Bagaimana tanggapan anda tentang orang yang "Social Climber" ?

Penyakit social climber

Penyakit social climber adalah fenomena saat perilaku seseorang ingin tampil kaya demi meningkatkan status sosial lewat dunia maya atau media sosial. Terkadang ia tidak peduli dengan lingkungan sekitar atau keadaan diri yang sebenarnya demi mengejar prestise tersebut. Bagaimana tanggapan anda tentang orang yang “Social Climber” ?

Kaum yang menggunakan segala cara untuk bisa naik status sosial lebih tinggi dan mendapatkan pujian dari sekitar atas statusnya tersebut. Caranya dengan menutupi ketidakmampuan dan kekurangan dalam hidupnya melalui gaya hidup hedon.

Kebiasaan yang digunakan kaum panjat sosial sering kali membuat diri dan orang terdekatnya geleng-geleng kepala. Misalnya saja kini zamannya kebutuhan akan ponsel pintar sudah jadi kebutuhan wajib. Hanya saja tujuan membelinya bukan karena kebutuhan tapi keinginan pamer yang besar supaya mampu menaikkan taraf hidup baginya.

Tak lain untuk buat pamer kepada teman-teman, uang yang dikeluarkan sangat besar bisa digunakan buat keperluan lainnya. Paling sulit diterima kadang harus nyicil berbulan-bulan dan bahkan minta duit orang tua hanya untuk keinginan pribadinya.

Tanggapan saya terhadap fenomena social climber ini sangat miris dan menyayangkan. Karena, social climber dapat memberikan dampak buruk bagi yang mengalaminya. Alangkah lebih baiknya jika kita memahami terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan social climber.

Pengertian social climber adalah hal yang dapat diusahakan untuk mendapatkan posisi yang lebih kuat dalam sebuah partisipasi baik secara individual ataupun kelompok. Julia T. Wood (2002) mengatakan pemikiran dan perilaku mereka terbentuk karena setiap orang memiliki motif untuk berada pada lingkungan sosial tertentu, dan muncul suatu kebutuhan yang harus dipenuhi untuk mendapatkan dan mempertahankan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya.

Berada pada budaya baru sangat mendorong seseorang untuk melakukan perubahan sosial. Individu sendiri mulai membandingkan dan menginginkan hal yang tidak dapat di dapatkannya dari situasi mereka sebelumnya.

Social climber merupakan kelompok orang yang mencari pengakuan. Social climber lebih tinggi dari status sebenarnya. Kalau secara sederhana social climber sebagai orang yang berusaha menaikkan status sosialnya dengan usaha tertentu. Kehidupan social climber memiliki budaya yang mereka ciptakan sendiri yang

meliputi seluruh perangkat tata nilai dan perilaku. Social climber menunjukkan atribut memalui status simbol, tata bahasa verbal maupun non verbal. Melihat gaya yang ditampilkan social climber ini sangat beragam memiliki gaya berpakaian yang fashionable yang menunjukan bahwa mereka sangat mengikuti perkembangan zaman. Setiap pakaian dan atribut tubuhnya menunjukan simbol kepribadian mereka.

Kontak dengan kebudayaan luar di era globalisasi seperti saat ini menjadi salah satu alasan mengapa social climber membutuhkan gaya hidup yang lebih tinggi dibandingkan dengan individu atau kelompok lain.

Selain beradaptasi dengan gaya hidup yang lebih tinggi, individu sendiri mulai membandingkan dan menginginkan hal yang tidak di dapatkan sebuah status sosial. Sehingga dengan bergabung pada suatu kelompok tersebut bisa mempertahankan hubungan dengan orang lain dan lingkungan sosialnya, juga mendapatkan berbagai informasi dan juga gaya yang bisa diikuti oleh social climber ini.

Masyarakat menciptakan kelas atas hanya ingin status sosial nya di pandang baik. Semakin status sosial mereka terangkat, mereka akan bersikap individualis dan sangat kompeten dalam memilih hal apapun. Keasyikan dengan pembiasaan suatu simbol status, hal ini membuat mereka menunjukan individualis mereka dengan berbagai upaya gaya hidup dalam kekhususan benda-benda, busana, tempat dan tatanan sosial.

Hal ini menjadi masalah bagi kelompok yang mempunyai keinginan tinggi yang sedang belajar mengarah pada pola konsumsi serta melakukan pengembangan suatu upaya mengejar gaya hidup tertentu. Karena perjuangan memperoleh benda-benda yang mendefinisikan status sosial dalam kelompok masyarakat atas merupakan hal yang sulit.