Cinta itu Membunuh Otak

Cinta itu buta

Yah, ungkapan yang mirip dengan quotes ini

Mengapa ?

Sebab bila telah jatuh cinta, dunia serasa milik berdua. Jika keduanya sudah bahagia, maka sudah cukup bagi mereka untuk hidup di dunia ini. Dan sebaliknya, jika keduanya sudah tidak bahagia, maka sudah cukup bagi mereka untuk meninggalkan dunia ini. Maka dari itu, terkadang muncul berita tentang bunuh diri gegara putus cinta, dll.

Bila sudah jatuh cinta, hakikatnya ia seperti orang mabuk. Makanya ada istilah Mabuk Cinta, dimana cinta sudah membunuh nalarnya. Inilah perasaan cinta.

Ketika Anda jatuh cinta, saat itulah saraf ini bekerja, dan kebutuhan otak untuk menilai karakter seseorang serta hal-hal negatif tentang pasangan pun akan menurun. Karena penilaian karakter dan emosi negatif menurun maka yang berkembang adalah penilaian tentang hal-hal yang positif dan manis-manis tentang dirinya. Anda bersedia untuk memberikan semua cinta dan kasih Anda untuknya. Ini adalah cinta yang Anda rasakan, dan bukan Anda lihat. Kondisi ini memang memungkinkan seseorang untuk rela melakukan apa pun demi orang yang dicintainya tanpa pikir panjang, meskipun hal ini berbau negatif. Inilah yang membuat ‘cinta itu buta’ menjadi buruk. Tak jarang hal ini dikaitkan dengan nafsu. Namun, persepsi cinta buta ini tak melulu negatif kok. Sebenarnya ungkapan “cinta itu buta” menggambarkan sebuah proses dan cara alami dari dalam diri yang membuat Anda bisa mengungkapkan rasa cinta kepada orang lain dengan tulus dari dalam hati, bukan karena apa yang Anda lihat dari dirinya. Sebuah perasaan cinta yang tulus dan tak bersyarat.

Makanya hati-hati dengan hati. Kuasai perasaanmu dengan nalar. Hilangkan cinta yang buta. Jangan biarkan ia merugikan dirimu. Apalagi hingga salah dalam memilih pasangan hidup, dimana ia akan mendampingimu seumur hidup

Pilihlah dari tingkah lakunya, itu yang utama dan penting, juga susah untuk mengubahnya. Setelah itu terserah, jabatan, harta, paras, agama dll, silahkan pilih yang terbaik untuk dirimu. Jangan mengikuti perasaan nafsumu !. Juga minta komentar dari orang-orang sekitar sebab mungkin ada yang lebih pengalaman, dll. Tidak lupa pula yang telah menciptakanmu, sebab yang menciptakan lebih mengetahui apa yang diciptakannya. Begitulah kiranya.

Rasulullah SAW bersabda, “Wanita dinikahi karena empat hal: karena hartanya, karena kedudukannya, karena parasnya, dan karena agamanya. Maka hendaklah kamu pilih wanita yang bagus agamanya. Kalau tidak demikian, niscaya kamu akan merugi.” (HR. Bukhari & Muslim)

Setidaknya jika menikah dengan alasan kekayaan seseorang akan bahagia di dunia. Uang memang bukan segalanya tapi segalanya membutuhkan uang. Meski demikian, harta bukan lah segalanya.

Jika memilih berdasarkan kecantikan memang tidak akan berlangsung lama, karena semua akan berubah sesuai dengan usia yang semakin menua. Tapi setidaknya kecantikan tersebut bisa menenangkan hati dan bisa meningkatkan kepercayaan diri.

Ketika harta, keturunan, dan kecantikannya tidak ditemukan maka carilah pasangan yang selalu memperhatikan agamanya. Kenapa agama menjadi yang terakhir?

Ketika agamanya baik tidak ada salahnya menjadikan dia sebagai istri. Laki laki yang baik untuk wanita yang baik, wanita yang baik untuk laki laki yang baik pula. Seorang wanita yang taat agama akan menjaga diri dan keluarga dari hal-hal yang tidak diinginkan.

Harta, keturunan, dan kecantikan bukanlah jaminan kebahagiaan, tapi agama bisa menjadi pegangan yang kokoh untuk menggapai kebahagiaan di dunia dan akhirat

Thanks…

5 Likes