Benarkah proses menggoreng menghilangkan beberapa zat penting didalam makanan?

unsplash_fried

Memasak adalah cara untuk bisa menikmati makanan. Tanpa proses ini, banyak makanan menjadi kurang lezat untuk dimakan. Selain itu, memasak juga bertujuan untuk mematikan mikroorganisme, seperti bakteri dan kuman, yang ada di makanan, sehingga makanan lebih sehat untuk dimakan dan tidak akan menimbulkan penyakit.

Memasak dengan cara digoreng termasuk salah satu metode favorit. Selain lebih mudah, rasa masakan yang dihasilkan pun biasanya lebih gurih dan lezat untuk disantap. Ada juga metode yang lain yaitu kukus, panggang, dll. Menggoreng adalah metode dimana makanan digoreng secara merata dari setiap sisi dengan menggunakan minyak.

Nah menurut Youdics, benarkah metode memasak dengan di goreng akan menghilangkan zat penting dalam masakannya? atau sebenarnya biasa saja?

Summary
1 Like

menurut sebuah sumber mengatakan bahwa makanan yang dimasak tidak sepenuhnya kehilangan sumber kandungan yang ada dalamnya, namun tidak dipungkiri juga bahwa dengan metode menggoreng, ada beberapa kandungan yang hilang akibat proses menggoreng tersebut. ini dikarenakan ada beberapa kandungan zat yang terkandung dalam makanan yang hilang jika diolah dengan panas yang tinggi.

Summary

https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/memasak-menghilangkan-zat-gizi-makanan/

Summary
1 Like

Menggoreng makanan bisa menyebabkan beberapa zat pada makanan menghilang itu benar tetapi dalam kondisi tertentu. Kondisi yang dimaksud adalah saat menggoreng makanan dengan suhu yang terlalu panas. Pemanasan yang dihasilkan oleh proses masak dengan suh yang terlalu panas dapat mempengaruhi vitamin dan lemak dalam makanan. Vitamin tertentu sangat sensitif terhadap panas yang dihasilkan selama proses pemasakan. Lemak dapat mentolerir suhu panas yang lebih tinggi daripada zat gizi lainnya, namun ketika lemak bertemu dengan titik asap dari pemanasan tersebut, maka struktur kimia lemak dapat berubah. Perubahan struktur kimia pada lemak ini menimbulkan risiko kesehatan, bau yang tidak sedap, rasa yang berubah, dan berkurangnya kandungan vitamin.

1 Like

Menurut Ahli Gizi Klinis, Dr. Ida Gunawan M.S., Sp.GK-K, jumlah kandungan protein yang ada pada tahu atau tempe atau gorengan menjadi masalah, aksesori-nya, di mana minyak untuk menggorengnya seringkali mengandung lemak jenuh. Asam lemak trans atau trans fat terbentuk saat cairan minyak menjadi lemak padat. Ada dua jenis dari trans fat, yakni alami dan buatan. Trans fat alami dihasilkan usus beberapa hewan atau hewani, misalnya, susu dan daging. Sedangkan lemak trans buatan biasanya berasal dari proses industri yang menambahkan hidrogen pada cairan minyak sayur untuk membuatnya lebih padat. Lemak trans mudah digunakan dan juga bertahan lama. Trans fat bisa memberikan rasa dan tekstur pada makanan. Sejatinyam tidak sedikit restoran, salah satunya yanh siap saji menggunakan lemak trans ini untuk karena minyak dapat digunakan beberapa kali.

(https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/ph3ldm349)

1 Like

Makanan memiliki berbagai kandungan penting yang sangat dibutuhkan tubuh, yang salah satunya adalah protein. Protein adalah zat makanan yang penting bagi tubuh kerena mempunyai fungsi sebagai zat pembangun dan zat pengatur tubuh. Protein merupakan sumber asam-asam amino yang mengandung unsur-unsur karbon, hidrogen, oksigen, dan nitrogen (Zahra et al., 2013).

Pengolahan makanan dengan metode digoreng sangat banyak digunakan oleh masyarakat karena dinilai lebih mudah dilakukan dan menghasilkan rasa yang sangat nikmat. Namun, pengolahan bahan pangan dengan menggunakan proses pemasakan umumnya mengakibatkan penurunan komposisi kimia dan zat gizi bahan pangan tersebut seperti kadar air, kadar abu, kadar protein dan kadar lemak. Tinggi atau rendahnya penurunan kandungan gizi suatu bahan pangan pangan akibat pemasakan tergantung dari jenis bahan pangan dan suhu yang digunakan. Proses penggorengan merupakan proses pengolahan bahan pangan yang dapat mengakibatkan penurunan kandungan gizi yang sangat signifikan karena menggunakan suhu lebih dari 160⁰C, sehingga protein mengalami kerusakan. Sedangkan proses menggoreng menyebabkan kandungan lemak bahan pangan mengalami kenaikan disebabkan oleh adanya minyak goreng yang terserap pada bahan pangan tersebut yang mengakibatkan kadar lemak bertambah (Sundari et al., 2015)

Berdasarkan hal tersebut, kita perlu memerhatikan teknik menggoreng makanan agar kandungan protein yang terkandung tidak hilang. Protein memiliki retensi atau suatu ketahanan terhadap berbagai jenis perlakuan yang berbeda-beda tergantung makanannya. Pengolahan bahan pangan sangat mempengaruhi kerusakan yang terjadi pada protein. Semakin tinggi suhu dan semakin lama waktu pengolahan semakin tinggi kerusakan protein yang terjadi pada bahan pangan tersebut. Penggunaan suhu 180⁰C – 300⁰C pada penggorengan akan menyebabkan kerusakan yang cukup besar atau bisa menurunkan nilai gizi protein (Ivena, 2020).

Jadi kesimpulannya, menggoreng suatu makanan tidak selalu langsung menghilangkan kandungan gizinya. Kita tidak diperbolehkan menggoreng makanan dengan suhu yang terlalu panas dan waktu yang terlalu lama agar tidak menghilangkan kandungan gizinya.

Sumber

Ivena, I. (2020, 18 Desember). Begini Trik Cerdik Mengakali Makanan yang Digoreng Supaya Lebih Sehat. Diakses pada 18 Agustus 2021, dari https://hellosehat.com/nutrisi/tips-makan-sehat/tips-sehat-makanan-yang-digoreng/.

Sundari, D., Almasyhuri, A., & Lamid, A. (2015). Pengaruh Proses Pemasakan terhadap Komposisi Zat Gizi Bahan Pangan Sumber Protein. Media Litbangkes, 25(4), 235-242.

Zahra, S. L., Dwiloka, B., & Mulyani, S. (2013). Pengaruh Penggunaan Minyak Goreng Berulang terhadap Perubahan Nilai Gizi dan Mutu Hedonik pada Ayam Goreng. Animal Agriculture Journal, 2(1), 253-260.

1 Like