Bagaimana Memulai Berpikir Proaktif Proactive Thinking Ability?

Mustapha Mugisa

Cara berfikir proaktif berarti adalah suatu aksi atau sebuah cara berfikir aktif dimana seseorang mengkontrol situasi dengan lebih dahulu memikirkan sesuatu yang akan terjadi daripada menunggu sesuatu hal terjadi dan memikirkan solusi untuk masalah yang akan datang.

Orang-orang yang berfikir secara proaktif tidak hanya duduk diam dan menunggu sebuah jawaban datang dengan sendirinya. Orang yang berfikir secara proaktif akan berfikir kritis dengan cara yang kreatif .

Seseorang yang berfikir secara proaktif memiliki beberapa ciri ciri yang seperti berikut :

  • Inisiatif
    Orang yang berfikir secaa proaktif akan mempunyai banyak ide ide yang kreatif untuk pekerjaannya. Merea tidak ingin mendapatkan hal - hal yang negatif kemudian hari ,sehingga mereka cenderung untuk lebih dahulu memberi sebelum diminta . Mereka mempunyai kesadaran tesendiri ketika orang lain menunggu ketika kondisi atau sesuatu hal terjadi.

  • Tanggung jawab
    Darpada kita berbohong akan sesuatu yang telah kita buat karna kesalahan kita sendiri , lebih baik kita jujur untuk mengakui kesalahan kita dan siap bertanggung jawab. Dengan mengakui kesalahan , hal tersebut tidak akan mempermalukan kita selama kesalahan tersebut bisa kita perbaiki dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan begitu anda telah mingkatkan kemampuan anda dalam hal bertanggung jawab.

  • Solutif
    Orang yang memiliki cara berfikir cara seperti ini memiliki ide dan solusi – solusi yang dapat di selesaikan. Orang yang proaktif memiliki jalan alternatif yang ketiga untuk menyelesaikan masalah , maka dari itu orang yang memiliki cra berfikir proaktif akan lebih cerdas dalam menyelesaikan masalah.

  • Positif
    Dengan selalu memandang hal secara positif. Orang yang berfikir secara proaktif tidak akan melihat masalah sebagai suatu kesusahan tetapi mereka akan melihat makna dibalik suatu permasalahan tersebut.

Mengapa berfikir secara proaktif penting ?

Karena dengan kita berfkir secara proaktif , kita memiliki kompetensi yang lebih daripada orang lain . Sehingga untuk memenangkan persaingan tersebut kita memerlukan sikap proaktif ini. Kita perlu cepat dalam membuat suatu keputusan dan kita juga harus aktif melihat kondisi yang terjadi agar sesuatu bisa lebih dimanfaatkan dengan baik

Kita bisa melihat contoh tokoh yang memiliki cara berfikir proaktif yaitu Carlos slim helu.

Carlos slim helu , merupakan orang terkaya didunia yang bisa mengalahkan kekayaan bill gates dan warren buffet. Ia seorang pengusaha asal meksiko yang lahir dari arab. Kekayaannya berasal dari hasrat orang- orang yang ingin berkomunikasi . Dia mendirikan usaha telekomunikasinya yaitu Telefonos de Mexico (Telmex) . Dia dikenal sebagai orang nomor satu yang mempengaruhi industri telekomunikasi di Meksiko. Bukannya dia tidak pernah mengalami kegagalan dalam bisnisnya , ia pernah membeli sebuah perusahaan yang bangkrut , namun ia berpikir kedepan dan berpikir secara proaktif, sehingga segala bisnisnya selalu ia pikirkan dengan baik. Ia selalu memikirkan hal- hal yang didepannya yang mungkin akan menjadi pengaruh buruk bagi perusahaan-perusahaannya dan memikirkan bagaimana soolusinya, sehingga perusahaan yang ia dirikan masih bisa berdiri sampai sekarang .

[details=Referensi]* http://www.biografiku.com/2010/10/biografi-carlos-slim-helu-orang-terkaya.html

1 Like

Menurut yang saya baca di wikiHow ada 10 cara untuk lebih proaktif. Tidak hanyak proaktif dalam berpikir, namun dalam tindakan juga. Berikut adalah caranya:

1. Lihatlah diri kita dan tanyakan kepada diri kita

  • Tugas apa yang harus kita lakukan dan tidak harus kita lakukan dalam sehari-hari? (Di kantor, di sekolah, di rumah)
  • Tugas apa yang datang secara bersamaan?
  • Tugas apa yang perlu diperhatikan ketika tugas tersebut muncul?

