Benarkah Morning People adalah Success People?

unnamed

Kaum rebahan pasti tidak asing dengan istilah diatas. Ketika begadang hingga subuh dan masih rebahan dikasur hingga siang hari, selalu menambah emosi orangtua. ada beberapa kalimat yang sering digunakan “Anak gadis udah siang masih di kasur yaampun”, “Bangun pagi ayo nanti rejekinya dipatok ayam”, atau “Orang sukses selalu bangun pagi” dan kalimat lainnya.
Bangun pagi memiliki banyak manfaat seperti menikmati udara pagi yang masih segar, tidak adanya sinar matahari yang menyengat, dan tidak adanya bising kendaraan yang menggangu sehingga menambah fokus kita akan kegiatan yang dilakukan.
tapi, banyak juga orang yang bekerja aktif di malam hari dengan alasan ketenangan sehingga bangun kesiangan.

apakah benar hanya orang yang bangun dipagi hari yang bisa sukses? atau kalimat itu hanya menjadi penyemangat? Bagaimana menurut Youdics?

2 Likes

Sebenarnya tidak ada korelasi antara orang yang bangunnya pagi dengan kesuksesan seseorang, karena sesungguhnya hal tersebut tergantung dari produktivitas orang tersebut. Yang saya dapat artikan dari kata-kata tersebut adalah bahwa jika orang yang bangun pagi memiliki kesempatan untuk bisa lebih produktif untuk melakukan sesuatu, apalagi ditambah dengan udara yang segar maka kita akan lebih fresh dan bisa fokus untuk mengerjakan hal tersebut. Sementara itu kebalikannya siang hari dianggap waktu yang rawan untuk orang bisa produktif karena udara nya sudah lebih panas dan orang-orang sudah beraktifitas seperti biasanya sehingga kita lebih mudah terganggu.

Tetapi itu tidak menutup kemungkinan jika orang yang bangunnya siang bisa lebih produktif daripada orang yang bangun pagi tadi, bisa saja orang yang bangunnya siang dapat memanfaatkan waktu nya dengan sebaik-baiknya setelah ia bangun. Menurut saya hal ini bergantung kepada seseorang apakah bisa memanfaatkan produktifitas nya tanpa megenal waktu baik pagi maupun siang.

1 Like

Parameter orang sukses tidak harus bangun pagi, memang bangun pagi ini memiliki manfaat diantaranya bangun pagi membuat pikiran lebih jernih dan fresh, dengan bangun pagi kita tidak akan terburu-buru sehingga semua bisa dipersiapkan secara matang, pekerjaan bisa dikerjakan lebih cepat dan selesai tepat waktu, dan sebagainya . Akan tetapi tak menutup kemungkinan orang yang bangun siang tidak bisa sukses. Semua itu tergantung niat, usaha, dan produktivitasnya masing-masing. FYI, CEO pendiri facebook, reddit, box, dan lain-lain selalu bangun siang karena mereka harus bekerja sampai tengah malam ataupun sampai dini hari sehingga jam tidur mereka pun berubah.

1 Like

Menurut saya ini adalah pernyataan yang kurang tepat, karena setiap orang memiliki waktunya masing-masing dalam melakukan kegiatan atau tugasnya. orang sukses bukan dilihat dari bangun pagi, namun, dapat ditentukan dengan caranya mengatur waktu dengan baik dan dapat menyelesaikan tugas-tugasnya dengan baik. untuk apa bangun pagi jika kita tidur larut malam karena menyelesaikan pekerjaan? itu justru akan membuat kita sakit dan tidak dapat menjalani hari dengan baik.

1 Like

Saya sepakat dengan pendapat-pendapat sebelum saya, bahwa tidak ada parameter antara hubungan bangun pagi dengan kesuksesan seseorang karena tiap orang memiliki waktu nyamannya masing-masing untuk beraktivitas. Ada yang jauh lebih produktif di pagi dan siang hari, ada juga yang sebaliknya. Bisa jadi, istilah tersebut hanya sebagai motivasi untuk orang-orang yang malas bangun pagi dan tidak produktif seharian.

MENURUT OPINI SAYA TERKAIT " BENARKAH MORNING PEOPLE ADALAH SUCCESS PEOPLE.?

