Bagaimana Negara Ethiopia mengatasi masalah kekeringan di negara mereka?

Masalah kekeringan yang melanda negara Ethiopia hampir terjadi setiap tahun secara berkala yang diakibatkan oleh faktor cuaca, geografis dan buruknya manajemen air di negara tersebut. Bagaimana Negara Ethiopia mengatasi masalah kekeringan di negara mereka?

Etiopia mulai merespon bencana kekeringan yang terjadi dengan langkah konkret dan tegas. Pada bulan April tahun 2011, Pemerintah Etiopia akhirnya memutuskan membangun Grand Ethiopian Renaissance Dam (GERD). Secara estimasi, GERD yang diklasifikasikan sebagai bendungan besar tersebut diperkirakan menghabiskan biaya sebesar US$4.7-US$5 miliar.

Proyek GERD dikerjakan oleh sebuah perusahaan konstruksi asal Italia yaitu Salini, di bawah pengawasan pimpinan militer Metals and Engineering Cooperation (METEC) Etiopia (Nasr et.al, 2016). GERD bertujuan untuk menghasilkan sebuah waduk dengan volume lebih dari 63 juta meter kubik air atau sekitar 1,3 kali jumlah aliran tahunan dari Anak Sungai Nil Biru.

Kapasitas penyimpanan air yang besar menyebakan GERD memiliki potensi untuk menjadi wadah penyimpanan air untuk kebutuhan air nasional. Selain itu, GERD dapat menghasilkan lebih dari 6.000 megawatt listrik dari pembangkit listrik tenaga air sehingga dapat meningkatkan pasokan listrik nasional hingga tiga kali lipat (Nunzio, 2013).

Block dalam Tawfik (2016) berargumen bahwa

ide proyek GERD muncul karena studi penelitian yang dilakukan oleh The US Bureau of Reclamation (USBR) atas nama Pemerintah Etiopia antara tahun 1958 hingga 1964.
Penelitian yang dilakukan oleh USBR menjadi salah satu bukti penolakan Etiopia terhadap perjanjian historis di tahun 1929 dan 1959. Pembangunan GERD di Etiopia dilaksanakan sesuai penelitian oleh USBR yang memprediksi adanya keuntungan potensial untuk produksi hidroelektrik dan waduk dengan kemungkinan penyimpanan sekitar 73 miliar kubik air dari total kapasitas total sungai sebesar 5.570 megawatt. GERD terus gencar dibangun meskipun tidak memakan biaya yang sedikit.

Pemerintah Etiopia sejak awal telah berniat untuk mendanai proyek pembangunan GERD yang memiliki biaya sangat besar dari sumber pendanaan dalam negeri. Etiopia bahkan berkomitmen untuk membangun GERD tanpa meminta bantuan donor dari negara asing. Oleh sebab itu, Ighobor dan Bafana (2014) mengungkapkan bahwa

Etiopia sebagai salah satu negara miskin di dunia telah melakukan langkah berani membangun sebuah proyek bernilai fantastis tersebut. Namun, Pemerintah Etiopia harus menghadapi sejumlah tantangan dari negara-negara Hilir dalam upaya membangun sebuah bendungan yang sangat kontroversial ini.