Beth Brooke-Marciniak : Atlet Basket dan Global Vice Chair Firma Jasa Profesional Terbesar Ketiga di Dunia, EY (Ernst & Young)

sumber : http://www.ncaa.org/sites/default/files/marciniak-collage.jpg

##Biografi, Beth Brooke-Marciniak


Pekerjaan

Global Vice Chair of Public Policy, EY (Ernst & Young)

###Afiliasi lainnya

  • TechnoServe
  • Vital Voices
  • Commitee of 200
  • National Women’s Law Center
  • The White House Project
  • Partnership for Public Service
  • Verizon
  • Oracle
  • Wal-Mart

###Tempat dan Tanggal Lahir
Kokomo, Indiana, U.S., 1959

###Kewarganegaraan
Amerika Serikat

###Pendidikan
Bachelor of Arts / Science, Purdue University

###Total Kekayaan

###Peringkat Berdasarkan Forbes

  • 99 Power Woman (2016)
  • 94 Power Woman (2015)

##Riwayat Hidup


Beth Brooke-Marciniak adalah Global Vice Chair pada firma jasa profesional terbesar ketiga di dunia menurut pendapatan pada tahun 2012 dan merupakan salah satu dari firma audit Empat Besar, yaitu Ernst & Young. Lahir pada tahun 1959 di Kokomo, Indiana, Amerika Serikat. Beth Brooke-Marciniak atau yang dikenal dengan Brooke, merupakan kewarganegaraan asli Amerika Serikat.

Dia adalah anak dari pasangan Howard J.Millard dan E. Mary Millard. Ayah Brooke adalah seorang atlet yang hebat. Melatih Brooke dalam berolahraga, bermain basket, serta ping pong adalah rutinitas yang setiap malam dilakukan dengan Ayahnya. Sekarang, Ibu Brooke tinggal di Sacred Heart, Center Valley, Pennsylvania setelah Ayahnya meninggal dunia.

Brooke sangat populer di sekolah baik secara akademik maupun dalam bidang atletik di Taylor High School. Saat umurnya 13 tahun, dia menjalani operasi darurat akibat degeneratif pangkal paha yang dialaminya dan menyebabkan sebuah asumsi bahwa dia tidak akan dapat berjalan lagi. Namun, segala hal tersebut bukan merupakan pilihan untuk seorang atlet basket ambisus seperti dirinya. Dia mencoba untuk berjalan dan berolahraga kembali, empat belas bulan setelah melakukan operasi. Bahkan orang tua Brooke tidak mengetahui hal tersebut.

Memperoleh beasiswa olahraga untuk berkuliah di Purdue University. Beth-Brooke Marciniak adalah orang yang ambisius, disiplin dan tentunya sangat cerdas. Ia lulus yang pertama pada kelasnya di Purdue University dan memperoleh nilai tertinggi pada ujian nasional akuntansi publik.

Direkrut oleh Harvard Univeristy untuk melanjutkan sekolah pascasarja, namun ia menolak dan memilih untuk bekerja. Keseriusan Brooke untuk fokus pada karir ditunjukkan dalam sikapnya yang memilih untuk meninggalkan hobinya, yaitu bermain basket. Setelah lulus, Brooke ditawarkan untuk bekerja pada firma jasa akuntan Ernst & Winney, pendahulu perusahaan tempatnya bekerja sekarang, yaitu Ernst & Young.

Tahun 2011, Brooke melakukan sebuah aksi kontroversial tentang pengakuan dirinya bahwa ia mengalami kelainan orientasi seks pada sesama perempuan. Meskipun banyak mendapat anggapan negatif, Brooke menganggap bahwa dia tetaplah seorang perempuan yang memperjuangkan hak-hak wanita.

April 2014, Brooke menikah dengan Michelle Brooke-Marciniak, seorang co-Founder dan co-CEO SHEEX Inc., serta seorang atlet basket profesional. Sehingga Michelle memiliki hobi yang sama dengan Beth Brooke. Dalam wawancaranya dengan Tom Johnson, ditanyakan tentang keinginan untuk memiliki anak sebagai penerus dalam melanjutkan karier yang telah ia tempuh, tetapi pasangan kekasih ini merasa belum ada kemauan akan hal tersebut dan memilih untuk berfokus pada karir.

