Bagaimana manajemen produk dapat menciptakan produk yang berfokus pada misi perusahaan tersebut?

Perencanaan produk baru merupakan kegiatan strategis yang penting dan menuntut. Produk baru, yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, membantu memperkuat posisi perusahaan di pasar yang sudah ada dan siap untuk berpindah ke pasar produk yang baru. Bagaimana manajemen produk dapat menciptakan produk yang berfokus pada misi perusahaan tersebut ?

Di era yang dituntut serba cepat, di industri teknologi pun berlomba-lomba menambahkan fitur terbaru untuk mempertahankan para pengguna dan bersaing dengan lawan dalam tempo yang cepat. Namun, kualitas produk yang diluncurkan harus tetap dijaga hingga sampai ke tangan pengguna. Cepatnya pergerakan di industri teknologi menuntut orang-orang yang bekerja di dalamnya harus bekerja seefektif dan seefisien mungkin. Maka, sekarang marak terdengar istilah manajemen produk. Dengan adanya manajemen produk, diharapkan para developer dapat menciptakan produk yang sesuai kebutuhan pengguna dalam waktu yang cukup singkat, tapi tetap mempertahankan kualitas.

Produk adalah pemahaman produsen sebagai usaha untuk memenuhi kebutuhan konsumen. Produsen kemudian menjabarkan persepsi dan preferensi konsumen melalui rancangan produknya.

Bundling product (penggabungan produk) adalah sebuah strategi yang dilakukan oleh perusahaan dengan menjual dua atau lebih produknya dalam satu kemasan dan satu harga. Produk utama digabungkan menjadi satu dengan produk tambahan. Fitur yang ada pada sebuah produk adalah hasil dari interpretasi data dan analisis yang didapat dari konsumen. Data dan analisis akan membantu produk untuk menjadi lebih pintar dan relevan untuk penggunanya. Hal ini sangat masuk akal karena sebuah produk yang fiturnya tidak pernah digunakan sama saja dengan membuang-buang sumber daya. Dengan membuat produk yang relevan dengan kebutuhan pengguna, akan membuat mereka merasa terikat dengan produk tersebut. Hal yang perlu dilakukan adalah membuat pengguna merasa nyaman menggunakan produk tersebut, karena dengan begitu produk akan menjadi lebih populer di tengah masyarakat, yang menjadi salah satu tolak ukur dari kesuksesan sebuah produk.

Produk berfokus pada misi perusahaan
Manajemen produk melibatkan tanggung jawab pemasaran produk seperti: branding, komunikasi pelanggan, peluncuran produk baru, periklanan, PR, dan acara. Semuanya bergantung pada organisasi, peran ini dapat dilakukan oleh satu atau dua orang atau kelompok yang sama yang bekerja sama. Manajemen produk tidak melakukan apapun untuk secara langsung membangun atau mengoperasikan produk untuk pelanggan. Sebaliknya, tanggung jawab utamanya adalah melihat ke depan dan menginformasikan pembangun atau operator produk apa jalan yang benar untuk mencapai tujuan. Jalan itu juga disebut strategi produk, dan yang terbaik adalah yang memaksimalkan dampak terhadap misi tersebut.

Prinsip pertama Manajemen Produk:

A. Maksimalkan dampak terhadap misi: kembangkan strategi produk yang memaksimalkan dampaknya terhadap misi organisasi dengan memberi serangkaian masukan yang positif.

B. Selesaikan semua hal : Manajemen produk tidak secara langsung membangun atau mengoperasikan produk, sebaliknya memungkinkan orang di sekitar mereka melakukannya dengan lebih baik.

Untuk dapat membuat produk tetap berfokus terhadap misi sebuah organisasi atau perusahaan , maka harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :

Strategi dan Definisi Produk (Inbound)

  • Strategi dan visi
  • Wawancara pelanggan
  • Mendefinisikan fitur dan persyaratan
  • Membangun roadmap
  • Pelatihan penjualan dan dukungan

Pemasaran Produk dan Go-to-Market (Outbound)

  • Diferensiasi kompetitif
  • Positioning dan messaging
  • Penamaan merek
  • Komunikasi pelanggan
  • Peluncuran produk
  • Hubungan pers dan analis

Good product managers take full responsibility and measure themselves in terms of the success of the product.

Kata-kata dari Ben Horowitz ini melambangkan manajemen produk dan apa yang diharapkan perusahaan dari pemimpin produk mereka.

Kesimpulan
“Manajemen produk adalah perekat yang menggabungkan semua fungsi dan peran di seluruh perusahaan yang berbicara dalam bahasa yang berbeda,” Ken Norton. Sebuah produk tidak akan berhasil tanpa perekat yang memegang tim tersebut secara bersama-sama. Setiap perusahaan harus memikirkan cara untuk produk tetap dijalur yang sesuai dengan misi dengan melakukan beberapa strategi dan diusahakan agar produk tersebut tidak keluar dari jalur misi perusahaan. Kualitas produk juga harus tetap dijaga dan diperhatikan agar tetap konsisten.

Sumber:
https://id.techinasia.com/product-management-dan-pengaplikasiannya-di-ranah-startup