Berawal dari ide sederhana hingga Apple mengancam akan mematikannya, Bagaimana Dropbox mencapai kesuksesannya ?

Berawal dari ide sederhana yaitu “sering tertinggal” yang berulang-ulang kali, padahal data yang terdapat didalamnya sangatlah penting, Drew membuat cara baru dalam menyimpan data yang aman berbasis cloud. Bagaimana Drew berhasil membuat startup yang didirikannya bersama mantan mahasiswa MIT, hingga Apple menghubungi Dropbox untuk mematikannya?

1 Like

Berawal dari seringnya Drew Houston lupa untuk membawa USB flash drivenya, muncul ide untuk membuat penyimpanan data yang dapat tersinkronisasi. Berawal dari mencari co founder dan kesusahan untuk mengimplementasikan strategi marketing untuk produknya, Dropbox tumbuh hingga memiliki lebih dari 200 juta pengguna. Beberapa hal yang dilakukan oleh dropbox ialah

  • Mereka memberikan value untuk pengguna
    Pada awalnya, banyak orang yang tidak setuju dengan idenya karena kurangnya pemahaman akan produk itu sendiri. Hal yang terpenting menurut pengalamannya mengembangkan Dropbox adalah untuk membuat orang lain menyukai produknya maka mereka harus menghasilkan value. Oleh karena itu solusi dari Houston adalah membuat video yang menjelaskan bagaimana cara kerja dari Dropbox dan bagaimana orang lain produk ini dapat menguntungkan penggunanya.

  • Menemukan targetnya
    Setiap produk tentu saja memiliki target atau segmentasi penggunanya. Sehingga tidak hanya dengan sekedar membuat video, mereka juga menyisipkan yang sesuai dengan targetnya, seperti menyisipkan humor dan menguploadnya ke tempat dimana targetnya sering berinteraksi.

  • Selalu belajar
    Dalam membangun sebuah startup, seseorang harus mau untuk belajar agar sukses. Belajar dari kesalahan juga merupakan hal dasar yang dilakukan oleh Dropbox dalam perjalanannya menuju kesuksesan. Contohnya saja pada awalnya Dropbox tidak memilki marketing yang baik, bahkan setelah mereka menyewa jasa marketing. Setelah menyadari kesalahannya, hanya dalam 7 bulan mereka mampu mendapatkan 1 juta pengguna.

Membaca buku mengenai manajemen tidak akan membuat seseorang menjadi manajer yang baik layaknya membaca buku tentang gitar kemudian menjadi gitaris handal, tetapi hal ini dapat membatu untuk melihat konsep penting yang ada didalamnya.

  • Terbuka dengan ide baru
    Sebagai seorang enterpreneur, seseorang itu haruslah terbuka dengan ide baru dan mau untuk mengambil kesempatan.

Houston mengatakan bahwa …menyadari bahwa banyak sekali hal yang harus dipelajari sejak dini dapat membantu perusahaan untuk sukses.

  • Evolusi adalah kebutuhan `
    Menurut dropbox melakukan evolusi dengan membuatnya lebih baik lebih penting dari hanya sekedar memperbaikinya. Karena bisnis akan selalu berubah dan kita harus mampu menyesuaikan produk kita dengan kebutuhan pelanggan.

Cara – cara inilah yang digunakan oleh Dropbox dalam mengembangkan bisnisnya.

2 Likes

Pada awalnya Drew Houston ingin membangun start up dimana produknya dapat membantu pengguna untuk mempersiapkan diri dalam ujian SAT. Akan tetapi idenya tersebut ditolak oleh perusahaan inkubasi start up. Kemudian ia memulai perjalanannya membangun Dropbox dua tahun setelahnya karena ia selalu lupa membawa USB drive nya. Langkah yang dihadapi oleh Dropbox dalam pengembangannya dapat terangkum pada beberapa point berikut ini

  • Mencari Co-Founder dan investor
    Setelah mendapatkan idenya, Houston mendaftar lagi ke inkubasi startup Y Combinator. Berbeda dengan produk sebelumnya, Paul Graham, co founder dari Y Combinator menyetujui ide awal dari Dropbox. Tetapi agar idenya dapat diterima, Houston harus memiliki co founder. Dalam 2 minggu, Houston menemukan Arash Ferdowski, seorang murid dari MIT yang bersedia keluar dari universitas untuk bergabung dengan Houston. Investor pertama Dropbox adalah Michael Moritz, pemilik dari Sequoia Capital dimana investasi yang diberikannya sebesar 1.2 juta dollar.