##Riwayat Karir


Beth Brooke-Marciniak adalah anggota dari sebuah firma Global Management Group dan America Executive Borad. Ia bertanggung jawab atas kebijakan publik suatu firma di 150 negara dan berhubungan dengan regulators, policymakers (pembuat kebijakan) dan capital market stakeholders (pemegang saham). Antara tahun 2014 dan 2015, Ia mendapatkan penghargaan sebanyak delapan kali sebagai 100 Most Powerful Women oleh Forbes dan disebut sebagai 2009 Woman of the Year by Concern Worldwide.

Merupakan lulusan Industrial Management-Computer Science, Purdue University. Tahun 1981, Brooke lulus dan mendapatkan tawakan oleh firma akuntansi Ernst & Whinney, pendahulu perusahaan tempat ia bekerja sekarang, Ernst & Young (EY).

Selama 10 tahun, Beth Brooke bekerja pada perusahaan di Indianapolis. Ia menjadi partner wanita pertama suatu firma pada tahun 1990. Kemudian, Brooke dipindahkan ke Washington, D.C., untuk menjadi direktur perusahaan nasional pelayanan dan penasehat pajak.

Setelah itu, ia bekerja pada masa pemerintahan Clinton, yaitu perusahaan pemerintahan untuk mengawasi segala kebijakan pajak yang berkaitan dengan asuransi di Departemen Keuangan Amerika Serikat selama dua tahun. Tahun 2001, Brooke membantu EY untuk menavigasi badai Enron ketika kekuatan energi Amerika Serikat runtuh melawan Arthur Andersen. Selama karirnya, Beth telah menjabat untuk perusahaan-perusahaan besar bidang asuransi, pajak dan kesehatan industri.

Setelah bekerja pada beberapa perusahaan, Brooke kembali bekerja pada Ernst & Young. Program kerja yang ia laksanakan adalah membantu dan mendukung pengusaha lokal bercita-cita di negara-negara berkembang dalam memberantas kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Tahun 2013, Brooke mengawasi EY’S Women Athletes Business Network. Jaringan ini menghubungkan kampus atlet wanita dan atlet profesional dengan para pemimpin wanita dunia hingga pada tahun 2015, EY memiliki pendapatan sekitar $28.7 miliar, meningkat sekitar 11,6% dari tahun sebelumnya.

Sepanjang karir Beth Brooke, ia telah aktif dalam banyak kegiatan organisasi sipil dan bisnis. Merupakan anggota dari kelas perdana Henry Crown Fellows oleh The Aspen Institute dan the Committee 200. Dia menjabat sebagai dewan komisaris Vital Voices, The Committee for Economic Development, The Atlantic Council of the United States, the Partnership for Public Service, TechnoServe, the National Women’s Law Center dan The White House Project.

Menjabat sebagai Dewan Pengawas di the Aspen Institute, the Women’s Leadership Board of the Kennedy School di Harvard dan menjadi Dewan Penasehat pada forum ekonomi dunia. Di Georgetown University dan Indiana Univeristy, ia juga diangkat sebagai Dewan Penasehat Kebijakan Publik. Dia merupakan anggota Komite Penasehat Audit untuk Departemen Pertahanan Amerika Serikat.

Sebagai Global Vice Chair, Beth fokus dalam membentuk strategi kebijakan publik dan merupakan pekerjaan yang paling menonjol dalam arena kebijakan publik. Beth ingin mengubah dunia menjadi lebih baik dengan bakat kepemimpinan bisnis yang ia miliki.

##Fakta-fakta


  1. Beth Brooke-Marciniak telah delapan kali terdaftar di dalam 100 Most Powerful Women pada Forbes.

  2. Telah tercatat pada Woman of the Year by Concern Worldwide pada tahun 2009.

  3. Prestasi lainnya adalah bahwa Beth Brooke juga tercatat secara konsisten sebagai Directorship 100 dan Accounting Today’s 100 Most Influential.

  4. Delegasi Amerika Serikat pada PBB ke 53 dan 54 tentang Status Perempuan.

  5. Ia mendapatkan banyak inspirasi dari Ayahnya yang mana adalah seorang atlet.

  6. Ketika Ayah Brooke meninggal, pimpinan Ernst & Young meminjamkan jet pribadi untuk mengantar Brooke terbang ke Indiana menjemput keluarganya dan menemui Ibunya di Florida.

  7. Pada umur 13 tahun, Beth Brooke-Marciniak menjalani operasi darurat akibat degeneratif pangkal paha yang dialaminya dan menyebabkan sebuah asumsi bahwa dia tidak akan dapat berjalan lagi.