2. Menguji seberapa kritiskah diri kita dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efisien

  • Membuat rencara, prosedur, atau daftar
  • Mengajak teman-teman untuk mengerjakan tugas penting atau tugas besar
  • Mengumpulkan informasi yang penting untuk mengerjakan tugas tersebut
  • Lihatlah tahap-tahap penyelesaian, konsolidasi, atau cara agar tugas tersebut dapat dengan cepat terselesaikan

3. Mencegah permasalahan yang akan timbul

Mencegah permasalahan sebelum permasalahan tersebut menjadi kenyataan

4. Mengembangkan pola pikir untuk menyelesaikan masalah, bukan meninggalkan masalah

  • Mendefinisikan permasalah (Apa permasalahannya?)
  • Memutuskan permasalahan apa yang akan muncul dan bagaimana cara menyelesaikannya

5. Selalu bersiap apakah akan ada permasalahan yang muncul atau tidak

Tetap melakukan hal yang terbaik agar ketika permasalah muncul kita sudah siap untuk menghadapinya

6. Mengetahui tugas apa yang menjadi prioritas dan tugas mana yang bukan prioritas

Buatlah sebuah daftar apa yang harus kita lakukan dan mana yang tidak harus kita lakukan.

7. Mengeliminasi tugas yang tidak penting

Ada tugas yang tidak perlu dikerjakan atau ada tugas yang tidak harus kita yang menyelesaikan. Jangan membuang-buang waktu terhadap tugas yang tidak seharusnya kita kerjakan. Jika tugas tersebut tidak penting, maka tugas tersebut tidak membuang waktu dan tenaga kita. Pastikan setiap tugas memiliki tingkat kepentingan sehingga kita tahu mana yang penting dan mana yang tidak

8. Mengevaluasi prosedur dan proses

Tugas apa yang terselesaikan dan tugas apa yang tidak terselesaikan

  • Mencoba mengantisipasi kebutuhan. Apakah ada waktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi seperti hari, minggu, bulan, pertiga bulan?
  • Mencoba mengantisipasi apa yang perlu kita tahu. Dapatkah kita belajar kemampuan baru? Dapatkah kita mengaplikasikan kemampuan yang kita punya dengan cara yang baru? Lihatlah sekeliling kita dan pastikan kita tahu tren saat ini dengan membaca dan terus belajar. Orang yang proaktif adalah orang yang sukses karena tidak akan terpaku dengan masa lalu

9. Mencari cara agar dapat membuat tugas sehari-hari menjadi otomatis

Komputer dapat menyelesaikan masalah dengan standar dan pola yang ada. Jika kita bekerja dalam sebuah tim, maka penugasan pada masing-masing anggota tim yang sesuai dengan keahliannya merupakan otomatisasi.

10. Belajar sesuatu terhapa hal yang membuat kita tertarik

Menemukan passion kita

Cara Berfikir Proaktif


1. Predict
Untuk menjadi proaktif, Anda harus terlebih dahulu mengembangkan pandangan ke depan. Orang proaktif jarang terperanjat. Belajar untuk mengantisipasi masalah dan peristiwa. Memahami bagaimana sesuatu bekerja, mencari pola, mengenali rutinitas biasa, praktek sehari-hari dan siklus alam yang ada dalam bisnis Anda. Pada saat yang sama, jangan biarkan diri Anda untuk menjadi puas. Gunakan imajinasi Anda ketika mengantisipasi hasil masa depan. Jangan hanya berharap masa lalu untuk selalu menjadi prediktor yang akurat untuk masa depan, menggunakan kreativitas Anda dan logika. Datang dengan beberapa skenario untuk mengungkap peristiwa.

