Bagaimana tanggapan anda mengenai sinetron di indonesia saat ini?

seperti yang kita lihat marak sekali sinetron sinetron yang kurang mendidik bagi masyarakat dan tidak memiliki manfaat apapun oleh karena itu saya ingin melihat tanggapan kalian mengenai hal tersebut dan silahkan memberi solusi agar sinetron di Indonesia bisa memberi manfaat yang baik bagi masyarakat.

3 Likes

Masa anak – anak dan remaja adalah masa yang paling penting bagi perkembangan hidup manusia. Sehingga apapun yang diberikan dan diterima pada masa itu sebaiknya merupakan hal yang terbaik. Dampaknya mungkin tidak akan terasa sekarang, akan tetapi tapi beberapa tahun kemudian anak – anak yang sering nongkrong di depan televisi akan mengalami kesulitan konsentrasi. Banyak sebenarnya dampak yang akan muncul, seperti masalah kesehatan, konsentrasi, bahkan masalah moral. Apabila dari masa anak – anak dan remaja sudah disuguhkan tayangan – tayangan yang ceritanya untuk orang dewasa itu akan mempengaruhi pandangan mereka.

Selain itu masalah vulgarisme pun saat ini menjadi masalah dari tayangan – tayangan sinetron. Indonesia adalah salah satu negara yang mayoritas masyarakatnya adalah masyarakat muslim yang berkiblat pada kehidupan Timur bukan Barat. Akan tetapi semakin kesini semakin menjunjung tinggi fashion kebarat – baratan, yang akan berdampak negatif bagi para generasi muda mendatang. Selain itu jenis peran yang dimainkan oleh para artis sering kali bertabrakan dengan norma pergaulan masyarakat dan belum sesuai dengan tingkat perkembangan psikologinya. Itu semua akan berdampak negatif bagi perkembangan anak – anak dan remaja.

Krisis moral akan muncul apabila itu semua tidak di hentikan. Dan keadaan ini akan semakin parah jika orang tua sendiri tidak mampu memberi perhatiannya kepada anak – anaknya, dan hal ini bisa membuat anak – anak mencari tokoh yang lebih baik menurutnya dari tempat lain, termasuk sinetron yang ia tonton. Sebuah penelitianAmerican Psychological Association(APA) pada tahun 1995, ‘bahwa tayangan yang bermutu akan mempengaruhi seseorang untuk berlaku baik, dan tayangan yang kurang bermutu akan mendorong seseorang untuk belaku buruk’ . bahkan penetilian ini menyimpulkan bahwa hampir semua perilaku buruk yang dilakukan seseorang adalah pelajaran yang mereka terima sejak kecil. Yang paling utama saat ini, adalah peranan orang tua untuk bisa mengontrol tayangan yang di tonton oleh anak-anaknya.

Orang tua perlu mendampingi anak – anaknya saat nonton, memberikan pemahaman, tentang suatu tayangan sinetron yang sedang disaksikan, juga untuk membangun sarana komunikasi dengan anak, dan hal ini juga bisa mengurangi dampak negatif dari tayangan sinetron bagi anak dan remaja. Kehadiran televisi swasta di Indonesia, disisi lain layak untuk di sambut dengan suka cita, karena memberi pengaruh positif kepada pemirsanya. Dengan kehadiran tayangan – tayangan yang bermutu dan layak untuk disimak. Tapi disi lain kehadiran televisi Indonesia, membawa masyarakat kepada sesuatu yang membahayakan, kehadiran acara – acara yang dulunya di tayangkan untuk hiburan, saat ini ditayangkan untuk menaikan rating, minat pemirsa, tanpa melihat sisi negatifnya dari tayangan yang telah mereka tayangkan.

