Faktor-faktor apa saja yang membuat manusia lalai dari mengingat Tuhan?

Allah

Faktor-faktor apa saja yang membuat manusia lalai dari mengingat Tuhan?

1. Tidak meyakini adanya kehidupan akhirat

“Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai.” (QS ar-Ruum: 7)

Bukankah begitu banyak orang yang tak meyakini adanya hari kiamat dan kehidupan akhirat di mana tiap manusia harus mempertanggungjawabkan apa yang telah diperbuatnya selama hidup? Inilah yang disebut dengan orang-orang yang lalai!

“Dan ditiuplah sangkakala. Itulah hari terlaksananya ancaman. Dan datanglah tiap-tiap diri, bersama dengan dia seorang Malaikat penggiring dan seorang Malaikat penyaksi. Sesungguhnya kamu berada dalam keadaan lalai dari (hal) ini, maka Kami singkapkan daripadamu tutup (yang menutupi) matamu, maka penglihatanmu pada hari itu amat tajam”. (QS Qaaf: 20-22)

2. Merasa puas dengan kehidupan dunia hingga tidak mengindahkan ayat-ayat Allah

“Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami. Mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan”. (QS Yunus: 7-8)

Ciri orang lalai selanjutnya adalah kepuasan terhadap kehidupan dunia, bahkan amat mencintai dunia dan merasa takut kehilangannya! Kecintaan akan dunia ini membuatnya melakukan apa saja sekalipun harus menerabas larangan agama!

“… janganlah kedua matamu berpaling dari mereka (karena) mengharapkan perhiasan dunia; dan janganlah kamu mengikuti orang yang hatinya telah Kami lalaikan dari mengingati Kami, serta menuruti hawa nafsunya dan adalah keadaannya itu melewati batas.” (QS al-Kahfi: 28)

3. Jarang mengingat Allah dan tidak takut pada kuasaNya

“Dan sebutlah (nama) Tuhanmu dalam hatimu dengan merendahkan diri dan rasa takut, dan dengan tidak mengeraskan suara, di waktu pagi dan petang, dan janganlah kamu termasuk orang-orang yang lalai.” (QS al-A’raaf: 205)

Orang lalai biasanya tidak banyak mengingat Allah. Begitu bangun tidur di pagi hari yang dipikirkannya adalah uang, ketika petang pun yang dipikirkannya hanyalah uang! Uang, harta benda, tahta, dan mungkin juga wanita, menjelma sebagai Tuhannya orang-orang lalai. .

4. Tidak bisa menggunakan hati, pendengaran dan penglihatan untuk memahami ayat-ayat Allah

“Mereka itulah orang-orang yang hati, pendengaran dan penglihatannya telah dikunci mati oleh Allah, dan mereka itulah orang-orang yang lalai”. (QS an-Nahl: 108)

Orang lalai jelas merupakan orang yang mubazir! Ia memiliki hati tapi tak pernah digunakan, demikian pula pendengaran dan penglihatannya tak bisa digunakannya untuk memahami tanda-tanda kekuasaan Allah.

Bahkan biarpun sahabat dekatnya meninggal dunia, seseorang yang lalai tidak akan ingat bahwa suatu saat pun ia akan menjumpai ajal.

Sumber : http://tabungwakaf.com/manusia-lalai-vs-binatang-ternak/