Bagaimana caranya agar dapat Berpikir Proaktif?

berfikir proaktif

Cara berfikir proaktif berarti adalah suatu aksi atau sebuah cara berfikir aktif dimana seseorang mengkontrol situasi dengan lebih dahulu memikirkan sesuatu yang akan terjadi daripada menunggu sesuatu hal terjadi dan memikirkan solusi untuk masalah yang akan datang.

Orang-orang yang berfikir secara proaktif tidak hanya duduk diam dan menunggu sebuah jawaban datang dengan sendirinya. Orang yang berfikir secara proaktif akan berfikir kritis dengan cara yang kreatif .

Seseorang yang berfikir secara proaktif memiliki beberapa ciri ciri yang seperti berikut :

  • Inisiatif
    Orang yang berfikir secaa proaktif akan mempunyai banyak ide ide yang kreatif untuk pekerjaannya. Merea tidak ingin mendapatkan hal - hal yang negatif kemudian hari ,sehingga mereka cenderung untuk lebih dahulu memberi sebelum diminta . Mereka mempunyai kesadaran tesendiri ketika orang lain menunggu ketika kondisi atau sesuatu hal terjadi.

  • Tanggung jawab
    Darpada kita berbohong akan sesuatu yang telah kita buat karna kesalahan kita sendiri , lebih baik kita jujur untuk mengakui kesalahan kita dan siap bertanggung jawab. Dengan mengakui kesalahan , hal tersebut tidak akan mempermalukan kita selama kesalahan tersebut bisa kita perbaiki dan tidak mengulangi kesalahan yang sama. Dengan begitu anda telah mingkatkan kemampuan anda dalam hal bertanggung jawab.

  • Solutif
    Orang yang memiliki cara berfikir cara seperti ini memiliki ide dan solusi – solusi yang dapat di selesaikan. Orang yang proaktif memiliki jalan alternatif yang ketiga untuk menyelesaikan masalah , maka dari itu orang yang memiliki cra berfikir proaktif akan lebih cerdas dalam menyelesaikan masalah.

  • Positif
    Dengan selalu memandang hal secara positif. Orang yang berfikir secara proaktif tidak akan melihat masalah sebagai suatu kesusahan tetapi mereka akan melihat makna dibalik suatu permasalahan tersebut.

Mengapa berfikir secara proaktif penting ?

Karena dengan kita berfkir secara proaktif , kita memiliki kompetensi yang lebih daripada orang lain . Sehingga untuk memenangkan persaingan tersebut kita memerlukan sikap proaktif ini. Kita perlu cepat dalam membuat suatu keputusan dan kita juga harus aktif melihat kondisi yang terjadi agar sesuatu bisa lebih dimanfaatkan dengan baik

Kita bisa melihat contoh tokoh yang memiliki cara berfikir proaktif yaitu Carlos slim helu.

Carlos slim helu , merupakan orang terkaya didunia yang bisa mengalahkan kekayaan bill gates dan warren buffet. Ia seorang pengusaha asal meksiko yang lahir dari arab. Kekayaannya berasal dari hasrat orang- orang yang ingin berkomunikasi . Dia mendirikan usaha telekomunikasinya yaitu Telefonos de Mexico (Telmex) . Dia dikenal sebagai orang nomor satu yang mempengaruhi industri telekomunikasi di Meksiko. Bukannya dia tidak pernah mengalami kegagalan dalam bisnisnya , ia pernah membeli sebuah perusahaan yang bangkrut , namun ia berpikir kedepan dan berpikir secara proaktif, sehingga segala bisnisnya selalu ia pikirkan dengan baik. Ia selalu memikirkan hal- hal yang didepannya yang mungkin akan menjadi pengaruh buruk bagi perusahaan-perusahaannya dan memikirkan bagaimana soolusinya, sehingga perusahaan yang ia dirikan masih bisa berdiri sampai sekarang .

Lalu, Bagaimana caranya agar dapat Berpikir Proaktif ?

Referensi
1 Like

Menurut yang saya baca di wikiHow ada 10 cara untuk lebih proaktif. Tidak hanyak proaktif dalam berpikir, namun dalam tindakan juga. Berikut adalah caranya:

1. Lihatlah diri kita dan tanyakan kepada diri kita

  • Tugas apa yang harus kita lakukan dan tidak harus kita lakukan dalam sehari-hari? (Di kantor, di sekolah, di rumah)
  • Tugas apa yang datang secara bersamaan?
  • Tugas apa yang perlu diperhatikan ketika tugas tersebut muncul?