Bahaya lain yang membuat sinetron Indonesia banyak di hujat oleh banyak orang adalah karena bisa membawa pengaruh negatif yang akan membentuk masyarakat jadi konsumtif dan hedonisme dikarenakan melihat kehidupan yang ada disinetron sedemikian wah dan serba glamour. Indonesia butuh generasi muda yang teguh akan moral dan prinsipnya demi kemajuan negara ini

Moral dan prinsip itu penting dan harus dipupuk sedini mungkin. Jangan sampai hal-hal kecil malah memperburuk keadaan moral dan prinsip bangsa yang sebenarnya. Indonesia adalah negara yang dimana menjunjung tinggi nilai – nilai moral sesuai dengan yang tertera di Pancasila dan contoh – contoh pahlawan kita di masa penjajahan. Untuk itu kebiasaan mengkonsumsi televisi secara sehat harus dimulai sejak usia dini. Demi berkembangnya tayangan – tayangan yang lebih mendidik dan bermoral tinggi.

Selengkapnya : http://www.kompasiana.com/khairunisyamanza/dampak-sinetron-bagi-para-generasi-muda-indonesia_55292015f17e61853c8b4576

1 Like

Menurut informasi yang saya dapatkan dari guru saya, pemroduksi film sinetron di Indonesia pernah diberi pertanyaan mengapa dia memproduksi sinetron - sinetron yang tidak bermanfaat?, pemroduksi sinetron pun menjawab bahwasannya masyarakat Indonesia itu suka dengan mimpi - mimpi belaka, mereka lebih senang melihat tayangan - tayangan yang mengandung mimpi - mimpi keberuntungan, suatu takdir yang khayal, yang mungkin akan menjadi kenyataan hanya sepersekian persen. Oleh karena itu sinetron - sinetron yang tidak masuk akal itu banyak di konsumsi dan digemari oleh masyarakat Indonesia, seakan - akan membuat mindset warga Indonesia menginginkan hidup seperti di sinetron.Tak sedikit pula anak - anak kecil berbondong - bondong menyukai sinetron dan itulah yang merusak pola pikir masyarakat dari masa kecil. Solusi yang bisa kita lakukan sebaiknya mencegah anak - anak kecil menonton tayangan - tayangan yang tidak mendidik, kita harus berupaya untuk menyaksikan tayangan yang memiliki manfaat seperti pengetahuan - pengetahuan dan ilmu - ilmu yang mendidik. Kita mulai dari kelompok masyarakat terdekat yakni keluarga, memperingati adik - adik kita, dan memberikan contoh yang baik kepada mereka.

2 Likes

Seperti kata @ardwichy, sinetron itu kurang mendidik bagi masyarakat dan tidak memiliki manfaat apapun. Bahkan, berdampak buruk kepada generasi muda bangsa, khususnya anak-anak yang belum bisa membedakan mana yang nyata atau fiksi. Banyak sinetron di Indonesia yang menyediakan konten-konten yang fiksi, sikap dan perilaku yang tidak benar (yang biasanya diperankan oleh antagonis), bahkan adegan yang harusnya sudah dikategorikan “tidak benar” menjadi wajib disediakan pada sinetron. Memang (mungkin) tujuannya agar jalan cerita sinetron lebih berwarna. Lalu bagaimana nasib generasi muda bangsa kita? Setelah membaca berbagai artikel, saya menemukan satu artikel yang dapat membantu anda yang tertarik topik ini dan mengapa saya lebih menekankan pada dampak sinetron bagi generasi muda bangsa.

Menurut Astrid W. E. N, M.Psi, Psikolog anak dan remaja KANCIL, Jakarta Selatan, maraknya sinetron saat ini hampir sebagian besar kurang baik ditonton anak-anak. “Demi rating, banyak tayangan sinetron " menjual mimpi, menayangkan adegan kekerasan, pornografi hingga berbau mistis, tanpa memikirkan dampak buruk bagi pemirsa yang menonton termasuk anak-anak,” imbuh Astrid.