  8. Empat bulan kemudian setelah operasi, Beth Brooke-Marciniak mencoba untuk berjalan dan berolahraga kembali tanpa sepengetahuan orang tuanya.

  9. Atlet wanita pertama yang mendapatkan beasiswa olahraga di Purdue University.

  10. Menjadi pemain basket andalan wanita pada kompetisi tingkat tinggi, yaitu Big Ten Athletic Conference.

  11. Nancy Cross, Pemimpin Senior Atletik di Purdue University berkata, “Beth Brooke-Marciniak adalah seseorang yang kompetitif luas biasa, pekerja keras dan sangat pintar.”

  12. Ia adalah orang yang pertama lulus pada kelasnya di Purdue University dan meraih nilai tertinggi pada ujian sertifikasi nasional akuntan publik.

  13. Menolak untuk melanjutkan pascasarjana yang direkrut langsung oleh Harvard University dan memilih untuk bekerja pada dunia.

  14. Ia lulus dari Purdue University pada tahun 1981.

  15. Tahun 2012, Ia menerima sebuah kehormatan, yaitu sebuah gelar doktor dari Purdue University.

  16. Setelah lulus, Beth Brooke-Marciniak disewa untuk bekerja pada firma jasa akuntan Ernst & Winney, pendahulu perusahaan tempatnya bekerja sekarang, yaitu Ernst & Young

  17. Brooke menikah dengan pemain basket wanita profesional, Michelle Marciniak pada April 2014.

  18. Menurut Brooke, Ibu adalah sosok yang sangat berperan penting dalam kesuksesan yang dia alami. Brooke sangat dekat dengan Ibunya. Rutinitas pertama yang dia lakukan ketika bangun tidur adalah berolahraga dan menelpon Ibunya.

  19. Setelah 52 tahun, Brooke baru mengakui bahwa dirinya mengalami kelainan orientasi seksual kepada sesama perempuan. Ia merasa bahwa segala hal yang dirasakan menjadi motivasi untuk melakukan aktualisasi diri dalam dunia kerja dan mencapai tujuan sosial untuk para kaum wanita dalam dunia bisnis.

  20. Beth Brooke-Marciniak bertanggung jawab atas kebijakan publik suatu firma di 150 negara dan berhubungan dengan regulators, policymakers (pembuat kebijakan) dan capital market stakeholders (pemegang saham).

  21. Ia adalah co-CEO dari organisasi WEConnect Internasional

  22. Menjabat pada Dewan Internasional tentang Kepemimpinan Bisnis oleh Wanita yang dipimpin mantan Menteri Luar Negeri, Hilary Clinton.

##Quotes


I’m motivated by very small successes. - Beth Brooke-Marciniak

Success is fine, but success is fleeting. Significance is lasting. - Beth Brooke-Marciniak

It is here on this court where I learned that losing is just feedback - Beth Brooke-Marciniak

My dad would always say, ‘Girl, you’ve been givn gifts. Use them.’ And what he meant by that was, ‘Don’t just be successful. Don’t just use your talents for your own success. But make a difference with them. Do something significant.’ And when I put those two things together, it just causes me to not accept the status quo. - Beth Brooke-Marciniak

Setbacks are just learning experiences. - Beth Brooke-Marciniak

Sport primes women and girls to lead, not only on the field, but in all aspects of life - Beth Brooke-Marciniak

What is clear is that business leaders must commit to champion change - to be transparent about their goals for change, to align their incentives systems to drive the change, and to make sure their work environments are flexible in a way that allows men and women who choose to work to be able to achieve all of their potential. - Beth Brooke-Marciniak

It’s not the winning that teaches you how to be resilient. It’s the setback. It’s the loss. - Beth Brooke-Marciniak

What I don’t underestimate is everybody’s deal is different and everybody’s deal makes it difficult. And so it is incumbent upon employers to create flexible work environments that allow people to fulfill their professional and personal lives in a way that works for themselves. - Beth Brooke-Marciniak

Referensi

image

Beth Brooke-Marciniak

Beth Brooke-Marciniak (lahir 1959) adalah Wakil Ketua Umum Kebijakan Publik untuk EY (Ernst & Young). Beth bertanggung jawab untuk membentuk posisi EY pada kebijakan publik. Dia bekerja sama dengan regulator, pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, investor dan pemangku kepentingan lainnya di seluruh dunia untuk menangani isu-isu kritis yang dihadapi profesi dan pasar modal global. Dia juga merupakan sponsor global EY untuk Diversity and Inclusiveness dan advokat terkemuka untuk keuntungan kepemimpinan dan pertumbuhan inklusif. Pada tahun 2014 dia terdaftar sebagai wanita paling kuat ke-98 di dunia oleh Forbes.