2. Prevent
Orang proaktif meramalkan potensi hambatan dan mengerahkan kekuatan mereka untuk menemukan cara untuk mengatasinya sebelum hambatan mereka sangat rumit. Mereka mencegah masalah yang lain hanya akan melihat kembali di belakang dan mengklaim dapat dihindari. Jangan biarkan diri Anda terhanyut dalam perasaan ketidakberdayaan. Ketika tantangan mendekati, mengambil kendali dan menghadapi inti mereka sebelum mereka tumbuh menjadi masalah besar.

3. Plan
Orang proaktif merencanakan masa depan. Hindari satu langkah “di sini dan sekarang”, berpikir sebaliknya, melihat ke depan dan mengantisipasi konsekuensi jangka panjang. Membawa masa depan ke masa kini, apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk memastikan keberhasilan besok? Jangan membuat keputusan kosong, setiap keputusan adalah jalur dalam rantai peristiwa yang mengarah ke satu kesimpulan akhir. Dalam rangka untuk membuat keputusan yang terbaik, Anda harus tahu di mana Anda berasal, di mana Anda berada, dan di mana Anda ingin berakhir.

4. Participate
Orang proaktif bukan pengamat pasif, mereka adalah peserta aktif. Untuk menjadi proaktif, Anda harus
terlibat. Anda harus mengambil inisiatif dan menjadi bagian dari solusi. Mengakui bahwa Anda hanya sepotong dari keseluruhan dan bahwa Anda mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Jangan hanya bereaksi terhadap mereka. Terlibat dengan mereka. Menggunakan pengaruh Anda dan membuat kontribusi.

5. Perform
Menjadi proaktif berarti mengambil hal tepat waktu, tindakan efektif. Anda harus menentukan dan bersedia untuk melakukan pekerjaan sekarang. Penundaan bukanlah pilihan. Mengambil kepemilikan
kinerja Anda dan buat diri Anda bertanggung jawab. Berdiri di belakang keputusan Anda. Menjadi proaktif berarti Anda telah mengambil hati-hati, langkah-langkah bijaksana untuk memilih jalur yang tepat. Anda tidak hanya bereaksi impulsif dengan lingkungan Anda.


Sumber: http://www.eatyourcareer.com/2010/08/how-be-proactive-at-work-step-system/

Terbiasa Menjadi Seorang yang Proaktif


Kita sering mendengar orang mengucapkan kata proaktif. Namun saya sendiri pada awalnya tidak mengerti makna dari proaktif itu sendiri apa. Lalu seseorang merekomendasikan sebuah buku yang menurut dia wajib untuk dibaca semua orang. Buku itu sangat terkenal, judulnya The 7 Habits of Highly Effective People oleh Stephen Covey. Dan kebiasaan pertama yang disebutkan di awal buku adalah menjadi seorang yang proaktif untuk bisa menjadi manusia yang efektif.

Menurut buku Stephen Covey, proaktif adalah bagaimana cara kita merespon stimulus yang berasal dari lingkungan sekitar berdasarkan nilai atau karakter pribadi kita. Lawan dari proaktif adalah reaktif. Saya berikan contoh, misalnya kita adalah pribadi yang memiliki karakter bijaksana, di suatu kondisi kita sedang mengalami musibah, dompet hilang di saat perut sedang lapar dan belum menyelesaikan tugas padahal batas akhir pengumpulan tinggal 3 jam lagi. Lalu datang seorang teman yang mengajak kita jalan-jalan. Normalnya pada kondisi itu emosi kita sedang tidak stabil, orang yang proaktif akan menjawab ajakan temannya dengan tetap bijak dan menceritakan kondisinya sekarang bagaimana, namun orang yang reaktif akan menjawab spontan dengan nada kasar dan membuat temannya marah. Dampaknya jika kita bersikap reaktif adalah masalah akan bertambah.

Dari contoh di atas, mengapa menjadi seorang proaktif itu penting, karena dewasa ini masih banyak orang yang tidak berpikir sebelum berbicara ataupun bertindak, sehingga buntutnya masalah bukan berkurang tapi bertambah.