Menurut Astrid, adegan-adegan yang diperankan artis dalam tayangan sinetron, akan banyak memberikan pengaruh buruk pada anak. Anak yang masih polos dan belum bisa membedakan mana hidup nyata dan hanya akting dengan mudah meniru apa yang sinetron. Misal saja adegan kekerasan, jika anak tidak didampingi orangtua bisa saja anak meniru adegan kekerasan seperti dalam sinetron, seperti berantem, memukul hingga menjambak rambut temannya. Contoh lainnya adalah adegan antagonis yang selalu ada di setiap sinetron juga dengan mudah ditiru anak-anak. Maka jangan heran jika anak yang sering nonton sinetron lebih cepat marah jika keinginannya tak dipenuhi. “Anak itu rasa ingin tahunya besar. Dan, anak suka meniru apa yang dilihatnya. Jika yang dilihatnya memberi contoh buruk, bisa saja anak pun berperilaku buruk seperti apa. yang dilihatnya,” terang Astrid saat ditemui di sela-sela seminar yang berlangsung di Hotel Sultan, Jakarta belum lama ini.

Senada dengan Astrid, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, Psi. Psikolog dari Lembaga Psikologi Terapan UI dan Klinik Raditya Medical Center Depok, Jawa Barat juga mengatakan, anak belum bisa membedakan informasi yang diterimanya antara kisah nyata atau fiksi (khayalan). "Sinetron saat ini masih banyak menyajikan kebencian kebohongan, tipu muslihat, dan hal-hal tidak realistis lainnya. Ini sangat buruk jika ditonton dan ditiru anak-anak, tambah Vera.

Ditambahkan Vera, anak yang sering nonton sinetron memiliki pikiran yang pendek, mengandalkan emosi saja tanpa mau berpikir pakai logika. “Banyak banget sinetron yang ngejual mimpi. Misal hanya dengan mimpi. Misal hanya dengan menggosok poci, anak bisa mewujudkan segala hal yang diinginkannya. Itu membuat anak berpikiran instan,” jelasnya. Terakhir bahaya buruk dari menonton sinetron adanya efek nyandu. Karena siapa pun yang nonton sinetron satu episode tentu penasaran untuk menonton kelanjutan alur cerita selanjutnya. Jika sudah kecanduan, sulit bagi anak untuk melewatkan nonton sinetron. Bahayanya banyak sinetron yang tayang di jam belajar anak mulai sore hingga menjelang waktu tidur anak. Bukan hanya anak enggan belajar, anak pun akan sulit bangun tidur karena nonton sinetron hingga malam. Jika hal ini tidak segera diatasi, bisa-bisa anak menjadi budak sinetron hingga mendambakan kehidupan layaknya tokoh yang diperankan dalam sinetron yang sebagian besar jauh dari kehidupan nyata sebagian besar pemirsa sinetron Indonesia.

Lalu solusinya? Kembali ke orang tua anak. Saat dirumah, anak-anak sebaiknya diarahkan atau diajak menonton tontonan yang cocok untuk seusianya, misalnya film edukasi anak atau film kartun yang banyak menampilkan gambar warna, ukuran, dan jalan cerita sesuai dengan umur anak- anak, juga lebih baik yang bisa melatih kemampuan pola pikir anak. Orang tua juga bisa membangun atmosfir keluarga bersama anak dengan mengajaknya bermain permainan sederhana, bercanda, dan mengerjakan pekerjaan rumah. Jelas itu akan membentuk diri anak-anak lebih baik.

Cukup itu saja yang bisa saya bagikan, mohon maaf kalau ada kata yang kurang berkenan :sweat_smile:
Semoga bermanfaat

(Sumber: http://www.beritadunia.net/entertainment/keluarga/dampak-sinetron-bagi-para-generasi-muda-indonesia)

3 Likes

Lebih banyak hal negatifnya dibanding dengan hal positif dari sinetron yang kian merajalela, dan kondisi ini terus saja terjadi. Tidak sedikit pula dampak buruk yang terjadi dengan sinetron yang ada saat ini, khususnya bagi anak-anak di bawah umur. Karakter, perilaku, pola pikir anak-anak sudah digiring menuju hal-hal yang negatif. Bisa kita lihat dengan mudah oleh semua orang perilaku negatif anak-anak akibat dari tontonan yang tak berkualitas, salah satu contohnya (http://citizen6.liputan6.com/read/2425840/miris-aksi-dua-bocah-berciuman-meniru-adegan-sinetron) . Sungguh miris melihat fenomena seperti ini, masa anak-anak dan remaja mereka diisi dengan hal yang negatif, lalu bagaimanakah generasi penerus bangsa kita jika fenomena ini semakin marak terjadi?

