Bagaimana proses pembuatan kertas?

kertas

Kita ketahui kertas merupakan sebuah benda umum yang sering kita jumpai sehari-hari, di sekolah, di rumah, di jalan mungkin, di percetakan, kertas itu telah banyak di gunakan dari jalan dahulu, tetapi masih banyak orang yang masih belum mengerti tentang pembuatan kertas itu sendiri, padahal mereka telah menggunakannya selama bertahun-tahun bahkan puluhan tahun lamanya. Agar kalian tahu, maka saya perlu jawaban dari sebuah pertanyaan ini,

Bagaimana proses pembuatan kertas?

Kertas merupakan barang yang tidak asing bagi kita semua karena kertas bukan barang mewah tapi barang kebutuhan sehari-hari seperti sekolah, kantor, dinding, percetakan atau penggunaan di tempat-tempat lain. Kertas dipergunakan dan dibuat dalam bentuk lembaran tipis dan lembaran tebal serta terbuat dari bahan baku kayu atau tumbuhan berserat lainnya (bambu).

Karena menjadi hal yang umum dan biasa di kehidupan, kita kadang kala belum atau tidak mengetahui bagaimana kertas itu dibuat hingga bisa dipergunakan sebagaimana adanya. Berikut ini saya akan berbagi informasi dari beberapa sumber tentang Proses Pembuatan Kertas.

Dahulu kala menurut catatan dalam sejarah pembuatan kertas, orang-orang membuat kertas dengan cara yang sederhana dan tergolong kepada penggunaan cara manual atau lebih banyak memaksimalkan tenaga manusia. Namun tentu sudah berbeda sekarang ini dengan adanya perubahan ke zaman mesin dan teknologi, kertas dibuat oleh pabrik yang lebih banyak memaksimalkan penggunaan mesin dengan teknologi maju.

Bahan-Bahan Baku Kertas

1.Kayu

Umumnya kertas dibuat dari bahan baku kayu. Kayu-kayu yang dipergunakan adalah kayu yang memiliki kandungan serat yang banyak dan sebagian memiliki sedikit kandungan air.

2. Bambu

Bangsa Asia khususnya China, Korea dan Jepang membuat kertas dari batang pohon bambu. Bambu merupakan bahan baku yang mudah didapat oleh mereka karena iklim dan daerahnya merupakan pendukung yang baik bagi tumbuhan jenis bambu. Bambu menjadi bahan pilihan karena selain mudah didapat juga lebih murah dari harganya.

3. Papirus

Pohon Papirus merupakan pohon yang tumbuh dan bisa dipergunakan oleh bangsa Mesir sebagai bahan baku pembuatan kertas. Bangsa mesir inilah yang menurut catatan sejarah menjadi pelopor pembuatan kertas di dunia.

4. Kulit Binatang

Kulit juga dipergunakan sebagian kalangan untuk bahan baku dalam pembuatan kertas. Yang biasa dipergunakan adalah jenis kulit domba karena bahan juga agak mudah didapatkan walaupun tidak sebanyak dari bahan baku kayu atau bambu.

Pembuatan kertas oleh pabrik secara umum digambarkan seperti ilustrasi berikut :

  • Tahap 1
    Bahan Baku kayu ditebang menjadi log (batangan) kemudian diangkut ke pabrik kertas untuk diproses lebih lanjut.

  • Tahap 2
    Kayu log tersebut kemudian didiamkan beberapa bulan untuk menjaga kelembabannya.

  • Tahap 3
    Kayu yang sudah lama didiamkan tersebut dikupas kulitnya dan dipotong-potong menjadi ukuran lebih kecil.

  • Tahap 4
    Kayu dirajang menjadi serpih sebesar kotak korek api, kemudian dimasukkan ke dalam tangki raksasa yang disebut pencerna atau penghancur.

  • Tahap 5

  • Di dalam alat ini kayu diberi tekanan dan panas. Beberapa jam kemudian kayu berubah menjadi bahan lunak seperti kapas. Inilah yang disebut bubur kertas atau pulp.

  • Tahap 6
    Setelah keluar dari pencerna, bubur kertas dicampur air. Bubur dengan kadar air 90% ini kemudian dilewatkan pada mesin yang disebut kotak kepala.

  • Tahap 7
    Kotak kepala membentangkan bubur kertas yang berair itu di atas sebuah ayakan bergerak yang disebut kawat. Sewaktu gilingan menekan bubur kertas ke kawat, sekitar 98% airnya terperas keluar.

  • Tahap 8
    Serangkaian gilingan lain kemudian mengeluarkan hampir seluruh sisa air dari kertas yang mengering itu. Kini hanya tinggal sedikit sekali molekul air yang ada.

  • Tahap 9
    Kertas yang baru saja terbentuk dilewatkan pada silinder tambahan yang dipanaskan dari dalam. Nah silinder ini akan mengeluarkan air lagi dari kertas yang berjalan.

  • Tahap 10
    Serat selulosa kini telah menjadi jalinan yang saling terkait. Gelendong besar yang disebut penggulung mengumpulkan kertas menjadi gulungan raksasa.