Beth bergabung dengan EY pada tahun 1981. Dia telah memegang sejumlah peran kepemimpinan termasuk Direktur Layanan Penasihat Pajak Nasional AS, dan Wakil Ketua Kebijakan Publik, Keberlanjutan dan Keterlibatan Global dan Amerika. Selama karirnya bersama EY, Beth telah melayani beberapa perusahaan terbesar di industri asuransi, jasa keuangan dan kesehatan. Beth bekerja di Departemen Keuangan AS selama pemerintahan Clinton dimana dia bertanggung jawab atas semua masalah kebijakan pajak terkait dengan asuransi dan perawatan yang dikelola. Dia bekerja di Departemen Keuangan A.S. selama dua tahun. Brooke yang juga anggota Komite Penasihat Audit untuk Departemen Pertahanan A.S., adalah anggota delegasi A.S. ke Komisi Hak Asasi Manusia Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-53 dan ke-54, dan sebagai Duta Persiapan untuk Departemen Luar Negeri AS.

Brooke adalah wanita pertama yang mendapatkan beasiswa bola basket oleh Purdue University, di mana dia mendapatkan gelar sarjana dalam bidang manajemen industri / ilmu komputer pada tahun 1981 dan mendapat gelar kehormatan pada tahun 2012. Dia menikahi pemain basket Michelle Marciniak pada bulan April 2014.

Quotes:

It’s not the winning that teaches you how to be resilient. It’s the setback. It’s the loss. -Beth Brooke

Sponsorship involves putting your own political capital at risk, so they are going to help that person to succeed. Women get promoted; they don’t get sponsored. Women know they are on their own if they get that promotion. -Beth Brooke

Not only do the majority of senior women executives have sports in their background, they recognize that the behaviors and techniques learned through sports are critical to motivating teams and improving performance in a corporate environment. -Beth Brooke

There’s no doubt about it that my participation in sports allowed me to compete in the business world in a very gender-neutral way. -Beth Brooke

Referensi

http://www.ey.com/gl/en/about-us/our-global-approach/our-leaders/ernst---young---global-executive---beth-brooke--biography

https://en.wikipedia.org/wiki/Beth_Brooke-Marciniak

https://www.brainyquote.com/authors/beth_brooke\

Beth A. Brooke-Marciniak adalah Wakil Ketua Global - Kebijakan Publik di EY dan merupakan anggota Badan Eksekutif Global perusahaan. Beth memiliki tanggung jawab kebijakan publik untuk mengoperasikan perusahaan di lebih dari 150 negara. Sebagai tambahan, dia adalah sponsor global untuk upaya Diversity and Inclusiveness EY. Dia telah dinobatkan sembilan kali untuk daftar Forbes “100 Wanita Paling Kuat di Dunia”, dan diberi nama “Woman of the Year” oleh Concern Worldwide. Pada tahun 2017, Beth menerima Theodore Roosevelt Award, penghargaan individu teratas yang diberikan oleh Asosiasi Atletik Collegiate Nasional AS (NCAA). Dia juga telah dilantik menjadi Indiana Basketball Hall of Fame.

Sebagai Wakil Ketua Global, Beth fokus untuk membentuk arahan dan posisi strategis perusahaan terhadap kebijakan publik, dan merupakan salah satu suara paling menonjol dari profesi di arena kebijakan publik. Karyanya mencakup keterlibatan dengan regulator, pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, investor dan pemangku kepentingan utama lainnya di seluruh dunia untuk menangani isu-isu kritis yang dihadapi profesi dan pasar modal global. Dia sangat sering berbicara di forum di seluruh dunia mengenai topik mulai dari kepemimpinan di abad ke-21, peran bisnis di masyarakat, isu-isu yang mempengaruhi profesi akuntansi dan pasar modal global, kepemimpinan perempuan, dan kebutuhan akan kerjasama sektor / sektor publik untuk mengatasi tantangan kebijakan.

