Cukupkah Sekedar Minum Obat untuk Atasi Sakit Gigi?

image

Sakit gigi akibat gigi berlubang merupakan salah satu keluhan yang cukup sering ditemui di masyarakat. Sakit gigi ini terkadang bisa sangat menggangu karena rasa sakit yang tidak tertahankan membuat seseorang sulit konsentrasi hingga sulit untuk tidur.

Salah satu solusi cepat yang dipilih masyarakat untuk mengatasi sakit yang tidak tertahankan tersebut adalah mengkonsumsi obat sakit gigi yang banyak dijual di toko, warung, atau apotek di sekitar tempat tinggal. Obat-obat tersebut terbukti efektif mengatasi sakit gigi dengan segera. Saat sakit sudah hilang paska minum obat, sebagian orang menganggap masalah sakit gigi tersebut sudah selesai, benarkah begitu?

Secara umum pada kondisi gigi berlubang ada dua fase gigi akan terasa sering sakit secara tiba-tiba dan tak tertahankan. Pertama saat lubang gigi sudah mendekati atau sudah mencapai pulpa (saraf dan pembuluh darah) dan kedua saat gigi pada kondisi tersebut dibiarkan saja tanpa dilakukan perawatan sehingga infeksi menyebar dan menyebabkan peradangan hingga bagian akar dan terjadi pembengkakan pada gusi sekitar gigi.

Kondisi pertama dikenal dengan istilah pulpitis irreversibel. Pada kondisi ini pulpa gigi masih hidup (vital) sehingga penyebab sakit adalah peradangan pada bagian pulpa itu sendiri akibat terpaparnya pulpa dengan lingkungan tanpa adanya pelindung.

Kondisi kedua dikenal dengan istilah abses periapikal. Pada kondisi ini penyebab sakit adalah peradangan pada bagian sekitar akar gigi (periapikal) yang disebabkan penumpukan bakteri pada daerah tersebut. Penumpukan bakteri menyebabkan terbentuknya cairan (nanah) sehingga gusi terlihat bengkak.

Obat sakit gigi yang beredar di toko dan warung biasanya adalah obat golongan antinyeri (analgesik) dan anti peradangan (antiinflamasi). Dengan dua fungsi tersebut artinya obat tersebut memang efektif untuk meredakan sakit akibat peradangan pada gigi. Namun, penting untuk diketahui bahwa untuk menyelesaikan masalah sakit gigi ini secara keseluruhan tidak cukup hanya dengan mengkonsumsi obat sakit gigi tersebut.

Pada kondisi pulpitis irreversibel, obat memang akan berfungsi untuk menghilangkan rasa sakit. Namun, saat efek antinyeri sudah hilang maka rasa sakit sangat mungkin akan kembali karena kondisi pulpa yang masih vital dan terpapar dengan lingkungan luar tanpa ada penghalang sehingga memungkinkan terjadinya peradangan.

Begitu pula pada kondisi abses periapikal, ada peran bakteri yang menyebabkan peradangan terus berlangsung sehingga saat efek antinyeri dan anti peradangan dari obat sudah hilang maka peradangan dapat kembali berlangsung dan memungkinkan sakit kembali terasa.