2. Menguji seberapa kritiskah diri kita dalam menyelesaikan tugas dengan lebih efisien

  • Membuat rencara, prosedur, atau daftar
  • Mengajak teman-teman untuk mengerjakan tugas penting atau tugas besar
  • Mengumpulkan informasi yang penting untuk mengerjakan tugas tersebut
  • Lihatlah tahap-tahap penyelesaian, konsolidasi, atau cara agar tugas tersebut dapat dengan cepat terselesaikan

3. Mencegah permasalahan yang akan timbul

Mencegah permasalahan sebelum permasalahan tersebut menjadi kenyataan

4. Mengembangkan pola pikir untuk menyelesaikan masalah, bukan meninggalkan masalah

  • Mendefinisikan permasalah (Apa permasalahannya?)
  • Memutuskan permasalahan apa yang akan muncul dan bagaimana cara menyelesaikannya

5. Selalu bersiap apakah akan ada permasalahan yang muncul atau tidak

Tetap melakukan hal yang terbaik agar ketika permasalah muncul kita sudah siap untuk menghadapinya

6. Mengetahui tugas apa yang menjadi prioritas dan tugas mana yang bukan prioritas

Buatlah sebuah daftar apa yang harus kita lakukan dan mana yang tidak harus kita lakukan.

7. Mengeliminasi tugas yang tidak penting

Ada tugas yang tidak perlu dikerjakan atau ada tugas yang tidak harus kita yang menyelesaikan. Jangan membuang-buang waktu terhadap tugas yang tidak seharusnya kita kerjakan. Jika tugas tersebut tidak penting, maka tugas tersebut tidak membuang waktu dan tenaga kita. Pastikan setiap tugas memiliki tingkat kepentingan sehingga kita tahu mana yang penting dan mana yang tidak

8. Mengevaluasi prosedur dan proses

Tugas apa yang terselesaikan dan tugas apa yang tidak terselesaikan

  • Mencoba mengantisipasi kebutuhan. Apakah ada waktu yang dibutuhkan untuk mengevaluasi seperti hari, minggu, bulan, pertiga bulan?
  • Mencoba mengantisipasi apa yang perlu kita tahu. Dapatkah kita belajar kemampuan baru? Dapatkah kita mengaplikasikan kemampuan yang kita punya dengan cara yang baru? Lihatlah sekeliling kita dan pastikan kita tahu tren saat ini dengan membaca dan terus belajar. Orang yang proaktif adalah orang yang sukses karena tidak akan terpaku dengan masa lalu

9. Mencari cara agar dapat membuat tugas sehari-hari menjadi otomatis

Komputer dapat menyelesaikan masalah dengan standar dan pola yang ada. Jika kita bekerja dalam sebuah tim, maka penugasan pada masing-masing anggota tim yang sesuai dengan keahliannya merupakan otomatisasi.

10. Belajar sesuatu terhapa hal yang membuat kita tertarik

Menemukan passion kita

Cara agar dapat berfikir proaktif yang dapat kita lakukan adalah sebgaai berikut :

1. Predict
Untuk menjadi proaktif, Anda harus terlebih dahulu mengembangkan pandangan ke depan. Orang proaktif jarang terkejut akan sesuatu. Belajar untuk mengantisipasi masalah dan peristiwa. Memahami bagaimana sesuatu bekerja, mencari pola, mengenali rutinitas biasa, praktek sehari-hari dan siklus alam yang ada dalam bisnis Anda. Pada saat yang sama, jangan biarkan diri Anda untuk menjadi puas. Gunakan imajinasi Anda ketika mengantisipasi hasil masa depan. Jangan hanya berharap masa lalu untuk selalu menjadi prediktor yang akurat untuk masa depan, menggunakan kreativitas Anda dan logika. Datang dengan beberapa skenario untuk mengungkap peristiwa.

2. Prevent
Orang proaktif meramalkan potensi hambatan dan mengerahkan kekuatan mereka untuk menemukan cara untuk mengatasinya sebelum hambatan mereka menjadi lebih besar. Mereka selalu berusaha untuk mencegah masalah lain muncul. Jangan biarkan diri Anda terhanyut dalam perasaan ketidakberdayaan. Ketika muncul tantangan, mereka akan mengambil kendali dan menghadapinya.

3. Plan
Orang proaktif merencanakan masa depan. Hindari satu langkah “di sini dan sekarang”, berpikir sebaliknya, melihat ke depan dan mengantisipasi konsekuensi jangka panjang. Membawa masa depan ke masa kini, apa yang dapat Anda lakukan hari ini untuk memastikan keberhasilan besok? Setiap keputusan adalah jalur dalam rantai peristiwa yang mengarah ke kesimpulan akhir. Dalam rangka untuk membuat keputusan yang terbaik, Anda harus tahu di mana Anda berasal, di mana Anda berada, dan di mana Anda ingin berakhir.

