Dimanakah dapat menyaksikan budaya tradisional Jawa?

budaya tradisional jawa

Siapa yang tidak mengenal cerita Ramayana dan Mahabrata. Sebuah cerita fenomenal zaman dulu yang disajikan lewat wayang. Sebuah budaya tradisional yang seharusnya dilestarikan ini, sangat disayangkan harus tergerus zaman. Tapi ada tempat dimana kita dapat melihat budaya tersebut. Dimanakah dapat menyaksikan budaya tradisional Jawa lewat?

Seniman Sudjadijono mengatakan, dengan mengangkat judul pameran “Guyup Rukun, Ojo Golek Musuh, Golekko Sedulur”, ia mencoba untuk mengulik kembali budaya Jawa yang tergerus zaman. Pameran ini berlangsung dari 10-27 April 2018, di Gedung Masterpiece, Tanah Abang, Jakarta. Jika ingin ngulik budaya. Budaya kita tergerus dengan budaya dari barat, Korea, dan lainnya. Generasi muda tidak paham dengan budaya Jawa. Maka dari itu budaya Adi Luhung ini jangan hilang. Kalau ekonomi boleh turun, tapi jika budaya menurun, ini seperti bukan Indonesia.

Lukisan wayang dan arah lukisan yang ditampilkan adalah menceritakan kembali lakon baik yang ada di Ramayana maupun Mahabrata. Lakon keduanya merupakan kehidupan manusia di dunia, yang sangat menonjolkan perilaku manusia.

Seniman yang berani melukis dengan coretan kontemporer dan terang. Cerita wayang yang mengadopsi kehidupan manusia yang baik, akan memberi efek yang baik pula. Ini merupakan karya menarik karena detail dan banyak menggunakan warna emas.

Sementara itu, sudah pasti dalam setiap lukisan wayang tersebut ada narasi. Apakah itu suatu petilan dari adegan dalam Mahabrata atau Ramayana, cerita seorang tokoh, sikap atau pendirian atas suatu keadaan atau situasi, nasehat dan petuah, atau perlambang.

Untuk itu, mengapa hal ini terjadi? Karena audiens seni wayang saat ini sudah menyempit, terutama pada generasi baru orang-orang Indonesia saat ini. Tidak semua generasi baru orang Jawa mengetahui cerita wayang, apalagi karakter tokohnya satu persatu. Pencipta dibutuhkan sebagai narator atas karya-karyanya.

Pembuatan karya-karya wayang ini selain menciptakan keindahan dan menyalurkan kreativitas, juga merupakan pelestarian atas kebudayaan adi luhung Indonesia. Lukisan ini merupakan sarana pendidikan juga, karena selain dikenalkan kembali pada wayang, kita juga diberikan pesan-pesan moral yang merupakan cerminan pendirian dari pelukisnya.

Sumber: