Bagaimana pengaruh diabetes terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Adakah pengaruh diabetes terhadap kesehatan gigi dan mulut?

Diabetes merupakan gangguan pada organ tubuh sehingga kadar gula dalam darah selalu tinggi dan tidak kembali normal setelah mengonsumsi makanan atau minuman. Kadar gula yang tinggi dalam darah inilah yang menyebabkan penyebaran penyakit pada organ tubuh lainnya termasuk jaringan di rongga mulut. Pada rongga mulut banyak terdapat pembuluh darah yang apabila kadar gula dalam pembuluh darah tersebut tinggi dapat mengakibatkan beberapa manifestasi, antara lain :

  • Radang gusi (gingivitis),
  • Radang jaringan pendukung gigi (periodontitis) sehingga menyebabkan kehilangan perlekatan gingiva dan gigi menjadi goyang,
  • Mulut kering (xerostomia),
  • Lidah terasa terbakar (burning tongue),
  • Sakit saat menggigit makanan,
  • Penurunan tulang penyangga gigi sehingga gigi dapat lepas sendiri.

Diabetes kerap dijumpai pada kalangan apapun, yang telah mengadopsi pola makan masa kini, di mana junk food, makanan instan, serta minuman dalam kemasan menjadi konsumsi utama. Gaya hidup yang tidak seimbang ini, mulai dari kurang minum air putih, kurang tidur, merokok, hingga malas berolahraga, dapat mempengaruhi kadar gula dalam darah sehingga akhirnya menyebabkan diabetes. Jika sudah terdiagnosa dengan diabetes mellitus, biasanya pasien akan diberikan resep obat-obatan yang gunanya menstabilkan kadar gula di dalam darah.

Perlu Anda ketahui bahwa penderita DM yang tidak rutin meminum obat secara teratur (tidak terkontrol) akan berpotensi memiliki kadar gula yang lebih tinggi dibanding pada penderita DM yang rutin meminum obatnya. Pada penderita penyakit ini, kadar gula juga akan menjadi lebih tinggi kandungannya di dalam air liur. Peningkatan kadar glukosa ini juga berakibat pada kandungan plak pada permukaan gigi yang berfungsi sebagai tempat perlekatan bakteri. Hasilnya, akan lebih banyak ragam bakteri yang berkembangbiak dengan baik. Hal inilah yang kemudian menyebabkan terjadinya gigi berlubang (karies) dan perkembangan penyakit periodontal.

Selain itu, diabetes mellitus menyebabkan suatu penurunan produksi air liur/saliva sehingga penderita diabetes mellitus juga akan merasakan mulutnya kering (xerostomia), di mana kualitas dan kuantitas produksi air liur/saliva di rongga mulut menurun. Xerostomia yang terjadi pada penderita DM akan menyebabkan infeksi jamur seperti jamur Candida albican yang jumlah pertumbuhannya meningkat (candidiasis). Oleh karena itu, penderita cenderung memiliki oral hygiene yang buruk jika tidak dilakukan pembersihan gigi secara rutin dan teratur. Selain itu adanya penurunan tinggi tulang yang menyangga gigi (tulang alveolar) yang cukup besar pada penderita DM dibanding pada penderita non DM menyebabkan gigi cepat goyang dan lepas dengan sendirinya.

Sumber : https://www.kompasiana.com/fritawarasati/kesehatan-gigi-dan-mulut-penderita-diabetes_59434d3e50f9fdae1079f905