4. Participate
Orang proaktif bukan pengamat pasif, mereka adalah peserta aktif. Untuk menjadi proaktif, Anda harus terlibat. Anda harus mengambil inisiatif dan menjadi bagian dari solusi. Mengakui bahwa Anda hanya sepotong dari keseluruhan dan bahwa Anda mempengaruhi dan dipengaruhi oleh tindakan orang lain. Jangan hanya bereaksi terhadap mereka. Terlibat dengan mereka. Menggunakan pengaruh Anda dan membuat kontribusi.

5. Perform
Menjadi proaktif berarti mengambil hal tepat waktu, tindakan efektif. Anda harus menentukan dan bersedia untuk melakukan pekerjaan sekarang. Penundaan bukanlah pilihan. Menjadi proaktif berarti Anda telah mengambil langkah-langkah bijaksana untuk memilih jalur yang tepat. Anda tidak hanya bereaksi secara impulsif dengan lingkungan Anda.


Sumber: http://www.eatyourcareer.com/2010/08/how-be-proactive-at-work-step-system/

Terbiasa Menjadi Seorang yang Proaktif


Kita sering mendengar orang mengucapkan kata proaktif. Namun saya sendiri pada awalnya tidak mengerti makna dari proaktif itu sendiri apa. Lalu seseorang merekomendasikan sebuah buku yang menurut dia wajib untuk dibaca semua orang. Buku itu sangat terkenal, judulnya The 7 Habits of Highly Effective People oleh Stephen Covey. Dan kebiasaan pertama yang disebutkan di awal buku adalah menjadi seorang yang proaktif untuk bisa menjadi manusia yang efektif.

Menurut buku Stephen Covey, proaktif adalah bagaimana cara kita merespon stimulus yang berasal dari lingkungan sekitar berdasarkan nilai atau karakter pribadi kita. Lawan dari proaktif adalah reaktif. Saya berikan contoh, misalnya kita adalah pribadi yang memiliki karakter bijaksana, di suatu kondisi kita sedang mengalami musibah, dompet hilang di saat perut sedang lapar dan belum menyelesaikan tugas padahal batas akhir pengumpulan tinggal 3 jam lagi. Lalu datang seorang teman yang mengajak kita jalan-jalan. Normalnya pada kondisi itu emosi kita sedang tidak stabil, orang yang proaktif akan menjawab ajakan temannya dengan tetap bijak dan menceritakan kondisinya sekarang bagaimana, namun orang yang reaktif akan menjawab spontan dengan nada kasar dan membuat temannya marah. Dampaknya jika kita bersikap reaktif adalah masalah akan bertambah.

Dari contoh di atas, mengapa menjadi seorang proaktif itu penting, karena dewasa ini masih banyak orang yang tidak berpikir sebelum berbicara ataupun bertindak, sehingga buntutnya masalah bukan berkurang tapi bertambah.

Perbedaan bahasa orang proaktif dan reaktif:
Reaktif
"Tidak ada yang bisa saya lakukan" (pesimis)
“Dia yang membuat diriku marah” (selalu merasa orang lain salah dan tidak ingin disalahkan)
“Inilah diriku apa adanya” (menganggap dirinya hanya memiliki kekurangan)

Proaktif
"Ayo coba alternatif lain" (optimis dan memiliki inisiatif)
“Saya mengatur perasaan saya sendiri” (bersikap tidak dipengaruhi oleh kondisi lingkungan sekitar)
“Saya bisa mencoba hal lain” (Tidak putus asa dengan keadaan dan mau berusaha)

Dari beberapa penjelasan Stephen Covey, ada tiga poin yang harus diperhatikan jika ingin menjadi seorang yang proaktif:

1. Jangan merenungi kesalahan
Kebanyakan orang setelah melakukan suatu kesalahan berlama-lama larut dalam penyesalan seakan-akan dunia sudah kiamat. Untuk menjadi seorang yang proaktif kita harus bisa menyadari kesalahan yang kita buat untuk diterima dan dijadikan bahan pembelajaran untuk mengambil langkah selanjutnya.

2. Membuat visi misi hidup
Orang yang memiliki tujuan di hidupnya akan lebih fokus untuk mencapainya. Buatlah daftar pencapaian-pencapaian kecil sebelum benar-benar bisa mencapai tujuan akhir. Hal ini dapat membuat kita memiliki gairah untuk hidup. Kesalahan ataupun kekurangan tidak dijadikan sebagai faktor kesedihan yang harus diratapi, tapi itu akan menjadi catatan bahwa untuk tujuan selanjutnya kita harus bisa lebih baik daripada sebelumnya.

3. Jadilah contoh
Sulit memang menjadi teladan bagi orang lain oleh karena itu minimal kita bisa menjadi teladan bagi diri kita sendiri. Dengan mengatur emosi, kapan harus marah, kapan harus senang, kapan harus serius, dan bercanda. Jika kita bisa mengatur emosi dengan baik, maka kita tidak mudah menjadi orang yang terbawa suasana lingkungan atau ‘latah’. Dan kalau bisa seharusnya kita bisa menjadi seseorang yang selalu menawarkan solusi ketika ada masalah, bukan tukang kritik ketika ada masalah.