  • Launching dan marketing produknya
    Dropbox resmi dilaunching ke publik setahun setelah Dropbox didanai oleh Sequoia. Menurut Houston, Dropbox adalah “… a product you really have to get it right.” Karena konsep penggunaan dari produk ini bukanlah konsep umum yang dapat dengan mudah dipahami oleh semua orang. Pada tahap beta-testing, Dropbox melakukan marketingnya dengan menggunakan video yang akhirnya viral hingga menarik ratusan ribu orang untuk mencobanya. Bahkan praktik marketingnya semakin sukses dengan teknik referral bagi pengguna lama dan baru untuk mendapatkan free space.

  • Menarik perhatian Steve Jobs dan Mark Zuckerberg
    Sebenarnya Apple telah memasang mata pada Dropbox pada awal pengembangannya. Hingga pada akhirnya Steve Jobs meminta untuk bertemu langsung dengan Houston. Jobs memuji inovasi dari Dropbox dan berkeinginan untuk membelinya. Akan tetapi, Houston menolak tawaran tersebut hingga Jobs secara tidak langsung mengancam untuk mematikan usaha Dropbox. Dropbox juga menarik perhatian Mark ketika koleganya di Facebook semakin banyak yang menggunakan Dropbox. Akan tetapi, berbeda dengan Jobs, Mark tidak memiliki niatan untuk membeli maupun membuat Dropbox sebagai rivalnya.

“…he started trolling us a little bit, saying we’re a feature, not a product … that we’re going to be disadvantaged"
(dia mulai berbicara sedikit pada kami, berkata bahwa kami merupakan fitur buka produk, yang akan menjadi tidak menguntungkan) - kata Drew percakapan dengan Steve Jobs

Dropbox mencapai puncak kesuksesannya ketika perusahaan ini membuka sahamnya atau membuat perusahaanya menjadi perusahaan publik. Dan hal ini direncakan akan terealisasi pada tahun 2018. Hingga saat ini, Dropbox dinilai sebagai salah satu hasil dari Y Combinator yang paling sukses.

"Don’t worry about failure, you only have to be right once" - Drew Houston


Sumber :


2 Likes

Kesuksesan sebuah aplikasii tidak lepas dari peran co-foundernya. Drew Houston seorang muda yang mencetuskan dropbox, yang mencetuskan dropbox dari seringnya lupa membawa USB flashdrivenya.

Hal-hal yang dilakukan Drew Houston dalam mengembangkan Dropbox:

  • Start with a worthy problem
    Langkah pertama yang dilakukan Houston adalah berfokus pada satu masalah yang dimiliki banyak orang. Inilah cara dia mendefinisikan “A worthy problem”.
    It just pulls you
    You think it can go far
    It optimized for learning

  • Own Being a Beginner
    Menjadi first-timer memberikan kita prespektif baru. Malcolm Gladwell mengatakan diperlukan 10.000 jam untuk mengatakan seseorang expert dalam suatu bidang. Houston tidak setuju dan membuktikannya dengan membangun dropbox.

    A lot of really great, innovative things have happened when people just didn’t know it wasn’t supposed to be possible,” Houston says.

    Penting untuk tidak underestimate terhadap kemampuan diri sendiri untuk belajar dengan cepat.

  • Assume Nothing & the First Mover Disadvantage
    Kebanyakan orang memiliki asumsi berdasarkan apa yang mereka miliki sekarang, tanpa memikirkan apa yang dapat dilakukan dibeberapa tahun mendatang. Banyak orang hanya memiliki rencana jangka pendek tanpa memiliki jangka panjang.