  • Tahap 11
    Gulungan ini kemudian dipotong menjadi gulungan-gulungan kecil atau lembaran dan dikirim ke luar dari pabrik.

Sumber : http://menofschool.blogspot.com/2015/05/proses-dan-bahan-pembuatan-kertas.html

proses pembuatan kertas

BAHAN

Kertas yang sering gunakan umumnya terbuat dari kayu atau lebih tepatnya dari serat kayu dicampur dengan bahan-bahan kimia sebagai pengisi dan penguat kertas. Kayu yang digunakan di Indonesia umumnya jenis Akasia. Kayu jenis ini berserat pendek sehingga kertas menjadi rapuh. Di mesin pembuat kertas (paper machine), serat kayu ini dicampur dengan kayu yang berserat panjang contohnya pohon pinus untuk menguatkan kertas. Karena meningkatnya permintaan akan kertas, dan perkembangan teknologi pengolahan pulp, hampir semua spesies pohon sekarang bisa digunakan untuk membuat kertas. Seperti misalnya bambu, papirus, jerami, tebu, dan rami.

PEMBUATAN PULP/BUBUR KERTAS

  1. Kayu diambil dari hutan produksi kemudian dipotong - potong atau lebih dikenal dengan log. Log disimpan ditempat penampungan beberapa bulan sebelum diolah dengan tujuan untuk melunkan log.

  2. Kayu dibuang kulitnya dengan mesin atau dikenal dengan istilah De - Barker.

  3. Kayu dipotong - potong menjadi ukuran kecil (chip) dengan mesin chipping. Chip yang sesuai ukuran diambil dan yang tidak sesuai diproses ulang.

  4. Chip dimasak didalam digester untuk memisahkan serat kayu (bahan yang diunakan untuk membuat kertas) dengan lignin. Proses pemasakan ini ada dua macam yaitu Chemical Pulping Process dan Mechanical pulping Process. Hasil dari digester ini disebut pulp (bubur kertas). Pulp ini yang diolah menjadi kertas pada mesin kertas (paper machine).

PEMBUATAN KERTAS

  1. Pulp diolah dibagian Stock Preparation. Bagian ini berfungsi untuk meramu bahan baku seperti: menambahkan pewarna untuk kertas (dye), menambahkan zat retensi, menambahkan filler (untuk mengisi pori - pori diantara serat kayu), dll. Bahan yang keluar dari bagian ini disebut stock (campuran pulp, bahan kimia, dan air)

  2. Dari stock preparation masuk ke pembersihan dengan alat yang disebut Cleaner.

  3. Dari cleaner stock masuk ke Headbox yang berfungsi untuk membentuk lembaran kertas (membentuk formasi) diatas Fourdinier Table.Fungsinya untuk membuang air yang berada dalam stock (dewatering). Hasil yang keluar disebut dengan web (kertas basah). Kadar padatnya sekitar 20 %.

  4. Kemudian masuk ke Press Part berfungsi untuk membuang air dari web sehingga kadar padatnya mencapai 50 %. Cara kerja press part ini adalah kertas masuk diantara dua roll yang berputar. Satu roll bagian atas di beri tekanan sehingga air keluar dari web.

  5. Terakhir ke Dryer berfungsi untuk mengeringkan web sehingga kadar airnya mencapai 6 %.

FINISHING

Akhirnya, kertas yang kering dililitkan pada gulungan besar (paper roll), di mana akan diproses lebih lanjut tergantung penggunaannya akhir. Kertas diratakan dan dipadatkan lebih jauh dengan melewati rol logam yang disebut dengan calenders.

Referensi

Proses Pembuatan Kertas


Bahan baku utama pembuatan kertas berasal dari kayu yang sudah diolah menjadi lembaran pulp. Karakteristik pulp bervariasi tergantung pada jenis kayu yang digunakan, ada yang berserat pendek dan ada yang berserat panjang. Proses pembuatan kertas dimulai dari bagian persiapan bahan (stock preparation) kemudian dilanjutkan ke bagian mesin kertas (Paper Machine).

  1. Bagian Stock Preparation
    Pada bagian ini bahan baku utama yaitu lembaran pulp dibubur di dalam tangki pulper menggunakan air proses dengan mesin agitator sebagai pengaduknya. Proses pembuburan ini berfungsi untuk memisahkan serat-serat kayu di dalam lembaran pulp. Bubur pulp kemudian dipompa ke mesin penggiling (refiner) yang berfungsi untuk memecah serat-serat kayu sehingga menghasilkan benang-benang fibril. Derajat penggilingan menentukan tingkat kehalusan bahan. Masing-masing grade kertas mempunyai standar derajat penggilingan tertentu yang dinyatakan dalam satuan CSF (Canadian Standard Freeness).