Referensi : http://www.behavior-change.net/covey-habit-1-be-proactive/

1 Like

Sering kali kita mendengar istilah " berpikir lah secara proaktif, maka akan sukses dimasa mendatang". Lalu bagaimana menjadi pribadi yang proaktif? Berikut Michael Mogil mengemukakan


1. Ini Semua Tentang Kamu
Sadar tentang apa masalah yang kamu hadapi dan segera menyelesaikannya. Karena keluarga dan teman - teman anda hanya sebagai “support team”, semua ada dalam diri anda.

2. Menjadi Pemberi Solusi
Salah satu indikator orang yang berguna adalah memberikan solusi. Kita semua pasti pernah menemukan yang namanya masalah dalam satu tim. Berikanlah solusi pada tim anda maka anda termasuk dalam orang - orang Proaktif.

3. Jadilah Akuntabel
Sifat akuntabel itu sendiri adalah memiliki kewajiban untuk melapor, menjelaskan, dan bertanggung jawab atas tindakan atau tujannya. Sangat penting anda memiliki sifat tersebut untuk menjadi proaktif karena anda akan terbiasa dengan sebuah target.

4. Jadilah "SMART"

  • Specific (spesifik): Fokuslah terhadap sesuatu hal, bukan semua hal.

  • Measurable (Terukur): Pilihlah sesuatu tersebut yang dapat terukur.

  • Attainable (Tercapai): Buatlah anda mencapai target anda.

  • Realistic (Realistis): Pikirkan dengan resiko apa yang akan dihadapi.

  • Timely (Tepat Waktu): Buatlah setiap tujuan dengan jangka waktu yang telah ditetapkan.

5. Buat Keberuntungan anda sendiri
Selalu berpikir tentang langkah apa yang akan diambil. Karena dengan mengambil langkah yang tepat maka keberuntungan ada di tangan anda.

6. Jadilah Konsisten
Sukses bukanlah selalu tentang mendapatkan segalanya dengan benar, tetapi dengan konsisten. Dengan konsisten dalam melakukan hal - hal tertentu maka kesuksesan mudah diraih.

7. Belajar dari ahlinya
Carilah orang - orang yang memang dalam ahlinya. itu terbukti membantu anda untuk mencapai sebuah kesuksesan. jika anda berada didalam lingkungan orang - orang yang salah (dalam hal ini malas) anda akan terikut pada lingkungan tersebut dan pada akhirnya anda akan melupakan apa tujuan anda.

8. K E J U J U R A N
Jadilah rendah hati dan selalu berintrospeksi dengan apa yang anda lakukan dan bagaimana anda melakukannya. Jujur dengan diri sendiri dan jangan banyak membuat alasan tentang apa yang anda tidak kerjakan.

How to Be Proactive

  1. Intropeksi diri
    – Apa tugas yang sering anda lakukan dan tidak anda lakukan?
    – Apa tugas yang hanya dilakukan grup?

  2. Pikirkan bagaimana anda melakukan tugas itu lebih efisien
    – Buat rencana, prosedur, atau rutinitas untuk melakukan tugas
    – Mengajak orang lain untuk membantu tugas yang penting atau tugas besar
    – Kumpulkan informasi hal apa yang dibutuhkan untuk mengerjakan tugas tersebut
    – Lihat langkah-langkah proses yang dapat dipersingkat

  3. Coba untuk mencegah masalah bahkan sebelum masalah itu ada.
    – Mencari setiap kemungkinan kegagalan yang terjadi dan mencegahnya agar tidak terjadi.
    Biasakan diri untuk membuat back-up plan

  4. Bentuklah pola pikir yang mencari pemecahan masalah daripada lari dari masalah
    – Definisikan masalah
    – Tentukan hal yang harus terjadi agar masalah tersebut terpecahkan dan bagaimana cara melakukannya
    – Lakukan

  5. Selalu lakukan hal-hal yang terlihat tidak penting, terutama tugas sehari-hari.
    Maintenance prefentif. Mencegah masalah yang tidak seharusnya terjadi.

  6. Ketahui tugas yang prioritas
    – Buat tugas sehari-hari yang harus dilakukan, dan coret langsung saat tugas itu selesai dilakukan

  7. Kurangi melakukan tugas-tugas yang tidak seharusnya dilakukan
    – Anda dapat melakukan tugas lainnya saat tugas anda sudah selesai dilakukan

  8. Evaluasi prosedur yang anda gunakan
    – Prosedur mana yang berhasil dilakukan, dan yang gagal dilakukan. Buat catatan untuk improvisasi diri