  • Setiap mahluk hidup di dunia hanya memiliki total waktu 24 jam sehari, tidak ada yang lebih atau kurang. Lalu, mengapa ada orang yang bisa sukses dan ada yang tidak? Hal ini bergantung pada bagaimana cara mereka mengatur waktu mereka agar produktif dan efektif. Salah satu cara dalam mengatur waktu adalah dengan cara bangun pagi. Dengan bangun lebih pagi, kesempatan kamu untuk produktif lebih banyak dan tentunya akan lebih efektif karena kamu memiliki lebih banyak waktu dari kebanyakan orang lainnya. Misal, kamu bangun pukul 05.00 pagi setiap hari. Umumnya, tidak terlalu banyak orang yang mulai beraktivitas dari sepagi itu. Sehingga saat mereka baru bangun, kamu sudah siap melakukan aktivitas. Waktu kamu menjadi lebih produktif dan efektif.

  • Semakin siang, semakin banyak orang yang mulai beraktivitas, maka semakin padat pula jalanan. Terutama di Jakarta, yang terkenal dengan kemacetan yang luar biasa di jam-jam kerja. Kamu tidak akan perlu mengalami kesal dan emosi akibat macet jika kamu mau bangun pagi. Selain itu, kamu tidak perlu buang-buang waktu untuk macet di jalanan. Waktu itu dapat lebih difokuskan kepada pekerjaan kamu yang belum selesai. Lalu kemungkinan kamu untuk terlambat akan semakin kecil, sehingga bisa lebih disiplin dalam hal waktu.

REFERENSI

Ramdani, Nuryanti. 2012. Wujudkan Mimpi untuk SUKSES. Bandung: Amalia Book.

Retno A, Triani. 2011. DARI HOBI MENJADI PRESTASI. Bandung: Media Sarana Cerdas.

1 Like

Menurutku sih kalimat diatas merupakan bentuk motivasi terhadap orang yang mungkin kurang bisa memanfaatkan/mengatur waktu istirahatnya dengan hal hal yang kurang bermanfaat sehingga tidur larut malam dan segala pekerjaannya terbengkalai pada esok harinya, jelas kalau konteksnya seperti ini akan menghambat kesuksesan pada dirinya karena orang sukses adalah orang yang menghargai waktu. Tp jika dikaitkan kesuksesan hanya untuk orang yang bangun pagi, itu kurang tepat sih. Karena titik kesuksesan seseorang bukan dinilai dari waktu bangun tidurnya.

Saya rasa tidak semua morning people berpeluang lebih besar untuk sukses. Lawannya, yaitu night owls juga memiliki kapabilitasnya sendiri-sendiri dalam berkegiatan produktif. Apa yang kita lakukan di pagi hari tergantung pada siapa kita. Kecenderungan untuk menjadi morning people atau night owls dipengaruhi oleh kebiasaan, rutinitas, preferensi, dan target yang harus dicapai.

Kita telah melihat sains yang memberi tahu kita bahwa morning people adalah pemecah masalah yang lebih baik, memiliki suasana hati yang lebih baik, dan lebih produktif. Dan membangun rutinitas pagi mungkin merupakan cara termudah untuk menciptakan waktu berharga pada hari itu. Dikutip dari BBC.com, sejumlah penelitian telah menemukan bahwa morning people lebih gigih, mandiri dan menyenangkan. Mereka menetapkan tujuan yang lebih tinggi untuk diri mereka sendiri, merencanakan masa depan lebih banyak dan memiliki rasa kesejahteraan yang lebih baik. Dan dibandingkan dengan night owl, mereka cenderung tidak mengalami depresi, minum atau merokok.

Meskipun begitu, ada kecenderungan pada para night owls untuk tampil lebih baik pada ukuran memori, kecepatan pemrosesan dan kemampuan kognitif, bahkan ketika mereka harus melakukan tugas-tugas di pagi hari. Orang-orang di malam hari juga lebih terbuka terhadap pengalaman baru dan mencarinya lebih banyak. Mereka mungkin lebih kreatif (walaupun tidak selalu). Satu penelitian menunjukkan bahwa night owl sama sehat dan bijaksananya dengan morning people.