    Dan banyak orang berusaha untuk menjadi yang pertama karena berpikir untuk mendapatkan pasar. Namun hal ini tidak terjadi pada Google, yang didahului Yahoo, Alta Vista, Ask Jeevess dan banyak search engine lainnya. Facebook yang hadir dengan menendang MySpace dan Friendster.

    Small teams can take on bigger companies because of their focus and speed. That’s also what makes it fun.

  • Build a knowledge machine
    Bagi Houston, belajar hal baru bisa menjadi sesuatu yang membuat candu. Houston membaca banyak buku untuk mempelajari hal baru.

    The upshot: Making learning central to your company’s culture pays serious dividends.

  • Be resourceful. Fast.
    Houston mungkin saja lolos dengan langkah yang salag di Y Combinator, namun ia dapat mengubah secepat mungkin dengan limited tools.

    " Itu adalah salah satu dari hal-hal beberapa minggu sebelum batas waktu , dan saya baru sadar jika tidak memiliki pilihan lain. Saya harus berada pada posisi yang kurang menguntungkan karena saya pendiri tunggal dan YC sangat menginginkan rekan. Jadi saya membuat video demo."

    Dan Houstin berhasil meyakinkan pasangan YC Trevor Blackwell. Houston melakukan segala sesuatunya dengan bergerak lebih cepat.

  • Don’t lose your North Star
    Untuk membangun perusahaan yang berjangka panjang, harus memiliki visi dan misi dalam perjalanannya. Dimana visi dan misi membuat kita berjalan lebih terarah.

2 Likes

DropBox adalah sebuah layanan penyimpanan dan backup data berbasis Cloud Storage. Perkembangan DropBox kini sudah sangat pesat, mengingat fungsi DropBox sangat memudahkan kita untuk menyimpan dan menarik data menggunakan Internet. Jadi kita tak perlu menggunakan banyak flashdisk untuk menyimpan banyak data. Saat ini DropBox memiliki pengguna lebih dari 500 juta dan mendapatkan pendapatan miliaran dollar setiap tahunnya.

Kisah unik asal mula tercetusnya ide untuk membuat Dropbox adalah ketika Drew sering lupa membawa USB Flash Drive. Ia lalu mengeluh karena mendapatkan banyak sekali masalah karena data-data penting justru tertinggal, dan hal ini terjadi berulang-ulang. Kemuidian tercetuslah ide untuk membuat sebuah aplikasi dimana semua data dapat tersimpan dan dapat diambil di mana pun, dan kapanpun, tanpa bersusah payah membawa flasdistk atau tempat penyimpanan lainnya.
Drew menyadari bahwa ini adalah peluang untuk bisa membuat sebuah karya yang bukan hanya menyelesaikan permasalahannya, namun bisa juga membantu orang banyak. Mengacu kepada pengalaman pertamanya mendirikan Startup Accolade yang gagal karena target pengguna yang terlalu sempit, membuat sebuah aplikasi penyimpanan berbasis awan akan dirasanya memiliki target pengguna yang sangat luas.

Drew Houston pernah menuliskan 4 kunci sukses dalam bisnis. Ada 4 pelajaran yang dapat diambil dari kisah sukses Drew Houston :

  1. Risiko Terbesar adalah membuat produk yang tidak diinginkan orang.
  2. Menunda atau gagal merilis itu menyakitkan, tetapi tidak belajar itu fatal.
  3. Kembali pada pengguna, dengarkan kata pengguna dan dapatkan feedback segera.
  4. Kenali pengguna dan berkomunikasilah.

Menurut data dari DropBox pada tahun 2016, DropBox sukses meraih 500 juta pengguna pertamanya. Hal ini bukan tanpa alasan karena memang aplikasi ini sangat memudahkan kita untuk menyimpan data, kita tidak perlu lagi membawa Flashdisk ataupun Hardisk untuk sekedar membawa data-data penting kemana-mana.

Sejalan dengan kesuksesan DropBox, Pendirinya yaitu, Drew Houston berhasil menjadi salah satu bilioner di dunia. Menurut data dari Forbes tahun 2017, kekayaan Drew Houston mencapai US$ 1,04 Miliar atau sekitar Rp, 13 Triliun.

2 Likes