Bagaimana Manajer Produk Membuat Tim Ideal untuk sebuah Startup?

Dalam sebuah startup, Manajer Produk membutuhkan sebuah tim untuk mencapai tujuan perusahaan. Kekompakan dalam kerjasama tim sangatlah berpengaruh dalam kesuksesan sebuah perusahaan untuk kedepannya. Kerjasama dalam tim adalah salah satu penentu suatu perusahaan agar dapat tetap bersaing. Dalam sebuah tim tidak terlepas dari anggota tim. Anggota adalah bagian terpenting dalam sebuah tim. Secara tidak langsung pemilihan anggota tim merupakan strategis yang akan membantu merealisasikan kesuksesan tujuan pada sebuah Startup.

Bagaimana Manajer Produk membuat Tim Ideal untuk sebuah Startup?

Membangun sebuah startup bukanlah perkara yang mudah, itu semua membutuhkan kerja keras dan usaha yang luar biasa. Sulit sekali ketika harus mengerjakan semua sendiri, akan lebih mudah mengerjakannya bersama sebuah tim.

Yang menjadi masalah kemudian adalah bagaimana mendapatkan struktur tim yang ideal untuk mengembangkan startup. Tim yang memiliki kompetensi dengan struktur yang ideal, bisa menjadi salah satu faktor penting untuk mencapai kesuksesan dalam membangun sebuah startup. Seringkali seseorang pemimpin mengabaikan struktur ideal, dan hanya berfokus kepada pencarian seseorang yang berkompeten saja. Padahal Struktur dalam startup sangat penting sekali, ini berfungsi sebagai alat untuk mempertegas dan memperjelas garis koordinasi serta tanggung jawab seseorang yang ada di dalam tim.

Berikut adalah cara membentuk sebuah struktur tim yang ideal :

  1. Sesuaikan dengan kebutuhan
    Buatlah struktur tim yang sesuai dengan kebutuhan startup. Tidak mengada-adakan jabatan tertentu untuk menyamakannya layaknya sebuah perusahaan. Karena startup yang didirikan masih pada masa pengembangan dan pertumbuhan. secara perlahan pasti akan mengarah kesana, yang terpenting adalah bergerak dengan cepat, efektif dan efisien.

  2. Struktur tim yang proposional
    Proporsi struktur tim dalam sebuah startup sangat penting. Ini berhubungan dengan bagaimana nantinya pemimpin akan menggerakkan sebuah tim ketika melangkah dalam pekerjaan. Hindari membuat struktur tim dengan proporsi yang gemuk, ini sangat menghambat pergerakan startup. Akan terlalu sibuk untuk mengurusi dan mengkoordinasi tim Anda karena terlalu gemuk.
    Pertahankan struktur yang ramping, maksudnya adalah pemimpin harus bisa memasang orang yang tepat pada peran strategis yang dibutuhkan. Ramping bukan berarti kurang, namun lebih kepada bagaimana bisa mengefektifkan orang-orang di dalam tim.

  3. Selalu beradaptasi dengan perkembangan bisnis
    Pemimpin tidak bisa hanya memakai struktur tim yang sama ketika bisnis mulai berkembang. Pemimpin harus mampu menyesuaikan struktur tim, dalam menghadapi perkembangan yang pasti akan selalu terjadi.
    Salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan menambah orang dalam tim ketika perusahaan mengalami kemajuan. Tentu saja ini harus dilakukan karena akan ada banyak tanggung jawab baru yang harus ditangani. Seiring perkembangan startup, maka struktur tim idealnya juga harus mengalami penambahan.

  4. Harus ada kejelasan dalam garis koordinasi
    Ini lebih kepada kepemimpinan, jangan sampai ada tumpang tindih. Sebagai pemimpin juga harus memikirkan sejak dini bagaimana kejelasan garis koordinasi. Garis kepemimpinan sangat dibutuhkan untuk menjaga proses pemenuhan tugas dan tanggung jawab. Untuk itu, harus ada garis koordinasi yang jelas dan detail dalam struktur tim startup.

  5. Ketegasan dalam tugas pokok dan fungsi
    Selain kejelasan dalam garis koordinasi, Pemimpin juga dituntut untuk bisa dengan tegas tentang tugas pokok dan fungsi masing-masing orang dalam struktur tim startup. Bukan hanya kepada bawahan, namun atasan yang mengkoordinasikan bawahan juga harus dikelola dengan jelas.
    Jangan sampai ada tumpang tindih dari masing-masing anggota tim yang justru akan menghambat dan mengkacaukan langkah kerja startup yang dibangun.

Referensi :