Benarkah ikan Lele dapat menyebabkan Kanker ?

Lele atau ikan keli

Lele atau ikan keli adalah sejenis ikan yang hidup di air tawar. Lele mudah dikenali karena tubuhnya yang licin, agak pipih memanjang serta memiliki “kumis” yang panjang. Benarkah ikan Lele dapat menyebabkan Kanker ?

Peneliti mengatakan bahwa ikan lele bisa tercemar zat karsinogenik karena dibudidayakan di perairan yang sudah tercemar berbagai jenis polutan atau kotoran. Peneliti mengambil ekstrak ikan lele yang tumbuh di perairan yang sudah sangat tercemar kemudian ekstrak ini disuntikkan pada sel-sel kanker payudara di laboratorium. Hasilnya setelah disuntikkan dengan ekstrak ikan lele yang tercemar, ternyata sel-sel kanker tersebut tumbuh jadi berlipat ganda.

Kadar estrogen lele yang terlalu tinggi di tubuh memang diketahui bisa meningkatkan risiko kanker payudara. Ikan lele yang diuji oleh tim ahli ini diambil dari perairan yang sudah tercampur limbah pabrik dan limbah manusia. Akan tetapi, sebenarnya bukan ikannya yang berbahaya melainkan tempat tinggalnya yang sudah tercemar.

Lele merupakan ikan yang mengandung berbagai nutrisi penting bagi tubuh seperti protein, asam lemak omega-3 serta vitamin B kompleks. Lele itu sendiri sebenarnya tidak mengandung racun atau zat berbahaya yang sifatnya memicu kanker (karsinogenik) dalam tubuh manusia. Akan tetapi, sejumlah penelitian mengungkapkan bahwa ikan lele tertentu memang bisa meningkatkan risiko kamu diserang kanker jika diletakkan di perairan yang tercemar.

Ikan tersebut mengandung vitamin yang bermanfaat bagi kesehatan serta jenis ikan konsumsi yang bergizi. Protein dalam lele sangat banyak yaitu sekitar 10 – 15 g protein terdapat pada dagingnya. Tubuh kita membutuhkan protein dalam jumlah tersebut. Apalagi jika merawat dan memelihara ikan lele di tambak, sudah tentunya akan memberikan protein untuk tubuh kita dan sudah pasti tidak menyebabkan kanker. Nah ada satu lagi vitamin yang penting untuk tubuh dari ikan tersebut yaitu sumber vitamin D terbaik yang bermanfaat untuk kesehatan tulang.

Kesimpulannya adalah penyebab kanker tidak akan ada kalau lele dipelihara di tempat standar perawatan yaitu di tempat bersih dan makanan yang di dapat dari prabrik yang jelas nutrisinya. Untuk mengolahnya harus dicuci menggunakan air bersih yang terbebas dari limbah sebelum dimasak. Selain itu, kamu juga harus membuang dulu kulit ikan lele sebelum diolah jadi masakan. Masalahnya kulit ikan biasanya paling mudah tercemar oleh zat-zat polutan di perairan kotor.

Sumber

Di jejaring sosial, banyak beredar informasi yang menyebut lele sebagai ikan paling jorok. Dalam sesuap daging ikan lele, terkandung 3.000 sel kanker. Benarkah?

Julukan sebagai ikan paling jorok merujuk pada sifat lele yang doyan mengonsumsi segala jenis limbah di perairan. Bahkan sebuah artikel yang cukup viral di internet menyebutkan kotoran manusia juga dijadikan pakan pada sebuah budidaya lele di Kota Haikou, China.

Sementara itu di habitat aslinya, lele atau catfish juga dikenal sebagai spesies ikan yang sangat tangguh. Ikan ini dilengkapi alat pernapasan tambahan berupa labirin, sehingga mampu bertahan hidup dalam kondisi perairan berlumpur atau bahkan tercemar. Agaknya, fakta inilah yang memunculkan dugaan soal akumulasi racun karsinogen (penyebab kanker) di tubuh ikan lele.

Untungnya, ikan lele yang beredar di pasaran bukan berasal dari alam liar. Lele banyak dibudidayakan di kolam-kolam, yang mestinya bisa dikendalikan agar bebas dari pencemaran. Pakan yang diberikan juga bisa dipilih, tidak harus mengandalkan limbah.

Yang pasti, popularitas ikan bersungut ini tidak pernah pudar, bahkan terus meningkat. Data Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menyebut produksi lele pada 2013 mencapai 543,461 ton, meningkat dari 441,217 ton pada 2012 dan 337,577 ton pada 2011.

Konsumsi ikan lele menurut Badan Pusat Statistik (BPS) tercatat 29,98 kg/kapita/tahun, naik dari 22,58 kg/kapita/tahun pada 2004. Di Jakarta, tak kurang dari 6.000 lapak pecel lele telah terdaftar di Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia (APKLI).

Soal kandungan nutrisi, tak bisa dipungkiri bahwa lele adalah sumber protein berharga yang murah meriah. Fakta bahwa ikan lele juga rendah kolesterol sepertinya bakal menenggelamkan tudingan bahwa lele bisa memicu kanker.

“Saat ini belum ada penelitian yang menyatakan jika memakan lele dapat memicu kanker,” tegas dr Dradjat R Suardi, SpB(K)Onk, ahli kanker dari Perhimpunan Onkologi Indonesia saat dihubungi detikHealth, Jumat (23/10/2015).

Sumber