, yang tidak bisa disembuhkan, yang ada hanya bagaimana caranya, kemudian apakah si perilaku mau untuk menyembuhkannya ataupun dibantu agar sembuh, serta berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menyembuhkannya. Perlahan tapi pasti menurut saya, mereka bisa normal kembali meskipun mungkin butuh waktu yan lama dan tidak akan benar-benar memiliki keadaan sama seperti yang lain, tetapi setidaknya akan lebih baik dari keadaan sebelumnya.

“Untuk melakukan penyembuhan, dr Alviana mengatakan, gangguan fetish bisa diterapi dengan berbagai cara psikoterapi baik individual maupun kelompok serta dapat dilakukan pemberian terapi obat-obatan dan hormon”. kata dr Alvina, melalui rilis yang diterima detik.com pada Jumat (31/7/2020).