Perbedaan bahasa orang proaktif dan reaktif:
Reaktif
"Tidak ada yang bisa saya lakukan" (pesimis)
“Dia yang membuat diriku marah” (selalu merasa orang lain salah dan tidak ingin disalahkan)
“Inilah diriku apa adanya” (menganggap dirinya hanya memiliki kekurangan)

Proaktif
"Ayo coba alternatif lain" (optimis dan memiliki inisiatif)
“Saya mengatur perasaan saya sendiri” (bersikap tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar)
“Saya bisa mencoba hal lain” (Tidak putus asa dengan keadaan dan mau berusaha)

Dari beberapa penjelasan Stephen Covey, ada tiga poin yang harus diperhatikan jika ingin menjadi seorang yang proaktif:

1. Jangan merenungi kesalahan
Kebanyakan orang setelah melakukan suatu kesalahan berlama-lama larut dalam penyesalan seakan-akan dunia sudah kiamat. Untuk menjadi seorang yang proaktif kita harus bisa menyadari kesalahan yang kita buat untuk diterima dan dijadikan bahan pembelajaran untuk mengambil langkah selanjutnya.

2. Membuat visi misi hidup
Orang yang memiliki tujuan di hidupnya akan lebih fokus untuk mencapainya. Buatlah daftar pencapaian-pencapaian kecil sebelum benar-benar bisa mencapai tujuan akhir. Hal ini dapat membuat kita memiliki gairah untuk hidup. Kesalahan ataupun kekurangan tidak dijadikan sebagai faktor kesedihan yang harus diratapi, tapi itu akan menjadi catatan bahwa untuk tujuan selanjutnya kita harus bisa lebih baik daripada sebelumnya.

3. Jadilah contoh
Sulit memang menjadi teladan bagi orang lain oleh karena itu minimal kita bisa menjadi teladan bagi diri kita sendiri. Dengan mengatur emosi, kapan harus marah, kapan harus senang, kapan harus serius, dan bercanda. Jika kita bisa mengatur emosi dengan baik, maka kita tidak mudah menjadi orang yang terbawa suasana lingkungan atau ‘latah’. Dan kalau bisa seharusnya kita bisa menjadi seseorang yang selalu menawarkan solusi ketika ada masalah, bukan tukang kritik ketika ada masalah.


Referensi : http://www.behavior-change.net/covey-habit-1-be-proactive/

1 Like

Sering kali kita mendengar istilah " berpikir lah secara proaktif, maka akan sukses dimasa mendatang". Lalu bagaimana menjadi pribadi yang proaktif? Berikut Michael Mogil mengemukakan


1. Ini Semua Tentang Kamu
Sadar tentang apa masalah yang kamu hadapi dan segera menyelesaikannya. Karena keluarga dan teman - teman anda hanya sebagai “support team”, semua ada dalam diri anda.

2. Menjadi Pemberi Solusi
Salah satu indikator orang yang berguna adalah memberikan solusi. Kita semua pasti pernah menemukan yang namanya masalah dalam satu tim. Berikanlah solusi pada tim anda maka anda termasuk dalam orang - orang Proaktif.

3. Jadilah Akuntabel
Sifat akuntabel itu sendiri adalah memiliki kewajiban untuk melapor, menjelaskan, dan bertanggung jawab atas tindakan atau tujannya. Sangat penting anda memiliki sifat tersebut untuk menjadi proaktif karena anda akan terbiasa dengan sebuah target.

4. Jadilah "SMART"

  • Specific (spesifik): Fokuslah terhadap sesuatu hal, bukan semua hal.

  • Measurable (Terukur): Pilihlah sesuatu tersebut yang dapat terukur.

  • Attainable (Tercapai): Buatlah anda mencapai target anda.

  • Realistic (Realistis): Pikirkan dengan resiko apa yang akan dihadapi.

  • Timely (Tepat Waktu): Buatlah setiap tujuan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

5. Buat Keberuntungan anda sendiri
Selalu berpikir tentang langkah apa yang akan diambil. Karena dengan mengambil langkah yang tepat maka keberuntungan ada di tangan anda.

6. Jadilah Konsisten
Sukses bukanlah selalu tentang mendapatkan segalanya dengan benar, tetapi dengan konsisten. Dengan konsisten dalam melakukan hal - hal tertentu maka kesuksesan mudah diraih.

7. Belajar dari ahlinya
Carilah orang - orang yang memang dalam ahlinya. itu terbukti membantu anda untuk mencapai sebuah kesuksesan. jika anda berada didalam lingkungan orang - orang yang salah (dalam hal ini malas) anda akan terikut pada lingkungan tersebut dan pada akhirnya anda akan melupakan apa tujuan anda.

