Bagaimana pentingnya memiliki sikap toleransi dalam keluarga?

toleransi keluarga
Toleransi merupakan sikap tenggang rasa, menghargai, dan menghormati orang lain dalam kehidupan bermasyarakat. Lalu, bagaimana pentingnya memiliki sikap toleransi dalam keluarga ?

Dengan sifat tenggang rasa, maka kita tidak akan mengedepankan emosi dalam menyelesaikan persoalan. Orang dengan sifat tasamuh akan mempunyai hati yang lembut dan penuh pengertian. Rasulullah saw. bersabda: Artinya:

“Jadilah kamu hamba Allah yang bersaudara.” (HR. Muslim)

Dalam hadis tersebut Rasulullah saw. menyerukan tentang pentingnya hidup berdampingan secara rukun layaknya saudara. Dengan bersikap tasamuh maka kita akan mempunyai teman dan saudara yang banyak. Karena orang dengan jiwa tasamuh akan senantiasa memancarkan pesona teduh dan jauh dari kesan-kesan jahat.

Adanya sikap toleransi dalam keluarga akan menciptakan suasana harmonis antaranggota keluarga tersebut. Seorang ayah mesti memberikan teladan dalam penanaman sikap toleransi bagi anak-anaknya. Demikian pula halnya dengan seorang ibu, harus senantiasa mengajarkan kepada anak-anaknya bagaimana bertoleransi dalam kehidupan mereka. Harmonisnya sebuah keluarga merupakan cikal bakal terciptanya keharmonisan dalam masyarakat.

Referensi

http://www.bacaanmadani.com/2016/12/pengertian-tasamuh-dan-fungsinya-dalam.html

Perilaku Tasāmuh dalam Keluarga


Perilaku tasāmuh yang dimiliki oleh anggota keluarga akan menciptakan suasana harmonis antar anggota keluarga tersebut. Ayah dan ibu hendaknya mengajarkan perilaku tasāmuh pada anak-anaknya atau anggota keluarga lain. Cara berperilaku tasāmuh terhadap anggota keluarga maupun masyarakat diajarkan dalam keluarga. Jika perilaku tasāmuh telah tertanam dalam hati tiap-tiap anggota keluarga, keharmonisan dan ketentraman akan dirasakan.

Perilaku tasāmuh juga diperlukan dalam sebuah keluarga. Misalnya ada salah satu keluarga yang sakit. Anggota keluarga yang lain harus bersikap tasāmuh dengan tidak menimbulkan kegaduhan. Ketenangan harus tetap dijaga agar anggota keluarga yang sakit dapat beristirahat dengan tenang.

Keluarga merupakan kelompok sosial pertama dalam kehidupan manusia dimana seseorang belajar dan menyatakan diri sebagai manusia sosial di dalam hubungan interkasi kelompoknya. Di dalam keluarga, manusia pertama-tama belajar memperhatikan keinginan-keinginan orang lain, belajar bekerja sama, bantu- membantu dan lain-lain. Dengan kata lain, manusia pertama-tama belajar memegang peranan sebagai makhluk sosial yang memiliki norma-norma dan kecakapan- kecakapan terntentu dalam pergaulannya dengan orang lain.

Pengalaman interaksi sosial di dalam keluarga, turut menentukan pula cara- cara tingkah laku individu terhadap orang lain. Apabila interaksi sosialnya di dalam keluarga tidak lancar, maka besar kemungkinan interaksi sosialnya dengan masyarakat juga berlangsung dengan tidak lancar. Jadi selain keluarga itu berperan sebagai tempat manusia berkembang sebagai manusia sosial, terdapat pula peranan-peranan tertentu di dalam keluarga yang dapat mempengaruhi perkembangan individu sebagai makhluk sosial.

Aktivitas pengasuhan yang dilakukan orang tua dalam keluarga merupakan salah satu bentuk proses pendidikan nilai-nilai budaya secara keseluruhan. Melalui interaksi orang tua dengan anak, orang tua tidak mengkreasi aktivitas pengasuhan secara pribadi, tetapi mereka mengikuti aturan-aturan tentang peran orang tua yang ada dalam budaya yang telah di pelajarinya melalui pengalaman dalam menjalani sosialisasi.

Menurut Yi Chang yang dikutip oleh Sri Lestari mengemukakan bahwa nilai-nilai yang dimiliki oleh orang tua akan membentuk perilakunya dalam mengasuh anak dan selanjutnya nilai-nilai tersebut akan diwariskan pada anak.