Dengan konten-konten yang cenderung negatif seperti itu, stasiun-stasiun televisi nasional yang menyiarkan dituntut untuk lebih mengkaji lebih dalam tentang apa-apa yang akan disiarkan ke masyarakat luas, apakah hanya mementingkan kepentingan golongan maupaun sekolompok orang saja atau kepentingan bangsa khususnya generasi muda penerus bangsa?. Selain itu pemerintah sebagai regulator harusnya terlibat aktif dan mengambil perannya untuk memastikan konten-konten yang tersebar ke masyarakat tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur bangsa Indonesia, tidak hanya aktif namun harus tegas membersihkan tayangan-tayangan yang tak mendidik. Terakhir, bagi orang tua yang tak ingin buah hatinya terkontaminasi dengan jejalan konten-konten negatif seperti ini untuk memberikan pemahaman, pendidikan dan nasihat yang bijak guna mencegah anak-anak masuk ke dalam lubang bahaya akibat sinetron yang tak bertanggung jawab.

2 Likes

menurut saya berdasarkan dari fungsi awalnya sinetron itu sifatnya adalah hiburan semata
dan masalah banyak anak kecil yang menonton sinetron tentang percintaan
saya kira itu salah orang tuanya dikarenakan kurangnya pengawasan tentang tontonan sang anak
di televisi khususnya sinetron sudah menampilkan content usianya
jadi harusnya bisa membatasi tontonan dengan batas usia anak tersebut
kalo masalah "memberi manfaat yang baik bagi masyarakat "
saya pikir sinetron sudah menghibur sejumlah masyarakat tapi dari segi pendidikan moral yang diberikan oleh sinetron saya kira kurang

2 Likes

Sinetron di Indonesia bisa saya bilang tidak berkualitas. Kenapa? Karena materi yang disajikan tidak bermutu dan hanya itu itu saja yang di tampilkan. Cinta monyet lah, perebutan harta lah dan masih banyak lagi. Dan skenarionya sudah bisa terbaca. Tidak mempunyai kreatifitas. Misal sinetron dengan tema A disiarkan di televisi A, dan sinetron itu naik daun dan menjadi populer. Bisa ditebak bahwa Televisi B,D,E dst akan memuat tema A sebagai sinetron terbaru mereka. TIDAK ADA KREATIFITAS. Itulah yang membuat sinetron di negeri ini di cap jelek.

2 Likes

Sinetron di Indonesia saat ini semakin banyak, dan yang menyedihkan adalah tidak ada unsur mendidik. Disitu hanya tempat promosi, dan itu hanya menguntungkan pihak yang berkepentingan. Tidak ada pesan moral, mulai dari cara berpakaian tata krama bahasa yang digunakan tidak mengajarkan untuk sopan santun bahkan mendidik. Karena mengikuti perkembangan zaman maka hal-hal seperti itu sudah di tinggalkan.

Saat menonton sinetron juga hendaknya di dampingi oleh orang tua agar dapat menjelaskan mana yang baik dan mana yang tidak. Sangat miris melihat anak SD saja sudah mengerti hubungan pacaran dan menggunakan layaknya orang dewasa. Padahal anak-anak adalah masa bermain dan belajar belum saatnya untuk memikirkan hal-hal tersebut. Lihat saja lagu anak-anak seperti dahulu tidak ada. Anak sekarang lebih mengerti lagu bertema romantis, mengerti istilah galau. Kenapa disini di bahas anak-anak karena dari anak-anak sampai remaja masih labil mencari jati diri mudah terpengaruh.

Inilah sinetron di Indonesia banyak dampak negatifnya, saya sarankan hendaknya bijaklah dalam memilih tontonan.
Terima Kasih :wink:

2 Likes