Benarkah sifat kritis menjadi tantang dalam ber etika di Indonesia?

A Critic

Menumbuhkan Sifat kritis saat ini mulai muncul kembali dipermukaan publik musabab banyak diangkat oleh beberapa tokoh baik oleh akademisi maupun public figure di Indonesia saat ini. Beberapa tokoh antara lain dari akademisi seperti Rocky Gerung dan Public Figure seperti Deddy Corbudzier. Namun hal ini juga menjadi tantangan tersendiri bagi kita para kawula muda ketika hendak mengkritisi sesuatu atau secara spesifik lagi yaitu contoh seperti seseorang yang lebih tua, terutama di Indonesia membutuhkan kode etik yang sangat kompleks, sehingga kita sendiri agak dilema ketika hendak melontarkan sebuah kritik

Di kampus luar negeri, perdebatan antara dosen dan mahasiswa sudah menjadi kebiasaan dalam kegiatan belajar mengajar. Namun lain hal jika di Indonesia, beberapa dosen akan mengancam nilai jika ada mahasiswa yang mengkritisi caranya mengajar atau materi yang disampaikan, atau sentimental bahkan akan didapatkan dari teman mahasiswanya sendiri yang akan menjadikan dirinya bahan omongan di luar kelas?

Melihat fenomena ini, bagaimana menurut anda hal semestinya? Apakah kode etik perlu diutamakan ketimbang buah pikiran baru yang melawan arus? Ataukah sebaliknya?

Refrensi :