8. K E J U J U R A N
Jadilah rendah hati dan selalu berintrospeksi dengan apa yang anda lakukan dan bagaimana anda melakukannya. Jujur dengan diri sendiri dan jangan banyak membuat alasan tentang apa yang anda tidak kerjakan.

Seperti yang kita ketahui bahwa orang-orang hebat seperti Thomas Edison, Harriet Tubman, dan Andrew carnegie adalah segelintir orang yang mempunyai cara berfikir yang proaktif. Kita ambil contoh saja, Thomas edison. edison adalah orang yang tidak banyak mengetahui tentang pendidikan, namun mempunyai pendekatan yang proaktif di hidupnya. Dia belajar bagaimana cara membuat suatu produk, dan mendevelop organisasi besar yaitu General Eletric Company.

Amazing Careers merupakan suatu buku yang mempunyai highlight berupa bagaimana orang-orang bisa sukses menggunakan cara berfikir yang proaktif yang mengkonversi suatu kesempatan menjadi suatu pencapaian. Dan menurut artikel ini, ada ‘6 D’ dari berfikir secara proaktif yaitu :

  1. Defining
    Menspesifikasi yang melibatkan suatu permasalahan atau kesempatan, dan mengindikasi dari pertanyaan dan isu yang perlu di tangani

  2. Discovering
    Menemukan hal yang relevan dan informasi yang berguna adalah hal yang vital untuk bergerak maju dalam menyelesaikan masalah proaktif.

  3. Developing
    Mengidentifikasi pilihan dan proposal untuk penilaian adalah aktifitas yang penting untuk memastikan peningkatan yang terjadi dan salah satu bagian dari proactive thinking

  4. Delivering
    Memastikan tujuan telah tercapai pada waktunya sesuai dengan rencana, esensi dari sebuah pencapaian, dimana itu menjadi tugas project atau pengembangan product

  5. Discussing
    Semua permasalahan utama dan kesempatan memerlukan kemampuan untuk berbagi dan membandingkan ide dan informasi, untuk memastikan klarifikasi dan efektifitas sebuah kerja team

  6. Doing
    Meskipun banyak yang akan bilang, hal yang paling penting adalah koordinasi dan implementasi untuk memastika hasil yang tercapai

Ke-enam kunci di atas adalah pemikiran proaktif dan mempunyai arti untuk mencapai kesuksesan.

THE POWER OF PROACTIVE THINKING

Berifikir pro-aktif atau yang biasa disebut dengan pemikiran yang disengaja. Dalam hal ini bukan berarti pemikiran yang kita lakukan saat kita mengemudi atau duduk di meja sambil melihat dokumen bukan juga saat ambil bagian dalam diskusi. Pemikiran yang disengaja disini berarti memikirkan sesuatu yang sekiranya akan terjadi serta memikirkan bagaimana penanganan atas sesuatu yang akan terjadi tersebut.

Edward de Bono menjelaskan betapa pentingnya peran berfikir pro-aktif dalam menangani isu – isu organisasi. Ketika didalam sebuah organisasi biasanya terdapat beberapa daftar topic dan isu – isu yang memerlukan pemikiran. Disini kita dituntut untuk berfikir pro-aktif dalam menghadapi topic dan isu – isu yang akan datang tersebut.

Keluaran dari pemikran tersebut dapat digunakan dalam berbagai cara. Beberapa diantaranya adalah mempengaruhi benak pemikiran para eksekutif yang akan melakukan pemikiran dalam diskusi, keputusan, saran, ide, dll. Namun yang terpenting adalah pengayaan pribadi.

Pemikiran setiap orang yang berbeda pada topic yang sama dapat dikumpulkan sebagai laporan resmi yang dapat dibagi dengan semua orang. Manajer harus berfikir untuk mengambil peran dan mendorong serta mengorganisir anggotanya untuk berfikir pro-aktif. Dimana nanti akan muncul ide – ide dan persepsi baru untuk meningkatkan kredebilitas organisasi tersebut.