Beth sangat tertarik untuk menggunakan platform kepemimpinannya untuk membuat perbedaan di dunia. Dia adalah pendukung setia untuk kemajuan wanita di seluruh dunia. Beth bertugas di Delegasi AS ke Komisi HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa yang ke-53 dan ke-54. Melalui kepemimpinannya, EY bergabung setiap tahun bersama Forbes untuk merayakan dan memperlihatkan prestasi perempuan di World Economic Forum di Davos. Di dalam EY, dukungan Beth terhadap inklusifitas, dedikasi, dan inisiatif fleksibilitas perusahaan telah berkontribusi terhadap pengakuan konsisten EY oleh FORTUNE sebagai salah satu dari “100 Perusahaan Terbaik untuk Bekerja.”

Beth telah memainkan peran aktif tentang bagai mana cara menanamkan tanggung jawab perusahaan ke dalam strategi EY. Dia mempelopori pembentukan kelompok “Tanggung Jawab Perusahaan EY”, termasuk Program Fellows-nya, yang memungkinkan atasan perusahaan tersebut menghabiskan waktu selama tiga bulan dengan menggunakan keahlian mereka untuk bekerja membantu calon pengusaha lokal di negara-negara berkembang. Dalam pekerjaannya bersama EY, dan selama bertahun-tahun terlibat dalam komunitasnya, Beth telah bekerja di negara-negara berkembang untuk mendukung dan bekerja sama dengan pengusaha sebagai mesin pengentasan kemiskinan dan pertumbuhan ekonomi.

Keahlian kebijakan Beth, memungkinkannya untuk memberikan kontribusi yang kuat kepada pemerintah juga. Selama Pemerintahan Clinton, dia bekerja dua tahun di Departemen Keuangan A.S., di mana dia bertanggung jawab atas semua masalah kebijakan pajak yang berkaitan dengan asuransi dan perawatan yang dikelola. Dia memainkan peran penting dalam reformasi kesehatan dan upaya reformasi Superfund. Sebelum menjabat di EY, Beth adalah Direktur Nasional Pelayanan Penasihat Pajak di Washington DC, dan sebelumnya, dia bekerja di audit dan pajak di kantor Indianapolis di mana dia menjadi mitra wanita pertama di sana pada tahun 1990. Dalam karirnya, Beth telah melayani beberapa perusahaan terbesar di industri asuransi dan perawatan kesehatan.

Beth memiliki gelar sarjana, dari Universitas Purdue, di mana dia mengambil jurusan Manajemen Industri / Ilmu Komputer, saat bermain Basket Wanita Intercollegiate. Pada tahun 2012, ia menerima gelar doktor kehormatan dari Purdue. Beth adalah seorang Akuntan Publik Bersertifikat dan Fellow di Life Management Institute, sebutan profesional di industri asuransi.

Sepanjang karirnya, Beth telah aktif terlibat dalam banyak organisasi kemasyarakatan dan bisnis. Dia memimpin Dewan Vital Voices dan ketua bersama Dewan Internasional untuk Kepemimpinan Bisnis Perempuan, keduanya didirikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Dia bertugas di Dewan Penasihat untuk Kepemimpinan dan Dewan Dewan Konferensi, Institut Aspen dan Dewan Penasihat Wanita dari Forum Ekonomi Dunia. Beth juga merupakan anggota kelas pengukuhan Henry Crown Fellows dari The Aspen Institute, Komite 200, dan Forum Perempuan Internasional.

It’s not the winning that teaches you how to be resilient. It’s the setback. It’s the loss.
- Beth Brooke-Marciniak-

Sumber :


Beth Brooke-Marcinaik adalah Wakil Ketua Global Ernst & Young. Dia bertanggung jawab untuk membentuk posisi EY pada kebijakan publik. Dia bekerja sama dengan regulator, pembuat kebijakan, pemimpin bisnis, investor dan pemangku kepentingan lainnya di seluruh dunia untuk menangani isu-isu kritis yang dihadapi profesi dan pasar modal global kami. Dia juga merupakan sponsor global upaya keragaman dan inklusifitas EY dan pendukung terkemuka untuk keunggulan kepemimpinan inklusif. Dia adalah anggota kelas pengukuhan dari Henry Crown Fellows dari The Aspen Institute, yang berusaha mengembangkan generasi pemimpin masyarakat yang bersemangat, dan anggota Komite 200, yang membantu, meramalkan dan memajukan kepemimpinan perempuan dalam bisnis.