Referensi

Why you shouldn’t try to be a morning person - BBC Worklife
No, You Don’t Have to Be a Morning Person to Be Successful | SUCCESS

Menurut saya menjadi morning people bukan suatu parameter kesuksesan. Walaupun memang ketika kita bangun pagi, kita pasti memiliki banyak waktu untuk mempersiapkan segala hal di hari tersebut. Ada kalimat

Sukses itu direncanakan

Memang sebuah kesuksesan itu direncanakan, tetapi menjadi morning people bukan serta merta nanti akan sukses. Jam produktif tiap orang juga berbeda-beda. Ada yang bisa produktif hanya di malam hari, akhirnya dia tidak bisa bangun pagi. Ada yang tidak bisa menahan kantuk di atas jam 10, sehingga dipagi hari bisa bangun.

Jika memang morning people akan menjadi succes people, berarti orang yang bekerja dimalam hari dan memiliki produktivitas di malam hari tidak punya kesempatan untuk menjadi succes people? hmmm… apalagi sekarang di era yang menuntut kita untuk 24 jam harus bisa stand by

Justru morning people tidak akan sukses. JIKA dia kerjanya shift malam hehe. mengenai point lainnya saya setuju dengan pendapat teman-teman diatas bahwasanya tidak ada parameter pasti mengenai hal ini. Hanya saja, jika kita bisa bangun pagi, akan ada banyak waktu yang bisa kita gunakan di kehidupan kita sehingga kita akan menjadi manusia yang lebih produktif dan tentunya akan mengarah kepada Success People terlepas dari hasilnya akan seperti apa.

Tidak. Karena menurut saya masih ada pengecualian untuk hal ini. Morning people adalah success people, kecuali ketika bangun dari tidurnya mereka benar-benar mengerjakan pekerjaan dengan sungguh-sungguh, fokus dan mendapatkan hasil atau produktif. Akan percuma jika kita adalah morning people, tetapi setelah bangun kita hanya bengong, masih bingung akan melakukan kegiatan apa hari itu, atau bahkan bangun pagi hanya karena tidak ingin rezekinya “dipatok ayam” sedangkan aslinya mereka tidak melakukan hal apapun. Artinya, kesuksesan seseorang tidak bisa diukur dari “jam berapa mereka bangun” tetapi “kegiatan apa yang mereka lakukan setelah bangun”. Saya sendiri termasuk orang yang aktif melakukan pekerjaan di malam hari, suasana malam hari mendukung saya untuk lebih fokus melakukan pekerjaan daripada siang hari. Atau dengan kata lain, saya lebih produktif ketika malam tiba.

Anggapan yang menyatakan morning people adalah success people ini ada korelasinya dengan salah satu prinsip Stoisisme, “Manusia hidup selaras dengan Alam”. Rajin bekerja dan berkarya sudah bagian dari jati diri manusia. Di dalam stoisisme tidak ada ancaman dosa untuk kemalasan, namun kita hanya diingatkan bahwa dengan malas bekerja, kita sudah mengingkari Alam dan nature kita sebagai Manusia. Bukankah akan menjadi lucu ketika subuh, laba-laba, burung, tumbuhan, semut dan lebah sudah mondar-mandir mengerjakan pekerjaan mereka, sedangkan kita (manusia) masih meringkuk di kasur di bawah selimut agar tetap hangat? Dengan kata lain, kemalasanlah yang akan membawa pada kesusahan, bukan jerih payah itu sendiri.

Saya tidak menyalahkan kalimat-kalimat tersebut, menurut saya orang yang biasa atau rutin bangun pagi setidaknya punya kepribadian yang baik. Misalnya dari sisi disiplin dan kerja keras walaupun hanya untuk mengalahkan rasa malas dan ngantuk.Dua hal tersebut sudah cukup menjadi modal untuk membangun sebuah kesuksesan.

Kecuali nanti sudah sukses dan punya pekerjaan yang tidak bergantung pada waktu tentu kita bisa lebih leluasa membebaskan waktu bangun kita. Tetapi untuk orang-orang yang bahkan belum memulai membangun kesuksesan tidak ada salahnya kok percaya pada kalimat-kalimat tersebut.