Menyamakan pemikiran dengan kecerdasan merupakan kesalahan mendasar yang sering dibuat. Ketika seseorang memiliki kecerdasan yang tinggi, sering diasumsikan bahwa mereka akan menjadi pemikir yang baik. Sebaliknya bagi seseorang yang tidak cerdas, maka orang tersebut akan tidak percaya diri dengan pemikirannya, sehingga orang tersebut dicap sebagai pemikir yang tidak baik.

Tapi tentu saja, banyak orang sangat cerdas bukan merupakan pemikir yang baik. Mereka mungkin baik dalam memahami banyak hal, tapi tidak pandai dalam berfikir generatif. Banyak pemikir yang cerdas yang terperangkap dalam intelijen mereka, hal ini berarti bahwa mereka menggunakan pemikiran mereka untuk mempertahankan posisi mereka, daripada menjelajahi suatu subyek permasalahan lebih dalam lagi.

Berfikir adalah sumber daya yang kuat bagi organisasi. Peran manajer untuk berfikir adalah upaya untuk memperbaiki kesalahan dimana pun itu berada.

Dalam kehidupan kita memiliki masalah seperti emosi negative,baik itu Karena marah ataupun tekanan, kegelisahan,putus asa atau kebingungan. Dalam situasi ini kita di tuntut bagaimana untuk mengatasi situasi tersbut, berikut adalah sepuluh cara untuk mengurangi reaktif dan menjadi proaktif dalam situasi

  1. Jika anda merasa marah dan kesal dengan seseorang , sebelum anda mengatakan sesuatu atau melakukan hal yang nantinya akan membuat anda menyesal, sebisa mungkin ambil nafas dalam dalam.hal tersebut digunakan untuk menemukan cara berkomunkasi dengan baik ,sehingga anda akan mengurangi masalah bukan malah meningkatkan masalah,jika anda masih marah ambil lah waktu istirahat sejenak lalu selesaikan kembali masalah tersebut

  2. Ketika seseorang berperilaku buruk terhadap anda ,hindari berkesimpulan negative,namun sebaliknya, misalnya ketika saya menelfon teman saya tetapi tidak di respon bukan berari dia tidak menghiraukan saya bisa jadi dia sedang sibuk, jangan langsung mengambil kesimpulan negative hal tersebut bertujuan untuk mengurangi kesalahpahaman

  3. Jika anda sedang berhadapan dengan seseorang yang memiliki kesulitan, cobalah untuk menempatkan diri anda pada posisi orang tersebut agar anda bisa menemukan solusi untuk orang tersebut

  4. Ketika seseorang menekan anda untuk membuat keputusan namun anda tidak yakin, katakana saja “saya akan memikirkannya “ kalimat ini bisa mengangkat tekanan psikologis yang diberikan dan menempatkan anda dalam situasi yang lebih terkontrol

  5. Jika anda merasa gugup dan cemas basuh wajah anda dengan air dingin hal ini akan memperlambat denyt jantung 10-25% ,ini juga membantu untuk mendapatkan udara segar

  6. Minum teh hijau tanpa kafein dapat membantu mengurangi stress dan dapat meningkatkan mood, hindari minuman berkafein saat anda sedang gugup

  7. Jika anda merasa takut cobalah latihan aerobic secara intens,cara kita menggunakan tubuh juga akan menpengaruhi perasaan kita,gerakan anda akan menentukan emosi .

  8. Bila anda menemukan obsesi pada diri anda segera cari tahu bagaimana mengembangkan obsesi pada diri anda ,alihkan diri anda dengan kegiatan yang konstruktif agar tidak terjebak, misalnya berkata pada diri sendiri" aku tidak akan tersandung pada hal ini", namun mintalah pendapat dari rekan rekan anda percayai atau penasihat yang kredibel.

  9. Jika anda merasa kewalahan ,bingung atau bersemangat pergilah ke alam yang memiliki efek menenangkan, carilah panorama yang baik untuk melakukan kegiatan dilokasi tersebut

  10. Ketika anda mengalami kegagalan ,tanyakan pada diri anda sendiri pelajaran apa yang saya dapat dari sini?, bagaimana saya bisa belajar dari pengalaman ini ? apa yang paling penting sekarang? Semakin tinggi pertanyaan yang diajukan akan semakin baik jawaban yang diterima.