    Dari Refiner bubur pulp selanjutnya dipompa ke tangki mixer. Dalam tangki ini bercampur bubur pulp serat pendek dengan bubur pulp serat panjang dan broke (lembaran kertas yang diolah kembali). Beberapa bahan kimia yang berfungsi sebagai pengisi, pengikat dan penguat ditambahkan ke dalam adonan ini. Sebagian perusahaan menggunakan bahan pewarna (dyes) untuk menghasilkan kertas warna. Adonan bahan kertas selanjutnya dipompa ke screen untuk memisahkan kotoran atau gumpalan pulp yang belum hancur. Screen ini mempunyai slot dengan ukuran sekitar 0.1 mm sehingga hanya bahan yang benar-benar halus yang bisa lewat ke proses berikutnya.

  2. Bagian Paper Machine

    Setelah melewati screen, adonan bahan kertas selanjutnya dialirkan kheadbox dengan pompa yang bisa diatur kecepatannya. Tekanan di dalam headbox dikendalikan sedemikian rupa sehingga bahan kertas yang masih basah (± 99% air) dapat didistribusikan secara merata di atas wire melalui nozzle presisi tinggi atau slice lip. Variasi tekanan headbox menyebabkan variasi pada kualitas kertas pada arah mesin (Machine Direction, MD). Variasi pada arah melintang (Cross Direction, CD) dapat dikendalikan dengan mengatur pancaran bahan dari masing-masing slice lip Pancaran bahan yang keluar dari slice headbox didistribusikan secara
    merata di atas wire.

    Perbandingan kecepatan bahan terhadap kecepatan wire harus dijaga stabil karena variasi pada parameter ini akan menyebabkan variasi pada properti kertas yang dihasilkan. Variasi yang tinggi bahkan dapat menggangu runnabilitas mesin. Sebagian besar air yang dikandung dalam bahan diambil pada bagian wire melalui hidrofoil dan suction box yang diletakkan di bawah wire. Selain air yang diambil oleh suction box, ada beberapa serat halus dan bahan pengisi (filler) yang ikut terbawa. Banyaknya filler yang ikut terbawa oleh suction box juga harus dijaga stabil agar kualitas kertas yang dihasilkan juga stabil.

Properti Kertas


Properti kertas yang diukur dan dimonitor oleh peralatan QCS adalahbasis weight, moisture, ash, caliper dan color. Penjelasan dari masing-masing properti adalah sebagai berikut :

  • Basis Weight merupakan properti yang paling signifikan baik bagi produsen maupun konsumen karena pada umumnya harga kertas ditentukan berdasarkan berat per unit area. Properti ini juga penting karena mempunyai efek pada properti lainnya seperti kekuatan kertas (strength).
  • Moisture adalah kandungan air di dalam lembaran kertas, bergantung pada suhu dan kelembaban udara relatif di sekitar kertas. Dalam tempat terbuka lembaran kertas akan menyerap (absorb) atau diserap (desorb) moisturenya sehingga mencapai titik kesetimbangan (equilibrium).
  • Ash content atau kadar bahan pengisi dinyatakan dalam unit persen. Bahan kimia pengisi ini berupa bahan kapur (chalk) atau sejenisnya digunakan untuk mengisi pori-pori kertas. Kadar ash biasanya dijagaSetelah melalui wire, bahan kertas yang sudah membentuk lembaran dilewatkan di antara roll-roll yang saling bersinggungan dan bertekanan (Press Roll) untuk menekan air keluar dari lembaran kertas. Proses ini juga meningkatkan jalinan antar serat menjadi lebih kompak sehingga meningkatkan kekuatan kertas. Bagian selanjutnya adalah bagian pengering (dryer) yang berupa silendersilender besar yang dialiri steam panas. Proses pengeringan dilakukan secara bertahap dan dilakukan secara merata antara permukaan atas dan bawah kertas. Oleh karena itu, tekanan steam yang masuk ke dalam dryer dikendalikan secara online. Bagian terakhir dari mesin kertas adalah calender dan reel. Calender berfungsi untuk memperbaiki thickness dan kelicinan permukaan kertas. Reel berfungsi untuk menggulung kertas yang sudah selesai diproduksi. Di antara calendar dan reel ini dipasang scanner yang terdiri dari beberapa sensor untuk mengukur properti kertas. antara 10% - 20%. Kadar ash yang terlalu tinggi akan mempengaruhi kekuatan kertas.
  • Caliper atau ketebalan kertas berguna untuk produk akhir seperti pembuatan buku dimana variasi caliper menyebabkan tebal buku berbeda antara satu dengan lainnya. Pada umumnya properti ini tidak terlalu signifikan karena perbedaan ketebalan satu lembar kertas dapat ditutupi oleh ketebalan kertas lainnya sehingga produk akhir akan relatif sama.
  • Color atau warna kertas pada umumnya adalah putih. Untuk memenuhi segmen pasar tertentu beberapa perusahan memproduksi kertas warna. Kebanyakan sistem warna didasarkan pada pengukuran pantulan (reflectance) dari warna dasar: merah, hijau dan biru. Tiap-tiap sumber cahaya ini mempunyai distribusi spektral yang telah didefinisikan secara presisi oleh Commission Internationale de I’Eclairage (CIE). Ada tiga sistem warna berdasarkan fungsi CIE salah satunya adalah sistem CIE STARLAB yang mendefinisikan warna berdasarkan CIE LAB Color Space
1 Like