Setidaknya dengan bangun pagi kita jadi punya lebih banyak kesempatan bersosialisasi, mencari informasi dan menambah pengalaman. Sebab populasi orang yang bangun pagi jauh lebih banyak ketibang yang suka bergadang dan bangun siang.

Menurutku bukan hanya orang yang bangun di pagi hari yang bisa sukses. Kebiasaan bangun pagi ataupun bangun siang dipengaruhi oleh tuntutan pekerjaan. Bisa jadi mereka yang bangun kesiangan, karena mereka bekerja sampai larut malam. Pilihan bangun pagi atau kesiangan untuk memulai hari melakukan hal-hal produktif adalah tergantung pribadi masing-masing. Namun, akan lebih baik baik yang bangun pagi ataupun kesiangan, di hari libur bisa bangun pagi untuk berolahraga supaya menjaga tubuh tetap sehat.

Sependapat dengan teman-teman yang lain, tidak ada kaitan langsung antara kebiasaan bangun pagi dengan kesuksesan. Mungkin asumsi “bangun pagi berarti sukses” muncul karena orang yang bekerja ke kantor berangkat pada pagi hari, karena memang begitulah jam operasional kantor. Atau bisa juga dari orang yang berangkat di pagi hari untuk ke ladang atau berdagang.

Mungkin kalau dibuat silogisme, akan menjadi sebagai berikut:
Premis umum: Orang yang bangun pagi berangkat bekerja
Premis khusus: Dia tidak bangun pagi
Simpulan: Dia tidak berangkat bekerja

Nah, jika seseorang tidak terlihat berangkat bekerja maka akan cenderung dicap pengangguran dan tidak sukses.

Wah pertanyaan yang menarik ya kak. Saya sendiri juga sependapat dengan teman-teman diatas. Suksesnya seseorang tidak bergantung pada jam mereka bangun. Kalimat yang dituliskan oleh kak @Sherlyeza diatas “bangun pagi ayo nanti rejekinya dipatok ayam” nyata hadir dalam kehidupan sehari-hari kita. Saya juga kerap mendengar kalimat tersebut, entah tetangga yang mengatakan itu atau saudara saya sendiri yang mengatakan kalimat tersebut. Kalimat tersebut dapat hadir di kehidupan kita karena waktu pada pagi hari merupakan waktu untuk bangun dan melakukan pekerjaan kita, sedangkan malam hari merupakan waktu untuk istirahat. Apabila ada yang tidak sesuai dengan itu, maka akan dianggap berbeda dari orang-orang disekitar.

Kalimat morning people adalah success people menurut saya dapat menjadi penyemangat. Banyak orang-orang sukses yang sering membagikan rutinitas pagi mereka. Sangat produktif memang, saya sendiri ingin mengikutinya tetapi masih saja belum morning people :sweat_smile:. Melalui kalimat tersebut, banyak orang akan menjadi lebih produktif dan memanfaatkan waktu mereka dengan baik. Ketika mereka menjadi lebih produktif dan dapat memanfaatkan waktu mereka dengan baik, maka mereka akan belajar mengenai banyak hal yang belum pernah mereka pelajari sebelumnya.

Menurutku ga bisa langsung digeneralisasi begitu sih, ada orang yang emang biasa bangun pagi, tapi bukan berarti untuk sesuatu yang produktif, kan? Tapi, kalau pernyataannya diganti jadi “Morning people mempunyai kemungkinan lebih besar untuk menjadi sukses”, aku sepakat, sebab menurutku orang-orang yang bener-bener bangun pagi itu adalah orang yang sehat, tidur cukup dan tepat waktu jadi kemungkinan pikirannya lebih ‘segar’ untuk melaksanakan kegiatan.

Kemudian mereka juga biasanya gigih, pada saat orang lain menggunakan waktu pagi untuk tidur-tiduran/malas-malasan, mereka udah lebih dulu ‘memulai’ harinya dan lebih banyak punya kesempatan berkegiatan normal setiap harinya, bisa punya lebih banyak waktu juga untuk berinteraksi dengan orang lain. Jadi, kemungkinan besar lebih produktif, dan salah satu kunci sukses adalah produktif.