Are You Proactive or Reactive?

“If you’re proactive, you don’t have to wait for circumstances or other people to create perspective expanding experiences. You can consciously create your own.

– Stephen Covey

Proaktif, menurut Stephen Covey, adalah salah satu karakteristik yang paling penting dari orang-orang sukses dan berkepribadian efektif. Covey melihat proaktif sebagai dasar dari 6 kebiasaan lain, dan proaktif adalah kebiasaan nomor 1. Covey menganggap proaktif sebagai tindakan mengambil alih hidup Anda, bertanggung jawab untuk itu, dan mengambil tindakan untuk menuntun hidup Anda sendiri. Covey berfokus pada pilihan sebagai prinsip yang mendasari proaktif, karena pada akhirnya kita memiliki pilihan bagaimana kita menanggapi apa yang terjadi pada diri kita dalam hidup kita dan itu reaksi kitalah yang menentukan bagaimana hal-hal mempengaruhi kita. Orang yang tidak memiliki kebiasaan proaktif cenderung lebih reaktif, melihat diri mereka sebagai korban dari keadaan, tidak dapat mengubah reaksi mereka, sehingga merasa sangat merasa tidak diberdayakan.

Hal-hal yang mendasari kebiasan Proaktif menurut Covey adalah:

  1. Kemampuan untuk menetapkan tujuan dan bekerja untuk mencapainya.
  2. Menciptakan peluang, tidak menunggu orang lain.
  3. Kendalikan hidup anda sendiri.
  4. Pahami pilihan yang anda miliki sebagai penentu hidup anda.
  5. Menerapkan prinsip-prinsip pribadi Anda sendiri dan nilai-nilai inti dalam pengambilan keputusan.
  6. Gunakan imajinasi dan kreatifitas untuk menemukan alternatif-alternatif yang ada.
  7. Sadari bahwa anda mempunyai kemauan atas dasar diri sendiri untuk memilih respon unik anda sendiri.

Covey membedakan antara “have’s” dan “be’s” Yang terakhir berfokus pada karakter Anda dan bagaimana Anda dapat mengambil alih hidup Anda. Alih-alih berfokus pada pikiran “Jika saya memiliki pekerjaan yang lebih baik,” orang yang proaktif akan fokus pada pikiran seperti “Saya bisa lebih banyak akal untuk mencari pekerjaan lain atau membuat yang terbaik dari yang satu ini.”

How to Be Proactive

  1. Intropeksi diri
    – Apa tugas yang sering anda lakukan dan tidak anda lakukan?
    – Apa tugas yang hanya dilakukan grup?

  2. Pikirkan bagaimana anda melakukan tugas itu lebih efisien
    – Buat rencana, prosedur, atau rutinitas untuk melakukan tugas
    – Mengajak orang lain untuk membantu tugas yang penting atau tugas besar
    – Kumpulkan informasi hal apa yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut
    – Lihat langkah-langkah proses yang dapat dipersingkat

  3. Coba untuk mencegah masalah bahkan sebelum masalah itu ada.
    – Mencari setiap kemungkinan kegagalan yang terjadi dan mencegahnya agar tidak terjadi.
    Biasakan diri untuk membuat back-up plan

  4. Bentuklah pola pikir yang mencari pemecahan masalah daripada lari dari masalah
    – Definisikan masalah
    – Tentukan hal yang harus terjadi agar masalah tersebut terpecahkan dan bagaimana cara melakukannya
    – Lakukan

  5. Selalu lakukan hal-hal yang terlihat tidak penting, terutama tugas sehari-hari.
    Maintenance prefentif. Mencegah masalah yang tidak seharusnya terjadi.

  6. Ketahui tugas yang prioritas
    – Buat tugas sehari-hari yang harus dilakukan, dan coret langsung saat tugas itu selesai dilakukan

  7. Kurangi melakukan tugas-tugas yang tidak seharusnya dilakukan
    – Anda dapat melakukan tugas lainnya saat tugas anda sudah selesai dilakukan

  8. Evaluasi prosedur yang anda gunakan
    – Prosedur mana yang berhasil dilakukan, dan yang gagal dilakukan. Buat catatan untuk improvisasi diri