Beth juga bertugas di Dewan Penasihat Wanita untuk Forum Ekonomi Dunia, Vital Voices, dan The Conference Board, dan merupakan Co-Chair dari Dewan WEConnect International. Beth juga merupakan Co-Chair Dewan Internasional untuk Kepemimpinan Bisnis Perempuan, yang sekarang berada di Georgetown, didirikan oleh mantan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton. Dia secara teratur diberi nama oleh majalah Forbes sebagai salah satu dari 100 wanita terkuat di dunia.

Saat Beth diberi pertanyaan apakah definisi kesuksesan menurut anda? Beth pun menjawab “Ayah saya memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap bagaimana saya melihat kesuksesan. Dia akan selalu mengatakan kepada saya, ‘Girl, kamu telah diberi hadiah. Gunakanlah mereka.’ Dan saya tahu yang dia maksud adalah ‘ Jangan hanya sukses. Gunakan kesuksesan dan platform dan sumber daya yang datang dengan sukses untuk membuat perbedaan positif di dunia. Lakukan sesuatu yang penting. Agar sukses berlalu cepat, sementara signifikansi bertahan.’ Bagi saya, itulah yang berarti kesuksesan. Bukan sebagai tujuan itu sendiri, melainkan sebagai platform untuk melakukan sesuatu di dunia yang membuat perbedaan positif bagi orang lain.

Dalam sebuah wawancara Ia berbagi cerita dan pengalaman. “Pengalaman saya sebagai pemain basket perguruan tinggi membuat kepercayaan diri saya meningkat dan ketahanan dalam segala hal yang saya lakukan. Ini juga memperkuat pendekatan pribadi bahwa kegagalan tidak pernah menjadi pilihan. Jika segala sesuatunya tidak berjalan sesuai rencana, itu berarti semua tentang bagaimana Anda memilih diri dan melanjutkan yang paling penting. Mengatasi kerugian, belajar darinya, dan terus memainkan permainan lain - pelajaran yang sama berlaku untuk kesuksesan dalam bisnis. Dan saya tahu bahwa saya belajar 10 kali lebih banyak ketika kita kalah daripada saat kita menang.”

“Berhasil dalam olahraga juga melatih keterampilan kepemimpinan saya. Dan kita bisa melihat contoh kesuksesan wanita dalam olahraga yang berhubungan dengan kesuksesannya dalam bisnis setiap saat. Penelitian EY terbaru menunjukkan bahwa partisipasi dalam olahraga memainkan peran penting dalam mengembangkan keterampilan membangun kepemimpinan dan tim untuk wanita dan memberi mereka kepercayaan diri. Menurut penelitian tersebut, 94% eksekutif bisnis wanita senior bermain olahraga dan lebih dari separuh wanita di C-suite bermain di tingkat universitas.”

“Ketika saya memikirkan apa arti ini bagi saya, saya berpendapat bahawa tidak ada tempat latihan yang lebih baik untuk sukses dalam bisnis daripada kesuksesan dalam olahraga. Disiplin, fokus, persiapan, kerja sama tim, dapat dilakukan oleh pelatih, dimainkan oleh peraturan, semua hal yang dibutuhkan untuk kesuksesan bisnis dipanggang dalam DNA Anda sebagai atlet yang sangat kompetitif. Sebagai atlet, kalah hanyalah umpan balik. Ini adalah bahan utama bagi pemimpin bisnis yang tangguh dalam pencarian kesempurnaan tanpa rasa takut dan konstan mereka. Dan atlet bekerja dengan dan memaksimalkan beragam keterampilan dan perspektif untuk dijalankan dan menang. Ini juga bagaimana kita mendapatkan inovasi dan kesuksesan jangka panjang dalam bisnis.”

“Itulah sebabnya saya sangat bangga karena EY telah menciptakan Jaringan Kerja Atletik Wanita (WABN) dengan tujuan menciptakan lingkungan yang mendukung atlet wanita elit yang berusaha mengembangkan potensi kepemimpinan mereka dan untuk menggunakan apa yang telah mereka pelajari melalui olahraga untuk sukses. di luar karir olahraga mereka.”

“Pelajaran yang saya pelajari Jadilah dirimu sendiri. Anda tidak bisa apa-apa selain itu di penghujung hari. Itulah yang membuat Anda berharga - dan merasa bebas untuk mengabaikan dunia jika dan ketika mencoba untuk memberitahu Anda sebaliknya.”

Be yourself. You can’t be anything but that at the end of the day. It’s what makes you valuable and feel free to ignore the world if and when it tries to tell you otherwise.

sumber :